Anda di halaman 1dari 8

MEDIA KONTRAS PADA MRI

A. Sejarah

Pada tahun 1978 Leuterbur, Mendoca-Dias dan Rudin menginjeksi garam

Mn(II) kepada anjing dan hasilnya adalah ditemukannya infark myocardial pd

anjing tersebut. Ini menunjukkan adanya beda antara waktu relaksasi magnetik

myocardial yang berhubungan dengan konsentrasi Mn(II) pada jaringan.

Kemudian tahun 1981 Young, et al. Melaporkan adanya MRI scan pertama

pada manusia dengan menggunakan agen paramagnetik. Yang digunakan saat

itu adalah Ferric Chloride. Setelah itu pada tahun 1984 Carr, et al. melaporkan

penggunaan gadopentetate dimeglumin yang kemudian mjd gadolinium

DTPA.

B. MR Signal Intensity dan Tissue Relaxation

Pasien berada di dalam medan magnet kuat, NMV dari proton atom

hidrogen pasien akan searah dengan medan magnet sepanjang sumbu z. Setelah

aplikasi RF 900 NMV flips ke transverse plane dan dua proses relaksasi

dimulai.

Jumlah magnetisasi pada bidang longitudinal akan bertambah secara

bertahap, dan dinamakan Recovery. Jumlah magnetisasi pada bidang

transversal akan berkurang secara bertahap, yang disebut dengan Decay.

Recovery magnetisasi longitudinal disebabkan proses yang disebut T1

Recovery dan Decay magnetisasi transversal disebabkan proses yang disebut

T2 Decay.
Jaringan dengan T1 pendek, akan tampak lebih terang dibanding jaringan

dengan nilai T1 panjang. Jaringan dengan nilai T2 panjang akan tampak lebih

terang dibanding jaringan dengan T2 pendek.

T1 Weighted

T2 Weightned

Maka media kontras MRI harus:

1. Secara nyata mempersingkat waktu relaksasi magnetik sehingga jaringan

yang diperiksa dapat tampak baik sebagai area positif ataupun negatif

dibanding jaringan di sekitarnya.

2. Secara biologi compatibel dengan jaringan tubuh.

3. Efek media kontras thd intensitas sinyal dapat positif (meningkatkan nilai

T1) dan dapat pula negatif (menurunkan nilai T2)


C. Media Kontras MRI

Secara normal terjadinya penampakan jaringan pada MRI tergantung dari:

karakteristik fisik jaringan (viscosity dan suhu) dan karakteristik kimiawi yang

mempengaruhi spin density, T1 dan T2. Image kontras mri tergantung dari

beberapa faktor, yaitu:

1. kandungan proton hidrogen

2. T1 dan T2

3. Aliran (flow) pada daerah yang diperiksa

4. Magnetik susseptibility jaringan

Tabel kontras citra pada pemerikasaan MRI

D. Syarat Bahan Media Kontras

1. Berpengaruh terhadap parameter secara efisien terutama dari segi

konsentrasinya untuk memperkecil resiko toksik dan tingginya dosis.


2. Mempunyai mekanisme kerja yang dapat mempengaruhi area tertentu (dari

segi konsentrasinya) dibandingkan dengan area yang lain sehingga dapat

dibedakan satu sama lain.

3. Dapat meluruh dari tubuh dari dalam tubuh dalam waktu yang singkat.

4. Mempunyai masa penyimpanan yang lama.

E. Media Kontras Positif

Gadolinium adalah paramagnetik elemen yang terkuat krn dia mempunyai

7 elektron tdk berpasangan yang ada di orbit terluar. Elektron berpasangan

akan mempunyai magnetik momen yang arahnya berlawanan satu sama lain,

hasilnya magnetik momennya menjadi nol. Sementara itu elektron tidak

berpasangan tidak demikian. Karakternya adalah mempunyai sifat kemagnetan

intrinsik. Tetapi sifat kemagnetan intrinsik ini tidak tampak karena arahnya

acak dan saling berlawanan satu sama lain. Dan ketika terpengaruh medan

magnet kuat, maka kutub magnetnya secara mayoritas menjadi sama dengan

arah kutub magnet luar yang mempengaruhinya. Sebagai molekul yang

mempunyai ion paramagnetik, gadopentetate mempunyai sifat kemagnetan

yang besar, sebagai akibatnya gadopentate menghasilkan medan magnet yang

berfluktuasi secara acak pada lingkungannya Dan ini sangat terlihat

pengaruhnya pada semakin singkatnya waktu T1 relaksasi. Ini menjadikannya

tampak enhance pada citra MRI.

Gadopentetate disebut sebagai media kontras positif. Secara umum,

gadolinium adalah logam berat yang sangat beracun, dari unsur lanthanid oleh

karena itu dia harus digabungkan dengan bahan lain agar aman bagi tubuh
manusia. Dechelate ion Gd akan tersimpan dalam hati, otak dan sumsum

tulang. Racun Gd ini terjadi biasanya terjadi pada kecelakaan industri. Chelate

yang digunakan salah satu contohnya adalah Diethylene triamine penta acid

(DTPA). Chelate ini juga meningkatkan sifat water solubel pada media kontras

MRI.

Grafik media kontras positif dalam mempengaruhi jaringan.

Hasil scanning dengan menggunakan media kontras positif pada pemeriksaan

Brain MRI.

F. Media Kontras Negatif

Ferrites disebut sebagai media kontras negatif, karena memberi efek tidak

enhance pada T2, dan ini tampak pada pencitraan MRI hati dan spleen, dengan
memperpendek T2 relaxation time dan memperbesar efek spin-spin relaxation.

Ada berberapa jenis media kontras negatif yaitu:

1. Intravena: Superparamagnetic Iron Oxide, Superparamagnetic Iron

Platinum

2. Oral : Superparamagnetic Iron Platinum, Bleberry Juice, Grean Tea

Grafik media kontras negatif dalam mempengaruhi jaringan.

Hasil scanning Abdomen MRI dengan menggunakan media kontras negatif.

G. Mekanisme Kerja Media Kontras

Berbeda dengan CT maka media kontras MRI tidak mempengaruhi citra

secara langsung, tetapi mempengaruhi perilaku magnetik dijaringan. Didalam

CNS, enhance lesi terjadi sebagai gangguan blood brain barrier (BBB) tetapi
untuk lesi di luar CNS contras enhance terjadi melalui perbedaan vaskularisasi

jaringan.

Dalam keadaan normal, media kontras tidak dapat memasuki sistem

susunan syaraf pusat karena adanya blood brain barrier (BBB)tetapi

bagaimanapun ternyata kondisi patologis dapat mengakibatkan BBB ini

menjadi kacau. Dan MK dapat menembus BBB yang kacau tersebut. BBB

adalah pembatas sirkulasi darah dari brain extracelluler fluid (BECF) pada

susunan syaraf pusat. Ini terjadi di sepanjang kapiler darah dan mengandung

percabangan yang ketat yang tidak terdapat pada sirkulasi darah normal.

Sel BBB

H. Teknik Imaging

1. Pemeriksaan MRI dengan media kontras biasanya menggunakan pulse

sequence Spin echo dan fat supression.

2. Standar dosis yang digunakan adalah 0,1mmol/kg setara dengan 0,2 ml/kg

3. Penggunaan media kontras pada umumnya melalui intravena,


4. Penambahan media kontras membuat semakin jelas penampakan dari

inflamasi, tumor, angiogenesis, atherosclerosis dan multiple sclerosis.

I. Reaksi Media Kontras

1. Reaksi sedang adalah mual dan rasa panas.

2. Reaksi yang lain adalah sakit kepala, gangguan indra pengecapan, pusing

dan lemas.

3. Waspada pada pasien dengan riwayat asma atau alergi baik alergi obat

maupun makanan.

4. Pasien dengan riwayat pernah alergi pada Gd akan menderita lebih parah

pada pemeriksaan yang berikutnya.

5. Penggunaan media kontras pada ibu yang sedang menyusui , sebaiknya

untuk selama 24 jam setelah pemeriksaan pemberian ASI dihentikan.

Referensi:

1. Materi perkuliahan D4 Teknik Radiologi Semester 5.

2. Westbrook, Catherine, Carolyn Kaut Roth dan John Talbot. 2011. MRI in

Practice. Edisi Ke-4. Wiley-Blackwell: USA