Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA FISIK

PERCOBAAN H-3
SOL LIOFIL

Nama : Winda Amelia


NIM : 90516008
Kelompok : 02
Tanggal Praktikum : 11 Oktober 2017
Tanggal Pengumpulan : 18 Oktober 2017
Asisten :

LABORATORIUM KIMIA FISIK


PROGRAM STUDI MAGISTER PENGAJARAN KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG
2017
SOL LIOFIL

I. Tujuan Percobaan :
Adapun tujuan pada praktikum ini adalah untuk mempelajari sifat sol liofil dan
menentukan titik isoelektrik gelatin protein melalui pengamatan viskositas.

II. Teori Dasar:


Koloid yang memiliki medium dispersi cair dibedakan atas koloid liofil dan koloid
liofob. Suatu koloid disebut koloid liofil apabila terdapat gaya tarik-menarik yang cukup
besar antara zat terdispersi dengan mediumnya. Liofil berarti suka cairan (Yunani: lio =
cairan, philia = suka). Sebaliknya, suatu koloid disebut koloid liofob jika gaya tarik-menarik
tersebut tidak ada atau sangat lemah. Liofob berarti tidak suka cairan (Yunani: lio = cairan,
phobia = takut atau benci). Jika medium dispersi yang dipakai adalah air, maka kedua jenis
koloid di atas masing-masing disebut koloid hidrofil dan koloid hidrofob. Kestabilan koloid
disebabkan oleh adanya adsorpsi molekul atau koloid yang lain (koloid pelindung) misalnya
gelatin sebagai penstabil es krim. Secara fisika koagulasi dapat terjadi karena pemanasan atau
pendinginan (Keenan, dkk, 1992).
Viskositas adalah ukuran yang menyatakan kekentalan suatu cairan atau fluida.
Kekentalan merupakan sifat cairan yang berhubungan erat dengan hambatan untuk mengalir.
Beberapa cairan ada yang dapat mengalir cepat, sedangkan lainnya mengalir secara lambat.
Jadi, viskositas tidak lain menentukan kecepatan mengalirnya suatu cairan (Sukardjo, 2005).
Makromolekul akan memperoleh muatan jika didespersikan dalam air. Ciri-ciri
penting dari protein dan makromolekul alam lainnya adalah muatan keseluruhannya
bergantung pada pH medium, misalnya dalam lingkungan asam, proton menempel pada
gugus fasa dan muatan neto makro molekul itu positif. Pada titik isoelektrik, pH nya
sedemikian sehingga pada makromolekul tidak ada muatan netto (Atkins, 1996).
Titik isoelektrik dicapai ketika pH pada muatan negatif dan muatan positifnya setimbang
yaitu pada viskositas minimum. Penentuan titik isoelektrik dilakukan melalui pengamatan
viskositas. Titik isoelektrik diperoleh dari grafik hubungan antara pH dengan viskositas. Titik
Isoelektrik adalah derajat keasaman atau pH ketika suatu makromolekul bermuatan nol akibat
bertambahnya proton atau kehilangan muatan oleh reaksi asam-basa. Pada koloid, jika pH
sama dengan titik isoelektrik, maka sebagian atau semua muatan pada partikelnya akan
hilang selama proses ionisasi terjadi. Jika pH berada pada kondisi di bawah titik isoelektrik,
maka matan partikel koloid akan bermuatan positif. Sebaliknya jika pH berada di atas titik
isoelektrik maka muatan koloid akan berubah menjadi netral atau bahkan menjadi negatif.

III. Data Pengamatan:


a. Data pH Larutan :
pH Larutan pH
No
gelatin Pengukuran
1. 2,2 2,83
2. 3 3,05
3. 4,4 4,09
4. 5 5,05
5. 6 6,09
6. 7 7,09

b. Data Piknometer
massa
pH
Larutan Piknometer Piknometer Piknometer
gelatin kosong + Air + Larutan
(gram) (gram) (gram)
2,83 44,91
3,05 45,05
4,09 45,12
19,54 44,54
5,05 45,19
6,09 45,37
7,09 45,41

c. Data pengamatan laju alir larutan gelatin pada pH tertentu

t alir (detik) t alir rata-rata


pH Larutan
(detik)
gelatin
I II III
Air 47 48 48 48
2,83 92 92 91 92
3,05 76 77 76 76
4,09 64 64 65 64
5,05 70 69 69 69
6,09 69 68 67 68
7,09 76 76 76 76
IV. Pengolahan Data
a. Penentuan massa jenis () larutan gelatin
T ruang = 27 oC
air = 0.99659 g/mL
+
V air =
44,59 gram 19,54 gram
= = 25,1357 mL
0.99659 /
+
buffer =

44,91 gram 19,54 gram


buffer pH 2.83 = 25,1357 mL

= 1,009321 gram/mL

Tabel 4.1 Hasil pengolahan data massa jenis larutan gelatin pada suhu 27 oC
Massa
pH
Larutan Piknometer Piknometer Piknometer Massa Jenis
gelatin kosong + Air + Larutan Larutan
(gram) (gram) (gram) (gram/mL)
2,83 44,91 1,009321
3,05 45,05 1,014891
4,09 45,12 1,017676
19,54 44,54
5,05 45,19 1,020461
6,09 45,37 1,027622
7,09 45,41 1,029213

b. Penentuan Viskositas Larutan


T ruang = 27 oC
air = 0,99659 g/mL
air = 0,08509 cPas

Larutan Buffer = x Air

gram
1.009321 x 92 s

Buffer pH 2.83 = gram x 0,08509 cPas = 0,16517 cPas
0.99659 48 s
mL

Tabel 4.2.Perhitungan viskositas larutan Buffer :

pH t

No. larutan larutan
(gram/mL) (cPa.s)
gelatin (sekon)
1. 2,83 92 1,009321 0,16517
2. 3,05 76 1,014891 0,13720
3. 4,09 64 1,017676 0,11585
4. 5,05 69 1,020461 0,12525
5. 6,09 68 1,027622 0,12430
6. 7,09 76 1,029213 0,13914

c. Penentuan Titik Isolistrik

00,000
00,000 pH terhadap Viskositas
00,000
00,000
viskositas

00,000
00,000
00,000
00,000
00,000 y = 0.0069x2 - 0.0711x + 0.3073
00,000 R = 0.75
00,000
0 1 2 3 4 5 6 7 8
pH

Gambar 4.1 Kurva pH terhadap viskositas larutan gelatin

y = 0.0069x2 - 0.0711x + 0.3073, R = 0,75


dy
=0
dx
dy d0,0069 2 0,0711x + 0,3073
=
dx dx

0 = 2 x 0.0069x 0,0711
0,0138x = 0,0711
x = 5,15

V. Pembahasan:
(Terlampir)
VI. Kesimpulan:
Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa :
1. Nilai viskositas sol liofil gelatin pada berbagai pH adalah sebagai berikut :

pH

No. larutan
(cPa.s)
gelatin
1. 2,83 0,16517
2. 3,05 0,13720
3. 4,09 0,11585
4. 5,05 0,12525
5. 6,09 0,12430
6. 7,09 0,13914

2. Titik isoelektrik melalui pengamatan viskositas dari larutan gelatin yaitu 5,15

VII. Daftar Pustaka:


Atkins, P.W. 1996. Kimia Fisika Edisi 4 Jilid 2. Jakata: Erlangga.

Keenan, C.W,Kleinfelter, D.C, dan Wood, J.H. 1992. Ilmu Kimia untuk Universitas Jilid 1.
Edisi 6. Jakarta: Erlangga.

Soekardjo. 2002. Kimia Dasar. Yogyakarta: UGM Press.


Lampiran
1. Sebutkan sifat-sifat khusus dispersi koloid. Apa perbedaannya dengan larutan?
Koloid merupakan campuran dari dua zat atau lebih dimana partikel terdispersinya
berukuran 1 nm sampai 1000 nm. Koloid stabil dari partikel dalam pelarutnya.
Partikelnnya berukuran lebih besar dan terlihat melalui mikroskop cahaya. Kelarutan
koloid tidak merata, partikel terlarut sisanya tersebar. Pada koloid menunjukkan gerak
Brown dan menunjukkan efek Tyndal.Sedangkan larutan merupakan suatu campuran
dimana semua partikel baik pelarut maupun zat terlarut terdistribusi merata dan homogen,
dengan ukuran partikelnya adalah sebesar molekul atau ion-ion, atau < 1 nm yang terdiri
atas satu fasa, stabil dan tidak dapat disaring. Ukuran partikel larutan yang sangat kecil
sehingga tidak dapat diamati dibawah mikroskop. Pada larutan tidak menunjukkan gerak
Brown, efek tyndall, dan lain-lain.

2. Faktor-faktor apa saja yang menentukan kestabilan sol liofob dan liofil?
Kestabilan sol liofob disebabkan oleh adanya lapisan rangkap listrik pada antar muka
partikel dan medium pendispersinya. Permukaan partikel-partikel terdispersi dapat
mengadsorpsi ion-ion tertentu sehingga akan memiliki muatan listrik sejenis dan akan
saling tolak-menolak antar sesamanya. Jadi adanya sedikit elektrolit akan menstabilkan sol
liofob. Kestabilan sol liofil terutama disebabkan oleh karena partikel zat tersolvavi
(mempunyai selubung molekul zat pelarut pada permukaannya, bila pelarut/medium
pendispersi berupa air disebut terhidrasi). Sol liofil terbentuk antara lain bila gelatin atau
protein dimasukkan ke dalam air. Selain itu, salah satu yang mempengaruhi stabilitas
koloid ialah muatan permukaan koloid. Besarnya muatan pada permukaan partikel
dipengaruhi oleh konsentrasi elektrolit dalam medium pendispersi. Penambahan kation
pada permukaan partikel koloid yang bermuatan negatif akan menetralkan muatan tersebut
dan menyebabkan koloid menjadi tidak stabil.
Terdapat beberapa gaya pada sistem koloid yang menentukan kestabilan koloid, yaitu
gaya London Van der Waals. Gaya ini menyebabkan partikel partikel koloid
berkumpul membentuk agregat dan akhirnya mengendap. Gaya kedua ialah gaya tolak
menolak. Gaya ini terjadi karena pertumpangtindihan lapisan ganda listrik yang bermuatan
sama. Gaya tolak menolak tersebut akan membuat dispersi koloid menjadi stabil. Gaya
ketiga ialah gaya tarik menarik antara partikel koloid dengan medium pendispersinya.
Terkadang, gaya ini dapat menyebabkan terjadinya agregasi partikel koloid dan gaya ini
juga dapat meningkatkan kestabilan sistem koloid secara keseluruhan.
3. Apa arti ion-zwitter? Nyatakan aH+ (aktivitas ion hidrogen) pada titik isoelektrik dengan
suatu persamaan.
Zwitter-ion adalah senyawa yang memiliki sekaligus gugus bersifat asam dan basa. Pada
pH netral zwitter-ion akan bermuatan positif (kation) maupun bermuatan negatif (anion)
Biasanya zwitter-ion mudah larut dalam air karena bermuatan (air adalah pelarut polar dan
sukar larut dalam pelarut nonpolar). Zwitter ion adalah molekul yang memiliki dua
muatan (positif dan negatif) sekaligus, Pada protein, gugus karboksilnya cenderung
membentuk ion negatif. Sedangkan pada gugus aminanya akan membentuk ion positif.
Sifat tersebut menyebabkan zwitter-ion baik sebagai larutan penyangga. Apabila terdapat
ion hidrogen berlebih (larutan bersifat asam), zwitter-ion akan menangkapnya (berperan
sebagai basa). Sebaliknya, apabila larutan bersifat basa, zwitter-ion akan melepas ion
hidrogen ke dalam larutan. Akibatnya pH tidak mudah berubah. Zat dengan karakteristik
ini dikenal sebagai zat amfoter.
pH = - log [H+], [H+]: aktivitas ion H+ didalam larutan
pE = - log (ae), (ae) : aktivitas elektron dalam larutan
Definisi termodinamika konsep pE diberikan oleh Stumm dan Morgan berdasarkan
persamaan :
2H+(aq) + 2 e- H2(g)
contoh :
Pada 250C didalam air murni konsentrasi ion hydrogen = 1 X 10-7 maka aktivitas
hydrogen = 1 X 10-7 pH =7
Aktivitas elektron didefinisikan seperti persamaan diatas:
Jika H+ (ag) dalam keadaan setimbang dengan gas H2 pada tekanan 1 atm, aktivitas
elektron di dalam medium adalah 1,00 dan pE adalah 0.
Jika aktivitas electron ditingkatkan 10 kali (pada kasus dimana H+(ag) pada aktivitas
0,1 ada dalam kesetimbangan dengan H2 pada aktivitas 1,00), aktivitas elektron = 10, pE
= -1,0

4. Bagaimana besarnya viskositas sol liofil bila dibandingkan dengan liofob? Mengapa
demikian?
Viskositas liofob lebih besar dibandingkan viskositas liofil. Hal tersebut terjadi karena
liofob merupakan jenis sol yang partikel-partikelnya tidak menyerap molekul cairan dan
tidak stabil. Selain itu, memiliki sifat membenci larutan sehingga kekentalanya meningkat
dan hal tersebut berbanding lurus terhadap viskositas.

1. Viskositas air pada berbagai suhu


pH Isoelektrik Gelatin Liiteratur