Anda di halaman 1dari 11

METODE DAN PERALATAN KONSTRUKSI (SP-1231)

REVIEW ALAT BERAT KONSTRUKSI


Dosen Pengampu : Andika A.I. Saputra, S.T, M.T.

DISUSUN OLEH

IQBAL NOVERIO PRADITYA 07141004

PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL


JURUSAN TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
INSTITUT TEKNOLOGI KALIMANTAN
BALIKPAPAN
2017
REVIEW ALAT BERAT KONSTRUKSI

A. Bulldozer
Bulldozer adalah suatu alat berat yang mempunyai roda rantai (track shoe) untuk
pekerjaan serbaguna yang memiliki kemampuan traksi yang tinggi. Bisa digunakan untuk
menggali (digging), mendorong (pushing), menggusur meratakan (spreading), menarik beban,
menimbun (filling), dan banyak lagi. Mampu beroperasi di daerah yang lunak sampai daerah
yang keras sekalipun. Dengan swamp dozer untuk daerah yang sangat lunak, dan daerah yang
sangat keras perlu dibantu dengan ripper (alat garu), atau dengan blasting (peledakan dengan
tujuan pemecahan pada ukuran tertentu). Mampu beroperasi pada daerah yang miring dengan
sudut kemiringan tertentu, berbukit, apalagi didaerah yang rata. Jarak dorong efisien berkisar
antara 25-40 meter dan tidak lebih dari 100 meter. Jarak mundur tidak boleh terlalu jauh, bila
perlu gerakan mendorong dilakukan secara estafet. Mendorong pada daerah turunan lebih
efektif dan produktif daripada di daerah tanjakan. Attachment yang biasanya menyertainya
antara lain: bermacam-macam blade, towing, winch, ripper, tree pusher, harrow, disc plough,
towed scraper, sheep foot roller, peralatan pipe layer, dan lain-laiin.

Gambar 1. Bulldozer

Pada dasarnya bulldozer adalah alat yang menggunakan traktor sebagai penggerak
utamanya, artinya traktor yang dilengkapi dozer attachment dalam hal ini perlengkapannya
attachment adalah blade. Sebenarnya, bulldozer adalah nama jenis dari dozer, selain
mendorong lurus ke depan, juga memungkinkan untuk mendorong ke samping dengan sudut
250 terhadap kedudukan lurus.
Jenis pekerjaan yang biasanya menggunakan bulldozer adalah:
Mengupas top soil dan pembersihan lahan dan pepohonan,
Pembukaan jalan baru,
Pemindahan material pada jarak pendek sampai dengan 100 m,
Membantu mengisi material pada scraper,
Menyebarkan material,
Mengisi kembali saluran,
Membersihkan quarry.

B. Motor Grader
Motor grader merupakan alat perata yang mempunyai bermacam-macam kegunaan.
Untuk keprluan perataan tanah, digunakan grader, disamping untuk membentuk permukaan
yang dikehendaki. Grader juga dapat digunakan untuk mencampurkan dan menebarkan tanah
dan campuran aspal. Pada umumnya grader digunakan dalam proyek dan perawatan jalan dan
dengan kemampuannya bergerak, juga sering digunakan dalam proyeklapangan terbang.

Gambar 2. Motor Grader

Dalam pengoperasiannya, motor grader menggunakan blade yang disebut moldboard


yang dapat digerakkan sesuai kebutuhan bentu permukaan. Sebagaimana diketahui motor
grader adalah tipe peralatan yang dapat dipakai dalam berbagai variasi pekerjaan konstruksi
(grading). Kemampuan ini akibat gerakan-gerakan flexibel yang dipunyainya terhadap blade
dan roda-roda ban. Keserbagunaan ini diperbesar dengan perlengkapan-perlengkapan lainnya,
seperti:
Scarifier teeth (ripper dalam bentuk penggaruk kecil) dipasang di bagian depan blade dan dapat
dikendalikan secara tersendiri.
Pavement widener (untuk mengatur penghamparan)
Elevating grader unit (alat pengatur grading)
Produktivitas grader dihitung berdasarkan jarak tempuh alat perjam pada proyek
jalan, sedangkan pada proyek-proyek lainnya, perhitungan produktivitas motor grader adalah
luas area per jam. Waktu (jam) yang dibutuhkan utnuk menyelesaikan pekerjaan jalan dihitung
melalui rumus:
N (passes) adalah berapa kali motor grader harus melakukan gerakan bolak-balik pada
suatu tempat sebelum hasil yang diinginkan tercapai. Jumlah N tergantung pada kondisi
permukaan, kemampuan operator alat, dan bentuk permukaan seperti apa yang diinginkan.
Lruas (km) adalah panjang ruas yang ditempuh oleh motor grader untuk melakukan 1 pass dan
Vrata-rata (km/jam) adalah kecepatan rata-rata motor grader sepanjang 1 ruas. Rumus yang
digunakan untuk menghitung produktivitas adalah:
Prod = 1000vWE
(m2/jam)=1000(km/jam)(m)(efisiensi kerja)

C. Dump Truck
Dump truck adalah suatu alat yang digunakan untuk memindahkan material pada
jarak menegah sampai jarak jauh (500 m atau lebih). Muatannya diisi oleh alat pemuat,
sedangkan untuk membongkar alat ini bekerja sendiri. Ditinjau dari besar muatannya, dump
truck dapat di kelompokkan dalam 2 golongan yaitu:
On high way dump truck muatannya < 20 m3
Off high way dump truck muatanya > 20 m3
1. Pemilihan Truck
Kapasitas truck yang dipilih harus seimbang dengan alat pemuatnya (loader), jika
perbandingan ini kurang proporsioanal, maka kemungkinan loader ini akan banyak menunggu
atau sebaliknya. Beberapa pertimbangan (keuntungan dan kerugian) yang harus diperhatikan
dalam beberapa pemilihan ukuran truck adalah sebagai berikut:
Gambar 3. Dump Truck

a. Truck Kecil
Keuntungan dalam menggunakan truck berukuran kecil antara lain:
Lebih lincah dalam beroperasi dan lebih mudah mengoperasikannya
Lebih fleksibel dalam pengangkutan jarak dekat
Pertimbangan terhadap jalan kerja lebih sederhana
Penyesuaian terhadap kemampuan loader lebih mudah
Jika salah satu truck dalam satu unit angkutan tidak bekerja, tidak akan bermaslah terhadap
total produksi.

Sedangkan kerugiannya adalah:


Waktu hilang lebih banyak, akibat banyaknya truck yang beroperasi, terutama waktu pemuatan
(loading)
Excavator lebih sukar memuatnya karena kecilnya bak
Biaya pemeliharaan lebih besar karena banyaknya truck, begitu pula tenaga pemeliharaan.
b. Truck Besar
Keuntungan dengan menggunakan truck berukuran besar adlah:
Untuk kapasitas yang sama dengan truck kecil, jumlah unit truck besar lebih sedikit
Sopir dan crew yang digunakan lebih sedikit
Cocok untuk angkutan jarak jauh
Pemuatan dari loader lebiih mudah, sehingga waktu hilang lebih sedikit.
Kerugiannya adalah:
Jalan kerja harus diperhatikan karena kerusakan jalan relatif lebih cepat akibat berat truck yang
besar
Pengoperasiannya lebih sulit karena ukurannya yang besar
Produksi akan sangat berkurang apabila satu truck tidak bekerja (untuk jumlah yang relative
kecil)
Maintenance lebih sulit dilaksanakan.

2. Produktivitas
Produktivitas suatu alat selalu bergantung pada waktu siklus. Waktu siklus truck
terdiri dari waktu pemuatan, waktu pengangkutan, waktu pembongkaran muatan, waktu
perjalanan kembali dan waktu antri. Rumus yang dipakai untuk menghitung produktivitas
truck adalah:
Factor-faktor yang mempengaruhi waktu siklus truck adalah sebagai berikut:
a. Waktu muat, tergantung pada:
Ukuran dan jenis alat pemuat
Jenis dan kondisi material yang dimuat
Kapasitas alat angkut
Kemampuan operator alat muat dan alat angkut
b. Waktu berangkat atau pengangkutan tergantung pada:
Jarak tempuh alat angkut
Kondisi jalan yang dilalui
c. Waktu pembongkaan muatan tergantung pada:
Jenis dan kondisi material
Cara pembongkaran material
Jenis alat pengangkutan

d. Waktu kembali juga dipengaruhi hal-hal yang sama dengan waktu pengangkutan.
e. Waktu antri tergantung pada
Jenis alat pemuat dan posisi alat pemuat
Kemampuan alat angkut untuk berputar.
D. Crane
Crane adalah salah satu alat berat (heavy equipment) yang digunakan sebagai alat
pengangkat dalam proyek kontruksi. Crane bekerja dengan mengangkat material yang akan
dipindahkan, memindahkan secara horizontal, kemudian menurunkan material ditempat yang
diinginkan. Alat ini memilki bentuk dan kemampuan angkat yang besar dan mampu berputar
hingga 360 derajat dan jangkauan hingga puluhan meter. Crane biasanya digunakan dalam
pekerjaan pekerjaan proyek, pelabuhan, perbengkelan, industri, pergudangan dll.

1. Crane Crawler

Gambar 4. Crawler Crane


Crawler crane merupakan pesawat pengangkat material yang biasa digunakan pada lokasi
proyek pembangunan dengan jangkaun yang tidak terlalu panjang. Tipe ini mempunyai bagian
atas yang dapat bergerak 360 Derajat. Dengan roda crawler maka crane tipe ini dapat bergerak
didalam lokasi proyek saat melakukan pekerjaannya. Pada saat crane akan digunakan diproyek
lain maka crane diangkut dengan menggunakan lowbed trailer. Pengangkutan ini dilakukan
dengan membongkar boom menjadi beberapa bagian untuk mempermudah pelaksanaan
pengangkutan.

2. Mobile Crane (Truck Crane)


Gambar 5. Mobile Crane
Mobile Crane (Truck Crane) adalah crane yang terdapat langsung pada mobile (Truck)
sehingga dapat dengan mudah dibawa langsung pada pada lokasi kerja tanpa harus
menggunakan kendaraan (trailer). Crane ini memiliki kaki (pondasi/tiang) yang dapat
dipasangkan ketika beroperasi untuk menjaga crane tetap seimbang. Truck crane ini dapat
berputar 360 derajat.

3. Tower Crane

Gambar 6. Tower Crane


Tower crane merupakan alat yang digunakan untuk mengangkat material secara vertical
dan horizontal kesuatu tempat yang tinggi pada ruang gerak yang terbatas. Tipe crane ini dibagi
berdasarkan cara crane tersebut berdiri yaitu crane yang dapat berdiri bebas (free standing
crane), crane diatas rel (rail mounted crane), crane yang ditambatkan pada bangunan (tied-in
tower crane) dan crane panjat (climbing crane).

1. Pemilihan Tower Crane


Pemilihan tower crane sebagai alat untuk memindahkan material didasarkan pada kondisi
lapangan yang tidak luas, ketinggian yang tidak terjangkau oleh alat lain. Dan tidak
dibutuhkanya pergerakan alat. Pemilihan jenis to!er crane yang akan dipakai harus
mempertimbangkan situasi proyek, bentuk struktur bangunan, kemudahan operasiaonal baik
pada saat pemasangan maupun pada saat pembongkaran. Sedangkan pemilihan kapasitas tower
crane berdasarkan berat, dimensi, dan daya jangkau pada beban terberat, ketinggian maksimum
alat, perakitan alat diproyek, berat alat yang harus ditahan oleh strukturnya, ruang yang tersedia
untuk alat, luas area yang harus dijangkau alat dan kecepatan alat untuk memindahkan
material.
2. Kapasitas Tower Crane
Kapasitas tower crane tergantung beberapa faktor. Yang perlu diperhatikan adalah bahwa jika
material yang diangkut oleh crane melebihi kapasitasnya maka akan terjadi jungkir. oleh
karena itu, berat material yang diangkut sebaiknya sebagai berikut :

1. Untuk mesin beroda crawler adalah 75% dari kapasitas alat.


2. Untuk mesin beroda ban karet adalah 85% dari kapasitas alat.
3. Untuk mesin yang memilliki kaki adalah 85% dari kapasitas alat.

Faktor luar yang harus diperhatikan dalam menentukan kapasitas alat adalah:

1. Kekuatan angin terhadap alat.


2. Ayunan beban pada saat dipindahkan.
3. Kecepatan pemindahan material.
4. Pengereman mesin dalam pergerakannya.

E. Concrete Mixer Truck


Dalam dunia kosntruksi terdapat beberapa alat berat yagn menunjang, salah satunya dalah
truk pengaduk beton. Pengaduk beton adalah mesin yang digunakan untuk mengaduk
beton. Mesin ini dapat berupa mesin statis, semi-mobile maupun full mobile (mixer truck).
Truk mixer atau biasa juga disebut dengan truk molen memiliki beragam jenis dengan
fungsi sama, yaitu mengangkut beton dari pabrik semen ke lokasi kontruksi sambil
menjaga konsistensi beton agar tetap cair dan tidak mengeras dalam perjalanan. Truk jenis
ini adalah Alat transportasi khusus untuk beton cor curah siap pakai (Ready mix concrete)
yang dirancang untuk mengangkut campuran beton curah siap pakai (Ready mix concrete)
dari Batching Plant (Pabrik Olahan Beton) ke lokasi pengecoran. Biasanya truk ini
digunakan dalam sebuah proyek besar.

Gambar 7. Concrete Mixer Truck

1. Prinsip Kerja
Didalam Truk Molen diisi dengan bahan Material kering dan air yang proses
pengadukan (pencampuran) bahan material tersebut terjadi selama waktu transportasi ke
lokasi pengecoran. Untuk mempertahankan stabilitas kekentalan Beton cor yang berada di
dalam truk mixer ini melalui proses agitasi atau memutar drum (Tangki yang berada diatas
truk mixer) yang bagian dalam drum tersebut dilengkapi dengan spiral pisau satu arah
rotasi putaran, sebagai pengaduk material beton cor selama waktu transportasi ke lokasi
pengecoran. Jika Truk Mixer Pengangkut Beton Cor atau Truk Molen tidak bisa
menjangkau area pengecoran, beton cor dapat disalurkan melalui pipa pompa beton
(concrete pump) yang dapat diperpanjang beberapa meter (biasanya sepuluh meter atau
lebih).
Truk Mixer Pengangkut Beton Cor atau Truk Molen umumnya tidak melakukan
perjalanan lebih dari 2 jam. Banyak kontraktor mengharuskan Truk mixer berada di lokasi
pengecoran dalam waktu 90 menit setelah pemuatan Material yang dimaksudkan untuk
menghindari beton cor di dalam truk mengeras. Mayoritas Truk Mixer Pengangkut Beton
Cor atau Truk Molen mempunyai kecepatan jalan terbatas, yaitu antara 56 mil per jam (90
km / h).
2. Jenis Truk
1. Truk Mixer Mini (Truck Minimix concrete).
Teruk Mixer mini memiliki volume muat cor beton per satu kali jalan 3 m. Tipe truk
ini lebih fleksibel untuk semua medan jalan, sempit ataupun menanjak.
2. Truk Mixer Standar (Readymix concrete).
Truk Mixer Standar digunakan untuk mengangkut beton cor dari Pabrik Beton
(Batching Plant) ke lokasi pengecoran dengan daya angkut per truknya untuk satu kali
jalan 7 m. Memuat lebih banyak 4 m dari tipe Truk Mini. Kekurangan dari truk ini
tidak bisa mengakses jalan sempit dan menanjak.