Anda di halaman 1dari 17

MAKALAH PANEL SURYA

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Akhir Mata Kuliah Bahasa Indonesia

Oleh

Irfan Andrianto

062.0015.00017

Jurusan Teknik Elektro

Fakultas Teknologi Industri

Universitas Trisakti

Jakarta

2015
Kata Pengantar

Puji dan Syukur Penulis Panjatkan ke Hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena
berkat limpahan Rahmat dan Karunia-Nya sehingga penulis dapat menyusun
makalah ini tepat pada waktunya. Makalah ini membahas Panel Surya

Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan baik dari
bentuk penyusunan maupun materinya. Kritik konstruktif dari pembaca sangat
penulis harapkan untuk penyempurnaan makalah selanjutnya.

Akhir kata semoga makalah ini dapat memberikan manfaat kepada kita
sekalian.

Jakarta, 29 November 2017

Penulis

2
DAFTAR ISI

Kata Pengantar..................................................................................................i

Daftar Isi...........................................................................................................ii

Bab I Pendahuluan

1.1 Latar Belakang..................................................................................4

1.2 Rumusan Masalah............................................................................5

1.3 Tujuan.............................................................................................. 5

Bab II Pembahasan

2.1 Pengertian Panel Tenaga Surya........................................................ 6

2.2 Manfaat listrik tenaga surya.............................................................7

2.3 Komponen komponen tenaga surya...............................................8

2.4 Kelebihan dan Kekurangan Panel Tenaga Surya.............................11

2.5 Cara Kerja........................................................................................11

2.6 Macam Macam Aplikasi Panel Surya...........................................11

2.7 Pemasangan Panel Surya ................................................................15

Bab III Penutup

3.1 Kesimpulan......................................................................................16

3.2 Saran................................................................................................16

Daftar Pustaka .................................................................................................17

3
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Kebutuhan energi dimasa sekarang semakin dibuthkan banyak


orang,karena itu harus ada alternatif baru yang dapat menghasilkan energy yang
ramah lingkungan juga murah. Selain karena keterbatasan sumber energi dunia
juga karena terjadinya global warming atau pemanasan global. Tampaknya
masalah energi akan tetap menjadi topik yang harus dicarikan solusinya
bersama. Usaha-usaha untuk mendapatkan energi alternatif telah lama
dilakukan untuk mengurangi ketergantungan terhadap sumber daya minyak
bumi. Pemanfaatan minyak bumi diperkirakan akan habis dalam waktu yang
tidak lama jika pola pemakaian seperti sekarang ini yang justru semakin
meningkat dengan meningkatnya industri maupun transportasi. Selain itu dari
berbagai penelitian telah didapat gambaran bahwa kualitas udara telah semakin
mengkawatirkan akibat pembakaran minyak bumi.
Dalam menanggapi krisis energi yang terjadi, pemerintah mengupayakan
berbagai cara untuk mengembangkan berbagai energi alternatif. Sebagaimana
kita ketahui, Indonesia berada pada daerah khatulistiwa dan akan selalu disinari
matahari selama 10 12 jam dalam sehari. Maka potensi untuk
mengembangkan energi surya sangatlah besar. Total intensitas penyinaran rata-
rata 4,5 kWh per meter persegi perhari, matahari bersinar berkisar 2000 jam per
tahun, sehingga tergolong kaya sumber energi matahari. Data Ditjen Listrik dan
Pengembangan Energi pada tahun 1997, kapasitas terpasang listrik tenaga surya
di Indonesia mencapai 0,88 MW dari potensi yang tersedia 1,2 x
109 MW. Dengan potensi yang cukup besar tersebut diharapkan energi surya ini
dapat membantu dalam memenuhi kebutuhan energi bangsa ini dan juga
mengurangi ketergantungan kita terhadap pemakaian energi fosil.
Semua jenis polusi itu rata-rata akibat dari penggunaan bahan bakar fosil
seperti minyak bumi, uranium, plutonium, batu bara dan lainnya yang tiada
hentinya. Padahal kita tahu bahwa bahan bakar dari fosil tidak dapat
diperbaharui, tidak seperti bahan bakar non-fosil. Dengan kondisi yang sudah
sedemikian memprihatinkan, gerakan hemat energy sudah merupakan
keharusan di seluruh dunia. Salah satunya dengan hemat bahan bakar dan

4
menggunakan bahan bakar dari non-fosil yang dapat diperbaharui seperti tenaga
angin, tenaga air, energi panas bumi, tenaga matahari, dan lainnya. Duniapun
sudah mulai merubah tren produksi dan penggunaan bahan bakarnya, dari bahan
bakar fosil beralih ke bahan bakar non-fosil, terutama tenaga surya yang tidak
terbatas. Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) akan lebih diminati
karena dapat digunakan untuk keperluan apa saja dan di mana saja seperti
bangunan besar, pabrik, perumahan, dan lainnya. Selain persediaannya tanpa
batas, tenaga surya nyaris tanpa dampak buruk terhadap lingkungan
dibandingkan bahan bakar lainnya. Di negara-negara industri maju seperti
Jepang, Amerika Serikat, dan beberapa negara di Eropa dengan bantuan subsidi
dari pemerintah telah diluncurkan program-program untuk memasyarakatkan
listrik tenaga surya ini. Tidak itu saja di negara-negara sedang berkembang
seperti India dan Mongolia, promosi pemakaian sumber energi yang dapat
diperbaharui ini terus dilakukan. Untuk lebih mengetahui apa itu pembangkit
listrik tenaga surya atau kami singkat dengan PLTS maka dalam tulisan ini akan
dijelaskan secara singkat komponen-komponen yang membentuk PLTS, sistem
kelistrikan tenaga surya.

1.2 Rumusan Masalah


1. Apa kelebihan dari Panel Surya ?
2. Bagaimana cara kerja Panel Surya ?
3. Apa saja komponen komponen dari Panel Surya ?
4. Apa manfaat Panel Surya?
5. Apa aplikasi dari Panel Surya?

1.3 Tujuan

1. Mengetahui cara kerja panel surya


2. Mengetahui kelebihan dan kekurangan dari panel surya
3. Mengetahui komponen komponen dari panel surya

5
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Panel Tenaga Surya

Panel Tenaga Surya adalah alat yang terdiri dari sel surya yang
mengubah cahaya menjadi listrik. Mereka disebut surya atas Matahari atau "sol"
karena Matahari merupakan sumber cahaya terkuat yang dapat dimanfaatkan.
Panel surya sering kali disebut sel photovoltaic, photovoltaic dapat diartikan
sebagai "cahaya-listrik". Sel surya atau sel PV bergantung pada efek
photovoltaic untuk menyerap energi Matahari dan menyebabkan arus mengalir
antara dua lapisan bermuatan yang berlawanan.

Energi matahari sesungguhnya merupakan sumber energi yang paling


menjanjikan mengingat sifatnya yang berkelanjutan (sustainable) serta
jumlahnya yang sangat besar. Matahari merupakan sumber energi yang
diharapkan dapat mengatasi permasalahan kebutuhan energi masa depan setelah
berbagai sumber energi konvensional berkurang jumlahnya serta tidak ramah
terhadap lingkungan. Energi surya atau matahari telah dimanfaatkan di banyak
belahan dunia dan jika dieksplotasi dengan tepat, energi ini berpotensi mampu
menyediakan kebutuhan konsumsi energi dunia saat ini dalam waktu yang lebih
lama. Matahari dapat digunakan secara langsung untuk memproduksi listrik
atau untuk memanaskan bahkan untuk mendinginkan. Potensi masa depat energi
surya hanya dibatasi oleh keinginan untuk menangkap kesempatan. Ada
banyak cara untuk memanfaatkan energi dari matahari. Tumbuhan mengubah
sinar matahari menjadi energi kimia dengan menggunakan
fotosintesis. memanfaatkan energi ini dengan memakan dan membakar kayu.
Bagimanapun, istilah tenaga surya mempunyai arti mengubah sinar matahari
secara langsung menjadi panas atau energi listrik untuk kegunaan . dua tipe
dasar tenaga matahari adalah sinar matahari dan photovoltaic
(photo = cahaya, voltaic = tegangan). Photovoltaic tenaga matahari melibatkan
pembangkit listrik dari cahaya. Rahasia dari proses ini adalah penggunaan
bahan semi konduktor yang dapat disesuaikan untuk melepas elektron, pertikel
bermuatan negative yang membentuk dasar listrik. Total kebutuhan energi yang
berjumlah 10 TW tersebut setara dengan 3 x 1020 J setiap tahunnya.Sementara
total energi matahari yang sampai di permukaan bumi adalah 2,6 x 10 24 Joule
setiap tahunnya. Sebagai perbandingan, energi yang bisa dikonversi melalui
6
proses fotosintesis di seluruh permukaan bumi mencapai 2,8 x 10 21 J setiap
tahunnya. Jika kita lihat jumlah energi yang dibutuhkan dan dibandingkan
dengan energi matahari yang tiba di permukaan bumi, maka sebenarnya dengan
menutup 0,05% luas permukaan bumi (total luas permukaan bumi adalah 5,1 x
108 km2) dengan solar cell yang memiliki efisiensi 20%, seluruh kebutuhan
energi yang ada di bumi sudah dapat terpenuhi. Saat ini, sudah menjadi hal
umum piranti kecil, seperti kalkulator, menggunakan solar cell yang sangat
kecil. Photovoltaic juga digunakan untuk menyediakan listrik di wilayah yang
tidak terdapat jaringan pembangkit tenaga listrik. Para peneliti telah
mengembangkan lemari pendingin, yang bernama Solar Chill yang dapat
berfungsi dengan energi matahari. Setelah dites, lemari pendingin ini akan
digunakan oleh organisasi kemanusiaan untuk membantu menyediakan vaksin
di daerah tanpa listrik, dan oleh setiap orang yang tidak ingin bergantung
dengan tenaga listrik untuk mendinginkan makanan mereka. Penggunaan
sel photovoltaic sebagai desain utama oleh para arsitek semakin meningkat.
Sebagai contoh, atap ubin atau slites solar dapat menggantikan bahan atap
konvensional. Modul film yang fleksibel bahkan dapat diintegrasikan menjadi
atap vaulted, ketika modul semi transparan menyediakan percampuran yang
menarik antara bayangan dengan sinar matahari. Sel photovoltaic juga dapat
digunakan untuk menyediakan tenaga maksimum ke gedung pada saat hari di
musim panas ketika sistem AC membutuhkan energi yang besar, hal itu
membantu mengurangi beban maskimum elektrik. Baik dalam skala besar
maupun skala kecil photovoltaic dapat mengantarkan tenaga ke jaringan listrik,
atau dapat disimpan dalam sel-nya.

Jumlah penggunaan panel surya di porsi pemroduksian listrik dunia


sangat kecil, tertahan oleh biaya tinggi per wattnya dibandingkan dengan bahan
bakar fosil - dapat lebih tinggi sepuluh kali lipat, tergantung keadaan. Mereka
telah menjadi rutin dalam beberapa aplikasi yang terbatas seperti, menjalankan
"buoy" atau alat di gurun dan area terpencil lainnya, dan dalam eksperimen
lainnya mereka telah digunakan untuk memberikan tenaga untuk mobil balap
dalam kontes seperti Tantangan surya dunia di Australia.

2.2 Manfaat listrik tenaga surya

1. Hemat, karena tidak perlu memerlukan bahan bakar.


2. Dapat di pasang dimana saja dan dapat dipindahkan sesuai dengan yang
dibutuhkan.

7
3. Dapat diterapkan secara sentralisasi (PLTS ditetapkan di suatu area dan
listrik yang dihasilkan disalurkan melalui jaringan distribusi ketempat-
tempat yang membutuhkan) maupun desentralisasi (setiap system berdiri
sendiri/individual, tidak memerlukan jaringan distribusi).
4. Bersifat moduler. Kapasitas listrik yang dihasilkan dapat disesuaikan
dengan cara merangkai modul secara seri dan parallel.
5. Dapat dioperasikan secara otomatis maupun menggunakan operasi.
6. Tanpa suara dan tidak menimbulkan operasi lingkungan.

2.3 Komponen komponen yang diperlukan untuk instalasi tenaga surya


terdiri dari :

Panel surya / solar panel

Gambar 1. Panel Surya

Solar panel / panel surya mengkonversikan tenaga matahari menjadi listrik. Sel
silikon (disebut juga solar cells) yang disinari matahari/ surya, membuat photon
yang menghasilkan arus listrik. Sel silikon (disebut juga solar cells) yang
disinari matahari/ surya, membuat photon yang menghasilkan arus listrik.
Sebuah solar cells menghasilkan kurang lebih tegangan 0.5 Volt. Jadi sebuah
panel surya 12 Volt terdiri dari kurang lebih 36 sel (untuk menghasilkan 17 Volt
tegangan maksimun).
Sedangkan jenisnya Polycrystalline dan Monocrystalline. Polycristalline
Merupakan panel surya yang memiliki susunan kristal acak. Type Polikristal
memerlukan luas permukaan yang lebih besar dibandingkan dengan jenis
monokristal untuk menghasilkan daya listrik yang sama, akan tetapi dapat
menghasilkan listrik pada saat mendung. sedangkan Monocrystalline
Merupakan panel yang paling efisien, menghasilkan daya listrik persatuan luas

8
yang paling tinggi. Memiliki efisiensi sampai dengan 15%. Kelemahan dari
panel jenis ini adalah tidak akan berfungsi baik ditempat yang cahaya
mataharinya kurang (teduh), efisiensinya akan turun drastis dalam cuaca
berawan. Umumnya kita menghitung maksimum sinar matahari yang diubah
menjadi tenaga listrik sepanjang hari adalah 5 jam. Tenaga listrik pada pagi
sore disimpan dalam baterai, sehingga listrik bisa digunakan pada malam hari,
dimana tanpa sinar matahari.

Solar charge controller

Gambar 2. Solar charge controller

Solar charge controller berfungsi mengatur lalu lintas dari solar cell ke baterai
dan beban. Alat elektronik ini juga mempunyai banyak fungsi yang pada
dasarnya ditujukan untuk melindungi baterai.

Inverter

Gambar 3. Inverter

9
Inverter dalah perangkat elektrik yang mengkonversikan tegangan searah (DC
direct current) menjadi tegangan bolak balik (AC alternating current).

Baterai

Gambar 4. Baterai

Baterai berfungsi menyimpan arus listrik yang dihasilkan oleh panel surya
sebelum dimanfaatkan untuk menggerakkan beban. Beban dapat berupa lampu
penerangan atau peralatan elektronik lainnya yang membutuhkan listrik.

2.4 Kelebihan Panel Tenaga Surya

Kelebihan dari memasang panel surya:

1. Energi gratis

Matahari menyediakan bahan bakar panas yang berfungsi menyalakan


sistem komponen elektrik di rumah Anda. Hanya dengan menampung energi
panas di siang hari, Anda bisa menyimpan banyak biaya yang digunakan
untuk membayar tagihan listrik.

2. Produksi energi bersih

Berbeda dengan listrik tenaga batu bara, energi tenaga surya digerakkan
oleh panas matahari yang tidak mengeluarkan emisi gas rumah kaca
penyebab pemanasan global.

3. Insentif pemerintah

10
Masyarakat kini bisa menjual listrik ke PT PLN (Persero) jika di
rumahnya terpasang pembangkit listrik tenaga surya. Program ini dilakukan
untuk mendukung pengadaan energi listrik menggunakan tenaga surya. Akan
tetapi, kapasitas solar cell tak bisa melebihi daya terpasang dari PLN.
Contohnya, jika daya listrik PLN terpasang di rumah sebesar 30.000 watt,
maka permohonan pemasangan solar cell tak bisa melebihi daya terpasang
tersebut.

4. Mengurangi ketergantungan

Dengan memasang panel surya, secara langsung Anda juga telah mandiri
dan tidak bergantung lagi kepada PLN untuk menyuplai kebutuhan listrik
harian.

2.5 Cara Kerja


Cara kerja sel surya sendiri sebenarnya identik dengan piranti
semikonduktordioda. Ketika cahaya bersentuhan dengan sel surya dan diserap
oleh bahan semi- konduktor, terjadi pelepasan elektron. Apabila elektron
tersebut bisa menempuh perjalanan menuju bahan semi-konduktor pada lapisan
yang berbeda, terjadi perubahan sigma gaya-gaya pada bahan. Gaya tolakan
antar bahan semi-konduktor, menyebabkan aliran medan listrik. Dan
menyebabkan elektron dapat disalurkan ke saluran awal dan akhir untuk
digunakan pada perabot listrik.

2.6 Macam-macam Aplikasi Panel Surya

Pembangkit listrik

Gambar 5. Pembangkit Listrik Tenaga Surya

11
Dalam pembangkit listrik konvensional sumber energi non-terbarukan
digunakan untuk merebus air dan bentuk aliran sehingga turbin bisa berputar
dan air untuk menghasilkan listrik. Tapi dengan penerapan energi panas
matahari bisa merebus air untuk membuat uap dan memutar turbin. Panel
Surya mengkonversi sinar matahari menjadi listrik tenaga surya,
menggunakan teknologi fotolistrik dan teknologi termoelektrik dll.

Rumah

Gambar 6. Rumah tenaga surya

Penggunaan energi matahari meningkat di rumah juga. peralatan rumah


tangga dapat dengan mudah menggunakan listrik yang dihasilkan melalui
tenaga surya. Selain energi surya ini menjalankan pemanas surya untuk
memasok air panas di rumah-rumah. Melalui sel fotovoltaik dipasang di atap
rumah, energi ditangkap dan disimpan pada baterai agar bisa digunakan
sepanjang hari di rumah untuk tujuan yang berbeda.

Penggunaan komersial

Gambar 7. Penggunaan panel surya sebagai komersil

12
Pada atap-atap bangunan yang berbeda kita dapat menemukan modul PV
kaca atau jenis lain dari panel surya. Panel surya ini digunakan untuk
memasok listrik ke kantor yang berbeda atau bagian lain dari bangunan
dengan cara yang handal. Panel ini mengumpulkan energi surya dari
matahari, mengubahnya menjadi listrik dan memungkinkan kantor untuk
menggunakan daya listrik mereka sendiri untuk tujuan yang berbeda.

Sistem ventilasi

Gambar 8. Sistem ventilasi tenaga surya

Banyak tempat energi matahari digunakan untuk tujuan ventilasi. Ini


membantu dalam menjalankan fan mandi, kipas lantai, dan kipas langit di
gedung-gedung. Kipas Angin beroperasi hampir setiap kali di sebuah
bangunan untuk mengontrol kelembaban,bau dan di rumah untuk membuang
panas dari dapur. Hal ini dapat menambahkan jumlah berat pada tagihan
listrik, energi surya menjadi alternatif untuk mengurangi tagihan listrik dari
penggunaan untuk tujuan ventilasi.

Pompa power

13
Gambar 9. Pompa tenaga surya

Tenaga surya tidak hanya membantu dalam meningkatkan sistem


ventilasi di rumah Anda, tetapi dengan itu juga dapat membantu dalam
sirkulasi air dalam bangunan apapun. Anda dapat menghubungkan pompa
listrik dengan unit catu daya surya tetapi Anda harus menjalankannya pada
arus DC sehingga air beredar di seluruh rumah Anda.

Lampu Penerangan Tenaga Surya

Gambar 10. Lampu tenaga surya

Lampu ini juga dikenal sebagai pencahayaan hari, dan bekerja dengan
bantuan tenaga surya. Lampu ini menyimpan energi alami matahari di siang
hari dan kemudian mengubah energi ini menjadi listrik untuk menerangi di
malam hari. Penggunaan sistem ini mengurangi bentuk beban pembangkit
listrik lokal.

Mobil surya

14
Gambar 11. Mobil tenaga surya

Mobil surya adalah sebuah kendaraan listrik yang diisi ulang bentuk
energi surya atau sinar matahari. panel surya yang digunakan pada mobil ini
yang menyerap cahaya dan kemudian mengubahnya menjadi energi listrik.
energi listrik ini disimpan dalam baterai yang digunakan dengan mobil,
sehingga dalam waktu malam juga kita dapat mengendarai kendaraan ini.

2.7 Pemasangan Panel Surya

Panel surya mengubah tenaga sinar matahari menjadi listrik. Listrik


tersebut disimpan di dalam aki, kemudian aki menghidupkan lampu, TV, pompa
air, dan peralatan listrik lainnya.

Dalam penggunaan panel surya / solar cell untuk membangkitkan listrik


di rumah, ada beberapa hal yang perlu pertimbangkan karena karakteristik dari
panel surya / solar cell :

1. Panel surya / solar cell memerlukan sinar matahari. Tempatkan panel surya
/ solar cellpada posisi dimana tidak terhalangi oleh objek sepanjang pagi
sampai sore.
2. Panel surya / solar cell menghasilkan listrik arus searah DC.
3. Untuk efisiensi yang lebih tinggi, gunakan lampu DC seperti lampu LED.
4. Instalasi kabel baru khusus untuk arus searah DC untuk perangkat berikut ini
misalnya : lampu LED (Light Emiting Diode), TV, Charge HP, komputer,
dll.

15
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Pembangkit listrik tenaga surya itu konsepnya sederhana. Yaitu


mengubah cahaya matahari menjadi energi listrik. Cahaya matahari merupakan
salah satu bentuk energi dari sumber daya alam. Sumber daya alam matahari ini
sudah banyak digunakan untuk memasok daya listrik di satelit komunikasi
melalui sel surya. Sel surya ini dapat menghasilkan energi listrik dalam jumlah
yang tidak terbatas langsung diambil dari matahari, tanpa ada bagian yang
berputar dan tidak memerlukan bahan bakar. Sehingga sistem sel surya sering
dikatakan bersih dan ramah lingkungan.

3.2 Saran

Panel surya belum bisa menjadi energy alternatif bagi masyarakat Indonesia
dikarenakan biaya alat dan instalasinya yang masih mahal. Oelh karena itu
panel surya untuk saat ini lebih cocok untuk digunakan pada instansi, kantor
pemerintahan, sekolah atau badan badan pelayanan masyarakat. Dengan
begitu meskipun terjadi pemadaman listrik, kegiatan pelayanan masyarakat,
belajar mengajar dan pemerintahan tidak mengganggu seperti yang sering
dialami sekarang ini.

16
DAFTAR PUSTAKA

http://renewabledotenergydotconsultant.blogspot.com/, diakses tanggal 15-11-


2017
http://www.greenradio.fm/technology/energy/solar-cell/, diakses 15-11-2017
http://dunia-listrik.blogspot.com/2008/11/, diakses 17-11-2017
http://www.esdm.go.id/news-archives/, diakses tanggal 17-11-2017
http://www.litbang.esdm.go.id , diakses tanggal 19-11-2017
http://tenagasuryaku.com/2011/12/03/solar-sell/ diakses tanggal 20-11-2017
http://sentradaya.com/solar-cell/ diakses tanggal 20-11-2017
http://teknologisurya.wordpress.com/dasar-teknologi-sel-surya/prinsip-kerja-
sel-surya/ diakses tanggal 20-11-2017
https://sejarahteknologi.wordpress.com/2013/09/17/sejarah-teknologi-panel-
surya/ diakses tanggal 21-11-2017

www.solarpowernotes.com/solar-energy-applications.html

http://www.iea-pvps.org/fileadmin/dam/public/report/national/IEA-PVPS_-
_Trends_2015_-_MedRes.pdf diakses tanggal 23-11-2017

http://www.techinsider.io/best-solar-power-countries-2016-3 diakses tanggal


23-11-2017

17