Anda di halaman 1dari 14

Maria Hardina Wea

1606950560

Tugas properti material

CARA PEMBUATAN BAJA


Proses Pembuatan Baja

Dalam proses pembuatan baja, kandungan senyawa seperti silikon, nitrogen, sulfur, fosfor
dan kelebihan karbon dikeluarkan dari besi mentah agar kandungan besi semakin murni dan
atom besi semakin terikat kuat. Elemen perpaduan seperti nikel, kromium, mangan dan
vanadium ditambahkan pada proses pengolahan untuk menghasilkan nilai yang berbeda dari
baja yang dihasilkan.

Karbon pada besi bekerja sebagai unsur pengeras, mencegah atom besi untuk teratur dalam
keterikatan. Kadar jumlah karbon dan penyebaran perpaduan campuran (alloy) bahan baku
dapat mengontrol kualitas baja. Baja dengan peningkatan jumlah karbon dapat memperkeras
dan memperkuat besi, tetapi juga bisa menajdikannya lebih rapuh. Pengertian baja secara
ilmiah, baja adalah besi-karbon campuran dengan kadar karbon sampai 5,1 persen, namun
alloy dengan kadar karbon lebih tinggi dari ini dikenal dengan besi.

Banyak aspek yang diperhatikan untuk pembuatan baja seperti pembatasan gas-gas terlarut
seperti nitrogen dan oksigen serta limbah yang tertahan (disebut inklusi) pada pembuatan
baja juga penting untuk menjamin kualitas produk baja.

Produk Baja Berdasarkan Komposisinya

Berdasarkan komposisi baja yang dioleh, diperoleh beberapa klasifikasi jenis baja seperti baja
karbon (carbon steel) dan baja paduan (alloy steel). Kedua jenis baja tersebut juga banyak
klasifikasinya lagi beradasarkan proses pembuatan dan kualitas yang dihasilkan.

Bentuk jadi produk baja dari bahan karbon seperti pipa baja untuk industri pertambangan,
pondasi dan kerangka baja untuk menara dan gedung bertingkat. Sedangkan produk jadi dari
baja alloy seperti peluru baja, komponen-komponen mobil seperti cakram rem, velg mobil
dan gear.
pipa baja Karbon (Carbon Steel). Image via www.apisteel.com

Peluru Senjata Api dari Baja Alloy. Image source www.ncdmoly.com

Baja diproduksi di dalam dapur pengolahan baja dengan bahan utama besi kasar yang berupa
padat maupun cair, besi bekas (skrap) dan beberapa paduan logam. Inilah beberapa proses
yang digunakan dalam pembuatan baja, secara gambaran umum prosesnya adalah seperti
berikut ini :

1). Proses Konvertor

Konvertor adalah salah satu wadah untuk mengolah besi menjadi baja siap untuk diproduksi.
Dibuat dari plat baja dengan sambungan las atau paku keling. Pada bagian dalam konvertor
dibuat dari batu yang tahan api, batu tahan api tersebut dapat bersifat asam atau basa
tergantung dari sifat baja yang akan diolah.
Di bagian bawah konvertor terdapat lubang-lubang angin (tuyer) sebagai saluran udara
penghembus yang disebut sebagai air blast. Terdapat juga penyangga pada konvertor yang
dilengkapi dengan trunnion untuk mengatur posisi horizontal atau vertikal konvertor.

Sistem kerja

a. Bahan baku dipanaskan dengan kokas (seperti batu bara komposisi karbon) sampai
1500 derajat C.
b. Konvertor miringkan untuk memasukkan bahan baku baja kurang lebih 1/8 dari
volume konvertor.
c. Setelah abhan baku baja masuk, ke=onvertor kembali ditegakkan.
d. Tekanan udara penglolahan berkisar 1,5 2 atm di hembuskan dari kompresor.
e. Kemudian setelah 20-25 menit, konvertor di putar balik (dijungkirkan) untuk
mengelaurkan hasilnya.

Proses Bassemer (Asam)

Pengolahan dengan proses bassemer yaitu lapisan dalam yang digunakan adalah batu tahan
api yang mengandung kwarsa asam atau aksid asam (SiO2), Bahan yang diolah besi kasar
kelabu cair, CaO tidak ditambahkan sebab dapat bereaksi dengan SiO2, SiO2 + CaO CaSiO3.

Proses Thomas (basa)

Proses Thomas pada lapisan dinding bagian dalam terbuat dari batu tahan api bisa atau
dolomit [kalsium karbonat dan magnesium (CaCO3 + MgCO3)]. Bahan baku yang diolah
adalah besi kasar putih yang mengandung P antara 1,7 2 %, Mn 1 2 % dan Si 0,6-0,8 %.
Setelah unsur Mn dan Si terbakar, P membentuk oksida phospor (P2O5) untuk mengeluarkan
besi cair ditambahkan zat kapur (CaO), 3 CaO + P2O5 Ca3(PO4)2 (terak cair)

2). Proses Siemens Martin

Proses siemens martin diolah didalam dapur pelebur baja yang dapat mencapai suhu
tinggi, Proses pengolahan baja siemens martin dibuat oleh dua orang yang bernama Siemen
dan Martin, sehingga dapurnya disebut pula dapur siemen martin. Dapur untuk proses
siemens martin mempunyai tungku kerja yang diperlengkapi dengan ruang-ruang hawa.

Tungku pengolahan ini mempunyai kapasitas 30 50 ton, bahan baku yang diolah selain besi
kasar juga dapat dimasukkan besi bekas atau besi tua. Jika besi yang dimasukkan
mengandung posfor, bahan lapisan dapurnya bersifat basa. Sebaliknya jika besinya tidak
mengandung posfor bahan lapisan dalam pada dapurnya bersifat asam.

Sistem kerjanya

Sistem kerja dengan proses siemens martin menggunakan sistem regenerator dengan suhu
mencapai 3000 derajat C. Fungsi dari regenerator adalah:

a. Memanaskan gas dan udara untuk menambah temperatur dapur olah.


b. Berfungsi sebagai fundamen / landasan dapur.
c. Menghemat pemakaian ruang di dalam dapur
Bahan baku yang bisa digunakan baik besi kelabu maupun putih. Besi kelabu dinding
dalamnya dilapisi batu silika (SiO2) sedangkan besi putih dilapisi dengan batu dolomit (40 %
MgCO3 + 60 % CaCO3).

3). Proses Basic Oxygen Furnace (BOF)

Proses pengolahan baja dengan proses Basic Oxygen Furnace (BOF) merupakan modifikasi
dari proses Bessemer. Pada proses Bessemer menggunakan uap air panas ditiupkan pada besi
kasar cair untuk membakar zat kotoran yang tersisa. Sedangkan pada proses BOF memakai
oksigen murni sebagai ganti uap air.

Dapur bejana BOF biasanya berukuran 5 m untuk diameternya dan mampu memproses 35
200 ton dalam satu pemanasan. Peleburan baja menggunakan BOF ini juga termasuk proses
yang paling baru dalam industri pembuatan baja. Tungku konstruksi relatif sederhana, pada
bagian luarnya dibuat dari plat baja sedangkan dinding bagian dalamnya dibuat dari batu
tahan api (firebrick).

Sistem kerjanya

Proses BOF menggunakan besi kasar cair (65 85%) yang dihasilkan oleh tanur tinggi
sebagai bahan dasar utama dicampur dengan besi bekas (skrap baja) sebanyak (15 35%),
batu kapur dan gas oksigen dengan kemurnian 99,5%.

Oksigen akan mengikat karbon yang terdapat pada besi kasar secara berangsur-angsur turun
sampai mencapai tingkat baja yang dibuat. Saat proses oksidasi berlangsung terjadi panas
yang sangat tinggi sehingga dapat menaikkan temperatur logam cair hingga mencapai diatas
165 derajat C.

Saat oksidasi berlangsung, ditambahkan batu kapur yang dimasukkan kedalam tungku. Batu
kapur tersebut akan mencair kemudian bercampur dengan bahan-bahan impuritas (termasuk
bahan bahan yang teroksidasi) sehingga membentuk terak yang terapung diatas baja cair.

Ketika proses oksidasi selesai, aliran oksigen dihentikan dan pipa pengalir oksigen diangkat
dari tungku. Tungku BOF kemudian dimiringkan, pengambilan sampel baja cair
kemidian dilakukan analisa komposisi kimia untuk menilai kadar bajanya.

Jika komposisi kimia pada unsur baja telah tercapai maka dilakukan penuangan (tapping).
Penuangan dilakukan ketika temperature baja cair sekitar 165 derajat C. cara penuangan yang
dilakukan yaitu dengan memiringkan perlahan-lahan tungku pengolahan sehingga cairan baja
tertuang masuk kedalam ladel (wadah tuangan baja cari yang belum dicetak).

Di dalam ladel kemudian dilakukan skimming untuk membersihkan terak dari permukaan
baja cair. Setalh terak dibersihkan dilakukan proses perlakuan logam cair (metal treatment).

Keuntungan dari BOF:

a. Proses BOF menggunakan O2 murni tanpa Nitrogen


b. Proses berjalan lebih cepat dan efektif, hanya lebih-kurang 50 menit.
c. Pada dapur olah / tungku tidak diperlukan tuyer pada bagian bawahnya.
d. Filtering zat yang tidak digunakan seperti phosphor dan sulfur dapat dipisahkan dulu
daripada karbon
e. Biaya operasional dengan proses BOF relatif lebih murah dengan proses lainnya.
(menggunkan O2, proses lebih cepat)

4). Proses Dapur Listrik

Proses pengolahan baja dengan menggunakan dapur listrik adalah metode


pengontrol temperatur peleburan dan memperkecil unsur-unsur campuran di dalam baja yang
dilakukan selama proses pemurnian. Pada awal pemurnian baja digunakan dapur tungku
terbuka atau konvertor.

Kemudian ada proses pemurnian lagi yang dilakukan didalam dapur listrik sehingga baja
yang diperoleh menjadi lebih berkualitas. Dapur listrik terdiri dari dua jenis, yaitu dapur
listrik busur nyala dan dapur induksi frekuensi tinggi.

Dapur listrik busur nyala

Pada dapur lisrik busur nyala mempunyai kapasitas 25 100 ton, dilengkapi dengan tiga
buah elektroda karbon yang dipasang pada bagian atas / atap dapur. Elektroda karbon dapat
disetel dan secara otomatis bisa menghasilkan busur nyala sehingga secara langsung dapat
memanaskan dan mencairkan logam.

Pada dapur modern ini mampu mengolah logam dengan proses asam atau basa. Bagian dalam
dapur masih berlapiskan batu tahan api. Bahan olah yang dimasukkan ke dalam dapur adalah
besi kasar dan juga logam keras (baja atau besi) yang terlebih dahulu diketahui komposisinya.

Apabila dilakukan proses basa pada pengolahan baja, maka akan terjadi oksidasi terak dari
kapur yang ditambahkan untuk mereduksi unsur-unsur campuran. Selanjutnya diperoleh
pemisahan terak (mengandung kapur) dari baja cair. Untuk mencegah oksidasi ditambahkan
lagi logam campur pada logam baja yang telah diolah sebelum dikeluarkan dari tungku.

Dapur induksi frekuensi tinggi

Dapur listrik dengan cara induksi frekuensi tinggi ini terdiri dari kumparan yang dililiti kawat
mengelilingi cawan batu tahan api. Tenaga yang dialirkan dari listrik akan menghasilkan arus
listrik yang bersirkulasi di dalam logam sehingga menyebabkan terjadinya pencairan.

Setelah bahan baku logam mencair selanjutnya peran arus listrik yaitu untuk membuat gerak
mengaduk secara berputar. Kapasitas isi dari dapur jenis ini adalah 350 kg 6 ton, pada
umumnya dapur ini digunakan untuk meproduksi baja paduan (alloy steel) yang khusus.

Keuntungan Dengan Busur Listrik :

a. Mudah mencapai temperatur tinggi dalam waktu singkat


b. Temperatur dapat diatur
c. Lebih efisien dalam pengolahannya
d. Cairan besi terlindungi dari kotoran dan pengaruh lingkungan sehingga kualitas baja
lebih baik
e. Kerugian akibat penguapan sangat kecil
5) Proses Dapur Kupola (Cupola Furnace)

Dapur Cupola (Cupola Funace) digunakan untuk peleburan besi kasar kelabu dan besi bekas
menjadi baja atau besi tuang, pada umumnya digunakan untuk menghasilkan peleburan
sehari-hari berdasarkan pada kapasitas dari pabrik (foundry). Cupola (kubah-
kubahnya) biasanya dioperasikan secara berpasangan, jadi pemeliharaannya bisa diatur pada
satu kubah dankubah yang lainnya tetap bisa beroperasi, demikian seterusnya secara
bergantian.

Sistem kerjanya

a. Dilakukan pemanasan terlebih dahulu pada kubah agar bebas dari uap cair.
b. Bahan bakar berupa arang kayu dan kokas dinyalakan selama 15 jam.
c. Kokas dan udara dihembuskan dengan kecepatan rendah dengan blower.
d. Setelah kokas terbakar habis kemudian dimasukan kepingan baja dan besi kasa.
e. Setelah beberapa menit 15 menit baja cair dikeluarkan dari lubang pengeluaran.

Untuk membentuk terak dan menurunkan kadar pospor dan sulfur, kemudian ditambahkan
batu kapur (CaCO3) dan akan terurai lagi dengan reaksi kimia dan terakhir menghasilkan gas
CO yang dikeluarkan melalui cerobong, panasnya dapat dimanfaatkan untuk pembangkit
mesin-mesin lain.

Proses terkahir saat di dalam dapur setelah pembersihan terak diatas cairan dari dalam dapur
selanjutnya adalah mengeluarkan baja cair yang ditampung panci panci untuk dibawa ke
tempat penuangan besi atau baja.

REAKSI KIMIA PADA BAJA


Proses Korosi

Sekali lapisan/lembaran pasif hancur, maka daerah/wilayah korosi kemudian akan mulai
muncul pada permukaan baja. Reaksi-reaksi kimia korosinya muncul entah karena serangan
klorida ataupun karena karbonasi. Saat baja pada beton terkorosi, maka baja tersebut larut ke
dalam air pori dan melepaskan elektron:

Reaksi anodik:
Dua buah elektron (2e) yang dihasilkan pada reaksi anodik haruslah di konsumsi di tempat yang lain
pada permukaan baja untuk memberikan kenetralan elektrik. Dengan kata lain kita tidak bisa
mendapatkan sejumlah besar muatan elektrik pada satu tempat pada baja. Harus terdapat reaksi kimia
lain yang mengkonsumsi elektron-elektron. Berikut ini adalah reaksi yang mengkonsumsi air dan
oksigen:
Reaksi katodik :
Hal ini digambarkan pada gambar 1. Teramati bahwa dihasilkan ion-ion hidroksil pada reaksi katodik.
Ion-ion ini meningkatkan alkalinitas lokal dan dengan demikian menguatkan lapisan/lembaran pasif,
menangkal efek karbonasi dan ion-ion klorida pada katoda. Perlu dicatat bahwa air dan oksigen
diperlukan pada katoda agar korosi muncul

PRODUK BAJA YANG ADA DI PASARAN


Wide Flange ( WF )

Baja Wide Flang atau kebanyakan orang baja WF atau baja H-beam ini biasa digunakan
untuk membuat sebuah kolom , balok , tiang pancang , top & bottom chord member pada
truss , composite beam atau coloum , kanti liverkanopi , dan masih banyak lagi kegunaan
nya.

Ada pun istilah lain dalam menyebutkan baja Wide Flange (WF): IWF, WF, H-Beam, UB,
UC, balok H, balok I, balok W.
Ada pun ukuran dari baja WF bisa di liat dalam tabel di bawah ini
U Channel ( Kanal U , UNP )

Baja Channel atau UNP ini punya kegunaan yang hampir sama dengan baja WF , kecuali
untuk kolom jarang baja UNP ini jarang digunakan karena struktur nya yang mudah
mengalami tekukan disetiap sisi nya.
bukan hanya baja WF yang mempunya istilah lain baja UNP jug punya istilah lain ini lah
istilah lain baja UNP: Kanal U, U-channel, Profil U
Ada pun Ukuran baja UNP seperti dalam tabel dibawah ini .
Channel ( Kanal C, CNP )

Baja channel C (CNP) Biasa digunakan untuk : purlin (balok dudukan penutup atap), girts
(elemen yang memegang penutup dinding misalnya metal sheet, dll), member pada truss,
rangka komponen arsitektural.
Istilah lain : balok purlin, kanal C, C-channel, profil C
Ada pun ukuran baja CNP bisa kita lihat pada tabel dibawah ini .
RHS (Rectangular Hollow Section) cold formed ( Hollow Persegi )
Baja jenis ini biasa digunakan untuk komponen rangka arsitektural (ceiling, partisi gipsum,
dll), rangka dan support ornamen-ornamen non struktural.
ada pun istilah lain : besi hollow (istilah pasar), profil persegi, profil
Ukuran baja jenis ini bisa kita lihat pada tabel dibawah ini.

5. SHS (Square Hollow Section) cold formed ( Hollow Kotak )

Baja ini kegunaan dan istilah lain hampir sama dengan RHS.
Ada pun ukurannya dapat di lihat pada tabel di bawah ini .

6. Steel Pipe ( Pipa Baja, Pipa Hitam, Pipa Galvanis, Pipa Seamless, Pipa Welded )
Penggunaan : bracing (horizontal dan vertikal), secondary beam (biasanya pada rangka atap),
kolom arsitektural, support komponen arsitektural (biasanya eksposed, karena bentuknya
yang silinder mempunyai nilai artistik)
Istilah lain : steel tube, pipa hitam, pipa galvanis

SIFAT MATERIAL
Sifat Baja WF memiliki kekuatan tinggi dan kuat pada kekuatan tarik mauoun
tekan dan oleh karena itu Baja WF menjadi elemen struktur yang memiliki
batas yang sempurna akan menahan jenis beban tarik aksial, tekan aksial, dan
lentur dengan fasilitas serupa dalam pembangunan strukturnya. Kepadatan
tinggi Baja WF , tetapi rasio berat antara kekuatan komponen Baja WF juga
tinggi sehingga tidak terlalu berat dalam kaitannya dengan kapasitas muat
beban, memastikan selama bentuk struktur (konstruksi) yang digunakan yang
bahan yang digunakan secara efisien.
Hot Rolled Steel/ Baja Canai Panas. Hot Rolled Steel/ Baja Canai Panas
adalah material baja yang dihasilkan dari proses pengerolan panas. Proses
pembuatannya melalui beberapa tahapan antara lain melalui proses
thermomekanik dan proses desulfurisasi. Baja jenis ini dapat dipergunakan
untuk berbagai penggunaan dari kualitas umum/ komersil hingga kualitas
khusus seperti struktur rangka baja, tiang pancang, komponen alat berat, dan
komponen kendaraan bermotor, fabrikasi umum, pipa dan tabung bertekanan
tinggi, baja tahan korosi cuaca, boilers, dan lain - lain. Ketebalan pelat Hot
Rolled Steel berkisar antara 0,18 - 25 mm sedangkan lebarnya berkisar antara
600 - 2060 mm, produk pelat Hot Rolled Steel dapat berupa pelat atau coil
dan dapat berupa HRC PO
Cold Formed Steel/ Baja Canai Dingin. Baja Ringan& Profil PT. Gunung
Garuda) Cold Formed Steel adalah material baja yang dihasilkan dari proses
pengerolan dingin, material baja ini memiliki sifat tipikal berbeda
secara 2-2 signifikan dengan material baja Hot Rolled Steel. Cold Formed i
kualitas permukaan yang lebih baik, ukuran yang lebih presisi serta memiliki
sifat mekanis dan formability yang sangat baik. Material jenis ini umumnya
dipergunakan dalam proses pembentukan karena kelebihan dalam sifat
mekanis, formability dan weldability yang sangat baik. Ketebalan pelat
berkisar antara 0,2 - 3 mm untuk pelat yang mengalami penguatan ( annealed
steel) dan ketebalan maksimum 2 mm untuk pelat dalam bentuk gulungan
(unannealed steel).
REFRENSI
https://en.wikipedia.org/wiki/Baja

https://sanggapramana.wordpress.com/category/besi-dan-baja

https://medium.com/@primabesi/kriteria-besi-baja-standar-sni-sesuai-ketetapan-bsn-517670880cb

Anda mungkin juga menyukai