Anda di halaman 1dari 4

TUGAS EKONOMI MANAJERIAL

(VIDEO 6 RAJA OTOMOTIF DUNIA)

KOMANG TRISKA ARIWIDANTA (1680611005)


COKORDA GEDE GOVINDA PARTHA (1680611012)
DESAK PUTU OPRI SANI SAPUTRI (1680611019)
KADEK BUDI SATRIA UTAMA (1680611026)

Program Megister Manajemen


Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana
Denpasar
2017
DAFTAR ISI
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Seiring dengan perkembangan pesat teknologi terbaru, dunia otomotif pun juga turut
mengalami kemajuan drastis. Setiap tahun, selalu ada inovasi-inovasi baru yang dikeluarkan
dalam industri otomotif. Misalnya salah satu teknologi canggih mobil masa depan yang bisa
berjalan sendiri tanpa supir, mobil bisa berganti warna, hingga wacana mobil terbang yang
katanya akan segera hadir pada tahun 2017 ini. Hal ini tentu tidak terlepas dari jasa para
penemu di era puluhan bahkan beratus tahun silam bertindak sebagai pionir dan membuka
jalan bagi para penemu produk-produk otomotif generasi selanjutnya hingga saat ini.
Di era sekarang, industri mobil menjadi salah-satu yang paling menggeliat. Kita bisa
memilih berbagai model atau kategori. Entah itu sedan, crossover, SUV, sporty, truck,
hatchback, coupe,van/ minivan, wagon,electric, atau juga hybrid. Para perusahaan sendiri tak
hanya berlomba untuk memproduksi yang terbaik, melainkan juga berupaya menawarkan
kemudahan agar orang-orang bisa memiliki mobil. Seiring dengan meningkatnya kebutuhan
kendaraan pribadi, terutama mobil, maka bisnis ini terus berkembang pesat. Persaingan pun
berlangsung secara ketat. Yang terbaik dan unggul bisa dilihat dari penjualan, pendapatan, dan
net income-nya.
Industri otomotif juga ke depannya dipercaya akan terus tumbuh berkembang. Kondisi
pasar yang luas dan penyesuaian regulasi bisa memberikan stimulus yang positif. Jika menilik
data dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO), saat ini produksi
otomotif di Indonesia sudah mencapai 597.522 unit. Sedangkan kapasitas produksi otomotif di
Indonesia mencapai 2,2 juta unit per tahun. Kemudian selama 2017 ini, investasi industri
otomotif yang sudah diselesaikan mencapai Rp16,5 triliun. Kemudian investasi ini menambah
lahan 5.000 lapangan pekerjaan, dengan total pekerja di bidang industri otomotif hingga saat ini
sudah mencapai lima juta orang (Metrotvnews.com, 10/08/2017).
Melihat hal tersebut maka akan semakin ketatnya persaingan yang akan terjadi di dunia
bisnis otomotif. Setiap perusahaan wajib melakukan inovasi di setiap produk yang akan
diciptakannya agar produk tersebut mampu memenuhi permintaan pasar. Mengingat juga
perkembangan teknologi serta maraknya kempanye peduli terhadap lingkungan memaksa
setiap produsen mobil dunia menciptakan sebuah produk yang ramah lingkungan.
Pertumbuhan perekonomian setiap Negara mendorong penjualan mobil yang terjadi di dunia,
dimana pada tahun 2006 mayoritas masyarakat dunia memilih membeli mobil masal sebesar
64% dan 36% masyarakat dunia lebih memilih membeli mobil dengan katagori mewah. Akan
tetapi dalam rentan waktu 10 tahun yaitu pada tahun 2016 pilihan konsumen dalam membeli
mobil berubah. Sebanyak 52% masyarakat dunia membutuhkan produk mobil yang lebih
personal dan memutuskan pembelian memilih membeli mobil mewah dan 48% masyarakat
dunia memilih membeli mobil masal.
Produsen mobil dunia harus berhati-hati dalam menghadapi persaingan bisnis yang
akan terjadi. Untuk saat ini produsen mobil dunia dengan tingkat penjualan paling tinggi masih
dipegang oleh produsen mobil asal Jepang yaitu Toyota. Toyota masih terus berinovasi agar
terus mampu bersaing di pasar otomotif dunia. Pengembangan industri otomotif memiliki
multiplier effect cukup luas, disamping menciptakan aktifitas ekonomi pada kegiatan perakitan
dan manufaktur komponen, juga menimbulkan kegiatan ekonomi pada sektor distribusi sampai
pada aktivitas pelayanan purna jualnya. Di masa mendatang, untuk bersaing di pasar global,
produk-produk otomotif harus memenuhi aspek keamanan, kenyamanan, hemat bahan bakar,
ramah lingkungan, serta dibadrol dengan harga terjangkau atau bisa disebut LCGC (Low Cost
Green Car).

1.2 Rumusan Masalah


1. Bagaimana strategi perusahaan menghadapi persaingan bisnis otomotif dunia?
2. Ancaman apa saja yang akan dihadapi perusahan otomotif dunia kedepannya?