Anda di halaman 1dari 8

II.

HASIL DAN PEMBAHASAN

2.1 Alat dan Bahan

2.1.1 Alat

Alat yang digunakan pada praktikum ini sebagai berikut:


1. Gelas bening merupakan salah satu alat yang digunakan untuk menampung
ekstrak DNA Mangga.

Gambar 1. Gelas Bening


2. Corong digunakan untuk membantu mempermudah penyaringan campuran dari
ekstrak dengan bantuan gravitasi untuk menghasilkan ekstraksi agar tidak
berantakan (Gunawan dkk, 2004).

Gambar 2. Corong
3. Wadah penampung biasa digunakan untuk Menampung bahan-bahan yang
digunakan dan sebagai tempat percampuran shampo dan garam atau Sabun dan
garam.
Gambar 3. Wadah Penampung
4. Tabung ukur digunakan untuk menampung aquades agar tetap terjaga
kesterilannya.

Gambar 4. Tabung Ukur


5. Sendok berfungsi sebagai alat untuk mengaduk ekstrak agar menjadi homogen.

Gambar 5. Sendok
6. Gelas ukur berfungsi untuk mengukur larutan dalam skala makro agar sesuai
dengan keinginan dan kebutuhan kita (Chang, 2005).

Gambar 6. Gelas Ukur


7. Pisau digunakan untuk mengupas kulit buah dan memotong buah menjadi
bagian yang lebih kecil lagi.
Gambar 7. Pisau

2.1.2 Bahan

Bahan yang dibutuhkan pada praktikum ini sebagai berikut:


1. Buah mangga berfungsi sebagai sumber DNA. DNA buah mangga akan
diekstraksi sehingga akan diperoleh DNA dari buah manga tersebut.

Gambar 8. Buah Mangga


2. Sampo berfungsi untuk merusak membran sel dan membran inti sehingga DNA
yang diinginkan dapat dikeluarkan dari dalam sel. Merusak membran sel
dengan cara mengemulsi lipid dan protein sel serta menyela interaksi polar
yang menyatukan membran sel (Lehninger, 1982).

Gambar 9. Sampo
3. Garam, pengisolasian DNA menggunakan garam dapur dengan tujuan untuk
memekatkan DNA. Hal ini dapat terjadi karena ion Na+ yang dikandung oleh
garam mampu membentuk ikatan dengan kutub negative pada ikatan fosfat
DNA. Saat ion Na+ garam berikatan dengan fosfat, pada saat itulah DNA akan
berkumpul (Yuwono, 2008).
Gambar 10. Garam

4. Aquades berfungsi untuk mengencerkan bahan seperti hasil lumatan buah dan
campuran antara garam, sabun, serta ekstrak buah. Pengenceran tersebut
berguna untuk mempermudah proses filtrasi (Muladno, 2002).

Gambar 11. Aquades


5. Etanol (alkohol) merupakan suatu senyawa yang tidak melarutkan DNA.
Penambahan etanol dimaksudkan untuk mempermudah visualisasi DNA.
Etanol (EtOH) 70% akan menyebabkan DNA mengalami presipitasi dan
muncul sebagai pita putih yang berada pada larutan antara alkohol dan larutan
sabun (Artama, 1991).

Gambar 12. Etanol (alkohol)

2.2 Langkah Kerja

Langkah kerja ekstrasi DNA buah mangga pada praktikum ini yaitu sebagai
berikut:
1. Dikupas buah mangga hingga bersih dan diusahakan tangan tidak menyentuh
secara langsung buah manga agar tidak terjadi kontaminasi.
Gambar 13. Pengupasan Buah Mangga
2. Dipotong buah mangga yang telah dikupas menjadi 4 bagian, lalu dimasukkan
kedalam plastik. Kemudian dilumatkan hingga lembut dengan tangan untuk
mendapatkan ekstrak buah manga.

Gambar 14. Pelumatan Buah Mangga


3. Dimasukkan 4 jumput garam ke dalam shampo. Penambahan garam berfungsi
untuk memekatkan DNA pada buah manga.

Gambar 15. Penambahan Garam


4. Dimasukkan 2 sendok air ke dalam wadah berisi shampo dan garam supaya
campuran lebih encer.

Gambar 16. Penambahan Air


5. Diaduk campuran shampo, garam, dan air hingga tidak berbusa. Busa pada
campuran ini menghambat proses penyaringan sehingga busa harus
dihilangkan dengan cara pengadukan.

Gambar 17. Pengadukan untuk Menghilangkan Busa


6. Dimasukkan satu sendok ekstra buah mangga ke dalam wadah yang berisi
campuran shampo, air, dan garam. Kemudian diaduk kembali semua campuran
tersebut hingga homogen.

Gambar 18. Penambahan Ekstrak Buah Mangga


7. Didiamkan campuran tersebut selama 3 menit agar seluruh zat yang terkandung
dalam setiap bahan bereaksi sempurna.

Gambar 19. Pendiaman Campuran Bahan


8. Disaring campuran diatas kedalam botol hingga diperoleh sari dari campuran
tersebut. Sari yang telah diperoleh, kemudian dimasukkan ke dalam tabung
ukur.

Gambar 20. Penyaringan Campuran Bahan


9. Ditambahkan isopropanol kedalam tabung ukur yang telah berisi sari dari
campuran semua bahan. Penambahan etanol dimaksudkan untuk
mempermudah visualisasi DNA. Etanol (EtOH) 70% akan menyebabkan DNA
mengalami presipitasi dan muncul sebagai pita putih yang berada pada larutan
antara alkohol dan larutan shampo.

Gambar 21. Penambahan Isopropanol pada Sari (Ekstrak) Seluruh Bahan


10. Didiamkan campuran diatas supaya isopropanol berekasi dengan ekstrak
(sari) semua bahan, hingga nampak benang-benang halus yang muncul ke
permukaan. Setelah didiamkan kurang lebih 1 menit, nampak benang-benang
halus muncul ke permukaan. Benang-benang tersebut yaitu
DNA/RNA/Protein dari buah mangga.

Gambar 22. Benang-Benang Putih Halus adalah DNA/RNA/Protein Mangga


DAFTAR PUSTAKA

Artama, W.T. 1991. Rekayasa Genetika. Pusat Antar Universitas-Bioteknologi,


UGM. Yogyakarta.

Chang, Raymond. 2005. Kimia Dasar Jilid 1 Edisi ketiga. Erlangga. Jakarta.

Darnell. 2003. Molecular Cell Biology.WH Freeman. New York.

Gunawan, Adi dan Roeswati. 2004. Tangkas Kimia. Kartika. Surabaya.

Lehninger, A.L. 1982. Dasar Dasar Biokimia Jilid 1. Erlangga. Jakarta.

Muladno. 2002. Seputar Teknologi Rekayasa Genetika. Pustaka Wirausaha Muda.


Bogor.

Suryo. 2004. Genetika Strata 1. Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta.

Yuwono, T. 2008. Biologi Molekuler. Erlangga. Jakarta.