Anda di halaman 1dari 7

MAKALAH TENTANG MASALAH DEKADENSI MORAL

Mata Kuliah : Pendidikan Pancasila

Semester 107

Nama Mahasiswa / No Registrasi :

Krisna Dwi Saputri / 1508517023

DOSEN:

Dra. Yenina Akmal, M.Hum

PENDIDIKAN PANCASILA

UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA

2017
Dekadensi Moral
Dekadensi moral berarti kemerosotan atau penurunan kualitas moral
(KBBI, 2005:245). Menurut Bertens (2002) bahwa moral adalah nilai-nilai dan
norma-norma yang menjadi pegangan bagi seseorang atau suatu kelompok
dalam mengatur tingkah lakunya. Dekadensi moral adalah peristiwa penurunan
atau kemerosotan moral pada seseorang akibat faktor-faktor tertentu. Di zaman
yang telah modern ini telah banyak masyarakat yang tidak peduli dengan nilai
dan norma, mereka cenderung berperilaku semaunya sendiri. Kini peristiwa
dekadensi moral yang terjadi di masyarakat sudah sangat terasa dan mulai
memprihatinkan. Pasalnya pelaku dekadensi moral itu sendiri terjadi di semua
level masyarakat, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang dewasa. Sebagai
buktinya ada anak SD yang merokok, membantah orang tua, bolos sekolah,
remaja yang sering melakukan pemalakkan, tawuran, berzina, berjudi, hingga
orang dewasa yang melakukan pelecehan seksual, perampokan hingga
pembunuhan.

Hal-hal kecil yang terjadi di kehidupan kita merupakan bukti bahwa


kemerosotan moral benar-benar terjadi di masyarakat. Sebagai contohnya,
remaja saat ini cenderung berperilaku egois ketika sedang menaiki kendaraan
umum seperti busway ataupun Kereta Rangkaian Listrik (KRL), mereka
terkadang bersikap apatis terhadap lingkungannya dengan enggan memberi
kursi kepada seseorang yang lebih diprioritaskan. Contoh lain adalah
masyarakat saat ini seringkali tidak peduli dengan lingkungannya dengan
membuang sampah sembarangan. Orang tersebut tahu bahwa hal itu akan
berdampak buruk bagi lingkungan, namun tetap saja dilakukan. Hal tersebut
merupakan cerminan diri bahwa tindakan yang Ia lakukan sama seperti keadaan
moral pada dirinya. Apabila Ia memiliki moral yang baik pasti Ia akan
bertanggung jawab atas apa yang telah Ia konsumsi dan melakukan tindakan
yang baik pula di masyarakat.

Semua hal itu bukan tanpa alasan bisa terjadi, tetapi ada berbagai faktor
yang membuat dekadensi moral terjadi di masyarakat. Hal tersebut juga tidak
menutup kemungkinan adanya pemulihan bagi masyarakat untuk memperbaiki
kemerosotan moral yang terjadi saat ini.

Faktor Penyebab Dekadensi Moral


Dekadensi moral atau kemerosotan moral tidak terjadi begitu saja,
melainkan terdapat faktor yang menyebabkan hal tersebut terjadi. Yang pertama
adalah adanya pengaruh budaya asing yang tidak baik. Memang, budaya asing
yang masuk tidak seluruhnya adalah hal yang buruk, namun terdapat pula
budaya asing tidak baik yang dengan mudah ditiru oleh bangsa Indonesia. Mulai
dari gaya berpakaian, gaya bergaul serta gaya bicaranya. Budaya asing tersebut
cenderung mengajarkan masyarakat Indonesia menjadi bangsa yang
konsumerisme, hedonisme dan bebas. Contohnya adalah seorang remaja yang
memanggil orang yang lebih tua dengan menyebut namanya saja, padahal
Indonesia memiliki budaya yang mengajarkan untuk memanggil orang ang
lebih tua dengan sebutan Pak, Bu, Om, Tante, dan lain-lain. Hal tersebut
mencerminkan bahwa sudah tidak adanya tata krama pada diri seorang remaja
tersebut. Budaya asing yang tidak baik juga mengajarkan hal buruk lain seperti
mengonsumsi miras, narkoba dan seks bebas.

Faktor kedua yang bisa menyebabkan timbulnya dekadensi moral adalah


kemajuan teknologi. Kemajuan teknologi memang memiliki sisi positif dan
manfaat bagi masyarakat Indonesia, yaitu dapat memudahkan pekerjaan bagi
masyarakat dan membuat sesuatu menjadi lebih praktis. Namun hal tersebut
juga memiliki sisi negatif, yaitu masyarakat kini cenderung menjadi malas
akibat dimanjakan teknologi masa kini. Contohnya, dulu seorang anak akan
bermain bersama teman-temannya di luar dengan melakukan berbagai aktivitas,
namun kini anak-anak lebih suka berbaring sambil mengakses berbagai game
online ataupu berbagai macam video , seperti video pornogafi di kamar dan
enggan untuk keluar dan bersosialisasi.

Yang ketiga adalah akibat pergaulan bebas. Remaja masa kini seringkali
penasaran dengan hal-hal baru yang mereka ketahui. Mereka cenderung untuk
melakukan coba-coba untuk merasakan apa yang telah Ia ketahui. Mereka
bergaul secara bebas tanpa mem-filter bagaimana teman yang dapat memberi
pengaruh positif baginya atau memberi dampak negatif bagi dirinya.

Yang terakhir adalah kurangnya pengetahuan tentang agama bagi diri


masyarakat. Agama merupakan hal yang mendidik manusia untuk menjadi
makhluk yang selalu berperilaku baik. Baik kepada sang pencipta, kepada
sesama manusia bahkan kepada hewan. Ilmu agama merupakan yang menjaga
diri seorang manusia untuk menjauhkan perilaku buruk dan mendekatkan diri
kepada hal yang baik. Maka dari itu, kurangnya pengetahuan agama
mengakibatkan kurangnya kualitas diri dalam manusia, apalagi ditambah
dengan faktor lain seperti pergaulan bebas, arus teknologi dan media yang
masuk serta pengaruh budaya luar.
Cara Mengatasi Dekadensi Moral
Pancasila memiliki peran dalam mengatasi dekadensi moral yang bisa
diterima oleh semua golongan. Tapi harus diakui bahwa belakangan ini hal
tersebut hanya ada diatas kertas yang bersifat teoritis jauh dari pengaplikasian
dalam kehidupan kita. Dengan Sila Pertama sebagai landasan yang kokoh yaitu
Ketuhanan Yang maha Esa, diharapkan nilai moral keagamaan dan religi dari
masing-masing pribadi kita dapat terpicu dalam membentuk karakter kita
menjadi karakter Pancasila. Saatnya kita menjadi masyarakat Indonesia
seutuhnya yang berlandaskan pada Nilai Ketuhanan Yang Maha Esa memiliki
semangat prikemanusiaan yang adil dan beradab menjunjung tinggi persatuan
dan kesatuan bangsa serta senantiasa mengedepankan musyawarah untuk
mufakat menuju terciptanya suatu keadilan sosial bagi seluruh masyarakat
Indonesia.

Selain itu dekadensi moral dapat pula diatasi dengan meningkatkan


pendidikan karakter di setiap sekolah-sekolah. Pendidikan karakter cinta
Indonesia perlu ditingkatkan di setiap sekolah agar sejak dini anak-anak
Indonesia bisa menjadi cikal bakal bangsa Indonesia yang memiliki akhlak dan
moral yang baik untuk membangun bangsa.

Pergaulan serta adanya teknologi di dalam lingkungan seoran anak perlu


diawasi oleh orang tua agar seoran anak tidak terjerumus pada hal-hal negatif.
Peran orang tua sangat penting dalam pengembangan moral seorang anak, orang
tua perlu membimbing anaknya agar menjadi anak yang cerdas serta berguna
bai nusa, bangsa serta agama kelak.
Kesimpulan

Dekadensi moral adalah peristiwa penurunan atau kemerosotan moral pada


seseorang akibat faktor-faktor tertentu, seperti pergaulan bebas, pengaruh
budaya asing, arus teknologi dan media, serta kurangnya ilmu agama pada
seseorang. Dekadensi moral itu sendiri dapat diatasi dengan berbagai cara, yaitu
menekankan kembali adanya pancasila sebagai ideologi bangsa kepada setiap
masyarakat. Selain itu dengan meningkatkan pendidikan di seluruh lapisan
masyarakat, khususnya bagi anak-anak, karena Ialah yang akan menjadi cikal
bakal penerus bangsa Indonesia.

Saran

Saran saya berdasarkan uraian di atas semoga kita dapat menyadari bahwa
Pancasila merupakan falsafah negara kita Republik Indonesia. Kita, termasuk
saya sendiri harus menjungjung tinggi dan mengamalkan sila-sila dari Pancasila
tersebut dengan setulus hati dan penuh rasa tanggung jawab. Kita harus
membekali diri dengan sikap dan kepribadian yang menjunjung tinggi nilai
kebangsaan Indonesia (Pancasila). Selain itu kita harus patuh kepada kedua
orang tua, taat beribadah, menghindarkan diri dari hal-hal yang merugikan diri
sendiri, dan belajar dengan rajin agar apa yang kita cita-citakan tercapai.
DAFTAR PUSTAKA

https://id.wikipedia.org/wiki/Moral

https://www.google.com/search?client=firefox-b-
ab&biw=1366&bih=659&tbm=isch&sa=1&ei=J3_0WaeIBsu60gTv_ZfoCw&q=anak+sd+m
erokok&oq=anak+sd+merokok&gs_l=psy-
ab.3...259775.262154.0.262749.15.13.0.0.0.0.377.2827.0j2j4j4.10.0....0...1.1.64.psy-
ab..5.9.2498...0j0i5i30k1j0i8i30k1j0i24k1.0.Gc5TtKSPPZk#imgrc=oOWDFHKl8j6iaM:

https://banyuwangidharma.blogspot.co.id/2016/08/mengatasi-dekadensi-moral.html