Anda di halaman 1dari 18

ENTREPRENEURSHIP

PELUANG USAHA & PENGELOLAAN SERTA


STRATEGI USAHA

DISUSUN OLEH:

DIMAS RENALDI (04021381621038)

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


ANGKATAN 2016
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
KATA PENGANTAR
Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang,
Kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat,
hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah
Entrepreneurship ini yang berjudul Entrepreneurship Peluang Usaha & Pengelolaan Serta
Strategi Usaha

Terlepas dari semua itu, Kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari
segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan terbuka kami
menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki makalah ini.

Akhir kata kami berharap semoga makalah untuk generasi muda yang berjiwa
Entrepreneur ini dapat memberikan manfaat maupun inpirasi terhadap pembaca.

Palembang 1 Desember 2017

Dimas Renaldi
BAB I
A.LATAR BELAKANG

Memulai usaha di zaman sekarang memang tidaklah mudah dibutuhkan


keseriusan,perencanaan yang matang membutuhkan konsep usaha yang mengikuti zaman
(tidak kuno) dengan sasaran konsumen yang tepat. Entrepreneurship bukanlah sekedar
membuka suatu usaha tetapi terus mengembangkan peluang-peluang usaha yang lagi trend
dimasanya. Dengan deinikian para wirausaha dituntut untuk meimilih dan menetapkan
strategi yang dapat digunakan untuk menghadapi persaingan. Dengan adanya tekanan
persaingan begitu ketat, baik secara langsung atau tidak langsung sangat mempengaruhi
kinerja organisasi bisnis baik dalam hal teknologi, kebutuhan pelanggan dan siklus produk.
Pada saat kondisi seperti itulah sangat diperlukan strategi yang tepat dalam mengambil
keputusan maupun langkah-langkah tertentu untuk mempertahankan usahanya tersebut.
Strategi bersaing juga diperlukan teknik atau cara-cara yang akan dilakukan untuk
pengembangan usaha.

B. Tujuan
Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah untuk melengkapi tugas mata kuliah
Entrepreneurship,dan tentunya untuk bahan ajar generasi muda untuk menjadi
EntrepreneurMan.
BAB II
PEMBAHASAN
A. .PELUANG USAHA
Sebenarnya apakah yang dimaksud dengan pelung, mengapa untuk dapat menjadi
seorangwirausaha sukses seseorang harus menemukan sebuah peluang emas dan apakah sulit
untukdapat menemukan peluang? Peluang sendiri sebenarnya berasal dari sebuah ide,
inspirasi ataukesempatan yang muncul untuk dimanfaatkan bagi kepentingan seseorang baik
dalamkehidupan sehari hari dalam bisnis. Dalam bahasa inggris opportunity berarti sebuah
ataubeberapa kesempatan yang muncul dari sebuah kejadian atau moment. Jadi asal dari
peluangitu adalah kesempatan yang terjadi dan berkembang menjadi ide bagi seseorang.
Bila asal dari peluang adalah sebuah kesempatan yang terjadi, maka dari mana sebenarnya
darimanakah sumber-sumber peluang itu? Adapun sumber peluang atau kesempatan itu
berasal dari:
1. Diri Anda Sendiri
Beberapa sumber peluang yang muncul dari diri anda sendiri seperti:
a) Hobi Anda
Dari hobi yang anda miliki dapat menjadi sebuah peluang bisnis yang
menguntungkan, hal ini menjadi masuk akal karena pada saat anda menjadikan hobi
anda menjadi usaha anda akan mencurahkan segala kemampuan yang Anda miliki
karena Anda menyukai hal tersebut.
b) Keahlian Anda
Jelas, keahlian yang Anda miliki dapat memberikan sumber inspirasi dan sumber
peluang bisnis yang ingin Anda kembangkan. Mulailah dari bidang dimana Anda
merasa memiliki keahlian dibidang tertentu, kemudian temukan inspirasi dan
peluang bisnisnya.
c) Peluang dari Pengetahuan dan Latar Belakang Pendidikan
Mengapa sumber ini merupakan potensi dalam menemukan peluang, karena Anda
sudah mengetahui, mempelajari dan memahami bidang Anda tekuni. Untuk itu
segera pahami cara memberdayakan peluang yang Anda miliki dari latar belakang
pendidikan Anda.
2. Lingkungan
Banyak peluang dan inspirasi yang timbul justru dari lingkungan kita, misalnya:

a) Usaha orang tua Anda, dalam diskusi setiap harinya orang tuan Anda sering
menceritakan kesulitan-kesulitas bisnisnya. Hal itu bisa mendatangkan inspirasi
bisnis bila Anda menggabungkannya dengan latarbelakang pendidikan, hobi,
pengetahuan dan keahlian Anda

b) Lingkungan rumah Anda, seperti pergaulan, tetangga, teman main, dan lain lain

c) Kebiasaan Anda dalam rangka menuju ke kampus, perjalanan, lingkungan sekolah,


teman sekolah dan lain-lain

d) Saat anda berkunjung ke caf, atau dimananpun anda berada


Semua hal diatas dapat memberikan inspirasi, ide, dan gagasan yang luar biasa bila Anda
sering menggunakan sudut pandang kreatif dalam melihat suatu kejadian.

3. Perubahan yang Terjadi


Peluang besar yang sering muncul menjadi sebuah bisnis adalah perubahan yang
terjadidi lingkungan Anda, contohnya:

a) Perubahan global: Misalnya perubahan kurs mata uang Rupiah terhadap mata uang
Dollar Amerika (US $) mengakibatkan banyak barang impor mengalami kenaikan
harga sementara barang lokal mengalami penurunan harga jual. Hal ini membukan
peluang bagi para produsen lokal untuk memperkenalkan produknya kemasyarakat.

b) Perubahan lingkungan: Misalnya, pembangunan perumahan yang baru di sekitar


komplek Anda mengakibatkan perubahan jumlah penduduk. Perubahan jumlah
penduduk berarti mendorong perubahan tingkat permintaan kebutuhan keluarga.
Sehingga peluang yang mungkin akan timbul adalah bisnis yang dapat memenuhi
kebutuhan penduduk seperti: laundry atau jasa pencucian baju, mini market,
transportasi dll.

c) Perubahan Peraturan Pemerintah juga akan menimbulkan ancaman bagi industry


yang terkena dampaknya dan peluang bagi yang mampu membacanya dan
mendapatkan manfaatnya.

d) Perubahan musim

e) Perubahan gaya hidup

f) Perubahan tingkat kebutuhan tentang, pola hidup yang lebih sehat


g) Perubahan tingkat tekanan pekerjaan yang semakin tinggi (berat), hal ini dapat
membuka peluang untuk memberikan subuah layanan hiburan bagi pekerja
tersebut.

h) Perubahan teknologi informasi dan komunikasi seperti kemajuan teknologi mobile


phone dan internet.

i) Perubahan tingkat pertumbuhan pemilik kendaraan akan memunculkan peluang


penjualan sparepart, asuransi, asesoris bengkel dll.

4. Konsumen
Suara konsumen itu penting karena sering menciptakan gagasan baru dalam
memperbaiki produk yang ada dan peluang bagi yang akan mendirikan usaha baru.
Masukan-masukan dari konsumen yang dapat memberikan inspirasi peluang baru
seperti:
a) Keluhan-keluhan dari konsumen
b) Saran-saran dari konsumen
c) Permintaan khusus dari konsumen dan calon konsumen
d) Angan-angan yang diimpikan oleh konsumen tentang produk atau jasa tertentu
e) Harapan dari konsumen terhadap produk atau jasa anda

5. Gagasan Orang Lain


Seperti halnya suara dari konsumen, gagasan dari orang lain (mungkin karena
keluhankeluhan
terhadap suatu produk atau layanan yang disampaikan teman anda ke anda),
dapat memberi ide yang membuka peluang bagi anda dalam membuat suatu bisnis.

6. Informasi yang Diperoleh


Dalam perjumpaan dengan orang lain terkadang kita mendapatkan informasi baru. Bagi
orang yang mendengarnya, informasi baru itu bisa berguna untuk dijadikan sebagai
peluang bisnis karena informasi tersebut memiliki hubungan dengan pengetahuan dan
pengalaman yang dia miliki. Namun bagi orang-orang tertentu informasi baru itu tidak
bermanfaat karena informasi tersebut tidak memiliki hubungan dengan pengetahuan
dan pengalaman yang mereka miliki. Hal ini yang bisa membedakan mengapa ada orang
yang merasa tidak memiliki peluang dibanding orang yang memiliki peluang.
ANALISA PELUANG SEBELUM DIJADIKAN BISNIS
Untuk dapat mengubah peluang yang mampu Anda lihat menjadi sebuah peluang
emas, Anda harus menganalisis peluang tersebut. Sejauh mana tingkat keberhasilan dan
gagasannya dipasar sangat tergantung pada pada penggabungan empat hal, yaitu persaingan ,
pesaing, perubahan arah persaingan dan kebutuhan pelanggan.
Jadi Anda jangan hanya merasa cukup bila peluang itu bersumber dari sebuah ide
bisnis yangdiperoleh dari sebuah inspirasi. Hal ini baru merupakan proses awal saja atau
dapat disebutsebagai peluang yang masih mentah. Oleh karena itu Anda harus mengatahui
ciri dari peluang yang memiliki potensi untuk di kategorikan sebagai peluang bisnis yang
baik dan masuk akal.

1. Ciri bisnis yang potensial adalah:


a. Bisnis yang dibangun adalah bisnis yang potensial atau memilki bilai jual yang tinggi
b. Tidak menjadikan bisnis itu hanya sebagai ambisi pribadi semata tetapi sifatnya
nyata
c. Bisnis itu mempunyai waktu bertahan yang lama dipasar
d. Tidak menghabiskan modal (uang ) Anda karena investasi yang terlalu besar
e. Tidak bersifat momentum (kejadian sesaat) atau bersifat musiman
f. Bisa ditingkatkan skalanya menjadi skala industry

ciri-ciripeluang bisnis yang baik adalah:


a. Peluang itu orisinil dan bukan tiruan; bisnis yang sukses itu bukan hanya meniru
bisnis orang lain. Bisnis yang hanya meniru belum tentu hasilnya sama persis dengan
bisnis yang ditiru tersebut. Hal ini disebabkan karena kondisi dan situasi yang telah
terjadi dan yang akan terjadi belum tentu sama,bisnis itu bukan mesin fotocopy.
b. Peluang itu harus bisa mengantisipasi perubahan persaingan dan kebutuhan pasar
dimasa yang akan datang. Dalam arti peluang itu harus dapat ditingkatkan nilai
kualnya serta bisa terus diinovasi.
c. Benar-benar sesuai dengan minat Anda atau ada link dengan pengetahuan,
keahlian dan sifat Anda agar peluang itu dapat bertahan lebih lama.
d. Tingkat visibilitas (kelayakan usaha) benar-benar teruji; untuk itu perlu dilakukan
penelitian dan uji coba dipasar.
e. Bersifat ide yang kreattif dan inovativ bukan tiruan dari ide orang lain
f. Anda yakin bisa mewujudkannya dan sukses untuk menjalaninya.
g. Anda senang menjalankannya dan benar-benar suka bisnis tersebut.
2. Faktor-faktor keberhasilan peluang usaha untuk menjadi keberhasilan usaha
Tahapan ini merupakan sebuah tahapan penting dalam mengidentifikasi
foktor-faktorkeberhasilan sebuah peluang usaha agar bisnis Anda berhasil. Faktor-
faktor keberhasilan sebuah peluang usaha adalah:
a. Peluang itu memenuhi ciri-ciri peluang bisnis Anda yang baik, Bukan tiruan
b. Berawal dari uji test pasar dan uji coba (trial) Seperti:
Seberapa besar tingkat kebutuhan produk Anda dipasar. Apakah tinggi atau rendah
Seberapa besar tingkat kontinuitas kebutuhan akan produk tersebut
Mengetahui alasan, mengapa orang enggan membeli, memakai, dan menggunakan
jasa atau produk Anda
c. Mengikuti dan memenuhi kebutuhan konsumen
d. Mengikuti trend (kecenderungan) perubahan pasar
e. Bisa terus menerus diinovasi dan di tingkatkan kualitasnya
f. Resiko kegagalannya tidak besar saat pertama kali dimulai. Dalam arti tingkat
visibilitasnya telah diperhitungkan dengan waktu saat diluncurkan di pasar.
g. Merupakan alternative terbaik dari peluang-peluang yang ada

3. Faktor Kegagalan Sebuah Peluang Usaha yang Gagal Dijadikan Bisnis


Banyak inspirasi yang bagus dan brilian, namun terkadang inspirasi tersebut
gagal dijadikan sebuah bisnis atau gagal saat diluncurkan untuk menjadi produk atau
jasa yang ingin ditawarkan kepada calon pelanggan. Untuk itu perlu diketahui faktor-
faktor kegagalan peluang usaha agar bisa meminimalisir resiko usaha. Faktor-faktor
itu adalah:
a. Kebutuhan pasarnya tidak bersifat monoton dan musiman sehingga tidak
hanya bersifat jangka pendek

b. Peluang itu sudah kadaluarsa atau telah banyak ada orang yang memulai
bisnis tersebut

c. Tidak segera mengambil keputusan untuk memulainya sehingga peluang itu


lewat begitu saja. Istilahnya NADO (Not Action Dream Only) atau NAPO (Not
Action Plan Only)

d. Waktunya sudah lewat, terjadi perubahan kebutuhan atau muncul teknologi


baru yang telah membuat peluang produk atau jasa itu out of date

e. Survey pasar tidak akurat, artinya hal itu hanya sekedar persepsi Anda yang
menyatakan bahwa peluang itu sangat potensial lalu segera dilaksanakan
begitu saja, Jadi tingkat akurasi peluang terhadap PASAR tidak tepat sehingga
menyebabkan produk itu tidak laku dipasar

f. Mudah ditiru atau di buat oleh orang lain


4. Memberdayakan dan Mengembangkan Peluang Anda
Setelah anda melakukan survey, riset, uji coba pasar maka peluang Anda harus
diberdayakan menjadi peluang emas. Caranya sebagai berikut:

a. ATMI: Amati Tiru Modifikasi dan Improvisasi. Setelah Anda melakukan survey
dan riset, maka salah satu jalan untuk memberdayakan peluang Anda adalah strategi
ini (ATMI). Melalui ATMI anda akan mudah mengambangkan sebuah produk menjadi
lebih unggul dari produk sebelumnya sehingga kemungkinan untuk dapat diterima
dipasar menjadi lebih besar.
b. Make It Better: Membuat peluang Anda di pasar menjadi lebih baik lagi setelah
survey pasar; misalnya produk yang Anda buat menjadi lebih cepat, lebih kecil, lebih
enak, lebih ringan dll

c. Make It One: Menjadikannya sebagai yang pertama. Peluang yang baik adalah
peluang bisnis yang pertama kali Anda lakukan sebelum orang lain melakukannya.
Untuk itu, strategi ini akan menjadi pilihan terbaik. Contohnya adalah:
Menjadi yang terbesar
Menjadi yang terlengkap
Menjadi yang tercanggih
Menjadi yang tercepat
Menjadi yang teringan
Menjadi yang terbaik

d. Make Your Product Be A Specialist:


Produk Anda adalah produk yang khusus dan Anda menjadi specialist: Contohnya:
Bengkel motor khusus Harley Davidson
Bengkel motor khusus Vespa
Batik Tulis Halus
Restoran Bebek Hitam

e. Clonner: Meniru habis tetapi menggunakan merek yang berbeda. Cara ini sering
dilakukan oleh orang lain, tetapi harus berhati-hati mengingat ada unsur hak Paten,
HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual), atau tuntutan dari pihak yang ditiru. Jadi
apabila Anda ingin melakukan Clonner, jiplaklah fungsi dan tujuan penggunaan
produknya, bukan merek, bentuk dan kemasannya.

f. Subtitute: Menjadi produk pengganti. Cara ini juga efektif bila Anda memulai bisnis
di mana pasar sudah cukup besar dengan menjadi produk pengganti dari produk
pesaing yang paling besar atau yang menengah.
KEGAGALAN SEBUAH PELUANG
Banyak orang yang ingin memulai bisnis, bahkan ada yang sudah memutuskan bisnis
apa yang akan dibangunnya, akan tetapi ketika peluang itu telah ada didapan mata peluang itu
hanyadilihat, dipikirkan, diutak atik, dihitung dan terus dipelajari semantara orang lain sudah
berlarikencang mendahuluinya.
Peluang pun gagal untuk didapatkan. Hal-hal seperti ini memang seringkali
menyakitkan danmenyesakkan dada. Untuk itulah selain Anda harus memilki konsep yang
matang juga harus memiliki keberanian untuk segera memulai, sehingga Anda dapat
menjalankan usaha dengan perhitungan baik dengan kegesitan yang tinggi pula. Untuk itulah
Anda harus menjadi seorang smart entrepreneur yang terasah, sehingga Anda memiliki intuisi
yang tajam untuk memanfaatkan semua peluang yang dapat Anda temukan. Kegagalan
sebuah peluang itu bisa berawal dari beberapa hal, antara lain:
1. Tidak Segera Mengambil Keputusan
Peluang itu lewat begitu saja, terkadang Anda mengetahuinya tetapi dilewatkan begitu
saja atau bahkan Anda tidak menyadari ada sebuah peluang yang bisa dimanfaatkan.

2. Waktunya Sudah Lewat (kadaluarsa) Tidak Efektif Lagi


Peluang itu memiliki waktu dan masa. Terkadang bisa lama, bisa juga singkat. Jadi, Anda
juga perlu melihat apakah Anda harus mengambil keputusan sekarang atau nanti.

3. Survei Tidak Akurat, Hanya Persepsi Anda Saja


Terkadang Anda sudah siap, waktu juga tepat, namun survey yang Anda lakukan tidak
akurat. Ini Akan membuat peluang itu juga tidak akurat atau menjadi meleset. Ternyata
yang Anda kira tidak sesuai dengan kondisi pasar yang sesungguhnya.

4. Diambil Orang
Ingatlah bahwa banyak orang berfikir sama seperti Anda. Jadi, janganlah menganggab
bahwa Anda menjadi orang pertama, sehingga Anda merasa aman dan tenang-tenang
saja. Anda harus tetap berinovasi agar orang lain tidak mengambil kesempatan yang
telah anda miliki.

5. Tidak Ada Strategi yang Jelas Beserta Konsepnya


Apa bila ini terjadi maka yang terjadi adalah Bisnis Anda akan gagal sebelum
berkembang. Saat Anda mendapat peluang memang rasanya luar biasa, namun yang
lebih sulit adalah Mewujudkan impian Anda. Jadi Anda harus memiliki prinsip Be
Smarter Not Harder.Hal yang perlu Anda ingat, peluang seperti sebuah benih, yang
mebutuhkan iklim, tanah, cuaca,dan lingkungan yang baik. Anda membutuhkan strategi dan
taktik untuk membuat biji itu tetap tumbuh dengan baik. Anda membutuhkan keteguhan hati
untuk tetap menyirami, manjaganya dari hama (persaingan), memupuknya agar biji itu dapat
tumbuh dan tidak rusak.
B.PENGELOLAAN USAHA DAN STRATEGI

Setelah pemahaman mengenai peluang usaha bagi pemula selesai kita diskusikan, tiba
saatnya kita mendiskusikan mengenai bagaimana mengelola usaha yang telah kita tetapkan
dan mulai. Pada dasarnya, keputusan memulai usaha harus diikuti dengan tanggung jawab,
kesungguhan, dan konsistensi di dalam mengelola usaha. Ide usaha yang brilian, dukungan
modal yang cukup, serta peluang usaha yang menjanjikan, tidak akan banyak berguna apabila
pada tahap selanjutnya, usaha tersebut tidak dikelola dengan baik, dalam arti serius,
bertanggung jawab, dan konsisten.

Beberapa alasan mengapa usaha kita, perlu dikelola dengan baik :

1. Karena kita harus konsisten dengan niat awal kita


2. Karena kita tidak sendirian, yang ingin sukses itu banyak, dan seringkali kita harus
saling berkompetisi untuk meraihnya
3. Karena dalam usaha tersebut telah tertanam investasi, dan seringkali dalam jangka
panjang dan tidak jarang milik orang lain, yang harus dipertanggung jawabkan
4. Karena ada opportunity cost (biaya kehilangan kesempatan) yang harus
dipertanggung jawabkan
5. Karena banyak pihak yang tergantung dan telah berkorban untuk usaha kita
6. Karena, meski semua kebutuhan usaha berasal dari kita sendiri, namun sumber daya
yang kita miliki serba terbatas
7. Karena di dunia ini penuh dengan ketidakpastian
8. karena dikelola dengan baik saja belum menjamin bahwa usah kita akan berhasil,
apalagi dikelola dengan asal-asalan ?

Struktur Organisasi

Kebutuhan akan struktur organisasi tidak memandang apakah usaha kita besar atau
kecil, apakah karyawan kita banyak atau sedikit, apakah omset kita banyak atau sedikit, dan
seterusnya. Kebutuhan akan struktur organisasi mutlak bagi setiap usaha, meskipun dengan
intensitas dan kompleksitas yang berbeda.

Struktur organisasi bagi usaha pemula, tidakperlu disusun dengan rumit, cukup
sederhana saja, yang penting dapat mengakomodir setiap aktivitas dalam usaha. Mengapa
struktur organisasi penting ?

1. Karena kita tidak mungkin beraktivitas sendirian


2. Karena setiap aktivitas dalam organisasi usaha kita, harus ada yang melaksanakan,
harus ada yang mengatur, dan harus ada yang bertanggung jawab.
3. Karena perlu ada pembagian tugas dan delegasi wewenang dan pekerjaan yang jelas
4. Karena adanya kejelasan, kepastian, dan kesungguhan organisasi
5. Karena tuntutan efektifitas dan efisiensi kerja
Fungsi Produksi

Mengapa fungsi produksi sangat penting dalam pengelolaan usaha ? Jawabannya adalah
karena:

1. Banyak nilai kekayaan perusahaan akan tertanan dalam aktivitas produksi


2. Sebagian besar sumber daya manusia akan beraktivitas di bagian produksi ini
3. Karena fungsi produksi adalah 'jantung'nya usaha kita
Pertanyaan-pertanyaan yang biasanya mengawali dan terjadi dalam aktivitas produksi adalah
:

Apa yang akan diproduksi ?


Berapa jumlah yang akan diproduksi ?
Bagaimana memproduksinya ?
Dimana produksi akan dilakukan ?
Kapan produksi akan dimulai dan kapan harus selesai ?
Siapa yang akan melaksanakan produksinya ?

Pertanyaan-pertanyaan lain yang selanjutnya mucul adalah :

Bagaimana cara menghitung jumlah produksi yang optimal ?


Darimana dan bagaimamana bahan baku dapat diperoleh ?
Berapa biaya produksi yang akan terjadi ?
Perlukan menggunakan kemajuan teknologi untuk menunjang proses produksi ?
Apa yang harus dilakukan agar fungsi-fungsi lain dalam perusahaan dapat mendukung
?
Dan seterusnya.......

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan fungsi produksi ini adalah :

1. Pentingnya informasi pasar


2. Pengendalian persediaan
3. Penendalian Proses Produksi
4. Pemeliharaan peralatan dan mesin
5. Pengendalian mutu
6. Penelitian dan pengembangan produk
Pengendalian Fungsi Pemasaran
Kegiatan pemasaran tidak kalah pentingnya dengan kegiatan lainnya dalam
organisasi. Dengan serangkaian kegiatan pemasaran-lah produk akan sampai ke tangan
konsumen, yang pada akhirnya akan dapat memberikan keuntungan dan kelangsungan usaha.
Banyak usaha yang mampu memproduksi barang atau jasa dengan jumlah dan kualitas yang
baik, namun gagal memasarkannya, dan bila ini terjadi tidak ada gunanya sebuah usaha
berdiri.

Aktivitas penmasaran pokok yang sebaiknya diperhatikan adalah :

Memahami kebutuhan pasar Riset pasar


Memahami kemampuan dalam memenuhi pasar
Strategi Merk dan Kemasan
Strategi pemasaran yang akan digunakan, termasuk di dalamnya promosi dan
penetapan harga
Distribusi pemasaran yang dipilih, termasuk di dalamnya cara pembayaran dan
pengiriman barang
Pelayaman Purna jual

Pengendalian Fungsi Keuangan


Pengelolaan keuangan menjadi sangat penting, mengingat kelanjaran dan
keberlangsungan usaha, sangat tergantung dari lancar tidaknya kewajiban dan hak keuangan
di perusahaan kita. Namun demikian, saat ini masih banyak pengusaha pemula kurang
memperhatikan pencatatan dan pengelolaan keuangan secara tertib dan benar. Bisanya yang
terjadi adalah bahwa transaksi keuangan, baik itu akibat dari terjadinya transaksi pembelian
bahan baku, biaya transportasi, biaya operasional lainnya, hasil penjualan; hanya ditangani
berdasarkan catatan sederhana yang tidak teratur pengelolaannya, misalkan saya dalam sobek
kertas, buku kecil yang tidak memiliki format standar, atau bahkan ada yang masih
berdasarkan ingatan. Akibatnya adalah :

Tidak semua transaksi keuangan terdeteksi, tercatat, dan terhitung dengan benar,
sehingga pada gilirannya perusahaan tidak tahu dengan tepat, berapa sesungguhnya
biaya (uang keluar) yang terjadi dan berapa sesungguhnya pendapatan (uang masuk)
yang terjadi apakah kita rugi, impas, atau untung. Begitu pula dengan sumber dari
biaya dan pendatan tersebut. Kesulitan ini akan semakin menjadi-jadi apabila
semakin hari, transaksi yang terjadi semakin banyak dan besar.
Pada saat kita bermaksud mengajukan kredit ke Bank atau investor misalnya, kita
tidak dapat atau akan kesulitan dalam menunjukkan kinerja keuangan usaha kita
selama ini
Kita tidak dapat mendeteksi kemungkinan-kemungkinan terjadinya kekeliruan atau
kecurangan yang mungkin terjadi, berkaitan dengan masalah keuangan
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mengelola keuangan antara lain adalah :

a. Membiasakan membuat catatan yang jelas dan teratur tentang arus keluar masuk
uang, kapan terjadinya, berapa nilainya, dari mana dan untuk apa, siapa yang
menyerahkan dan menerimanya
b. Membiasakan memeriksa ulang dan silang secara rutin maupun periodik, terhadap
bukti-bukti transaksi dan hasil pencatatannya
c. Biasankan memisahkan antara transaksi dan harta pribadi dan perusahaan
d. Biasanya membuat anggaran pengeluaran dan pemasukan
e. Biasakan menggunakan jasa perbankan untuk memudahkan pengelolaan keuangan,
khususnya untuk keperluan pembayaran dan penerimaan

Beberapa catatan keuangan utama yang harus dilakukan secara benar, tertib, dan terus
menerus antara lain adalah :

a. Catatan arus kas, yang menggambarka keluar masuknya uang selama periode tertentu,
bisa harian, mingguan atau bulanan
b. Laporan Laba Rugi, yang menggambarkan kondisi perusahaan dalam suatu periode
tertentu, apakah selama periode tersebut menderita rugi atau mendapatkan keuntungan
c. Laporan Neraca, yang mengambarkan nilai kekayaan perusahaan dalam periode
tertentu, dan dari mana kekayaan tersebut berasal.
d. Laporan tentang kesehatan dan kondisi keuangan perusahaan dalam periode tertentu.
Biasanya laporan ini berisiti tentang :
kondisi likuiditas, yang menggambarkan kemampuan perusahaan dalam
memenuhi kewajiban keuangan yang harus segera dipenuhi
kondisi solvabilitas, yang menggambarkan kemapuan perusahaan dalam
memenuhi kewajiban keuangan dalam jangka panjang
kondisi rentabilitas, yang menggambarkan kemapuan perusahaan dalam
menghasilkan keuntungan
kondisi ROI (return on investment), yang menggambarkan seberapa besar tingkat
pengembalian dari investasi yang telah ditanamkan

Pengendalian Fungsi Administrasi dan Pembukuan


Sama dengan fungsi yang lain, adminitrasi dan pembukuan yang baik akan membantu
perusahaan dalam hal :

a. Menginventarisir berbgai hal tentang perusahaan, seperti kekayaan, jumlah karyawan,


macam produk, pemasok, pelanggan, dll.
b. Mengevaluasi kinerja perusahaan
c. Pemberian reward bagi yang prestasi dan hukuman bagi melakukan kesalahan
d. Pelaporan kepada pihak-pihak luar dan yang berkepentingan
e. Mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki
Memelihara dan Pengembangan Usaha
Sudah menjadi rahasia umum, bahwa mempertahankan, menjaga, jauh lebih sulit dari
pada membuat. Dijaha, dipertahankan saja seringkali usaha kita tetap gagal, apalagi kita
biarkan saja. Tidak puas terhadap kondisi yang telah ada dan dicapai tidak dapat selalu
diartikan serakah, namun dalam usaha harus diartikan sebagai wujud dari prinsip Going
Concern, yang kurang lebih berarti bahwa kita harus punya anggapan bahwa usaha kita akan
hidup dan berlangsung selamanya. Dengan konsep itu kita selain harus menjaga apa yang
telah kita mulai, kita juga dituntut untuk selalu mengembangkannya, inilah yang di awal
tulisan ini kita sebut sebagai konsisten dalam berusahan.

Menjaga dan memelihara memang wajib dilakukan, mengingat perjuangan dan


pengorbanan yang telah kita lakukan untuk usaha kita, tidaklah sedikit bahkan sering
diwarnai dengan jatuh bangunnya hidup kita. Sementara itu pengembangan juga harus
dilakukan sebagai upaya kongkrit dari keinginan kita untuk berhasil dan tambah sukses.
Aspek pengembangan usaha yang perlu dilakukan sebaiknya meliputi :

a. Pengembangan usaha inti, berupa pengembangan produk dan layanannya


b. Pengembangan pasar sasaran
c. Pengembangan efektifitas dan efisiensi proses produksi
d. Pengembangan efektifitas dan efisiensi adminiistrasi
e. Pengembangan SDM yang dimiliki, yang dapat dilakukan dengan penyegaran,
pelatihan, rotasi, kompensasi, dan tindakan riil lainnya

Sumber gagasan untuk pengembangan usaha dapat berasal dari dalam perusahaan sendiri
maupun dari pihak luar perusahaan.

a. Sumber Internal

Bagian penelitian dan pengembangan, yang memang memiliki tugas mengembangan


produk dan melakukan inovasi untuk menghasilkan ide-ide produk (barang dan atau
jasa) baru
Konsultan pemasaran yang bekerja untuk perusahaan. Perusahaan juga dapat
menyewa konsultan untuk mendapatkan masukan mengenai ide-ide baru berkaitan
dengan produk yang akan diproduksi
Tenaga penjual. Seperti diketahui bahwa tenaga penjualah yang selama ini
berhubungan langsung dengan konsumen, sehinga dari merekalah diharapkan ada
masukan menganai keinginan-keinginan konsumen terhadap produk perusahaan.
Keinginan konsumen itulah yang akan dijadikan dasar bagi pengembangan produk
baru perusahaan.
Peran aktif dari seluruh pihak yang ada dalam perusahaan. Setiap bagian dari
perusahaan seharusnya dapat memiliki peran dalam upaya mendapatkan ide dan
masukan mengenai produk yang akan dihasilkan oleh perusahaan.
b. Sumber eksternal
Kecenderungan pasar. Dalam upaya menghasilkan dan mengembangkan produk yang
telah ada, perusahaan yang bijaksana seharusnya juga memperhatikan kecenderungan
pasar yang sedang terjadi, karena itu peluang
Produk yang dikeluarkan oleh pesaing. Mencontoh produk pesaing adalah aktivitas
pengembangan produk yang paling mudah dilakukan, perusahaan tidak perlu bekerja
keras mengumpulkan dan memilih ide, perusahaan tinggal mencontoh produk pesaing
yang ada. Meskipun tindkan ini paling mudah dilakukan, namun perlu diwaspadai
akan dampak negatif dari tindakan ini, yakni vonis pembajakan atau turunnya nilai
perusahaan.
Masukan / komplain dari pelanggan. Seringkali dalam kemasan produk, perusahaan
mencantumkan nomor pengaduan konsumen (Customer service center). Hal ini
dimaksudkan agar perusahaan dapat mendengar langsung bagaimana respon
konsumen terhadap produk yang dihasilkan dan dikonsumsi konsumen, serta apa
masukan konsumen akan hal tersebut.
Hasil Peramalan. Mendapatkan ide dari peramalan merupakan upaya lain dari
perusahaan dengan memanfaatkan data masa lalu yang dimiliki perusahaan. Meskipun
hasilnya sangat relatif dan dipengaruhi oleh keteresdiaan dan dan metode peramalan
yang digunakan, namun cara ini cukup membantu perusahaan.

Yang tidak boleh kita lupakan dalam mengelolan usaha adalah kesadaran untuk mulai secara
bertahap memanfaatkan kemajuan teknologi, baik itu pemanfaatan komputer untuk aktivitas
perusahaan, pemanfaatan telepon seluler untuk pemasaran, pemanfaatan teknologi internet
untuk pemasaran, dan sejenisnya.
BAB III

KESIMPULAN

Untuk menjadi Entrepreneurship harus merencanakan secara matang dan tersusun


secara rapi,kita sebagai generasi muda harus membaca peluang usaha yang sedang trend dan
bisa mengembangkannya semaksimal mungkin. Memulai usaha di zaman sekarang memang
tidaklah mudah dibutuhkan keseriusan,perencanaan yang matang membutuhkan konsep
usaha yang mengikuti zaman (tidak kuno) dengan sasaran konsumen yang tepat.
Entrepreneurship bukanlah sekedar membuka suatu usaha tetapi terus mengembangkan
peluang-peluang usaha yang lagi trend dimasanya. Jadi asal dari peluangitu adalah
kesempatan yang terjadi dan berkembang menjadi ide bagi seseorang.
DAFTAR PUSTAKA
Buchari Alma, 2001, Kewirausahaan, Alfabeta

Masud Machfoedz dan Mahmud Machfoedz, 2006, Kewirausahaan, Metode, Manajemen,


dan Implementasi

Dasar-dasar kewirausahaan , ir hendro , mm, erlangga 2011