Anda di halaman 1dari 4

Hipertiroid

Definisi
Merupakan manifestasi klinis dari kelebihan triiodothyronine (T3) atau thyroxine (T4)
dalam sirkulasi.

Epidemiologi
Hipertiroid lebih sering terjadi pada wanita dibandingkan dengan laki-laki.

Etiologi

Penyebab tersering hipertiroidisme adaiah penyakit Graves. Ini adalah suatu


penyakit autoimun di mana tubuh secara salah menghasilkan long-acting thyro:id
stimulator (LATS), yaitu suatu antibodi yang sasarannya adalah reseptor TSH di sel
tiroid. Meskipun lebih jarang, hipertiroidisme dapat terjadi karena TRH atau TSH
yang berlebih atau berkaitan dengan tumor tiroid yang menyebabkan hipersekresi.

Patofisiologi

Sekresi TSH yang berlebihan akibat defek hipotalamus atau hipofisis anterior
akan jelas disertai oleh gondok dan sekresi berlebihan T3 dan T4 karena stimulasi
pertumbuhan tiroid yang berlebihan. Karena kelenjar tiroid dalam situasi ini juga
mampu berespons terhadap kelebihan TSH disertai peningkatan sekresi hormon maka
akan terjadi hipertiroidisme.
Pada penyakit Graves, LATS merangsang sekresi dan pertumbuhan tiroid
sama dengan yang dilakukan oleh TSH sehingga akan terjadi peningkatan produksi
hormon tiroid. Tingginya kadar T3 dan T4 dapat menghambat hipofisis anterior, maka
sekresi TSH itu sendiri rendah. Namun, tidak seperti TSH, LATS tidak dipengaruhi
oleh inhibisi umpan balik hormon tiroid sehingga sekresi dan pertumbuhan tiroid
berlanjut tanpa kendali walaupun hormon TSH dalam jumlah yang sedikit.
Hipertiroidisme juga dapat terjadi karena aktivitas berlebihan tiroid tanpa
overstimulasi, misalnya karena tumor tiroid yang tak terkendali, tidak disertai oleh
gondok. Sekresi spontan T3 dan T4 dalam jumlah berlebihan akan menekan TSH
sehingga tidak ada sinyal stimulatorik yang mendorong pertumbuhan tiroid.
Manifestasi klinis
Pasien hipertiroid dapat mengalami peningkatan laju metabolik basal.
Meningkatnya produksi panas menyebabkan keringat berlebihan dan intoleransi
panas. Meskipun nafsu makan dan asupan makanan meningkat yang terjadi sebagai
respons terhadap meningkatnya kebutuhan metabolik namun berat tubuh biasanya
turun karena tubuh menggunakan bahan bakar jauh lebih cepat. Terjadi penguraian
simpanan karbohidrat, lemak, dan protein.
Berkurangnya protein otot menyebabkan tubuh lemah. Berbagai keiainan
kardiovaskular dilaporkan berkaitan dengan hipertiroidisme, disebabkan baik oleh
efek langsung hormon tiroid maupun interaksinya dengan katekolamin. Kecepatan
denyut dan kekuatan kontraksi dapat meningkat sedemikian besar sehingga individu
mengalami palpitasi (jantung berdebar-debar). Pada kasus yang parah, jantung
mungkin tidak sanggup memenuhi kebutuhan metabolik tubuh meskipun curah
jantung meningkat. Efek pada SSP ditandai oleh peningkatan berlebihan kewaspadaan
mental hingga ke titik di mana pasien mudah tersinggung, tegang, cemas, dan sangat
emosional.
Gambaran mencolok pada penyakit Graves tetapi tidak dijumpai pada
hipertiroidisme jenis lain adalah elsoftalmos (mata menonjol). Terjadi pengendapan
karbohidrat kompleks penahan air di belakang mata, meskipun mengapa hal ini dapat
terjadi masih belum diketahui. Retensi cairan yang terjadi mendorong bola mata ke
depan sehingga menonjol dari tulang orbita. Bola mata dapat menonjol sedemikian
jauh sehingga kelopak tidak dapat menutup sempurna yang kemudian dapat
menyebabkan mata kering, teriritasi, dan rentan mengalami ulkus kornea. Bahkan
setelah kondisi hipertiroidnya diperbaiki, gejala mata yang mengganggu ini dapat
menetap.

Diagnosis
a. Anamnesis
Dapat ditanyakan gejala-gejala sebagai berikut :
Nervous
Adanya produksi keringat yang berlebih
Tidak tahan terhadap panas
Jantung berdebar-debar (palpitasi)
Adanya penurunan berat badan walaupun nafsu makannya meningkat
Diare
Hiperkinesia (gemetar/tremor)
b. Pemeriksaan fisik
Adanya eksoftalmus
Adanya goiter (pembesaran kelenjar tiroid)
Takikardi
Tremor
c. Pemeriksaan penunjang
Pada pemeriksaan penunjang dapat diperiksa kadar TSH serum dan kadar T4
bebas (fT4). Pada hipertiroid dapat ditemukan ganbaran adanya peningkatan fT4
dan penurunan konsentrasi TSH serum.

Tatalaksana
Tiga metode umum terapi dapat menekan kelebihan sekresi hormon
tiroid :
a) Pengangkatan dengan pembedahan sebagian dari kelenjar tiroid yang
sekresinya berlebihan
b) Pemberian iodium radioaktif yang setelah dipekatkan di kelenjar
tiroid oleh pompa iodium, secara selektif merusak jaringan kelenjar
tiroid
c) Pemakaian obat antitiroid yang secara spesiflk mengganggu sintesis
hormon tiroid. Adapun obat-obatan yang dapat diberikan salah
satunya adalah PTU (Prophylthiouracil) 200-600 mg/hari.

Selain untuk menurunkan produksi hormon tiroid, terapi yang diberikan


juga bertujuan untuk menurunkan aktivitas simpatis salah satunya dengan
memberikan beta bloker yaitu propanolol. Pemberian multivitamin, mineral
serta diet tinggi kalori dan protein juga penting untuk diberikan karena adanya
peningkatan proses metabolisme pada pasien dengan hipertiroid.