Anda di halaman 1dari 7

NAMA : BAIQ ISTI HIJRIANI

NPM : 173112620120112

I. ACARA LATIHAN : PEMERIKSAAN DRUMSTICK


II. TEMPAT DAN WAKTU
a. Tempat Percobaan : Laboratorium Mikrotika
b. Waktu Percobaan : Selasa, 24 Oktober 2017
III. LATAR BELAKANG
Identitas diri merupakan sesuatu yang sangat penting bagi manusia. Hal ini
terbukti dari dibuatnya tanda pengenal bagi setiap orang, seperti Kartu Tanda
Penduduk, Kartu Tanda Mahasiswa, dan berbagai kartu keanggotaan lainnya.
Selain nama dan usia, jenis kelamin juga merupakan salah satu jenis
identifikasi yang tidak kalah pentingnya. Jenis kelamin manusia dibedakan
menjai dua, yaitu pria dan wanita (Dahlia, 2009).
Akhir-akhir ini beberapa individu memiliki keambiguan dalam menentukan
jenis kelamin. Hal ini disebabkan oleh morfologi dan perkembangan
kelaminnya tidak seperti orang kebanyakan. Kasus-kasus transgender juga
sebagai penyebab keambiguan dalam penetapan jenis kelamin. Untuk itu
diperlukan pemastian jenis kelamin dari orang tersebut. Salah satu metode
tersebut adalah pemeriksaan drumstick neutrofil. Metode ini belum memiliki
keakuratan yang cukup jika dibandingkan dengan pemeriksaan gen
amelogenin DNA (Nirmalasari, 2013).
Salah satu cara yang dapat digunakan dalam menentukan dan
menganalisis jenis kelamin adalah dengan menggunakan metode pengamatan
drumstick. Penentuan jenis kelamin dengan menggunakan metode ini memiliki
akurasi yang cukup tinggi, namun perlu juga memerhatikan beberapa faktor
yang dapat memengaruhi hasil pemeriksaan. Sebelumnya, perlu diketahui
lebih lanjut mengenai drumstick itu sendiri (Anonim, 2017).
Prosedur dan biaya pemeriksaan drumstick neutrofil sebagaimana
diketahui jauh lebih sederhana dan murah dibandingkan dengan gen
amelogenin DNA. Beberapa penelitian menunjukkan manfaat pemeriksaan
drumsticks neutrofil dan gen amelogenin DNA dalam menentukan jenis
kelamin terutama pada individu yang masih hidup (Nirmalasari, 2013).
IV. TUJUAN PERCOBAAN
Untuk mengetahui dan mempelajari bentuk drumstick pada sel neutrofil
segmen pada darah tepi.
V. DASAR TEORI
Jenis kelamin merupakan salah satu identitas diri yang sangat penting.
Dalam masyarakat terdapat dua jenis kelamin yang diakui yaitu laki-laki dan
perempuan. Hal yang paling membedakan diantara keduanya dapat dilihat dari
organ kelamin, akan tetapi terkadang hal ini menjadi sulit dilakukan bila tidak
ditemukan informasi mengenai organ kelaminnya. Contoh dari kendala
tersebut sering ditemui pada proses evakuasi jenazah korban mutilasi atau
ledakan besar atau pada preparat-preparat yang datanya tidak terlihat jelas
ataupun keadaan lain yang menyebabkan hilangnya informasi mengenai jenis
kelamin. Informasi mengenai jenis kelamin manusia ternyata masih bisa
didapatkan jika masih memungkinkan untuk dilihat sel darahnya. Informasi
mengenai jenis kelamin, ternyata juga dapat dilihat melalui citra sel darah putih
(leukosit) (Dahlia, 2009).
Leukosit terdiri atas beberapa jenis yaitu neutrophil, limphosit, monosit,
eosinophil, dan basophil. Citra sel darah putih mengandung informasi tentang
kandungan kromosom, hal ini paling banyak ditemukan pada jenis sel
neutrophil, dan sangat jarang ditemukan pada jenis yang lainnya. Sel darah
putih (leukosit ) seorang pria dan wanita memiliki citra yang berbeda. Dalam
citra leukosit wanita terdapat drumstick sedangkan pada pria tidak. Drumstick
terdapat dalam sel darah putih jenis neutrophil. Drumstick adalah suatu
pembeda antara kromosom XX dan XY, karena drumstick hanya terdapat
dalam kromosom XX saja. Drumstick adalah sebuah tonjolan berbentuk seperti
batang pada inti sel neutrophil (Dahlia, 2009).
Awalnya perbedaan citra ini dapat dilihat dan dianalis oleh tenaga medis,
akan tetapi karena perkembangan teknologi, citra sel darah ini dapat diproses
menggunakan program komputer mengingat antara sel darah pria dan wanita
terdapat ciri khusus yang membedakan. Dengan mengunakan pengolahan
citra digital diharapkan dapat dihasilkan sebuah program yang mampu untuk
membedakan karakteristik citra sel darah tersebut, sehingga dapat menjadi
suatu perangkat pilihan atau sebagai alat bantu medis dalam menganalisis
jenis kelamin manusia dari citra sel neutrophilnya. Tingkat kebenaran yang
diharapkan nantinya adalah sekitar 70%-100% (Syafitri, 2013).
Kromosom manusia terdiri dari 23 pasang (22 pasang autosom dan 1
pasang kromosom seks) memberikan total sebanyak 46. Pada pria pasangan
kromosom seksnya berupa XY sedangkan pada wanita adalah XX. Walaupun
wanita memiliki jumlah kromosom X lebih banyak dari pria namun protein yang
dihasilkan oleh wanita sama banyak dengan yang dihasilkan pria. Hal ini
disebabkan oleh inaktivasi satu kromosom X pada setiap sel wanita. Akibatnya
sel-sel pria dan wanita memiliki dosis efektif yang sama (satu salinan) dari gen-
gen ini. Kromosom X yang inaktif dalam setiap sel wanita terkondensasi dan
berbentuk seperti pemukul gendering pada membran inti netrofil (Rizki, 2014).
Drumstik ditemukan oleh W. M. Davidson dan DR. Smith pada tahun
1954. Sebagaimana dengan Barr Body, ditemukan pada neutrofil (leukosit
granulosit) pada wanita dengan pewarnaan khusus, intinya akan mengandung
tonjolan seperti tambur yang disebut dengan drumstick. Pemeriksaannya
sederhana yaitu menghitung drum stick pada sediaan apus darah tepi.
Pemeriksaan dikatakan positif (+) bila ditemukan cukup 1 dalam sediaan dan
ini menunjukan orang tersebut wanita. Adanya drumstick juga diakibatkan dari
pemadatan kromosom X yang tidak aktif dalam kehidupan kita sehari-hari
sering mendengar kata tes DNA, tanaman hasil rekayasa genetika, dan
penyakit-penyakit kelainan yang disebabkan rusaknya sel kromosom
(Hualpitu, 2016).
Drumstick merupakan kromatin seks yang terdapat pada sel darah puih
( leukosit) wanita. Inaktivasi kromosom X terjadi pada tahap embrio awal.
Inaktivasi kromosom merupakan sel anak yang permanen, semua sel akan
terkondensasi oleh kromosom X dalam sel induk. Inaktivasi kromosom X
muncul guna untuk mengimbangi dosis gen ganda pada wanita. kromosom X
aktif dimiliki oleh individu normal yang jumlahnya satu buah, sedangkan
sisanya terkondensasi. Hal ini dikenal sebagai hipotesis Lyon yang
menyatakan bahwa dalam sel dengan beberapa kromosom X, semua kecuali
satu yang tidak aktif selama embriogenesis (Renny, 2011).
Dewasa ini keberadaan kromatin kelamin sering kali digunakan untuk
menentukan jenis kelamin serta mendiagnosis berbagai kelainan kromosom
kelamin pada janin melalui pengambilan cairan amnion embrio
(amniosentesis). Pria dengan kelainan kromosom kelamin, misalnya penderita
sindrom Klinefelter (XXY), mempunyai sebuah kromatin kelamin yang
seharusnya tidak dimiliki oleh seorang pria normal. Sebaliknya, wanita
penderita sindrom Turner (XO) tidak mempunyai kromatin kelamin yang
seharusnya ada pada wanita normal (Jenni, 2011)
VI. ALAT, BAHAN DAN CARA KERJA
1. Alat
a. Objek glass
b. Lancet
c. Auto click
d. Bunsen
2. Bahan
a. Kapas
b. Alkohol 70%
c. Darah tepi
d. Methanol
e. Cat giemsa
3. Cara kerja
a. Sediakan kaca objek yang bersih dan bebas lemak.
b. Lukai ujung jari dengan lancet, letakkan satu tetes darah pada bagian
ujung kaca objek.
c. Buat sediaan apus darah dengan bantuan kaca objek yang lain.
d. Biarkan kering di udara. Setelah itu basahi dengan matanol selama 10
menit.
e. Lakuka pewarnaan dengan larutan giemsa selama 40 menit.
f. Bilas dengan air mengalir, keringkan dan periksa di bawah mikroskop
dengan perbesaran 10 x 100
g. Diamati sel netrofil segmen yang mengandung drumstick.
VII. HASIL PERCOBAAN
Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan ditemukan bentuk drumstick
pada netrofil segmen pada preparat apusan darah tepi.

Gambar 1. Terdapat drumstick pada sel netrofil


VIII. PEMBAHASAN
Berdasarkan hasil percobaan yang telah dilakukan dengan menggunakan
apusan sel darah tepi yang diamati dengan mikroskop perbesaran 10 x 100
ditemukan adanya drumstick pada sel netrofil segmen pada apusan yang
dibuat dan diperiksa.
Hasil pengamatan drumstick menunjukkan adanya struktur seperti pemukul
genderang pada inti sel darah putih. Berdasarkan literatur, drumstick terdapat
pada sel darah putih neutrofil (leukosit bergranula) serta terdapat struktur
seperti tonjolan tambur berwarna gelap. Drum stick termasuk ke dalam salah
satu jenis kromatin seks yang terdapat pada wanita.
Drumstick menunjukkan bahwa adanya kromosom X yang ter-inaktivasi
sehingga membentuk drumstick pada sel darah putih (neutrofil segmen).
Biasanya Inaktivasi kromosom X terjadi pada awal
embriogenesis. Kromosom-X yang teraktivasi tersebut dapat berasal dari ayah
maupun ibu. Inaktivasi kromosom-X bersifat tetap atau stabil, yaitu kromosom-
X inaktif diwariskan dari parental tetap dalam bentuk inaktif. Drumstick
termasuk dalam jenis sex chromatin. Sex chromatin merupakan struktur
menggumpal dan memadat yang terbentuk akibat kondensasi kromatin sebuah
kromosom X yang inaktif yang terdiri dari salah satu dari dua buah kromosom-
X yang terdapat di dalam inti sel tubuh wanita, biasanya ditemukan pada sel-
sel epitel tunika mukosa, disebut juga selaput lendir, mulut dan sel darah putih.
Sel leukosit pada wanita memperlihatkan adanya badan kromatin, tetapi
berbentuk khas yaitu seperti pemukul genderang sehingga disebut
drumstick. Fungsi pemeriksaan drumstick ini adalah untuk mengetahui jenis
kelamin individu secara genetic (Renny, 2011).

IX. KESIMPULAN DAN SARAN


a. Kesimpulan
Dalam citra leukosit wanita terdapat drumstick sedangkan pada pria
tidak. Drumstick terdapat dalam sel darah putih jenis neutrophil. Drumstick
merupakan suatu pembeda antara kromosom XX dan XY, karena drumstick
hanya terdapat dalam kromosom XX saja. Drumstick adalah sebuah
tonjolan berbentuk seperti batang pada inti sel neutrophil.
b. Saran
Pada waktu pembuatan apusan darah tepi, sebaiknya apusan yang
dibuat setipis mungkin dan tidak terlalu tebal sehingga didapatkan
drumstick dengan bentuk yang jelas pada waktu pengamatan dibawah
mikroskop.
DAFTAR PUSTAKA
Dahlia,S. 2009. Pengidentifikasian Jenis Kelamin Manusia Melalui Citra Drumstick Dalam
Leukosit Berbasis Pengolahan Citra Digital. Jurnal. Universitas Telkom, Bandung.
Hualpitu,L. 2016. Penentuan Jenis Kelamin Pada Manusia. Dapat dilihat pada:
https://www.academia.edu/9528935/Genetika. Diakses pada Senin, 27 Oktober
2017 pukul 10:45 WIB.
Syafitri, dkk. 2013. Metode Pemeriksaan Jenis Kelamin Melalui Analisis Histologis dan
DNA Dalam Identifikasi Odontologi Forensik. Jurnal PDGI. Vol. 62, No. 1,
Hal. 11-16.
Anonim, 2017. Penentuan Jenis Kelamin. Dapat dilihat pada: wka-cool32.blogspot.co.
id/2017/06/laporan-praktikum-genetika-i-penentuan.html. Diakses pada:
Kamis, 26 Oktober 2017 pukul 21.25 WIB.
Jenni, I. 2012. Barr Body dan Drumstick. Dapat dilihat pada:
http://jenniirmacikitairawatysaraan.wordpress.com/2011/05/14/barr-body-drum
stick/. Diakses pada: Kamis, 26 Oktober 2017 pukul 21.00 WIB.
Rizki, dkk. 2014. Pengamatan Kariotipe, Barr Body dan Drumstick. Fakultas MIPA.
Universitas Indonesia.
Nirmalasari, dkk. 2013. Uji Diagnostik Penentuan Jenis Kelamin Metode Pemeriksaan
Drumstick Neutrofil Dibandingkan Dengan Metode Pemeriksaan Amelogenin
DNA ((Deoxyribonucleic Acid). Indonesian Journal of Legal and Forensic Sciences
2013; 3(1):21-25.
Renny, dkk. 2011. Pengamatan Kariotipe, Barr Body, dan Drumstick. Fakultas MIPA.
Universitas Indonesia.