Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN TETAP PRAKTIKUM

KIMIA ORGANIK

Disusun Oleh :
NAMA MAHASISWA :
1. ANGGUN PRATIWI NIM. 061640411589
2. AYU DWI .HARLIYANI NIM. 061640411590
3. BAIRUNI HIMANTANDRA NIM. 061640411591
4. ELBI ZALITA.P.B. NIM. 061640411593
5. FATHUL WAHAB NIM. 061640411594
6. FEBRY VERONICA NIM. 061640411595
7. HERY YANSYAH NIM. 061640411596
8. ICA MONIKA NIM. 061640411597
9. JENNY HILMASARI NIM. 061640411925
10. LEILA UTARINA NIM. 061640411599
11. MITHA PRATIWI NIM. 061640411600
12. NOVIANTI NIM. 061640411932

KELAS/KELOMPOK : 2 EGB/ 1
JUDUL PRAKTIKUM : PEMBUATAN ETANOL GEL
TANGGAL PRAKTIKUM : 3 MEI 2017
INSTRUKTUR : Ir. FATRIA.,M.T

JURUSAN TEKNIK KIMIA


PROGRAM STUDI DIPLOMA IV TEKNIK ENERGI
POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA
TAHUN AJARAN 2016/2017
PEMBUATAN ETHANOL GEL
SEBAGAI BAHAN BAKAR PADAT ALTERNATIF
DENGAN BAHAN KALSIUM ASETAT/ HPMC

I. TUJUAN PERCOBAAN
Mahasiswa dapat memahami dan melakukan proses pembuatan etanol gel
sebagai bahan bakar padat.

II. ALAT DAN BAHAN YANG DIGUNAKAN


Alat yang digunakan :
1. Gelas kimia
2. Gelas ukur
3. Kaca arloji
4. Pipet ukur
5. Bola karet
6. Magnetic stirrer
7. Hot plate
8. Spatula
9. Pengaduk
10. Botol aquadest

Bahan yang digunakan :


1. Ethanol 60 % dan 70 %
2. CMC
3. NaOH
4. Aquadest

III. DASAR TEORI


Ethanol gel memiliki beberapa kelebihan dibanding bahan bakar
padat parafin yaitu terbaharukan, selama pembakaran tidak berasap, tidak
menimbulkan jelaga, tidak menghasilkan gas berbahaya, bersifat non
karsinogenik dan non korosif. Bentuknya gel memudahkan dalam
pengemasan dan pendistribusian. Ethanol gel sangat cocok digunakan
untuk pemanas pada saat pesta, pada saat berkemah, dan untuk keperluan
tentara. Untuk membuat ethanol gel dibutuhkan pengental berupa tepung,
seperti kalsium asetat, atau pengental lainnya seperti xanthan gum,
carbopol dan berbagai material turunan selulosa. Untuk pengental jenis
carbopol dibutuhkan air untuk membentuk struktur gel yang diinginkan.
Pada carbopol, pH sangat berpengaruh dalam pembentukan gel, carbopol
terbentuk gel dengan kisaran pH 5-7 dan pH dapat diatur pada nilai yang
netral, sifat gel dapat dirusak dengan nilai pH yang berlebih yaitu
menggunakan basa sederhana anorganik, seperti sodium, ammonium, atau
potassium hidroksida atau garam basa seperti sodium carbonat.
Variabel variabel proses saat pembuatan ethanol gel yang
mungkin berpengaruh terhadap karakteristik gel yang dihasilkan antara
lain: kadar etanol, jumlah penambahan carbopol, pH campuran dan
pengadukan. Karena etanol bersifat asam dan carbopol efektif pada
rentang pH 5-7 maka pH campuran dikendalikan dengan penambahan
NaOH. Etanol, disebut juga etil alkohol, alkohol murni, alkohol absolut,
atau alkohol saja. Merupakan sejenis cairan yang mudah menguap, mudah
terbakar, tak berwarna, dan merupakan alkohol yang paling sering
digunakan dalamkehidupan sehari-hari.

Etanol merupakan senyawa alkohol yang diperoleh lewat proses


fermentasi dengan bantuan mikroorganisme. Bahan baku pembuatan
etanol dapat berupa ubi kayu, jagung, ubi jalar, dan tebu. Semuanya
merupakan tanaman penghasil karbohidrat yang sangat mudah ditemukan
di Indonesia karena iklim dan keadaan tanah Indonesia yang mendukung
pertumbuhan tanaman tersebut. Di Indonesia, ubi kayu dinilai sebagai
sumber karbohidrat yang paling potensial untuk diolah menjadi etanol. Hal
ini karena ubi kayu memiliki daya tahan yang tinggi terhadap penyakit,
dapat diatur waktu panennya serta dapat tumbuh di tempat yang kurang
subur. Namun, kadar patinya tergolong rendah (30%) dibandingkan
dengan jagung (70%) dan tebu (55%) (Agil,2007).

Dalam sejarahnya etanol telah lama digunakan sebagai bahan


bakar. Etanol adalah salah satu bahan bakar alternatif (yang dapat
diperbaharui) yang ramah lingkungan yang menghasilkan gas emisi
karbon yang lebih rendah dibandingkan dengan bensin atau sejenisnya.
Etanol jelas lebih menguntungkan karena lebih ramah lingkungan dan
bahan bakar alternatif yang satu ini dapat diperbaharui (renewable).

Sifat-sifat fisis etanol (Perry,1984) :


1. Rumus molekul : C2H5OH
2. Berat molekul : 46,07 gram / mol
3. Titik didih pada 1 atm : 78.4C
4. Titik beku : -112C
5. Bentuk dan warna : cair tidak berwarna
6. Spesifik gravity : 0,786 pada 20C

Sifat-sifat kimia etanol (Vogel,1985) :


1. Bersifat hidrofob
2. Rantai karbon cukup panjang
3. Untuk minuman diperoleh dari peragian karbohidrat
IV. PROSEDUR KERJA

1. Memasukkan ethanol gel 70% sebanyak 50 ml kedalamgelas


kimia.
2. Mengaduk ethanol gel 70% dalamgelas kimia dengan keepatan 100
rpm sambil menambahkan karbopol 1,8 gram seacara perlahan-
lahan.
3. Menutup gelas berisi campuran ethanol 70 % dan carbopol tadi dan
melanjutkan pengadukan selama 45 menit.
4. Menambahkan NaOH 1 M sebanyak 5 ml sehingga terbentuk
etanol gel
5. Mengulangi langkah diatas untuk jumlah carbopol yang berbeda.
6. Mengulangi percobaan diatas dengan ethanol 65 %
ANALISA HASIL
A. Analisa Kualitatif
1. Mengambil etanol gel sebanyak 5 gram dimasukkan
kedalam cawan porselen.
2. Membakar etano gel tersebut.
3. Mengamati nyala api dari hasil pembakaran etanol gel
tersebut.
Analisa Warna Nyala
1. Mengambil ethanol gel 5 gram dimasukkan kedalam cawan
porselen.
2. Membakar etanol gel tersebut.
3. Mengamati warna nyala dari hasil pembakaran ethanol gel
tersebut.

B. Analisa Kuantitatif
Lama Waktu Penyalaan
1. Mengambil ethanol sebanyak 5 gram kedalam cawan
porselen.
2. Menyiapkan stopwatch.
3. Membakar etanol tersebut bersamaan dengan menghidukan
stopwatch.
4. Mematikan stopwatch apabila ethanol gel sudah terbakar.
V. TABEL PENGAMATAN

No Perlakuan Pengamatan
1 Memasukkan ethanol 96 Warna : Tidak berwarna / bening
% kedaam gelas kimia Bau : Khas Ethanol
sebanyak 100 ml
2 Ethanol 96% 100 ml + Warna : Larutan berubah menjadi
1,6 gram CMC diaduk keruh
dengan kecepatan 100 Bau : Khas ethanol
rpm
3 Pengadukan Warna : Putih keruh dan sedikit
menggunakan stirer Kental
selama 45 menit Bau : sedikit berkurang
4 Penambahan NaOH 1 M Warna : Putih keruh. Pada lapisan atas
0,2 gram dan pada lapisan bawah
terdapat endapan seperti bubur

VI. PERHITUNGAN
Dik :
M NaOH =1M
Volume = 5 ml
BM = 40 gr/mol
Dit :
Gr......?
Penyelesaian :
Gr = M BM V
= 1 mol/l 40 gr/ml 0,005 l
= 0,2 gram
VII. ANALISIS PERCOBAAN

Pada praktikum kali ini kami melakukan percobaan pembuatan


ethano gel sebagai bahan bakar padat alternatif dengan bahan kalsium
asetat atau HPMC ( Hidroxy Propil Methil Celluose ). Ethanol gel
memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan bahan bakar padat
parafin dan sejenisnya, yaitu sebagai bahan bakar alternatif yang selama
pembakaran tidak berasap, tidak menghasilkan gas berbahaya,
menghasilkan as emisi karbon yang lebih rendah, bersifat
nonkarsinogenik dan non korosif. Selain itu ethanol gel juga ramah
lingkungan serta merupakan bahan bakar alternatif yang dapat diperbarui
(Renewable).

Pada percobaan ini, kami melakukan beberapa tahap. Langkah


pertama yang kami lakukan yaitu memipet ethanol 96% sebanyak 100 ml
dan dimasukkan kedalam gelas kimia. Setelah itu ethano 96% diaduk
menggunakan stirrer dengan kecepatan 100 rpm sambil menambahkan
karbopol atau CMC secara perlahan-lahan sebanyak 1.6 gram kedalam
ethanol gel 96%. Larutan diaduk selama 45 menit dengan bantuan stirrer.
Setelah 45 menit pengadukan, larutan berubah warna menjadi putih keruh
dan larutan sedikit mengental.

Setelah pengadukan larutan kemudian menambahkan NaOH 1 M


kedalam larutan. Ketika dilakukan penambahan ethanol,larutan terbagi
menjadi dua lapisan. Pada lapisan pertama merupakan larutan yang
berwarna putih keruh, sedangkan lapisan dibawah membentuk endapan
seperti bubur sehingga tidak berbentuk gel. Variabel-variabel proses saat
pembuatan ethano gel yang mungkin memperngaruhi terhadap
karakteristik gel yang dihasilkan antara lain kadar ethanol, jumlah
penambahan CMC, Ph campuran dan dipengaruhi oleh pengadukan.

Pada percobaan kali ini, dapat dikatakan gagal karena ethanol yang
didapatkan tidak dalam bentuk gel melainkan endapan putih yang
menyerupai bubur. Endapan tersebut berada pada lapisan bawah larutan
setelah penambahan 1 M NaOH. Karena tidak terbentuknya ethanol gel,
maka kami tidak bisa meneruskan praktiknya untuk melakuka analisa
secara kualitatif dan kuantitatif.
VIII. KESIMPULAN

Dari percobaan yang kami lakukan dapat disimpulkan bahwa :

1. Ethanol merupakan senyawa alkohol yang diperoleh dari proses


fermentasi dengan bantuan mikroorganisme.
2. Penambahan NaOH 1 M bertujuan untuk mengubah OH campuran
menjadi semakin tinggi karena gel akan terbentuk jika Ph
campuran meningkat.
3. Faktor yang memperngaruhi
Kadar Alkohol
Jumlah zat pengental
Pengadukan
Ph Campuran
4. Data yang didapat
Gr NaOH 1 M = 0,2 gr
DAFTAR PUSTAKA

Penuntun Praktikum Kimia Organik.2017.Pembuatan Ethanol Gel sebagai


Bahan Bakar Padat Alternatif.Politeknik Negeri Sriwijaya:Palembang.
LAMPIRAN ( GAMBAR ALAT)

Pipet Ukur Gelas Kimia

Bola Karet Botol Semprot

Gelas Ukur Kaca Arloji


Magnetic dan Stirrer Spatula

Batang Pengaduk