Anda di halaman 1dari 10

Bab.

2 penguapan

Evaporasi : Proses penguapan dari permukaan air & tanah. Proses ini merubah
fase air : cair menjadi uap air

Evaporasi adalah salah satu parameter penting bersama presipitasi dalam siklus
air global ~ menghubungkan sumber air di daratan, lautan & atmosfer

Faktor faktor yang mempengaruhi laju evaporasi :

- Energi radiasi matahari (RM)

Berfungsi sebagai sumber energi panas yang menghangatkan massa udara di permukaan
air & tanah

Semakin tinggi RM yang diterima permukaan semakin tinggi pula evaporasi

- Suhu udara

Semakin tinggi suhu udara akan semakin tinggi laju evaporasi

- Kelembaban udara (RH)

Semakin tinggi RH maka akan semakin rendah laju evaporasi. RH tinggi (kadar air di
udara tinggi) akan menurunkan laju evaporasi

Faktor faktor yang mempengaruhi laju evaporasi :

- Jumlah air di udara

Semakin besar jumlah air di udara, semakin besar potensi evaporasi


- Angin

Semakin tinggi kecepatan angin maka laju evaporasi akan tinggi

- Kekasapan permukaan

Sifat alamiah permukaan mempengaruhi pola perubahan kecepatan angin.

Pada bidang permukaan kasar / tidak beraturan, laju evaporasi akan berkurang (gesekan
dgn permukaan).

Pada bidang permukaan air yg luas , angin kencang dpt mempercepat evaporasi.

Pengukuran dan perkiraan evaporasi sangat penting dalam siklus hidrologi

Contoh penggunaan data laju evaporasi : digunakan untuk mendukung desain


& manajemen operasional bendungan dan irigasi

Pengukuran & perhitungan evaporasi dibagi menjadi 2 :

1. Metode langsung : menggunakan alat ukur

2. Metode tidak langsung (metode empiris) : menggunakan pendekatan persamaan


matematika yang memasukkan berbagai unsur iklim yang mempengaruhi laju evaporasi
Metode langsung : Panci Class A

- Digunakan utk mengukur evaporasi pada permukaan air terbuka seperti danau,
waduk

- Ukuran panci :

diameter 120 cm

tinggi panci 25.5 cm

luas permukaan 11310 cm2

- Panci harus terpapar tanpa hambatan terhadap radiasi matahari

- Ketinggian air diukur setiap hari

- Nilai evaporasi harian = perbedaan ketinggian air antara dua hari pengukuran

- Hasil pengukuran dari Panci Class A harus dikoreksi jika akan digunakan untuk
membandingkan dengan besar evaporasi pada permukaan air (danau, waduk) :
koefisien panci

- Koefisien panci : 0.6 0.8 (bervariasi, tergantung pada kondisi iklim daerah
setempat). Contoh :

USA : 0.7

Daerah ekuator : 0.8

- Perhitungan evaporasi panci class A :

E = k. Eo

dimana :

k = koefisien panci

Eo = evaporasi dari panci class A (mm)

E = evaporasi harian (mm)

Metode tidak langsung (empiris) :


a. Metode perpindahan massa (Herbeck)

b. Metode analisis neraca energi (Penmann)

a. Metode perpindahan massa (Herbeck)

E p kA0.05ues ea

dimana : k = koefisien transfer massa = 0.054

A = luas permukaan badan air (km2)

u = kecepatan angin 2 m di atas permukaan air (km/jam)

es - ea = penurunan tekanan jenuh (mmHg) . Untuk nilai es lihat


tabel hubungan suhu dan es. Untuk nilai ea bisa dihitung dari RH
= (ea / es) 100

Tabel hubungan Suhu dengan nilai Es

En Ea
Ep
1

Metode tidak langsung (empiris) :

b. Metode analisi energi (Penmann)

- Kombinasi antara neraca energi dan perpindahan massa

- Umum digunakan utk daerah tropik


c1 Qn 100 r
En
E
E E
1 L
n a Ea c 2 c3u es
100
p

Dimana : Ep = Laju evaporasi permukaan badan air (mm/hari)

= fungsi suhu (lihat tabel di bawah)

En = Laju evaporasi berdasarkan neraca energi (mm/hari)

Ea = Laju evaporasi berdasarkan perpindahan massa (mm/hari )


EVAPORIMETER PANCI TERBUKA

Evaporimeter panci terbuka digunakan untuk mengukur evaporasi. Makin luas


permukaan panci, makin representatif atau makin mendekati penguapan yang
sebenarnya terjadi pada permukaan danau, waduk, sungai dan lain-lainnya. Pengukuran
evaporasi dengan menggunakan evaporimeter memerlukan perlengkapan sebagai
berikut :

1. Panci Bundar Besar


Terbuat dari besi yang dilapisi bahan anti karat. Panci ini mempunyai garis tengah 122
cm dan tingginya 25,4 cm.

2. Hook Gauge
Suatu alat untuk mengukur perubahan tinggi permukaan air dalam panci. Hook Gauge
mempunyai bermacam-macam bentuk, sehingga cara pembacaannya berlainan. Untuk
jenis cassella, terdiri dari sebuah batang yang berskala, dan sebuah sekrup yang berada
pada batang tersebut, digunakan untuk mengatur letak ujung jarum pada permukaan air
dalam panci. Sekrup ini berfungsi sebagai micrometer yang dibagi menjadi 50 bagian.
Satu putaran penuh dari micrometer mencatat perubahan ujung jarum setinggi 1 mm.
Hook gauge buatan Perancis mempunyai micrometer yang dibagi menjadi 20 bagian.
Dalam satu bagian menyatakan perubahan tinggi jarum 0,1 mm, berarti untuk satu
putaran penuh, perubahan tinggi jarum sebanyak 2mm
3. Still Well
Bejana terbuat dari logam (kuningan) yang berbentuk silinder dan mempunyai 3 buah
kaki. Pada tiap kaki terdapat skrup untu menyetel/ mengatur kedudukan bejana agar
letaknya horizontal. Pada dasar bejana terdapat sebuah lubang, sehingga permukaan air
dalam bejana sama tinggi dengan permukaan air dalam panci. Bejana digunakan selain
untuk tempat meletakkan hook gauge, juga membuat permukaan air dalam bejana
menjadi tenang dibandingkan dengan pada panci, sehingga penyetelan ujung jarum
dapat lebih mudah dilakukan.

4. Thermometer air dan thermometer maximum/ minimum


Thermometer air merupakan jenis thermometer biasa yang dipasang tegak dengan
menggunakan klem. Letak bola thermometer di bawah permukaan air. Dengan demikian
suhu air dapat diketahui hanya pada waktu dilakukan pembacaan. Floating maximum
dan minimum thermometer digunakan untuk mencatat suhu maximum dan minimumair
yang terjadi dalam 24 jam. Pada umumnya alat ini terdiri dari sebuah pipa gelas yang
berbentuk huruf U dengan dua buah bola pada kedua ujungnya. Thermometer dipasang
pada rangka baja non magnetis yang terapung sdikit di bawah permukaan air oleh
pelampung aluminium. Kedua bola thermometer dilindungi terhadap radiasi. Indeks
dibuat dari gelas dengan sumbu besi dan mempunyai pegas sehingga dapat dipengeruhi
gaya magnet. Suhu maximum ditunjukkan oleh kanan index dalam tabung atas. Suhu
minimum ditunjukkan oleh ujung kanan indeks dalam tabung bawah. Magnet batang
digunakan untuk menyetel kedudukan index setelah suhu dibaca

5. Cup Counter Anemometer


Alat ini dipasang sebelah selatan dekat pusat panci, dengan mangkok-mangkoknya
sedikit lebih tinggi. Terutama sekali digunakan untuk mengukur banyaknya angin selama
24 jam.

6. Pondasi/ Alas
Dibuat dari kayu dicat sehingga tahan terhadap cuaca dan rayap. Bagian ata kayu dicat
putih untuk mengurngi penyerapan radiasi sinar matahari

7. Penakar hujan biasa


Untuk memperoleh data curah hujan, yang digunakan dalam menentukan penguapan
pada hari-hari hujan. Penakar hujan dipasang +2m dari evaporimeter.

PANCI PENGUAPAN
Penguapan atau Evaporation yaitu Jumlah air yang menguap dari air permukaan yang
terbuka atau dari permukaan tanah yang terbuka. Alat yang digunakan untuk mengukur
evaporation disebut Open Pan Evaporimeter.

ALAT PENGUKUR PENGUAPAN

Evaporimeter Panci Terbuka

Evaporimeter Jenis Piche

Perlengkapan Utama dari Alat

Evaporation Pan

Material : Low carbon stainless steel

Ukuran : Tinggi : 254 mm, Diameter : 1206 mm

Fungsi : Sebagai wadah tempat air

Hook Gauge

Material : Stainless steel / Kuningan

Resolusi : 0.1 mm

Ukuran : Tinggi :178 mm

Fungsi : Sebagai alat pengukur tinggi air.

Still Well
Material : Stainless steel / Kuningan

Ukuran : Diameter : 84 mm, Tinggi : 229 mm

Fungsi : Sebagai Tempat Penempatan Hook Gauge dan Penahan gelombang air

dalam panci.

Perlengkapan Tambahan dari Alat

Cup Counter Anemometer

Fungsi : Mengukur Kecepatan angin di permukaan Panci.

Termometer Apung

Fungsi : Mengukur Suhu air dalam panci

Faktor-faktor yang mempengaruhi Penguapan :

Angin

Penyinaran Matahari

Suhu Udara

Kelembaban Udara

Bentuk Pemukaan

Tata Cara Pengukuran Penguapan

Putar / Set Hook Gauge sehingga ujung Jarum / kail menyentuh pas di permukaan
air.

Baca nilai skala yang ditunjukkan pada Hook Gauge tersebut.

Skala pada batang hook gauge dalam milimeter penuh, sedangkan garis skala yang
ditunjukkan oleh tanda panah pada micrometer hook gauge adalah persepuluhan
milimeter.

Untuk Mendapat hasil Penguapan digunakan rumus :

E = (Po P1) + Ch

Dimana: E : Jumlah penguapan

Po : Pengukuran Awal

P1 : Pengukuran akhir
Ch : Jumlah Curah hujan

Stasiun Meteorologi Lhokseumawe melakukan Pengukuran Penguapan setiap 24


jam sekali (Jam 07.00 wib / 00.00 UTC).

Contoh Perhitungan Penguapan

Tgl.30-11-2010 jam 07.00 tinggi air dalam panci : 45.8 mm

Tgl.01-12-2010 jam 07.00 tinggi air dalam panci : 41.0 mm

Jumlah Curah hujan 24 jam : 0.0 mm

Hitung Penguapan Tgl. 30-11-2010 ?

E = (Po - P1) + Ch

E = (45.8 41.0) + 0.0

E = 4.8 mm