Anda di halaman 1dari 9

Sunday, December 16, 2012

Laporan Praktikum Energi Terbarukan: Biogas

PENGAMATAN UNIT BIOGAS SKALA INDUSTRI


(Laporan Kunjungan Energi Terbarukan)

Oleh :

Burhannudin (1014071059)

JURUSAN TEKNIK PERTANIAN


FAKULTAS PERTANIAN
UNIERSITAS LAMPUNG
BANDAR LAMPUNG
2012

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Biogas merupakan salah satu sumber energi baru terbarukan yang dapat di manfaatkan.
Biogas dengan bahan kotoran sapi merupakan salah satu, bahan yang baik dalam pembuatan
biogas. Terdapat tiga faktor penting yang mempengarui banyak kuantitas gas yag dihasilkan,
yaitu rasio unsur N dan C, pH dan temperatur.
Lampung merupakan salah satu provinsi yang banyak peternak sapi. Kotoran sapi yang
selama ini dibiarkan saja dapat menyebabkan polusi udara. Kotoran sapi jika ingin digunakan
untuk pupuk bagi tanaman tidak dapat langsug digunakan sebagai pupuk, harus dibiarkan dulu
beberapa minggu. Pada waktu pembiaran itulah maka membuat bau udara yang tidak sedap. Bau
udara yang tidak baik dapat mencemari lingkungan dan juga mengganggu kesehatan bagi mausia
maupun hewan.
Kotoran sapi yang telah digunaka dalam pembuatan biogas dapat dimanfaatkan untuk
pupuk. Kandungan pupuk yang digunakan untuk biogas dan tidak digunakan sama, sehingga
tidak merugikan jika ingin digunakan pupuk bagi tanaman.
Permasalahan energi diprediksi oleh para ahli akan menjadi permasalahan utama dalam
lima puluh tahun kedepan. Oleh karena itu perlu kita fikirkan suatu energi yang dapat
diperbaharui dan tidak mengganggu keseimbangan alam. Biogas merupakan energi yang sangat
baik untuk dikembangkan dalm masyarakat, selain pembuatan istalasi yang relatif murah faktor
keamanan jika memasak menggunakan biogas, juga menjadi point tambah.
1.2 Tujuan Praktikum
Adapun tujuan dari dilakukannya kunjungan ini adalah sebagai berikut:
1. Mengetahui tentang biogas berskala Industri, pemanfaat luaran dari biogas tersebut.
2. Mengetahui biaya yang dibutuhkan untuk pembuatan unit biogas Industri.
3. Membandingkan dengan unit biogas skala rumah tangga.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Definisi Biogas

Biogas merupakan gas yang dihasilkan dari hasil fermentasi bahan-bahan organik seperti,
kotoran hewan atau kotoran manusia dan disimpan di dalam tempat yang tertutup. Komponen
terbesar biogas adalah Methana (CH4, 54-80%-vol) dan karbondioksida (CO2, 20-45%-vol)
serta sedikit H2, N2 dan H2S. Biogas dapat digunakan dalam berbagai keperluan seperti
memasak, penerangan, pompa air, boiler dan sebagainya.

Bahan baku
Biogas berasal dari hasil fermentasi bahan-bahan organik diantaranya:
a. Limbah tanaman : tebu, rumput-rumputan, jagung, gandum dan lain-lain.
b. Limbah dari hasil produksi :minyak, bagas, penggilingan padi, limbah sagu.
c. Hasil samping industri : tembakau, limbah pengolahan buah-buahan dan
sayur-sayuran, dedak, kain dari tekstil, ampas tebu dari industri gula dan
tapioka, industri tahu (limbah cair).
d. Limbah perairan : alga laut, tumbuh-tumbuhan air
Penggunaan limbah sebagai bahan baku biogas memerlukan metode pengumpulan, penyiapan,
penanganan dan penyimpanan yang memadai. Pemilihan metode didasarkan pada sifat dan
jumlah bahan baku yang bervariasi. Sifat alami bahan baku
adalah padatan, semipadatan atau cairan. Sejalan dengan itu sistem penanganannya
harus sesuai dengan kondisi setempat(Anonim,2012).
2.2 Manfaat Biogas

Hasil sampingan ternak berupa limbah, semakin besar skala usaha semakin besar pula
limbah yang dihasilkan. Limbah tersebut jika tidak di kelola dengan baik, maka akan
menimbulkan pencemaran lingkungan. Oleh karena itu untuk mengatasi limbah tersebut,
diciptakan teknologi biogas yang memanfaatkan limbah ternak menjadi energi. Keuntungan dari
biogas yaitu dapat digunakan untuk memasak dan tenaga listrik, limbah dari biogas tersebut
dapat diolah menjadi pupuk padat dan cair yang dapat digunakan langsung pada tanaman.
Departemen Pertanian (2009) dijelaskan bahwa manfaat energi biogas adalah sebagai
pengganti bahan bakar khususnya minyak tanah dan dipergunakan buntuk memasak. Dalam
skala besar, biogas dapat digunakan sebagai pembangkit tenaga listrik, disamping itu produksi
biogas juga menghasilkan sisa olahan kotoran ternak yang langsung dapat digunakan sebagai
pupuk organik pada tanaman atau budidaya pertanian. Biogas mempunyai banyak manfaat.
Biogas merupakan hasil penguraian bahan organik dan menghasilkan gas yang dapat digunakan
sebagai sumber energi, baik energi listrik, gas untuk memasak, pengganti minyak
tanah(Anonim,2012).
2.3 Alat pembangkit biogas
Ada dua tipe alat pembangkit biogas atau digester yaitu :
1. Tipe terapung (floating type)
Tipe terapung dikembangkan di India yang terdiri atas sumur pencerna dan di atasnya
ditaruh drum terapung dari besi terbalik yang berfungsi untuk menampung gas yang dihasilkan
oleh digester. Sumur dibangun dengan menggunakan bahan-bahan yang biasa digunakan untuk
membuat fondasi rumah, seperti pasir, batu bata, dan semen. Karena dikembangkan di India,
maka digester ini disebut juga tipe India. Pada tahun 1978/79 di India terdapat l.k. 80.000 unit
dan selama kurun waktu 1980-85 ditargetkan pembangunan sampai 400.000 unit alat ini.

2. Tipe kubah tetap (fixed dome type)


Tipe kubah adalah berupa digester yang dibangun dengan menggali tanah kemudian
dibuat bangunan dengan bata, pasir, dan semen yang berbentuk seperti rongga yang ketat udara
dan berstruktur seperti kubah (bulatan setengah bola). Tipe ini dikembangkan di China sehingga
disebut juga tipe kubah atau tipe China (lihat gambar). Tahun 1980 sebanyak tujuh juta unit alat
ini telah dibangun di China dan penggunaannya meliputi untuk menggerakkan alat-alat pertanian
dan untuk generator tenaga listrik. Terdapat dua macam tipe ukuran kecil untuk rumah tangga
dengan volume 6-10 meter kubik dan tipe besar 60-180 meter kubik untuk
kelompok(Anonim,2012).
BAB III
METODELOGI PRAKTIKUM

Praktikum ini adalah praktikum mata kuliah Energi Terbarukan yang diajar oleh
DR.,Ir.,Agus Haryanto M.P. Pokok dari praktikum ini adalah tentang proses
pembuatan Biogas skala besar, yang dilakukan dengan cara pengamatan di Desa
Negeri Katon, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, tepatnya ke
kelompok tani PD SEMANGAT JAYA pada tanggal 11 Nopember 2012.

BAB IV
HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Pengamatan


No Hasil pengamatan Nilai Satuan
1 Luas lahan 9 ha
2 produksi perhari 45 ton
3 Pekerja 200 orang
4 Panjang kolam biogas 75 m
5 lebar kolam biogas 30 m
6 dalam kolam biogas 5 m
7 volume digester 11.250 m3
8 isian biogas 180 m/hari
9 NRT 62,5 hari

4.2 Pembahasan
Dari kunjungan kami ke daerah negeri katon tepatnya ke kelompok tani
PD SEMANGAT JAYA, kami melihat sistem biogas yang ada disana,
menurut literature bahwa Pemanfaatan biogas memegang peranan penting dalam
manajemen limbah karena metana merupakan gas rumah kaca yang lebih
berbahaya dalam pemanasan global bila dibandingkan dengan karbon dioksida.
Karbon dalam biogas merupakan karbon yang diambil dari atmosfer oleh
fotosintesis tanaman, sehingga bila dilepaskan lagi ke atmosfer tidak akan
menambah jumlah karbon diatmosfer bila dibandingkan dengan pembakaran
bahan bakar fosil. Saat ini, banyak negara maju meningkatkan penggunaan biogas
yang dihasilkan baik dari limbah cair maupun limbah padat atau yang dihasilkan
dari sistem pengolahan biologi mekanis pada tempat pengolahan limbah.
Komposisi biogas bervariasi tergantung dengan asal proses anaerobik yang
terjadi. Gas landfill memiliki konsentrasi metana sekitar 50%, sedangkan sistem
pengolahan limbah maju dapat menghasilkan biogas dengan 55-75% CH4.
Pada pemanfaatan ditempat ini biogas digunakan untuk kegiatan bertani yang ada
didalamnya, dimulai dari pabrik yang menggunakan gas ini untuk kegiatannya
seperti open aci atau untuk mengopen onggok, kemudian warga yang dapat
menggunakan gas ini untuk kehidupan sehari-hari seperti memasak dan lain-lain,
hasil outlet atau luaran digester dari pembuangan kotoran sapi ini digunakan
untuk pupuk cair bagi tanaman ladang yang ada ditempat itu.
Pada awalnya ditempat ini dari awal mula dibangun mempunyai luas 1 hektar
kemudian lambat laun tempat ini menjadi luas dan hingga sekarang mempunyai
luas 9 hektar dengan 4 pabrik aci yang tersebar diberbagai daerah. Sekarang PD
Semangat Jaya telah mempekerjakan karyawannya kurang lebih 200 orang,
tepung aci yang telah diolah rata-rata produksinya sebanyak 45 ton perhari.
Ditempat ini juga menghasilkan limbah-limbah berupa elot, limbah kulit onggok,
limbah cair hasil biogas dan limbah onggok, pada limbah kulit onggok digunakan
untuk pakan ternak sapi.
Kemudian dari sisi spesifikasi biogasnya, disini biogas ditempat ini memiliki
panjang 75 meter, lebar 30 meter, dan dalam 5 meter. Kemudian gas yang
dialirkan menggunakan pompa bertenaga diesel supaya mempunyai tekanan yang
kuat, Lalu disambung dan disalurkan menggunakan pipa ke kompor atau ke oven
aci yang ada dipabrik,
Dari perhitungan yang kami dapat bahwa volume digester yang didapat sebesar
11250 m3 atau sebesar 11.250.000 liter. Kemudian untuk isian perhari biogas
tersebut sebesar 180 m3 atau sebesar 180.000 liter/hari. Jadi NRT yang didapatkan
untuk perharinya sebesar 62,5 hari.

BAB V
KESIMPULAN

Adapun kesimpulan yang bisa diperoleh dari hasil pengamatan biogas diatas
adalah sebagai berikut :
1. Sumber utama penghasil biogas adalah berasal dari kulit singkong.
2. Isian biogas per hari yang bisa dihasilkan dari digester dengan volume 11.250 m3
adalah sebesar 180 m3.
3. Nilai NRT yang dihasilkan untuk perharinya adalah sebesar 62,5 hari.
DAFTAR PUSTAKA

http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/17642/4/Chapter%20II.pdf
http://repository.ipb.ac.id/bitstream/handle/123456789/46969/BAB%20II%20Tinjauan%20Pustak
a_%202011yus.pdf?sequence=5
http://www.alpensteel.com/article/67-107-energi-bio-gas/1049--biogas-sebagai-sumber-energi-
alternatif.html