Anda di halaman 1dari 5

TINDAK LANJUT HASIL EVALUASI REAGENSIA

NO NAMA REAGENSIA HASIL TINDAK HASIL


EVALUASI LANJUT
1.
1 Reagen yang Setiap reagen Setiap reagen
tersedia tidak yang masuk yang masuk
ada ada yang dan keluar sudah ada
mendekati sudah pencatatan
expired date dicatatat waktu
dan dalam kartu penerimaan,pen
pengeluaran stok. yimpanan,dan
nya secara kontrol
FEFO(First kadarluarsa
Exspired reagen
First Out)

Sungai Penuh, DESEMBER 2017


Di ketahui :
Kepala Rumkitban 02090417 KRC

Adi Sawiran Amd, Kep


KAPTEN CKM NRP 596216
PANDUAN TERTULIS UNTUK EVALUASI REAGENSIA

BAB I DEFENISI

Evaluasi reagensia adalah kegiatan dalam melakukan pengendalian reagen


meliputi penerimaan ,penyimpanan dan kontrol kadarluarsaan reagen

Laboratorium adalah unit yang melakukan pelayanan pemeriksaan


spesimen klinik untuk mendapatkan informasi tentang kesehatan perorangan
terutama untuk menunjang upaya diagnosa penyakit, penyembuhan penyakit,
dan pemulihan kesehatan.

BAB II TUJUAN

A. Tujuan umum

Untuk mengawasi operasional laboratorium agar mendapatkan hasil

yang berkualitas.

B. Tujuan khusus

1. untuk mengevaluasi penerimaan reagensia.

2. untuk mengevaluasi penyimpanan reagensia.

3. untuk mengevaluasi kontrol kadarluarsa reagen.

4. untuk mengevaluasi pemesanan reagensia.

BAB III RUANG LINGKUP

1.penerimaan reagensia

2. penyimpanan reagensia

3. kontrol kadarluarsa reagen

4. pemesanan reagensia

5. uji kualitas reagen

BAB IV pelaksanaan

No Proses Uraian

1. Penerimaan 1. petugas laboratorium memeriksa data reagen


reagen yang datang

2. pemeriksaan keadaan pembungkus reagen dalam


keadaan tersegel,tidak terbuka,tidak rusak dan
tidak robek

3. reagen yang datang di periksa tanggal


kadarluarsa.
2. Penyimpanan 1. reagen yang datang diperiksa tanggal kadarluarsa
reagen dan di simpan sesuai dengan prosedur
penyimpanan yang tertera dalam kemasan reagen

2. kulkas tempat penyimpanan reagen harus selalu


diperiksa suhunya,agar sesuai dengan syarat
penyimpanan reagen denga cara:

a. Atur suhu kulkas sesuai dengan syarat suhu


dalam penyimpanan reagen

b. Usahakan kulkas dalam selalu keadaan hidup

c. Bersihkan kulkas setiap 2 bulan

3. Reagen yang sudah di buka bisa bertahan sampai


masa kadarluarsa,habis sudah disimpan pada
suhu (2-8)

4. Jika suhu penyimpanan dilemari pendingin (2-


8)maka reagen yang belum terbuka dapat
bertahan dalam 1 minggu ,sedangkan reagen yang
sudah di buka dapat bertahan 3 hari.

3. Kontrol 1. Reagen yang baru datang diperiksa masa


kadarluarsa kadarluarsanya
reagen
2. Bila mendekati masa kadarluarsanya maka segera
dilaporkan ke penanggung jawab reagen untuk
dikembalikan kesuplier dan ditukar dengan
reagen yang baru.

4. Pemesanan 1. Penanggung jawab reagen mengecek persediaan


reagen yang akan habis

2. Reagen yang akan habis di catat dan di laporkan


kepada kepala ruangan laboratorium

3. Kepala rauangan laboratorium memeriksa


kembali laporan yang diberikan

4. Kemudian mengajukan pemesanan reagen kepada


kepala rumkitban 020904 kerinci.

5. Setelah mendapat persetujuan dari karumkitban


dilanjutkan dengan pemesanan reagen ke pihak
supplier.

5. Uji kualitas reagen

a. Uji kualitas reagen harus dilakukan:

1. Bila sudah mendekati masa kadarluarsa

2. Bila ditemukan / terlihat tanda-tanda kerusakan (timbul


kekeruhan,perubahan warna,timbul endapan)

3. Bila terdapat kecurigaan dalam pemeriksaan

b. Menguji kualitas dapat dilakukan dengan cara Melakukan pemeriksan


bahan kontrol yang telah diketahui nilainya dengan menggunakan reagen
tersebut
c. Uji ketelitian

Hasil laboratorium digunakan untuk menentukan diagnosis, pemantauan


pengobatan dan meramal prognosis, dalam arti mempunyai tingkat akurasi
dan presisi yang dapat dipertanggung jawabkan.

Dalam pelaksanaan ketelitian ini dapat digunakan bahan kontrol asayed


atau unassayed.

Kegiatan yang harus dilakukan dalam pengujian ini adalah :

1. Periode pendahuluan

Pada periode ini ditentukan nilai dasar yang merupakan nilai


rujukan untuk pemeriksaan selanjutnya periode ini umumnya
dilakukan baik untuk pemeriksan kimia klinik, hematologi,
imonoserologi maupun kimia cara:

a. pemeriksaan bahan kontrol pemeriksaan bersamaan dengan


pemeriksaan spesimen setiap hari kerja atau hari parameter yang
bersangkutan diperiksa sampai 7 hari kerja

b. catat setiap nilai yang diperoleh tiap hari kerja tersebut dalam
pormulir periode pendahuluan pada kolom X

c. setelah diperoleh 25 nilai pemeriksaan,hitung nilai rata-ratanya(


mean).standar deviasi V(SD).koovisien variasi ( CV),batas peringatan
(mean +-2 SD) dan batas kontrol (mean +-3SD).

d. Teliti kembali apakah ada nilai yang melebihi batas mean+-3SD.bila


ada,maka nilai tersebut dihilangkan.Hitung kembali nilai
mean,SD,CV,mean+_2 dan mean+-3SD.
e. Nilai mean dan S yang di peroleh ini dipakai sebagai nilai rujukan
periode kontrol.

2. periode kontrol

Merupakan periode untuk menentukan ketelitian pemeriksaan pada hari


tersebut .prosedur pada periode kontrol ini tergantung dari bidang
pemeriksaannya untuk pemeriksaan kimia klinik ,hematologi dan kimia
adalah sebagai berikut:

a. periksa bahan kontrol setiap hari kerja atau pada hari parameter yang
bersangkutan di periksa.

b. catatlah nilai yang diperoleh pada formulir periode kontrol.

c. hitung penyimpangannya terdapat nilai rujukan dalam satuan S (standar


deviasi index)dengan rumus:

Xi-mean

Satuan SD=.........................Sd

d. satuan S yang di peroleh diplot pada grafikkontrol.sumbu X dalam grafik


kontrol menunjukkan hari/tanggal pemeriksaan sedangkan sumbu Y
menunjukkan satuan S.

3. Evaluasi hasil

4. Uji ketepatan
BAB.V Dokumentasi

Lampiran laporan pemakaian dan kadarluarsa reagen.

LAPORAN PEMAKAIAN DAN KADALUARSA REAGEN

NO NAMA REAGEN JUMLAH PEMAKAIAN TANGGAL


STOK KADLUARSA

1. 2 1

2. 2 1

3. 1 1

4. 3 1

5. 3 1

6. 4 1

7. 5 1

8. 10 1

9. 5 1

10. 9 2

11. 9 2

12. 9 2

13. 9 2

diketahui oleh :

Kepala Rumkitban 020904 Sungai Penuh , Desember 2017


Kepala Ruangan Laboratorium

Adi Sawiran, Amd, Kep ASN Maiyana Ariani

Kapten ckm nrp 596216 NIP :