Anda di halaman 1dari 31

TUGAS BESAR MKP.

PERENCANAAN DAN PERANCANGAN DESA


BERKELANJUTAN
Perencanaan Permukiman Dengan Pendekatan Konsep Ekologis
Yang Mendukung Kawasan Pariwisata Desa Gubuk Klakah
Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang

Oleh:
Nadhia Maharany Siara
I Putu Jagaditha
Virda Claudia
Luh Made Dwi Ari S.
Zahra Zakiya
Kholilurrahmat

JURUSAN PERENCANAAN WILAYAH & KOTA


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2016
DAFTAR ISI
COVER ...................................................................................................................................... i
DAFTAR ISI.............................................................................................................................. ii
DAFTAR TABEL.....................................................................................................................iii
DAFTAR GAMBAR .................................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN .......................................................................................................... 1
1.1 Latar Belakang ............................................................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah .......................................................................................................... 2
1.3 Tujuan ............................................................................................................................ 2
BAB II TINJAUAN TEORI ...................................................................................................... 3
2.1 Definisi Permukiman ..................................................................................................... 3
2.2 Tinjauan Pariwisata Alam .............................................................................................. 3
2.3 Tinjauan Ekologi Pada Permukiman .............................................................................. 3
2.3.1 Dimensi Keberlanjutan................................................................................................... 4
2.4 Kerangka Konsep Kajian ............................................................................................... 5
BAB III METODOLOGI........................................................................................................... 7
BAB IV PEMBAHASAN ......................................................................................................... 8
4.1 Karakteristik Fisik Dasar Desa Gubuk Klakah .............................................................. 8
A. Batasan administrasi dan batasan fisik Desa Gubuk Klakah ......................................... 8
B. Kondisi topografi, iklim, hidrologi dan lingkungan Desa Gubuk Klakah ..................... 8
C. Guna lahan eksisting dan potensial Desa Gubuk Klakah............................................... 8
4.2 Struktur Masyarakat Desa Gubuk Klakah...................................................................... 9
4.3 Struktur Permukiman Desa Gubuk Klakah .................................................................. 12
4.3 Struktur Ruang Desa Gubuk Klakah ............................................................................ 14
4.4 Pengembangan Desa Wisata Gubuk Klakah ................................................................ 15
4.5 Pembagian Ruang Dan Kaitan Antar Zona Di Desa Gubuk Klakah ........................... 17
4.4.1 Zona Permukiman ........................................................................................................ 21
4.6 Dampak Permukiman Desa Gubuk Klakah Terhadap Pariwisata Alam ...................... 22
BAB V KESIMPULAN........................................................................................................... 25
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................................... 257

ii
DAFTAR TABEL
Tabel 2. 1 Visi Desain Ekologis ................................................................................................ 4
Tabel 2. 2 Kerangka Konsep Kajian .......................................................................................... 5
Tabel 4. 1 Persentase Jumlah Penduduk Berdasarkan Mata Pencaharian ............................... 10
Tabel 4. 2 Data Penduduk 5 Tahun Terakhir Desa Gubuk Klakah ......................................... 10
Tabel 4. 3 Karakteristik Rumah Menurut Dinding .................................................................. 13
Tabel 4. 4Bobot Jenis Sarana Setiap RW di Desa Gubuk Klakah Tahun 2015....................... 14
Tabel 4. 5 Bobot Jenis Sarana Setiap RW di Desa Gubuk Klakah Tahun 2015...................... 14
Tabel 4. 6 Bobot Jenis Sarana Setiap RW di Desa Gubuk Klakah Tahun 2015...................... 15
Tabel 4. 7 Pariwisata Desa Gubuk Klakah .............................................................................. 16
Tabel 4. 8 Pembagian Zona dan Arahan Pengembangan Desa Gubuk Klakah ....................... 18
Tabel 4. 9 Analisis dan Arahan Permukiman Berdasarkan Kajian Ekologis .......................... 21
Tabel 4. 10 Pengaruh Permukiman Terhadap Pariwisata di Desa Gubuk Klakah ................... 22

iii
DAFTAR GAMBAR

Gambar 3. 1 Metodologi Penelitian ........................................................................................... 7


Gambar 4. 1 Data Kependudukan 5 Tahun Terakhir Desa Gubuk Klakah ........................... 100
Gambar 4. 2 Laju Kependudukan Desa Gubuk Klakah ......................................................... 111
Gambar 4. 3 KK Sejahtera dan KK Non Sejahtera Desa Gubuk Klakah .............................. 111
Gambar 4. 4 Pola Permukiman Linear di Desa Gubuk Klakah ............................................. 122
Gambar 4. 5 Rumah Non Permanen di Desa Gubuk Klakah ................................................. 132
Gambar 4. 6 Rumah Semi Permanen di Desa Gubuk Klakah ............................................... 133
Gambar 4. 7 Rumah Permanen di Desa Gubuk Klakah......................................................... 143
Gambar 4. 8 Desain Gazebo .................................................................................................. 200

iv
BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Malang dikenal sebagai pusat pendidikan, kawasan wisata dengan banyaknya potensi
personal alam dan budayanya sampai sekarang sehingga termasuk daerah tujuan wisata yang
ada di Indonesia. Malang memiliki banyak kecaamatan, salah satunya Kecamatan
Poncokusumo. Kecamatan Poncokusumo masih memegang teguh adat istiadat dan ritual
budaya Hindu. Kecamatan Poncokusumo memiliki 43 dusun dan 17 desa yaitu: Desa
Dawuhan, Karanganyar, Sumberejo, Jambesari, Pandansari, Ngebruk, Ngadireso, Pajaran,
Wonorejo, Argosuko, Karangnongko, Wonomulyo, Belung, Wringinanom, Poncokusumo,
Gubuk Klakah dan Desa Ngadas. Kecamatan Poncokusumo berada di sebelah barat lereng
Gunung Semeru menyebabkan kondisi lahan di Kecamatan Poncokusumo cenderung berbukit-
bukit.
Kecamatan Pocokusumo memiliki tempat wisata yaitu rafting, air coban pelangi, tebing
dan wisata petik apel sehingga dapat menarik wisatawan untuk berkunjung. Tetapi kegiatan
wisata secara masal dapat menyebabkan kerusakan lingkungan jika tidak menggunakan
perencanaan yang berkesinambungan. Saat ini kerusakan lingkungan menjadi salah satu isu
yang ada pada sektor permukiman.
Desa Gubuk Klakah sebagai salah satu desa di Kecamatan Poncokusumo terletak pada
kaki gunung semeru yang memiliki ketinggian 900 hingga 1100 meter di atas permukaan air
laut. Desa Gubuk Klakah berbatasan dengan Desa Wringinanom yang dibatasi dengan sungai
ledok. Di desa Gubuk Klakah terdapat kawasan wisata yang sangat dominan yaitu wisata petik
apel , wisata tersebut terletak di belakang permukiman penduduk desa tersebut. Kondisi jalan
yang ada di desa Klakah jgua sangat mendukung adanya wisata petik apel yang ada, tidak
hanya itu jalan raya di desa Gubuk Klakah juga menjadi pemisah antara permukiman warga
sebelah utara dan warga sebelah selatan.
Kawasan permukiman di Desa Gubuk Klakah mempunyai tempat wisata yang mampu
meningkatkan taraf ekonomi masyarakat tersebut dengan cara memberikan pelayanan
perdagangan dan jasa , seperti adanya homestay yang digunakan sebagai tempat menginap bagi
para pengunjung desa Gubuk Klakah yang mempunyai tujuan wisata , baik agrowisata maupun
ke tempat-tempat wisata yang ada di sekitar desa Gubuk Klakah seperti coban pelangi dan
gunung bromo yang terletak di taman nasional bromo tengger semeru di sebelah timur desa
Gubuk Klakah.

1
1.2 Rumusan Masalah
1. Bagaimana upaya peningkatan kualitas ekologis untuk area pemukiman Desa
Gubuk Klakah sebagai bagian dari kawasan pariwisata?
1.3 Tujuan
1. Menentukan upaya peningkatan kualitas ekologis untuk area permukiman Desa
Gubuk Klakah sebagai bagian dari kawasan pariwisata

2
BAB II

TINJAUAN TEORI
2.1 Definisi Permukiman
Permukiman adalah bagian dari lingkungan hidup di luar kawasan lindung (kota dan
desa) yang berfungsi sebagai lingkungan tempat tinggal/hunian dan tempat kegiatan yang
mendukung perikehidupan dan penghidupan (Undang-undang No. 4 tahun 1992 tentang
Perumahan dan Permukiman). Sifat dan karakter permukiman lebih kompleks, karena
permukiman mencakup suatu batasan wilayah yang lebih luas dibandingkan dengan luas dan
lingkup perumahan.
2.2 Tinjauan Pariwisata Alam
Kawasan Pariwisata merupakan kawasan yang disediakan guna memenuhi kegiatan
pariwisata yang menggunakan kriteria pemanfaatan ruang , seperti tersedianya sarana dan
prasarana. Menurut pendapat dari James J. Spillane (1982:20) mengemukakan bahwa
pariwisata adalah kegiatan melakukan perjalanan dengan tujuan mendapatkan kenikmatan,
mencari kepuasan, mengetahui sesuatu, memperbaiki kesehatan, menikmati olahraga atau
istirahat, menunaikan tugas, berziarah dan lain-lain.
Pada Kawasan pariwisata terdapat kegiatan budidaya serta perdagangan dan jasa yang
menjadi kegiatan masyarakat. Kegiatan budidaya ini bertujuan dapat meningkatkan
kesejahteraan masayarakat lokal atau memanfaatkan potensi alam.
Menurut E.Guyer Freuler mengemukakan pariwisata dalam arti modern merupakan
fenomena dari jaman sekarang yang didasarkan atas kebutuhan akan kesehatan dan pergantian
hawa, penilaian yang sadar dan menumbuhakan cinta terhadap keindahan alam dan pada
khususnya disebabkan oleh bertambahnya pergaulan berbagai bangsa dan kelas manusia
sebagai hasil dari perkembangan perniagaan, industri, serta penyempurnaan dari alatalat
pengangkutan.
2.3 Tinjauan Ekologi Pada Permukiman
Berdasarkan GEN (global Ecovillage Network) sebuah permukiman yang
menggunakan konsep ekologis memiliki acuan yang menjadi standar penilaian. Penilaian ini
mencakup pada dimensi keberlanjutan (ecological) termasuk di dalamnya pola konsumsi
ekonomi dan dimensi sosial. Permukiman yang berkonsep ekologis ini terbentuk karena
komunitas lokal berpartisipasi dalam proses mengolah dan memberdayakan lingkungan
sekitarnya.

3
2.3.1 Dimensi Keberlanjutan
Pada permukiman dengan konsep ekologis, sebuah komunitas didukung untuk
merasakan pengalaman secara personal untuk hidup dengan alam. Secara umum dimensi
keberlanjutan komunitas lokal, dukungan produksi pangan organik, menggunakan sistem
energi terbaharui pada desa, melindungan keberagaman hayati, membina bisnis dengan prinsip
berkelanjutan (sustainable Business), mempertahankan kebersihan tanah, air dan udara melalui
manajemen energi dan limbah yang sesuai. Analisa ecovillage dapat mengacu pada visi desain
ekologis yang tertera di bawah ini:
Tabel 2. 1 Visi Desain Ekologis
No Visi Desain Ekologis Keterangan
1 Keanekaragaman Ecovillage Pada area ini juga diharapkan aktifitas sosial budaya, rekreasi
komunitas dan individual dapat berlangsung satu sama
2. Ecovillage pada skala Sebuah ecovillage sebagai wadah hunian dapat mengakomodasi
manusia kehidupan bertetangga dimana warga dapat menjlin hubungan
secara langsung tetapi tetap dapat mempertahankan keunikan
masingmasing
3. Koridor alami pada ecovillage Koridor alami berupa area individual yang dipisahkan oleh
pepohonan, perairan tetapi menghubungkan masyarakat dengan
lingkungannya
4. Ecovillage menyesuaikan kondisi Kondisi lokal yang perlu disesuaikan termasuk kawasan alam
lokal lokal, lanskap, iklim, budaya, ruang terbuka dan jalur air
membantu penyuburan
5. Jarak pendek pada ecovillage Jarak area hunian tidak melibihi diameter 1.5 km sehingga
masyarakat dapat berjalan dari satu tempat ke tempat lain
kurang dari 1/2 jam, tersedia transportasi publik untuk variasi
jarak tempuh.
6. Penggunaan Lahan Minimum Penggunaan ukuran ruang dan kepadatan ecovillage yang
minimum berdasarkan luasan area yang tersedia sehingga suplai
material dan barang tidak membutuhkan jarak yang panjang
7. Tanggung jawab penghuni Seluruh penghuni desa bertanggung jawab dan terlibat dalam
ecovillage administrasi, rencana dan implementasi desain desa ekologis
8. Efisiensi energi pada ecovillage Sebagai alternatif penghematan, daya listrik dapat dihasilkan
dari matahari, angin dan sumber daya masa. Desain bangunan
hunian juga harus mendukung optimalisasi penerimaan cahaya,
pada kondisi ideal setiap meter persegi jumlah daya listrik yang
dibutuhkan adalah 20kwh
9. Ecovillage bebas emisi Sebuah hunian desa dapat menjadi bebas emisi dapat dilakukan
dengan pengurangan konsumsi energi, memperlakukan limbah
dengan cara alami, pembatasan tingkat kendaraan dan
penanaman pohon di koridor jalan
10. Ecovillage yang tenang dan indah Ecovillage yang tenang dapat tercapai dengan pembatasan
tingkat pergerakan kendaraan dan polusi suara. Selain hal
tersebut, sebuah keindahan desa dapat terbentuk ketika ekspresi
arsitektur yang ditekankan adalah kebudayaan lokal
11. Ecovillage memiliki sumber air Penampungan air hujan dapat memungkinkan desa memiliki
suplai air yang digunakan untuk minum dan kebutuhan lainnya.
Sumber air yang dimiliki desa perlu perawatan dengan membuat
penyaringan, pengairan dan konstruksi lahan basah.
12 Bangunan sehat sebagai bagian dari Bangunan sehat adalah bangunan yang menggunakan material
ecovillage dan sistem konstruksi yang dapat menghemat energi pada
pembuatan, penggunaan dan daur ulang.
13. Nilai manusia sebagai bagian dari Saat ini untuk meningkatkan kemajuan masyarakat diperlukan
ecovillage proses yang kompleks untuk menyimpulkan antara permintaan

4
No Visi Desain Ekologis Keterangan
dan kebutuhan penghuni, pemerintah dan lingkungan. Masalah
tersebut dapat terselesaikan jika rancangan peraturan dibuat
berdasarkan kebutuhan seluruh pihak yang terlibat.
Sumber : Designing Ecological Habitat, 2011: 32-34

2.4 Kerangka Konsep Kajian


Berdasarkan tinjauan teori yang ditentukan, maka kerangka konsep yang berkaitan
dengan konsep ekologis zona pariwisata alam dan permukiman memiliki kriteria sebagai
berikut:
Tabel 2. 2 Kerangka Konsep Kajian
No Kriteria Kajian Keterangan
1 Fisik Lahan Permukiman a. Lahan permukiman berada di luar zona rawan bencana
b. Pemusatan zona permukiman dengan perbandingan 1
Ha mengakomodasi 50 bangunan hunian. Pemusatan
lahan permukiman bertujuan meningkatkan efisiensi
penggunaan lahan dan penambahan ruang terbuka hijau
c. Luas unit kavling hunian maksimal 200 m2/unit (Luas
berdasarkan pedoman rumah sederhana sehat dari PU)
d. Zona kegiatan dapat dicapai dari zona permukiman
dengan radius <1,5 km
2 Sumber Air a. Sumber air didapatkan dari PDAM dan sumur
b. Pengaliran air hujan, pertanian dan permukiman berupa
saluran irigasi/mur/sungai buatan
c. Gar sempadan saluran irigasi/sungai kecil tidak
bertanggul adalah 50 meter dan 100 meter untuk sungai
besar dari tepi irigasi/sungai. Area sempadan sungai
difungsikan untuk jalur inspeksi dan penghijauan
d. Air sisa cuci didaur uang dan dikembalikan menjadi air
tanah
3 Sistem Pembuangan a. Pembuangan sisa air hujan melalui selokan yang
mengalir menuju saluran irigasi desa
b. Pendirian fasilitas IPAL komunal pada zona
permukiman untuk mengolah air sisa cucian sebelum
dialirkan pada saluran irigasi atau digunakan ulang
c. Koordinator pengolahan sampah ditempatkan di setiap
zona permukiman dan pariwisata
d. Pendirian tamatan pembuangan sampah sementara
(TPS) di setiap zona permukiman dengan jarak minimal
500 meter dari zona permukiman dan pariwisata
e. Lokasi pembuangan sampah sementara dapat diakses
kendaraan pengangkut
f. Pemisahan jenis sampah organik dan nun-organik pada
zona permukiman/pariwisata sebelum dibawa ke TPS
g. Sampah di TPS yang tidak dap diolah diddistribusikan
ke TPS terpadu di tingkat kecamatan sebelum dibawa
ke TPA
4 Sirkulasi a. Memiliki jalur internal dan eksternal yang disesuaikan
jenis kendaraan yang melintasi
b. Jalur eksternal digunakan untuk menghubungkan antar-
zona dan dapat mengakomodasi bus pariwisata dan truk
pengangkut. Lebar 1 jalur jalan yang diusulkan adalah
10 meter atau 20 meter lebar jalan (berdasarkan
minimal radius putar bus 8,5 m)
c. Jalur eksternal terbuat dari bahan aspal karena menahan
beban kendaraan besar
d. Jalur internal untuk mengakses ke dalam zona
permukiman dan pariwisata. Lebar jalan 5 meter dengan

5
No Kriteria Kajian Keterangan
lapisan jalan berupa blok berpori sehingga dapat
menyerap air
5 Fisik Bangunan Permukiman & Penggunaan a. KDB bangunan 50% dengan ketinggian maksimal 12
Energi meter
b. GSB minimal 5 meter dari jalan atau disesuaikan GSB
unit terdekat dengan jalan pada zona eksisting
c. Area GSB digunakan penghijauan. Penghijauan
mengutamakan vegetasi khas lokal untuk memberikan
identitas permukiman
d. Memaksimalkan penggunaan material lokal untuk
bangunan, sebagai contoh kelebihan pas dari sungai,
produksi bata lokal
e. Fasade bangunan baru menyesuaikan desain bangunan
terdahulu untuk menyelaraskan lingkungan
f. Kebutuhan listrik per meter bangunan adalah 20 kwh
g. Memaksimalkan penggunaan energi tenaga hybrid dan
biogas pada zona permukiman dan pariwisata
h. Penentuan tarif secara kolektif untuk penggunaan
energi hybrid sebagai retribusi untuk perawatan dan
operasional peralatan
6 Sektor Penunjang Permukiman a. Kegiatan budi daya di luar zona rawan bencana.
b. Bangunan yang diizinkan didirikan pada zona pertanian
hanya fasilitas pendukung pertanian
c. Zona budi daya termasuk pertambakan, peternakan
berada minimal 500 meter air zona permukiman dan
pariwisata atau terdapat zona penyaring berupa
penghijauan dengan jarak minimal 50 meter dari zona
permukiman dan pariwisata
d. Zona budidaya tidak terlihat dari jalur eksternal untuk
menjaga keindahan dan polusi di kawasan pariwisata
e. Sistem pembuangan limbah yang dihasilkan setiap
sektor harus mengikuti sistem pembuangan
permukiman dan pariwisata yaitu melalui TPS dan
IPAL
Sumber: Hasil Analisis

6
BAB III

METODOLOGI
Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif sehingga bahannya didapat
dari Studio Perencanaan Desa PWK FT UB Tahun 2015 di Desa Gubuk Klakah. Fisik
permukiman yang dikaji meliputi penyusunan massa bangunan, zona penempatan ruang secara
eksterior, jarak permukiman dan tempat aktifitas, cara penghuni permukiman mencapai tempat
aktifitas.

Gambar 3. 1 Metodologi Penelitian

7
BAB IV

PEMBAHASAN
4.1 Karakteristik Fisik Dasar Desa Gubuk Klakah
A. Batasan administrasi dan batasan fisik Desa Gubuk Klakah
Desa Gubuk Klakah Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang merupakan bagian
dari Kecamatan Poncokusumo. Batas-batas Desa Gubuk Klakah sebagai berikut:
Batas utara :Desa Duwet Krajan Kecamatan Tumpang
Batas selatan :Desa Poncokusumo Kecamatan Poncokusumo
Batas timur :Desa Ngadas Kecamatan Poncokusumo
Batas barat :Desa Wringinanom Kecamatan Poncokusumo
Luas Desa Gubuk Klakah yaitu 384 Ha. Desa Gubuk Klakah terletak pada posisi
koordinat 721 - 731 Lintang Selatan dan 11010 - 11140 Bujur Timur.
Peta batas administrasi dan batas fisik Desa Gubuk Klakah
B. Kondisi topografi, iklim, hidrologi dan lingkungan Desa Gubuk Klakah
Kondisi Klimatologi dan Hidrologi Desa Gubuk Klakah
Desa Gubuk Klakah berada di lereng Gunung Semeru dengan ketinggian 900 sampai 1100
meter. Desa Gubuk Klakah memiliki curah hujan rata-rata 1.500 mm sampai 2000 mm dan
suhu rata-rata 20 C - 22 C. Kondisi hidrologi Desa Gubuk Klakah, yaitu terdapat beberapa
sungai dan sumber mata air yang dimanfaatkan warga untuk kegiatan di bidang pertanian,
perkebunan, peternakan, perhutanan, dan kegiatan rumah tangga, seperti mandi dan mencuci.
Sungai dan mata air yang dimanfaatkan warga, antara lain Coban Pelangi, Coban Trisula,
Sungai Lajing, dan Sungai Amprong.
C. Guna lahan eksisting dan potensial Desa Gubuk Klakah
Luas Desa Gubuk Klakah, yaitu 525 Ha dan guna lahan yang memiliki lahan terluas,
yaitu perkebunan dengan luas 258 Ha atau setara dengan 49% dari luas total Desa Gubuk
Klakah dan didominasi oleh komoditas apel. Guna lahan lainnya, yaitu hutan memiliki luas
233 Ha, permukiman memiliki luas 32 Ha, pemakaman memiliki luas 1,8 Ha, dan lahan kosong
memiliki luas lahan 0,2 Ha. Desa Gubuk Klakah termasuk dalam Kesatuan Pemangku Hutan
(KPH) Ngadas yang dikelola oleh Perum Perhutani dengan hutan yang dipangku, yaitu hutan
produksi dengan Kelas Umur (KU) berupa tanaman pinus.
Berdasarkan transek desa, guna lahan Desa Gubuk Klakah sangat bervariasi apabila
dilihat dari utara ke selatan. Di selatan terdapat Sungai Ledok Amprong yang dimanfaatkan
oleh warga desa untuk kegiatan sehari-hari. Selanjutnya terdapat ladang yang terdiri dari pohon
gayam sebagai batas antara sungai dengan lahan milik warga. Ladang tersebut didominasi oleh

8
ladang apel, ladang bawang, ladang jagung, serta terdapat pohon kopi. Permukiman di Desa
Gubuk Klakah berbentuk linear mengikuti jalan raya dengan kondisi jalan aspal yang cukup
baik. Jalan raya di Gubuk Klakah juga menjadi pemisah antara perumahan di sebelah utara dan
sebelah selatan. Guna lahan selanjutnya adalah perkebunan yang ditanami apel yang
bertumpangsari dengan jagung, bawang, singkong, dan pisang.
Kondisi permukiman di Desa Gubuk Klakah, yaitu memiliki pola linier mengikuti jalan
yang dipengaruhi oleh kondisi topografi berupa kemiringan 45%, sehingga warga cenderung
memilih untuk bermukim di lahan yang landau dan memungkinkan untuk dibangun tempat
tinggal atau fasilitas umum lainnya. Terdapat 970 unit rumah di Desa Gubuk Klakah berupa
547 unit yang merupakan rumah permanen, 396 unit yang merupakan rumah semi permanen,
dan 27 unit yang merupakan rumah non permanen.
Sarana pendidikan yang terdapat di Desa Gubuk Klakah berjumlah 8 yang terdiri dari
2 unit TK dan 2 unit SDN, 1 unit MI, 1 unit SMP Islam, 1 unit pondok pesantren, dan 1 unit
TPQ. Sarana kesehatan yang terdapat di Gubuk Klakah berjumlah 3 unit yang terdiri dari 1 unit
poskesdes dan 2 unit posyandu. Sarana peribadatan yang terdapat di Desa Gubuk Klakah
berjumlah 14 unit yang terdiri dari 12 unit musholla dan 2 unit masjid. Sarana pemerintahan
dan pelayanan umum yang terdapat di Desa Gubuk Klakah, yaiu kantor desa yang juga
dimanfaatkan sebagai balai desa untuk berbagai kegiatan masyarakat. Sarana perdagangan dan
jasa di Desa Gubuk Klakah berjumlah 51 unit yang terdiri dari 39 unit toko, 4 unit warung,
bengkel dan salon masing-masing 2 unit, serta perdagangan peternakan, laundry, jasa sewa
sound system, dan homestay masing-masing 1 unit. Terdapat 2 sarana pemakaman di Desa
Gubuk Klakah dengan total luas 1,8 Ha. Sarana pergudangan yang terdapat di Desa Gubuk
Klakah berjumlah 7 unit untuk penyimpanan hasil komoditas pertanian berupa apel, kentang,
kubis, bawang, dan tomat. Sarana ruang terbuka hijau yang terdapat di Desa Gubuk Klakah,
yaitu berupa lapangan sepak bola dan rest area dengan total luas 0,5 Ha, sedangkan sarana
keamanan di Desa Gubuk Klakah, berjumlah 8 unit.
4.2 Struktur Masyarakat Desa Gubuk Klakah
Berdasarkan data LPPD Desa Gubuk Klakah diketahui bahwa jumlah penduduk Desa
Gubuk Klakah yakni sebanyak 3699 jiwa dengan komposisi jumlah penduduk pria yakni
sebanyak 1876 jiwa dan komposisi jumlah penduduk wanita sebanyak 1823 jiwa. Selain itu,
berdasarkan data luas wilayah dan jumlah penduduk yang diperoleh dari LPPD Desa Gubuk
Klakah dapat diperoleh kepadatan penduduk Desa Gubuk Klakah yakni dengan luas wilayah
seluas 3.840.000 m dan jumlah penduduk sebanyak 4054 jiwa, maka diperoleh kepadatan

9
penduduk sebanyak 0,000105 jiwa/ m. Berikut merupakan tabel yang menunjukkan mengenai
persentase jumlah penduduk berdasarkan mata pencaharian:
Tabel 4. 1 Persentase Jumlah Penduduk Berdasarkan Mata Pencaharian
No Mata Pencaharian Persentase
(%)
1. Pertanian 70,1%
2. Perdagangan 12%
3. PNS/ABRI 3,3%
4. Jasa 14,6%
Jumlah 100%
Sumber: malangkab.go.id
Berdasarkan Tabel 4.1 dapat diketahui bahwa warga yang bermata pencaharian di
bidang pertaian yakni memiliki persentase yang paling banyak dengan jumlah persentase
sebanyak 70,1%, sedangkan warga yang bermata pencaharian di bidang PNS/ABRI yakni
memiliki persentase yang paling sedikit dengan jumlah persentase sebanyak 3,3%.
Penduduk merupakan salah satu aspek yang mempengaruhi perkembangan
permukiman di Desa Gubuk Klakah. Berikut merupakan jumlah penduduk berdasarkan jenis
kelamin di Desa Gubuk Klakah.
Tabel 4. 2 Data Penduduk 5 Tahun Terakhir Desa Gubuk Klakah
Jumlah Penduduk
Tahun Jumlah
L P
2010 2.003 1.981 3.984
2011 2.013 1.992 4.005
2012 2.013 1.995 4.008
2013 2.003 1.983 3.986
2014 1.991 1.974 3.965
2015 2.031 2.053 4.084
Sumber: Kecamatan Poncokusumo Dalam Angka, 2015

Gambar 4. 1 Data Kependudukan 5 Tahun Terakhir Desa Gubuk Klakah


Sumber: Kecamatan Poncokusumo Dalam Angka, 2015

10
Berdasarkan tabel tersebut dapat diketahui bahwa penduduk paling banyak jumlahnya
adalah pada tahun 2015. Berikut merupakan grafik laju pertumbuhan dalam 5 terakhir di Desa
Gubuk Klakah.

Gambar 4. 2 Laju Kependudukan Desa Gubuk Klakah


Sumber: Laporan Studio Perencanan Desa Gubuk Klakah, 2015

Berdasarkan Gambar 4.2 tersebut dapat diketahui bahwa laju pertumbuhan menurun
pada tahun 2012 ke tahun 2013 dan 2014 lalu bertambah lagi pada tahun 2015 sebesar 119
penduduk.
Tingkat kesejahteraan penduduk di sebuah wilayah dapat dilihat dari berapa banyak
jumlah KK sejahtera dan KK non sejahtera. Sama halnya dengan tingkat kesejahteraan yang
ada di Desa Gubuk Klakah dapat dilihat dari jumlah KK non sejahtera. Berdasarkan hasil survei
sekunder yang telah dilakukan jumlah KK di Desa Gubuk Klakah sebesar 1081 KK. Untuk
data mengenai Jumlah KK sejahtera dan non sejahtera dapat dilihat pada gambar berikut:

Gambar 4. 3 KK Sejahtera dan KK Non Sejahtera Desa Gubuk Klakah


Sumber: Monografi Desa Gubuk Klakah

11
Berdasarkan Gambar 4.3 mengenai prosentase kk sejahtera dan non sejahtera yang ada
di Desa Gubuk Klakah, maka dapat diketahui bahwa jumlah KK non sejahtera sebesar 540 KK.
Setengah dari jumlah total KK di Desa Gubuk Klakah atau 541 KK dalam keadaan tidak
sejahtera. Dapat disimpulkan bahwa sebagian dari jumlah penduduk Desa Gubuk Klakah,
adalah penduduk miskin.

4.3 Struktur Permukiman Desa Gubuk Klakah


Desa Gubuk Klakah terletak di daerah pegunungan dengan permukiman yang
mengikuti sepanjang jalan yaitu Jalan Raya Gubuk Klakah. Pola permukiman dipengaruhi oleh
kondisi topografi berupa kemiringan yaitu 45 persen, sehingga kecenderungan masyarakat
memilih untuk bermukim di lahan yang landai dan memungkinkan untuk dibangun tempat
tinggal maupun fasilitas untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Desa Gubuk Klakah. Lereng
dan jurang yang curam di sekitar permukiman tidak memungkinkan untuk dibangun
permukiman. Berikut merupakan gambar yang menunjukkan pola permukiman di Desa Gubuk
Klakah:

Gambar 4. 4 Pola Permukiman Linear di Desa Gubuk Klakah


Sumber: Laporan Studio Perencanan Desa Gubuk Klakah, 2015
Berdasarkan Gambar 4.4 dapat dikeahui bahwa pola permukiman di Desa Gubuk
Klakah yakni termasuk ke dalam pola linear. Hal ini dikarenakan rumah-rumah yang ada di
Desa Gubuk Klakah yang dibangun mengikuti pola jalannya.
Jumlah rumah yang terletak di Desa Gubuk Klakah berjumlah 970 unit, dengan rumah
non permanen berjumlah 27 unit, rumah semi permanen yang berjumlah 396 unit dan rumah
permanen berjumlah 547 unit. Berikut adalah tabel mengenai karakteristik rumah menurutt
dinding:

12
Tabel 4. 3 Karakteristik Rumah Menurut Dinding
No Rumah Menurut Jumlah
Dinding (unit)
1 Non Permanen 27
2 Semi Permanen 396
3 Permanen 547
Total 970
Sumber: Laporan Studio Perencanan Desa Gubuk Klakah, 2015
Berdasarkan Tabel 4.3 dapat diketahui bahwa jumlah rumah yang terletak di Desa
Gubuk Klakah berjumlah 970 unit. Tipe rumah berdasarkan kontruksi meliputi rumah non
permanen, semi permanen dan permanen. Rumah non permanen memiliki jenis atap yang
berupa kayu atau asbes, dinding berupa bambu atau gedek dengan lantai yang masih berupa
tanah berjumlah 27 unit. Rumah semi permanen memiliki jenis atap seng atau asbes, dinding
berupa kayu atau bambu dan lantai yang berupa semen berjumlah 396 unit. Rumah permanen
memiliki jenis atap genteng, dinding berupa tembok dan lantai berupa keramik berjumlah 547
unit.

Gambar 4. 5 Rumah Non Permanen di Desa Gubuk Klakah


Sumber: Laporan Studio Perencanan Desa Gubuk Klakah

Gambar 4. 6 Rumah Semi Permanen di Desa Gubuk Klakah


Sumber: Laporan Studio Perencanan Desa Gubuk Klakah, 2015

13
Gambar 4. 7 Rumah Permanen di Desa Gubuk Klakah
Sumber: Laporan Studio Perencanan Desa Gubuk Klakah, 2015
4.3 Struktur Ruang Desa Gubuk Klakah
Struktur ruang di Desa Gubuk Klakah membahas terkait pusat-pusat kegiatan di
permukiman Desa Gubuk Klakah. Kegiatan meliputi pemerintahan, pendidikan,
kesehatan, dan perdagangan dan jasa. Pusat kegiatan dilengkapi oleh jumlah fasilitas
yang memadai untuk mendukung kegiatan. Desa Gubuk Klakah tidak terdiri dari dusun
melainkan terdiri atas tujuh RW yang meliputi RW 01 sampai dengan RW 07.
Penentuan pusat kegiatan berdasarkan menggunakan jumlah sarana di setiap RW.
Sarana yang terdapat di Desa Gubuk Klakah meliputi sarana pendidikan, kesehatan,
pemerintahan, peribadatan, perdagangan dan jasa, ruang terbuka.
Tabel 4. 4Bobot Jenis Sarana Setiap RW di Desa Gubuk Klakah Tahun 2015
Pendidikan Jumlah Kesehatan Jumlah
RW
TK SDN MI SMPI Ponpes TPQ (unit) Poskesdes Posyandu (unit)
01 0 1 0 1 0 0 2 1 1 2
02 1 0 1 0 1 0 3 0 0 0
03 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
04 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
05 0 0 0 0 0 1 1 0 1 1
06 1 0 0 0 0 0 1 0 0 0
07 0 1 0 0 0 0 1 0 0 0
Sumber: Laporan Studio Perencanan Desa Gubuk Klakah, 2015

Tabel 4. 5 Bobot Jenis Sarana Setiap RW di Desa Gubuk Klakah Tahun 2015
Peribadatan Jumlah Pemerin Jumlah Ruang Terbuka Jumlah
(unit) tahan (unit) (unit)
RW
Masjid Mushola Kantor Lapanga Rest Area
Desa n
01 0 3 3 0 0 0 0 0
02 0 2 2 0 0 0 0 0
03 1 3 4 0 0 0 0 0
04 0 1 1 0 0 0 0 0
05 1 1 2 1 1 0 0 0
06 0 1 1 0 0 0 0 0

14
Peribadatan Jumlah Pemerin Jumlah Ruang Terbuka Jumlah
(unit) tahan (unit) (unit)
RW
Masjid Mushola Kantor Lapanga Rest Area
Desa n
07 0 1 1 0 0 1 1 2
Sumber: Laporan Studio Perencanan Desa Gubuk Klakah, 2015

Tabel 4. 6 Bobot Jenis Sarana Setiap RW di Desa Gubuk Klakah Tahun 2015
Perdagangan dan Jasa Jumlah
Warung Toko Peterna Bengkel Salon Laundry Sewa (unit)
RW
kan Soundsyst
em
01 2 0 1 1 0 0 0 4
02 0 1 0 0 0 0 0 1
03 0 7 0 0 1 1 0 9
04 0 9 0 0 0 0 0 9
05 0 9 0 1 0 0 0 10
06 1 5 0 0 0 0 1 7
07 1 8 0 0 0 0 0 9
Sumber: Laporan Studio Perencanan Desa Gubuk Klakah, 2015

Berdasarkan Tabel 4.4 hingga Tabel 4.6 dapat diketahui bahwa pusat kegiatan
pendidikan terletak di RW 02 dengan jumlah sarana pendidikan terbanyak, selain hal tersebut
di RW 02 terdapat Pondok Pesantren sebagai pusat kegiatan pendidikan bagi masyarakat Desa
Gubuk Klakah. Pusat kegiatan kesehatan terletak di RW 01, dimana terdapat poskesdes dan
posyandu sebagai penunjang kegiatan masyarakat Desa Gubuk Klakah. Pusat kegiatan
pemerintahan terletak di RW 05 karena terdapat kantor desa sebagai pusat kegiatan
pemerintahan sekaligus sebagai balai desa untuk tempat pertemuan masyarakat Desa Gubuk
Klakah, pusat perdagangan dan jasa juga terletak di RW 05 dengan jumlah sarana perdagangan
terbanyak. Pusat untuk kegiatan di ruang terbuka sendiri terletak di RW 07, dimana terdapat
Rest Area untuk tempat sekedar menikmati keindahan sore hari dan lapangan sepak bola untuk
tempat bermain.
4.4 Pengembangan Desa Wisata Gubuk Klakah
Dalam pengembangan kawasan pariwisata haruslah didukung dengan sarana dan
prasarana yang menunjang karena sarana dan prasarana merupakan salah satu komponen
terpenting dalam pengembangan pariwisata. Fungsi dari tersedianya sarana dan prasarana
tersebut adalah untuk melayani kebutuhan wistawan. Wisatawan cenderung memilih objek
wisata yang memiliki sarana dan prasarana lengkap meskipun harus mengeluarkan uang lebih
banyak karena sebagian besar tujuan dari wisatawan adalah untuk berlibur dan menghabiskan
waktu luang ditengah kesibukan sehari-hari. Selanjutnya guna memberikan pelayanan yang
baik terhadap wisatawan, maka perlu untuk mengetahui kebutuhan wisatawan sehingga jasa

15
dan pelayanan yang diberikan kepada wisatawan dapat memberikan tingkat kepuasan yang
baik. Penjelasan pariwisata yang ada di Gubuk Klakah dapat dilihat pada table berikut.
Tabel 4. 7 Pariwisata Desa Gubuk Klakah
No Sarana Analisis
Lokasi wisata di Desa Gubugklakah hampir tersebar merata diseluruh desa.
a. Lokasi petik apel : lokasi wisata kebun petik apel terdapat di lahan
pertanian milik masyarakat yang digunakan untuk wisatawan. Jenis
apel yang digunakan dalam wisata terdiri 3 jenis yaitu apel manalagi,
apel ana dan apel roombeauty. Sedangkan untuk agro-susu berada di
belakang rumah warga dimana hasil susu dan peternakan warga
tersebut disetor ke koperasi dan warung atau toko untuk dijual dan
1. Lokasi Wisata
dijadikan oleh-oleh wisatawan.
b. Lokasi rafting outbond tubing : lokasi wisata tersebut berada di sekitar
aliran sungai yang ada di Desa Gubugklakah dimana aliran sungai
tersebut berasal dari coban pelangi.
c. Lokasi coban dan bumi perkemahan : lokasi untuk pariwisata tersebut
berada di kaki gunung yang ada di Desa Gubugklakah. Lokasi
tersebut berada di pertengahan hutan.
Di Desa Gubugklakah terdapat koperasi untuk penjualan susu hasil peternakan
masyarakat desa. Selain itu terdapat toko dan warung yang digunakan untuk
tempat makan para wisatawan dan membeli kebutuhannya. Untuk lokasi
2. Lokasi penjualan
penjualan petik apel langsung terdapat di kebun apelnya langsung sehingga
wisatawan tidak perlu mencari toko atau warung yang menjual buah apel.
Sehingga untuk arahan lokasi penjualan perlu dikembangkan.
Penginapan yang ada di Desa Gubugklakah terdapat disepanjang jalan utama
desa. Wisatawan dengan mudah mencari homesatay dikarenakan banyak
informasi yang diberikan masyarakat desa untuk penginapan para wisatawan.
Penginapan yng disajikan mulai dari yang tipe kecil sampai yang tipe besar.
Tarif penginapan yang diberikan bermacam-macam tergantung tipe
penginapan yang dipesan. Disekitar penginapan juga terdapat warung dan toko
3. Penginapan
agar wisatawan dapat dengan mudah membeli keperluannya. Tidak perlunya
penambahan penginapan karena berdasarkan data jumlah wisatawan yang
mengunjung hanya 17% dari jumlah total wisatawan yang berkunjung. Akan
tetapi perlu pengembangan pelayanan di penginapan agar wisatawan merasa
puas dan juga perlunya perbaikan konstruksi bangunan penginapan untuk
penginapan yang mengalami kerusakan.
Kamar mandi atau WC disediakan di setiap lokasi wisata. Pembangunan kamar
Kamar Mandi atau mandi atau WC di lokasi wisata merupakan hasil dari swadaya masyarakat
4.
WC Desa Gubugklakah. Kondisi kamar mandi atau WC tergolong baik karena
masyarakat desa selalu memantau kondisi sarana dan prasarana wisata.
Jumlah masjid di Desa Gubugklakah terdapat 2 unit dan mushola terdapat 12
unit. Kondisi tempat ibadah tersebut tergolong bersih dan layak untuk
digunakan karena masyarakat selalu bergotong royong untuk menjaga kondisi
5. Tempat ibadah tempat ibadah. Fasilitas tempat ibadah di Desa Gubugklakah sudah lengkap
seperti kamar mandi, tempat wudhu, ruangan solat dengan pemisah untuk
jamaah laki-laki dan perempuan, perlengkapan sholat seperti mukena sajadah,
sarung dan alquran.
Lahan parkir merupakan kebutuhn utama wisatawan yang bersifat mendesak
untuk dikembangan di obyek wisata. Untuk sekarang, lokasi parkir disetiap
obyek wisata sudah ada akan tetapi luas lahan parkirnya belum bisa
Lokasi parkir mengakomodir semua kendaraan dari wisatawan. Pemerintah Kabupaten
6.
wisata dan rest area Malang juga menyediakan rest area untuk para wisatawan yang kelelahan
setelah berkunjung di obyek wisata. Akan tetapi lokasi dari rest area tersebut
hanya dekat dengan obyek wisata petik apel saja. Sehingga perlunya
penambahan luas lahan parkir di setiap objek wisata.
Tempat duduk atau Setiap obyek wisata di Desa Gubugklakah dibangun tempat duduk dari hasil
7.
gazebo swadaya masyarakat. Akan tetapi bahan yang digunakan untuk membangun

16
No Sarana Analisis
gazebo dengan bahan yang sederhana berupa kayu dan bambu dari hasil
perkebunan di Desa Gubugklakah.
Sumber: Hasil Analisis, 2016

4.5 Pembagian Ruang Dan Kaitan Antar Zona Di Desa Gubuk Klakah
Berdasarkan GEN (global Ecovillage Network) sebuah permukiman yang
menggunakan konsep ekologis memiliki acuan yang menjadi standar penilaian. Penilaian ini
mencakup pada dimensi keberlanjutan (ecological) termasuk di dalamnya pola konsumsi
ekonomi dan dimensi sosial. Permukiman yang berkonsep ekologis ini terbentuk karena
komunitas lokal berpartisipasi dalam proses mengolah dan memberdayakan lingkungan
sekitarnya. Berikut merupakan konsep permukiman desa wisata Gubuk Klakah yang
berkelanjutan.

17
Tabel 4. 8 Pembagian Zona dan Arahan Pengembangan Desa Gubuk Klakah
Visi Desain
No Zona Arahan Pengembangan Program
Ekologis
1. Zona 1 (Pusat - Penggunaan - Penyediaan sarana pemasaran produk hasil pertanian - Sarana Pemasaran produk hasil pertanian berupa toko-
Pengembangan Lahan Minimum dan gazebo pada satu kawasan rest area dalam toko pada kawasan rest area yang menjual produk hasil
Pariwisata) penunjang kepariwisataan Desa Gubuk Klakah. pertanian yaitu apel.
- Efisiensi energi - Pembangunan permukiman yang menyedepankan - Pembangunan Gazebo pada kawasan rest area yang
pada ecovillage budaya local adat setempat atau keseragaman bentuk menghadap ke arah pemandangan alam sekitar dengan
- Ecovillage rumah yang ramah lingkungan yaitu desain bangunan hunian juga harus mendukung
menyesuaikan optimalisasi penerimaan cahaya
kondisi lokal
- Ecovillage - Fasilitas pelengkap jalan seperti petunjuk arah, - Pengadaan Fasilitas pelengkap jalan seperti petunjuk
menyesuaikan papan informasi, PJU dan Ruang Hijau pada arah, papan informasi, PJU dengan desain yang
kondisi lokal sepanjang koridor jalan utama sehingga membentuk memberikan kesan natural atau alami.
- Ecovillage bebas tema wisata ekovillage yang berkesinambungan dan - Menyediakan ruang hijau pada sepanjang koridor jalan
emisi membantu penyuburan serta dapat mengurangi utama agar wisatawan yang berkunjung ke Desa Gubuk
tingkat emisi. Klakah dapat merasakan kesegaran udara desa.
- Jarak pendek - Mengembangkan sarana trasnportasi local sebagai - Penyediaan sarana transportasi keliling (taring) yang
pada ecovillage sarana dalam menjangkau destinasi wisata di Di memudahkan wisatawan untuk mengunjungi objek-
- Ecovillage yang Desa Gubuk Klakah (Rest Area) objek wisata yang ada di Desa Gubuk Klakah.
tenang dan indah

2. Zona 2 (Pusat - Penggunaan - Penyediaan layanan sarana informasi wisata yang - Pembangunan Pusat Informasi Wisata Gubuk Klakah
pemerintahan atau Lahan Minimum terpusat pada RW 5 (pusat Struktur Ruang) untuk memudahkan wisatawan memperoleh informasi
informasi) wisata yang ada di Desa Gubuk Klakah.
- Ecovillage bebas - Pengembangan Fasilitas parkir agar wisatawan dapat - Penyediaan Fasilitas parkir untuk wisatawan.
emisi memarkirkan kendaraannya lalu menggunakan
transportsi keliling yang telah disediakan.
3. Zona 3 (Pusat - Efisiensi energi - Penyediaan homestay yang didesain sesuai dengan - Pada Kondisi Eksisting sudah terdapat homestay yang
[Pelayanan Pariwisata) pada ecovillage karakteristik wilayah (bertemakan alam),ramah menggunakan rumah warga. Rencana yang diakukan
- Tanggung jawab lingkungan , dan efiseiensi energy sehingga dapat adalah merevitalisasi homestay yang sudah ada dengan
penghuni mendukung konsep ecowisata pada Desa Gubuk material bahan yang ramah lingkungan seperti dari
ecovillage Klakah kayu. Desain bangunan hunian yaitu menrapkan prinsip
- Bangunan sehat optimalisasi penerimaan cahaya Revitalisasi homestay
sebagai bagian dilakukan agar memberikan kesan keseragaman yang
dari ecovillage dapat mencirikan desa wisata Gubuk Klakah.

18
Visi Desain
No Zona Arahan Pengembangan Program
Ekologis
- Koridor alami - Sistem pembatasan pembanguan dengan - Menanam vegetasi pada tingkat kelerengan curam
pada ecovillage pengembangan konsep jalur hijau sehingga yang berfungsi sebagai pembatas dalam pengembangan
penbangunan tidak merusak lingkungan sekitar permukiman.
namun masyarakat tetap dapat menyatu dengan alam
sekitar
- Keanekaragaman - Pembangunan sarana pelayanan umum berupa ruang - Pembangunan Gazebo besar atau ruang berkumpul
Ecovillage berkumpul yang berfungsi sebagai penunjang yang berfungsi sebagai penunjang aktifitas masyarakat
- Ecovillage pada aktifitas masyarakat lokal dan dapat digunakan lokal dan dapat digunakan sebagai salah satu fasilitas
skala manusia sebagai salah satu fasilitas pariwisata (ciri khas desa pariwisata (ciri khas desa) dengan desain material
yakni sebagai wadah hunian dapat mengakomodasi bahan yang ramah lingkungan seperti dari kayu.
kehidupan bertetangga dimana warga dapat menjlin
hubungan secara langsung tetapi tetap dapat
mempertahankan keunikan masingmasing). Ruang
berkumpul diharapkan aktifitas sosial budaya,
rekreasi komunitas dan individual dapat berlangsung
satu sama

19
Gambar 4. 8 Desain Gazebo
Sumber: http://article.sapub.org/

20
4.4.1 Zona Permukiman
Berikut merupakan analisis dan arahan permukman di Desa Gubuk Klakah yang
didasari dengan kajian ekologis

Tabel 4. 9 Analisis dan Arahan Permukiman Berdasarkan Kajian Ekologis


No Kriteria Kajian Analisis Arahan
1 Fisik Lahan Permukiman 1. Kapasitas Lahan 1. Lahan permukiman di Desa
- Penggunaan lahan untuk permukiman adalah Gubuk Klakah tidak akan
sebesar 32% namun agak sulit untuk dikembangkan lagi karena luas
dikembangkan karena ketersediaan lahan lahan yang tidak memenuhi
kosong hanya sebesar 0,2%
- Luas lahan eksisting adalah sebesar
2 Fisik bangunan 1. Massa bangunan 1. Peningkatan kondisi bangunan
permukiman - Secara eksterior bangunan permukiman tidak rumah yang diarahkan memiliki
mengarah pada satu tipologi desain tertentu. karakteristik permanen
Ketinggian bangunan rata-rata adalah 5-6 m
2. Material bangunan
- Secara fisik eksterior dan interior material yang
digunakan pada bangunan hunian tidak dipilih
secara khusus
3. Karakteristik rumah
- Terdapat 547 rumah dengan kondisi permanen,
396 rumah dengan kondisi semi permanen dan
27 rumah dengan kondisi nun permanen
3. Sumber Air 1. Sumber air di Desa Gubuk Klakah berasal air 1. Peningkatan kualitas SDM
empat mata air yaitu sumber air Coban Pelangi, dalam kepengurusan lembaga
Rantiia, Trsula dan Lajing HIPPAM agar pengelolaan
2. Pendistribusian sumber air untuk permukiman HIPPAM terus berlanjut
disalurkan dengan jaringan perpiaan ke rumah- 2. Penghijauan di sekitar sumber
rumah dan kran umum yang didapat dari tandon mata air dengan penanaman
HIPPAM bibit pohon keras produktif
3. Pemanfaatan air bersih diolah oleh lembaga seperti durian, alpukat dan petai
HIPPAM
4. Sistem Pembuangan 1. Permukiman di Desa Gubuk Klakah telah 1. Peningkatan kualitas perkerasan
menggunakan drainase untuk mengalirkan drainase yang sebelumnya tanah
buangan air kotor, air hujan dan sisa air cucian menjadi semen
2. Kondisi drainase di Desa Gubuk Klakah 2. Normalisasi saluran agar
sebanyak 88% memliki kondisi baik dan memiliki kondisi yang baik
sebanyak 12% memiliki kondisi kurang baik 3. Pembangunan IPAL di kawasan
3. Drainase di Desa Gubuk Klakah masih permukiman
menggunakan perkerasan tanah
4. Belum terdapat IPAL di Desa Gubuk Klakah
untuk pembuangan limbah secara komunal
5. Sistem Sampah 1. Sampah belum dikelola secara kolektif saat ini 1. Pembangunan TPS untuk
sampah dikelola secara individual dengan cara pembuangan sampah secara
dibakar komunal
2. Belum terdapat TPS di Desa Gubuk Klakah 2. Arahan untuk mengolah limbah
3. Sudah terdapat pengolahan limbah pertanian pertanian menjadi pupuk
yang dijadikan pupuk organik organik yang dapat dijual lagi
6. Akses 1. Jaringan jalan utama yang terdapat di Desa 1. Peningkatan perkerasan jalan
Gubuk Klakah adalah sebesar 4 m dengan menjadi aspal
panjang 3,69 km. 2. Peningkatan fasilitas pelengkap
2. Perkerasan jalan Desa Gubuk Klakah sebesar jalan seperti lampu jalan (PJU)
42% memiliki perkerasan jalan aspal, 24% dan rambu lalu lintas
memiliki perkerasan jalan tanah, 20% memiliki
perkerasan jalan plester, 13% memiliki
perkerasan jalan rabat beton dan 1% memiliki
perkerasan jalan paving

21
No Kriteria Kajian Analisis Arahan
7 Sektor Penunjang 1. Pertanian 1. Peningkatan kualitas homestay
Permukiman - Lahan pertanian di Desa Gubuk Klakah adalah di gubuklakah sehingga dapat
sebesar 49% meningkatan jumlah wisatawan
2. Pariwisata di Desa Gubuk Klakah
- Pariwisata di Desa Gubuk Klakah beru petik
apel, rafting outbond turbin, Coban pelangi dan
bumi perkemahan
- Berdasarkan kondisi eksisting terdapat homestay
yang menunjang sektor pariwisata di Desa
Gubuk Klakah

4.6 Dampak Permukiman Desa Gubuk Klakah Terhadap Pariwisata Alam


Desa Gubuk Klakah merupakan sebuah desa wisata dengan kegiatan pariwisata sebagai
sektor pendukung. Permukiman Desa Gubuk Klakah juga memberikan kontribusi terhadap
pariwisata yang ada. Berikut tabel pengaruh permukiman terhadap pariwisata di Desa Gubuk
Klakah.
Tabel 4. 10 Pengaruh Permukiman Terhadap Pariwisata di Desa Gubuk Klakah
Komponen Permukiman Pengaruh Permukiman Keterangan
Terhadap Pariwisata
Pola - Tidak memiliki pengaruh
Permukiman terhadap kegiatan pariwisata
Sarana Sarana Pemerintahan - Tidak memiliki pengaruh
Permukiman dan Pelayanan Umum terhadap kegiatan pariwisata
Sarana Pendidikan - Tidak memiliki pengaruh
terhadap kegiatan pariwisata
Sarana Kesehatan * Tidak terlalu berpengaruh,
namun dapat membantu
wisatawan dalam hal
kesehatan
Sarana Peribadatan ** Memiliki berpengaruh
(Masjid, Mushola) karena sebagai tempat
ibadah bagi wisatawan
Sarana Perdagangan dan *** Sangat berpengaruh karena
Jasa sebagai sarana pendukung
wisatawan dalam membeli
kebutuhan mereka
Sarana Ruang Terbuka - Tidak memiliki pengaruh
dan Olahraga terhadap kegiatan pariwisata
Sarana Industri dan - Tidak memiliki pengaruh
Pergudangan terhadap kegiatan pariwisata
Sarana Pemakaman - Tidak memiliki pengaruh
terhadap kegiatan pariwisata
Prasarana Jalan *** Sangat berpengaruh untuk
mendukung aksesibilitas
wisatawan
Air Bersih *** Sangat berpengaruh untuk
memberikan pelayanan yang
baik bagi wisatawan
Drainase ** Cukup berpengaruh untuk
mengalirkan limpasan air
Persampahan dan *** Berpengaruh sebagai tempat
sanitasi membuang sampah untuk
wisatawan

22
Listrik *** Sangat berpengaruh untuk
memberikan pelayanan yang
baik bagi wisatawan
Telekomunikasi ** Cukup berpengaruh untuk
memberikan pelayanan yang
baik bagi wisatawan dalam
memudahkan komunikasi
Ket:
- : Tidak berpengaruh
* : Tidak terlalu berpengaruh
** : Cukup Berpengaruh
*** : Sangat Berpengaruh
Pada dasarnya, permukiman Desa Gubuk Klakah sudah mulai terbentuk sebelum
adanya kegiatan pariwisata di Desa Gubuk Klakah. Tipologi permukiman Desa Gubuk Klakah
adalah liner mengikuti jalan utama desa. Namun setelah adanya kegiatan wisata, bentuk
tipologi permukiman tidak ada perubahan, tetap pada pola linier mengikuti jalan. Hal tersebut
dikarenakan topografi yang terbentuk di Desa Gubuk Klakah yang cenderung bergelombang
tidak memungkinkan untuk dilakukan permukiman terutama yang dekat dengan lokasi daya
tarik wisata.
Namun, dampak permukiman di Desa Gubuk Klakah terhadap pariwisata dapat dilihat
dari hal lainnya, yang mana kegiatan pariwisata berkaitan dengan wisatawan. Kegiatan
pariwisata telah menimbulkan peluang ekonomi bagi masyarakat dengan menyediakan sarana
dan prasarana penunjang pariwisata. Hal tersebut berpengaruh terhadap pemanfaatan
permukiman dalam masyarakat di Desa Gubuk Klakah. Mulai ada masyarakat yang
menambahkan fungsi perdagangan dan jasa pada tempat tinggal mereka untuk memenuhi
kebutuhan wisatawan. Selain itu masyarakat juga mulai mengubah bangunan rumah tinggal
mereka menjadi sebuah penginapan. Penginapan yang ada di Desa Gubugklakah terdapat
disepanjang jalan utama desa. Penginapan yang disajikan mulai dari yang tipe kecil sampai
yang tipe besar. Sarana peribadatan seperti masjid dan mushola yang ada juga memiliki
pengaruh karena membantu wisatawan dalam melakukan ibadah. Sarana kesehatan yang ada
juga membantu wisatawan dalam membutuhkan pemeriksaan kesehatan selama kegiatan
pariwisata.
Prasarana permukiman yang tersedia juga memiliki pengaruh terhadap pariwisata yang
ada. Kondisi jalan yang cukup baik juga memberikan kontribusi terhadap kelancaran
aksesibilitas wisatawan yang berkunjung. Untuk jaringan listrik, kondisinya telah memadai dan
telah mencukupi kebutuhan wisatawan serta masyarakat Desa Gubuk Klakah. Akan tetapi tidak
semua terdapat penerangan jalan yang ada di Desa Gubugklakah. Untuk jaringan telepon, Di

23
Desa Gubugklakah telah masuk jaringan telepon sehingga memudahkan wisatawan dalam
berkomunikasi. Hal tersebut menandakan hal baik, mengingat cukup jarang ditemui adanya
jaringan telepon pada desa dengan topografi seperti Desa Gubuk Klakah. Untuk penyediaan
air bersih, warga menggunakan 2 sumber air yaitu sumur dan HIPPAM. Kualitas air yang
dihasilkan memiliki kualitas yang cukup baik dikarenakan air yang digunakan berasal dari
sumber mata air pegunungan. Prasarana persampahan dan sanitasi serta drainase juga
mempunyai pengaruh untuk memudahkan wisatawan dalam pembuangan sampah, sedangkan
drainase berfungsi mengalirkan, menguras, membuang, atau mengalihkan air agar tidak
mengganggu kegiatan wisatawan.
Pada segi sosial, pertanian masih mendominasi perekonomian desa, namun sejak
adanya kegiatan pariwisata, masyarakat mulai tergantung pada hal tersebut. Hal ini dapat
dilihat dari adanya kegiatan pariwisata berupa agrowisata, yang mana terdapat kegiatan
pertanian dan pariwisata.

24
BAB V

KESIMPULAN
Desa Gubuk Klakah, Kecamatan Poncokusumo memiliki kawasan wisata yang
dominan, seperti wisata petik apel di belakang permukiman penduduk, Coban Pelangi, rafting
outbond turbin, bumi perkemahan, dan Gunung Bromo di sebelah timur Desa Gubuk Klakah.
Adanya objek-objek wisata tersebut didukung dengan disediakannya sarana penunjang
kegiatan pariwisata berupa homestay sebagai tempat menginap di permukiman penduduk. Desa
Gubuk Klakah sebagai desa pariwisata dapat dibagi menjadi tiga zona, antara lain:
1. Zona 1 sebagai pusat pengembangan pariwisata memiliki arahan sebagai lokasi
penyediaan sarana pemasaran, pembangunan permukiman yang mengedepankan
budaya lokal, peletakkan fasilitas pelengkap jalan, serta penyediaan sarana transportasi
lokal.
2. Zona 2 sebagai pusat pemerintahan atau informasi memiliki arahan pengembangan
untuk penyediaan layanan sarana informasi wisata yang teprusat di RW 5.
3. Zona 3 sebagai pusat pelayanna pariwisata memiliki arahan pengembangan untuk
penyediaan homestay berdesain sesuai karakteristik wilayah dan pengembangan jalur
hijau untuk pembatasan bangunan.
Arahan pengembangan Desa Gubuk Klakah menjadi desa pariwisata menggunakan
konsep ekologis yang mencakup dimensi keberlanjutan. Berdasarkan hasil analisis kajian
ekologis, arahan pengembangan untuk Desa Gubuk Klakah, antara lain:
1. Lahan permukiman di Desa Gubuk Klakah tidak akan dikembangkan lagi karena luas
lahan yang tidak memenuhi
2. Peningkatan kondisi bangunan rumah yang diarahkan memiliki karakteristik permanen.
3. Peningkatan kualitas SDM dalam kelembagaan HIPPAM agar terus berlanjut, serta
penghijauan di sekitar sumber air.
4. Peningkatan kualitas perkerasan dan drainase yang sebelumnya tanah menjadi semen,
normalisasi saluran agar memiliki kondisi yang baik, serta pembangunan IPAL di
kawasan permukiman.
5. Pembangunan TPS untuk pembuangan secara komunal dan pengolahan limbah
pertanian menjadi pupuk organik yang dapat dijual kembali.
6. Peningkatan perkerasan jalan menjadi aspal dan peningkatan fasilitas pelengkap jalan,
seperti lampu jalan dan rambu lalu lintas.
7. Desa Gubuk Klakah sebagai desa pariwisata memiliki beberapa objek pariwisata
disertai dengan penunjangnya, berupa homestay. Arahan pengembangannya berupa

25
peningkatan kualitas homestay di Desa Gubuk Klakah sehingga dapat meningkatkan
jumlah wisatawan.
Terdapat beberapa komponen permukiman di Desa Gubuk Klakah yang dapat
mempengaruhi kegiatan pariwisata, antara lain sarana perdagangan dan jasa, prasarana jalan,
air bersih, persampahan dan sanitasi, serta listrik memberikan pengaruh yang bersar terhadap
kegiatan pariwisata. Sarana peribadatan, prasarana drainase, dan telekomunikasi memiliki
pengaruh yang tidak terlalu besar terhadap kegiatan pariwisata, sedangkan sarana kesehatan
tidak terlalu berpengaruh terhadap kegiatan pariwisata. Pola permukiman, sarana pemerintahan
dan pelayanan umum, sarana pendidikan, ruang terbuka hijau dan olahraga, industri dan
pergudangan, serta pemakaman tidak memiliki pengaruh terhadap kegiatan pariwisata.

26
DAFTAR PUSTAKA

Mare, Christopher E dan Lindegger Max. Designing Ecological Habitats. Permanent


Publications, 2011, UK hal 32-34
Novendra, Tommy. 2014. Studi Konsep Ekologis Area Permukiman Kawasan Pariwisata
Pantai Objek Studi : Dusun Ngentak, Poncosari, Srandakan, Bantul. Tesis. Magister
Teknik Arsitektur, Universitas Atma Jaya
Perencanan Wilayah dan Kota Fakultas Teknik Universitas Brawijaya. 2015. Laporan Studio
Perencanaan Desa Gubuk Klakah 2015. Tidak Dipublikasikan.
Republik Indonesia. Undang-undang No. 4 tahun 1992 tentang Perumahan dan Permukiman
Spillane, James J. 1982. Ekonomi Pariwisata, sejarah, dan prospeknya. Yogjakarta : Kanisius.

27