Anda di halaman 1dari 3

Tugas Kelompok

BAB 6
SUKU BUNGA
NAMA : NURUL MUCHLISAH SULAIMAN (02320120063)

IKA PUSPITA (02320120066)

A. PENGERTIAN BUNGA BANK


Bunga bank adalah bunga yang diperoleh bank dari tabungan yang dimiliki oleh
nasabah sebagai balas jasa, bunga bank juga dapat diartikan sebagai balas jasa atau
imbalan yang diberikan oleh pihak bank kepada nasabahnya karena telah
mempercayai bank untuk menyimpan uangnya di bank. Menurut Budiono (1996 :
76), suku bunga adalah harga yang harus dibayar apabila terjadi pertukaran antara
satu rupiah sekarang dan satu rupiah nanti. Adanya kenaikan suku bunga yang tidak
wajar akan menyulitkan dunia usaha untuk membayar beban bunga dan kewajiban,
karena suku bunga yang tinggi akan menambah beban bagi perusahaan sehingga
secara langsung akan mengurangi profit perusahaan.
Berdasarkan dari pengertian tersebut, Suku Bunga dibagi menjadi dua macam yaitu:
Bunga simpanan, yaitu bunga yang diberikan bank sebagai balas jasa karena
nasabah telah mempercayakan uangnya untuk disimpan atau ditabung
diBank yang bersangkutan. Contohnya seperti bunga tabungan, bunga
deposito dan jasa giro.
Bunga pinjaman, yaitu bunga yang dikenakan oleh bank kepada kreditor atau
yang meminjam uang kepada pihak bank. Contohnya, bunga kredit.
Dari bunga simpanan dan bunga pinjaman inilah bank memperoleh pendapatan dan
biaya, dimana bunga simpanan merupakan pendapatan bagi bank yang diterima dari
nasabah dan bunga pinjaman merupakan biaya bagi bank karena mengeluarkan
dana kepada nasabah, bunga simpanan dan bunga pinjaman keduanya masing-
masing saling mempengaruhi yaitu ketika suku bunga simpanan tinggi, masyarakat
akan menyimpan uangnya dibank maka secara otomatis bunga pinjaman ikut naik
dan begitupun sebaliknya. Seperti yang dikatakan Pohan (2008 : 53), mengatakan
bahwa suku bunga yang tinggi di satu sisi akan meningkatkan hasrat masyarakat
untuk menabung sehingga jumlah dana perbankan akan meningkat. Sementara itu,
di sisi lain suku bunga yang tinggi akan meningkatkan biaya yang dikeluarkan oleh
dunia usaha sehingga mengakibatkan penurunan kegiatan produksi di dalam
negeri. Menurunnya produksi pada gilirannya akan menurunkan pula kebutuhan
dana oleh dunia usaha. Hal ini berakibat permintaan terhadap kredit perbankan juga

1
menurun sehingga dalam kondisi suku bunga yang tinggi, yang menjadi persoalan
adalah ke mana dana itu akan disalurkan.

B. FAKTOR-FAKTOR UTAMA YANG MEMPENGARUHI BESAR KECILNYA PENETAPAN


SUKU BUNGA YAITU;
Kebutuhan Dana, Jika bank mengalami kekurangan dana sementara
permohonan pinjaman meningkat maka yang dilakukan oleh bank agar dana
tersebut terpenuhi yaitu dengan meningkatkan suku bunga pinjaman.
Apabila terjadi sebaliknya, dana yang ada dibank lebih banyak sementara
permohonan simpanan sedikit maka yang dilakukan pihak bank yaitu
menurunkan suku bunga simpanan.

Persaingan, Dalam memperebutkan dana simpanan, maka disamping


promosi yang paling utama pihak perbankkan harus memperhatikan pesaing.
Seperti memperhatikan bunga simpanan dan bunga pinjaman yang
ditawarkan oleh pesaing. Dimana bila pesaing memberi harga untuk bunga
simpanan sebesar 12% per tahun maka hendaknya bank yang bersangkutan
memberikan harga diatas harga pesaing, namun dengan tetap
memperhatikan harga bunga simpanan yang telah ditetapkan oleh BI.

Kebijaksanaan Pemerintah, Dalam arti bunga simpanan dan bunga pinjaman


kita tidak boleh melebihi bunga yang sudah ditetapkan pemerintah.

Target laba yang diinginkan, Jika ingin laba besar maka bunga pinjaman ikut
besar dan sebaliknya.

Jangka waktu, Apabila Semakin panjang jangka waktu pinjaman maka akan
semakin tinggi pula bunganya.

Kualitas Jaminan, Semakin Likuit jaminan yang diberikan, semakin rendah


bunga kredit yang dibebankan dan sebaliknya. Nilai jaminan yang dapat
segera dicairkan, misalnya seperti sertifikat deposito harganya juga akan
lebih tinggi bila dibandingkan dengan nilai jaminan yang tidak dapat segera
dicairkan.

Reputasi perusahaan, Perusahaan yang bonafid sangat menentukan suku


bunga karena perusahaan tersebut resiko kredit macetnya kecil.

Produk yang kompetitif, yaitu produk yang dibiayai laku dipasaran.

2
Hubungan baik, Biasanya bank menggolongkan nasabahnya antara nasabah
utama dan biasa. Ini didasarkan keaktifan serta loyalitas nasabah yg
bersangkutan terhadap bank.

Jaminan Pihak ketiga, Dalam hal ini pihak yang memberikan jaminan kepada
penerima kredit, biasanya pihak yang memberikan jaminan bonafid.

C. KOMPONEN KOMPONEN DALAM MENENTUKAN BUNGA KREDIT


1. Total biaya dana ( Cost of fund ), Merupakan total bunga yang dikeluarkan oleh
bank untuk memperoleh dana simpanan baik dalam bentuk simpanan giro,
tabungan ataupun deposito.Total biaya dana ini tergantung dari seberapa besar
bank menginginkan laba. Namun Total biaya dana ini harus dikurang dengan
cadangan wajib atau Reserve Requirement (RR). Besarnya yang ditetapkan oleh
pemerintah adalah 5%.
2. Biaya Operasi, yaitu sejumlah biaya yang dikeluarkan oleh pihak bank untuk
melaksanakan operasinya, biaya ini terdiri dari biaya gaji pegawai, biaya
administrasi, biaya pemeliharaan atau yang lainnya.
3. Cadangan risiko kredit macet, Pihak bank akan memasukkannya kedalam
komponen menentukan bunga kredit karena setiap kredit yang diberikan pasti
ada resiko untuk tidak dikembalikan, baik secara disengaja ataupun tidak
disengaja.
4. Laba yang diinginkan, Keuntungan yang harapkan oleh pihak bank itulah yang
dimasukkan ke dalam komponen ini. Besarnya laba sangat mempengaruhi bunga
kredit.
5. Pajak, merupakan kewajiban yang dibebankan pemerintah kepada bank yang
memberikan fasilitas kredit kepada nasabahnya.

D. JENIS JENIS PEMBEBANAN SUKU BUNGA KREDIT


Pembebanan suku bunga kredit dibedakan kepada jenis kreditnya. Pembebanan ini
maksudnya adalah metode perhitungan yang akan digunakan, metode pembebanan
yang dimaksud adalah;
a. Sliding rate, Pembebanan bunga setiap bulan dihitung dari sisa pinjamannya
sehingga jumlah pokok beserta bunga yang dibayarkan nasabah ke pihak bank
akan semakin turun. Jenis sliding rate ini biasanya diberikan kepada sektor
produktif, dengan maksud agar nasabah merasa tidak terbebani terhadap
pinjamannya.
b. Flat rate, Pembebanan bunga dan pokok setiap bulan tetap dari jumlah
pinjamannya, hal ini berlaku setiap bulannya sampai pinjamannya berakhir.
c. Floating rate, Metode ini pembebanan bunganya dikaitkan dengan bunga yang
ada dipasar uang.