Anda di halaman 1dari 8

MODEL KEWARGANEGARAAN

WARGANEGARA (UUD 1945,Pasal 26):


Orang-orang bangsa Indonesia asli
dan orang-orang bangsa lain yang
disahkan dengan UU sebagai
Warganegara.
MODEL KEWARGANEGARAAN

1. PERSPEKTIF LEGAL FORMAL


2. PERSPEKTIF NETRALITAS
3. PERSPEKTIF PARTISIPATO-
RIS
4. PERSPEKTIF KELAS
5. PERSPEKTIF HERMENEUTIK
PERSPEKTIF LEGAL FORMAL
Kewarganegaraan adalah
sebuah komunitas yang diciptakan berdasarkan hukum

Hukumlah yg mendefinisikan siapa yg di-sebut warga


dan siapa yg dilindungi dan siapa yang tidak.Hukum
mem-buat kewarganegaraan, meminjam istilah
Dahrendorf menjadi semacam klub yang khusus. .Dgn
dmkn ke-warganegaraan bukanlah suatu komunitas
yang alami tetapi komunitas buatan yang tali
pengikatnya adalah hukum.
Dgn cara pandang seperti ini, maka kewarganegaraan
sejatinya adalah suatu abstraksi dan bukan ikatan
berdasarkan pada identitas seperti etnis, agama,
ataupun kelas sosial. Yang menjadi tiket bg
keanggotaannya adalah hak-hak yg dimiliki setiap
individu secara egaliter.
PERSPEKTIF NETRALITAS
Menurut John Rawls : Kewarganegaraan harus
dipandang sebagai keanggotaan yg permanen
dalam sebuah komunitas yang teratur

Konsepsi Rawls mengenai kewarganegaraan meliputi 3


elemen dasar :
1. Negara bersifat netral terhadap apa yg dimaksud dgn
hidup yg baik oleh warganegara
2. Kehidupan warganegara dibimbing oleh suatu
kepentingan keadilan tertinggi dan
3. Warganegara memisahkan dgn tegas antara
kepentingan publik dan privat.
Kelemahan perspektif ini adalah : kecenderungan utk
mementingkan keseimbangan & keserasian
sehingga mengakibatkan konsepsinya terkesan otoriter
PERSPEKTIF PARTISIPATORIS
Kewarganegaraan adalah keterlibatan di dlm
domian politik & pencarian model kehidup-
an kemasyarakatan yg bersifat komunal

Menurut Machiavelli, Rousseau, walzer,kehidupan


kewarganegaraan ditentukan oleh sejauhmana
para anggotanya dapat terlibat penuh dalam
ruang politik. PARTISIPASI & KOMUNITAS ada-
lah 2 aspek yg menyusun sebuah model kehidup-
an modern yg kmdn disebut KEWARGANEGA-
RAAN/ CITEZENSHIP
PERSPEKTIF KELAS
Dikembangkan oleh T.H. Marshall, Kewar-
ganegaraan harus dikaitkan dgn upaya-
upaya kelompok di dlm masyarakat untuk
mendapatkan perlindungi hak-hak dasar
seperti hak sipil, politik, ekonomi, dan
sosial

Kelemahan konsepsi ini


optimisme bahwa kondisi timpang akibat perbe-
daan kelas akan bisa dihapuskan melalui kewar-
ganegaraan. Pada kenyataannya ketimpangan
di dlm masyarakat tersebut masih tetap belum
terhapuskan.
PERSPEKTIF HERMENEUTIK
Perspektif yg menekankan posisi aktor seba
gai penafsir realitas termasuk konstruksi yg
disebut sebagai kewarganegaraan itu.

masalah kewarganegaraan tidak hanya dilihat dr


sudut pandang hukum, komunitas, kelas, dan
sebagainya. Akan tetapi yg lebih penting adalah
BAGAIMANAKAH HAK-HAK DASAR DI DALAM
KEWARGANEGARAAN ITU DIPAHAMI DAN
DIPRAKTEKKAN DI DALAM KOMUNITAS.
Kewarganegaraan adalah sebuah praksis dan
realitas
TUGAS 2 :

Topik : Fundamentalisme &


radikalisme

Tugas : individu