Anda di halaman 1dari 3

BAB II

DASAR TEORI

PEMERIKSAAN SGOT/SGPT
SGOT (Serum Glutamic Oxaloacetic Transaminase) merupakan enzim
yang dijumpai dalam otot jantung dan hati, sementara dalam konsentrasi sedang
dijumpai pada otot rangka, ginjal, dan pankreas. SGOT dilepaskan ke dalam
serum sebagai akibat dari cedera jaringan, oleh karena itu konsentrasi dalam
serum (SGOT) dapat meningkat pada penyakit infark miokard atau keusakan akut
pada sel-sel hati (Dorland, 1998). Pada infark miokard SGOT akan meningkat
setelah 10 jam dan mencapai puncaknya 24-48 jam setelah terjadi infark,
kemudian akan kembali normal setelah 4-6 hari jika tidak ada infark tambahan.
Pada penyakit hati, kadarnya akan meningkat 10 kali lebih dan akan tetap
demikian dalam waktu yang lama.
Tujuan pemeriksaan SGOT yaitu untuk menggambarkan fungsi hati atau
kondisi hati dan pendeteksian infeksi bahkan kerusakan/cedera pada jaringan otot,
jantung bahkan hati. Pemeriksaan SGOT biasanya dilakukan secara fotometri atau
spektrofotometri, semi otomatis menggunakan fotometer atau spektrofotometer,
atau secara otomatis menggunakan chemistry analyzer. Kadar SGOT normal
untuk laki-laki adalah 0-50 U/L, sedangkan untuk perempuan adalah 0-35 U/L.
SGPT (Serum Glutamic Pyruvic Transaminase) merupakan enzim yang
banyak ditemukan pada sel hati dan efektif untuk mendiagnosis destruksi
hepatoseluler. Pada umumnya nilai tes SGPT lebih tinggi daripada SGOT pada
kerusakan parenkim hati akut, sedangkan pada proses kronis didapat sebaliknya
(Kee, 1997). SGPT umumnya diperiksa secara fotometri atau spektrofotometri,
secara semi otomatis atau otomatis. Kadar SGPT normal untuk laki-laki adalah 0-
50 U/L, sedangkan untuk perempuan adalah 0-35 U/L.
SGPT dan SGOT merupakan dua macam enzim yang sering dihubungkan
dengan kerusakan sel hati, termasuk golongan aminotransferase, yakni enzim
yang mengkatalisis pemindahan gugus amino secara reversible antara asam amino
dan asam alfa-keto. SGOT mengerjakan reaksi antara asam aspartate dan asam
alfa-ketoglutamat, sedangkan SGPT mengerjakan reaksi antara alanin dan asam
alfa-ketoglutamat (Hidayat, 2010).
Kadar SGPT seringkali dibandingkan dengan SGOT untuk tujuan
diagnostik. Pada kasus nekrosis hati dan hepatitis akut nilai tes SGPT lebih tinggi
dibandingkan SGOT, sedangkan pada kasus nekrosis miokardium (infark
miokardium akut), sirosis, kanker hati, hepatitis kronis dan kongesti hati nilai tes
SGOT lebih tinggi dibandingkan SGPT.
SGPT dan SGOT adalah dua penanda paling dapat diandalkan dari cedera
dan nekrosis hepatoseluler. Kadar kedua enzim ini dapat meningkat apabila terjadi
gangguan hati. SGPT spesifik untuk kerusakan hati karena sebagian besar enzim
ini terdapat dalam sitosol hati dan dalam konsentrasi rendah di tempat lain. SGOT
memiliki bentuk sitosol dan mitokondria dan terdapat di jaringan hati, jantung,
otot rangka ginjal otak, pankreas dan paru-paru, dan sel darah putih dan merah.

PEMERIKSAAN G-GT
GGT adalah salah satu enzim dalam serum, yang bekerja pada lini pertama
proses degradasi ekstraselular glutathione (GSH). Glutathione adalah antioksidan
utama sel mamalia yang berperan penting dalam perlindungan sel dari oksidan.
Jika stres oksidatif meningkat, kebutuhan glutathione juga akan meningkat; jika
kadar glutathione rendah, maka kerusakan akibat stres oksidatif akan meningkat.
Oleh sebab itu, GGT diperkirakan memiliki peran penting di beberapa jenis
jaringan atau organ. Contohnya, organ paru yang secara fisiologis terus-menerus
terpapar oksigen dan rentan terhadap kerusakan oksidatif.
Enzim GGT diproduksi di banyak jaringan, sebagian besar dibuat di dalam
organ hati dan dibawa oleh lipoprotein dan albumin. GGT juga ditemukan di
ginjal (terutama di tubulus renalis proksimal), paru, pankreas, usus, dan endotel
vaskuler. Kadar GGT serum dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti: genetika,
asupan alkohol, lemak tubuh, lipid plasma, tekanan darah, kadar glukosa,
kebiasaan merokok, dan berbagai konsumsi obat, misalnya antikonvulsan.
GGT merupakan protein yang diproduksi secara multigen, terdiri dari 7
gen dan pseudogen. Hingga kini, struktur protein yang tepat, pola ekspresi gen,
serta mekanisme pengaturan GGT masih belum diketahui pasti. Secara molekuler,
GGT merupakan senyawa glikoprotein dengan berat molekul 68.000 dalton yang
terdiri dari 2 protein, masing-masing dengan berat 46.000 dalton dan 22.000
dalton. Nilai normal GGT adalah antara 0-30 IU/L. Biasanya tidak ada perbedaan
nilai normal pria dan wanita, walaupun dalam beberapa penelitian dapat
ditemukan kadar GGT pada pria 25% lebih tinggi dibandingkan pada wanita.
GGT ditemukan lebih tinggi pada ras kulit hitam.

DAFTAR PUSTAKA
Anonim, TT. BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Diakses dari
digilib.unimus.ac.id > download (19 November 2017)
Dorland. 1998. Kamus saku kedokteran Dorland Edisi 25. Jakarta: EGC
Kee, Joyce LeFever. 1997. Buku Saku Pemeriksaan Laboratorium & Diagnostik
dengan Implikasi Keperawatan. Jakarta: EGC
A, Aziz Alimul Hidayat. 2010. Metode Penelitian Kesehatan Paradigma
Kuantitatif. Jakarta: Health Books
Haurissa, Andreas Erick. 2014. Gamma Glutamyltransferase Sebagai Biomarker
Risiko Penyakit Kardiovaskuler. Pontianak. Diakses dari www.kalbemed.com
pada 20 November 2017