Anda di halaman 1dari 9

Journal Endurance 2(1) February 2017 (81-89)

HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP IBU DENGAN BENDUNGAN


ASI DI PUSKESMAS SIDOMULYO
PEKANBARU
Penti Dora Yanti
Akademi Kebidanan Helvetia Pekanbaru, Pekanbaru 28294, Indonesia
penti_criwis@yahoo.co.id

Submitted :21-01-2017, Reviewed:29-01-2017, Accepted:07-02-2017


DOI: http://doi.org/10.22216/jen.v2i1.1675

ABSTRAK
Berdasarkan data dari Departemen Kesehatan Indonesia, menyatakan 38% wanita di dunia usia diatas
25 tahun disepakati tidak menyusui bayinya dikarenakan bendungan ASI. Sementara hasil survey di
Puskesmas Sidomulyo Rawat Inap tahun 2010 kejadian bendungan ASI pada ibu menyusui yaitu 3-4
% kejadian dari 100 ibu menyusui, kejadian ini dikarenakan menurunnya tingkat perawatan payudara
sehingga akan cenderung mengakibatkan terjadinya peningkatan angka kejadian bendungan ASI.
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan pengetahuan dan sikap ibu tentang
perawatan payudara dengan kejadian bendungan ASI. Penelitian ini merupakan penelitian analitik
kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Populasi pada penelitian ini berjumlah 210 ibu
menyusui yang berkunjung di Puskesmas Rawat Inap Sidomulyo Pekanbaru tahun 2016, teknik
pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan accidental sampling dengan jumlah sampel 67
orang, pengumpulan data menggunakan data primer dengan instrument penelitian adalah kuisioner.
Analisis data yang digunakan adalah univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan p value =
0,003 < 0,05 yang berarti ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan tentang perawatan
payudara dengan kejadian bendungan ASI dan untuk variabel sikap p value = 0,001 < 0,05 yang
berarti ada hubungan yang bermakna antara sikap tentang perawatan payudara dengan kejadian
bendungan ASI.

Kata Kunci : Pengetahuan, Perawatan Payudara, Sikap

ABSTRACT
Based on data from the Ministry of Health in Indonesia, that said 38 percent women in the world age
more than 25 years agreed do not breastfeeding her baby because of dam breast milk this happens
because of decrease of the breast care so that will tend caused the increase in the rate of the dam breast
milk. The purpose of this research is to analyze the relationship of knowledge and the attitude of the
mother about breast care with genesis the dam breast milk. This research is analytically
quantitatively with cross sectional research design. The population of this research totaled 210
breastfeeding mothers who visited at Sidomulyo of Clinic Hospitalization in Pekanbaru 2016, data
collection using the primary data with instrument research is a questioner. Analysis of the data used is
univariat and bivariat. The results of the study showed p value = 0,003 < 0.05 which means there is
a meaningful relationship between the knowledge about breast care with genesis the dam breast milk
and variabel attitudes p value = 0.001 < 0.05 which means there is a meaningful relationship
between attitudes about breast care with genesis the dam breast milk.

Keywords : Knowledge, Breast Care, Attitudes

Kopertis Wilayah X 81
PD. Yanti Hubungan Pengetahuan, Sikap Journal Endurance 2(1) February 2017

PENDAHULUAN Bendungan ASI tersebut dapat dicegah


Menyusui merupakan salah satu yang dengan perawatan payudara dan frekuensi
terbaik untuk bayi karena dengan menyusui yang sering (Rukiyah, 2010).
menyusui kebutuhan gizi bayi akan Menurut Varney (2007) disamping
terpenuhi, diusia lebih dari 25 tahun perawatan payudara, ibu juga perlu
sepertiga wanita di dunia (38%) disepakati mengetahui keterampilan-keterampilan
tidak menyusui bayinya (SDKI, 2012). yang dapat digunakan oleh ibu ketika
Menyusui merupakan suatu cara yang tidak memulai pemberian ASI dan selama
ada duanya dalam memberikan makanan periode menyusui bayi secara keseluruhan
yang ideal bagi pertumbuhan dan adalah masasse payudara, pengeluaran ASI
perkembangan bayi yang sehat. Selain itu, secara normal (memerah payudara) dan
mempunyai pengaruh biologis serta niplle rolling (memuntir puting) payudara.
kejiwaan yang unik terhadap kesehatan ibu Masasse dan memerah ASI pada awalnya
dan bayi. Zat-zat anti infeksi yang meningkatkan aliran ASI dengan
terkandung dalam ASI membantu membersihkan sinus-sinus dan duktus-
melindungi bayi terhadap penyakit. Akan duktus laktiferus kolostrum pertama yang
tetapi, menyusui tidak selamanya dapat lengket, selanjutnya membentuk aliran
berjalan dengan normal, tidak sedikit ibu- kolostrum yang kurang pekat. Duktus dan
ibu mengeluh seperti adanya sinus ini juga digunakan untuk membantu
pembengkakan payudara akibat bayi menyusu, mengumpulkan ASI dan
penumpukan ASI, karena pengeluaran ASI untuk mengurangi Pembengkakkan
tidak lancar atau pengisapan oleh bayi bendungan ASI (Nainggolan, 2009).
(Heryani, 2012). Terjadinya bendungan ASI di
Pembengkakan ini akan Indonesia berdasarkan penelitian yaitu
mengakibatkan rasa nyeri pada ibu bahkan terbanyak pada ibu-ibu bekerja sebanyak 16
tidak jarang ibu merasa demam, oleh karena % dari ibu yang menyusui (Depkes RI,
itu para ibu dianjurkan untuk melakukan 2012). Sementara hasil survey Sosial
perawatan payudara agar tidak terjadi Ekonomi Daerah Provinsi Jawa Timur
komplikasi seperti bendungan ASI tahun 2010 kejadian bendungan ASI pada
(Heryani, 2012). Bendungan air susu ibu ibu menyusui yaitu 1-3% (2-13) kejadian
adalah pembengkakan pada payudara dari 100 ibu menyusui terjadi di pedesaan,
karena peningkatan aliran vena dan limfe kejadian ini dikarenakan adanya kesibukan
sehingga menyebabkan rasa nyeri disertai keluarga dan pekerjaan menurunkan tingkat
kenaikan suhu badan. Bendungan ASI perawatan dan perhatian ibu dalam
dapat terjadi karena adanya penyempitan melakukan perawatan payudara sehingga
duktus laktiferus pada payudara ibu dan akan cenderung mengakibatkan terjadinya
dapat terjadi bila ibu memiliki kelainan peningkatan angka kejadian bendungan
puting susu misalnya puting susu datar, ASI (Badan Pusat Statistik Jawa Timur,
terbenam dan cekung. Kejadian ini 2010). Angka kejadian bendungan ASI
biasanya disebabkan karena air susu yang menurut Depkes 2010 dalam (Juarni et al.,
terkumpul tidak segera dikeluarkan 2014) berdasarkan survey yang dilakukan
sehingga menjadi sumbatan. Gejala yang oleh Badan Penelitian dan Pengembangan
sering muncul pada saat terjadi bendungan dibidang kesehatan pada tahun 2010
ASI antara lain payudara bengkak, didapatkan 46% dikarenakan perawatan
payudara terasa panas dan keras, payudara payudara yang kurang. Perawatan payudara
terasa nyeri saat ditekan, payudara sangat penting dilakukan untuk persiapan
berwarna kemerahan dan suhu tubuh ibu ibu menyusui dan memperlancar
sampai 38oC. Apabila kejadian ini pengeluaran ASI, perawatan payudara
berkelanjutan dapat mengakibatkan dilakukan secara benar dan teratur akan
terjadinya mastitis dan abses payudara. memudahkan bayi mengonsumsi ASI,

Kopertis Wilayah X 82
PD. Yanti Hubungan Pengetahuan, Sikap Journal Endurance 2(1) February 2017

pemeliharaan ini juga merangsang produksi Menurut Piliterry (2002) masalah


ASI dan mengurangi risiko luka saat yang terjadi pada masa nifas adalah puting
menyusui (Widiasih, 2008). susu lecet dengan insiden mencaai 57 % ibu
Menurut Tasya 2008 agar berhasil menyusui. Selain itu menurut Soetjningsih
dalam memberikan ASI, maka,ibu perlu adapun masalah yang dapat terjadi akibat
mengetahui faktor-faktor yang kurangya perawatan payudara dalam masa
mempengaruhi kualitas dan kuantitas ASI nifas adalah puting puting susu lecet,
sehingga dapat mencegah terjadinya bendungan payudara dan pembengkakan
penurunan angka pemberian ASI. payudara, dan ini berawal dari pengetahuan
Menurunnya angka pemberian ASI ini ibu yang kurang tentang perawatan
disebabkan rendahnya pengetahuan para payudara(Pertiwi, 2014).
ibu mengenai manfaat ASI dan cara Data dari Dinas Kesehatan Kota
menyusui yang benar, kuranngaya Pekanbaru didapati kunjungan ibu
pelayanan laktasi, kurangnya dukungan menyusui yang terdiri dari 20 Puskesmas
dari petugas tenaga kesehatan, persepsi pada tahun 2014 tiga Puskesmas
sosial budaya yang menentang pemberian menempati urutan tertinggi kunjungan ibu
ASI , ibu bekerja, dan pemasaran susu menyusui yaitu Puskesmas Sidomulyo
formula mempengaruhi pemikiran ibu dan menempati peringkat ke 3 dengan
petugas kesehatan. Selain itu menurut persentase 83,47% dan Puskesmas Sail
Roseli beberapa faktor yang mempengaruhi menempati peringkat ke 2 dengan
kualitas adalah asupan nutrisi ibu, gaya persentase 85,21%, sedangkan Puskesmas
hidup, dan lingkungan, dan adapun faktor Rawat Inap Sidomulyo merupakan
yang mempengaruhi kuantitas ASI adalah Puskesmas yang menempati peringkat
ketentraman jiwa, pikiran, pengaruh pertama tertinggi ibu menyusui yaitu
persalinan, dan kebijakan petugas dengan persentase 89,11% (Dinkes Kota
kesehatan, penggunaan kontrasepsi, dan Pekanbaru, 2015).
perawatan payudara (Nainggolan, 2009). Berdasarkan survey awal yang
Salah satu solusi untuk mencegah dilakukan di Puskesmas Rawat Inap
masalah yang sering terjadi pada ibu Sidomulyo tahun 2016 dari 12 orang ibu
menyusui adalah perawatan payudara, didapati 4 orang ibu yang melakukan
perawatan payudara bertujuan untuk perawatan payudara pada saat menyusui
melancarkan sirkulasi darah dan mencegah tidak terjadi bendungan ASI, 4 ibu yang
penyumbatan saluran susu, sehingga tidak melakukan perawatan payudara pada
pengeluaran ASI lancar dan perawatan saat menyusui tidak terjadi bendungan ASI
payudara sebelum hamil sudah mulai dan 2 orang ibu yang tidak melakukan
dilakukan selain untuk memperlancar perawatan payudara pada saat menyusui
pengeluaran ASI juga dapat membentuk terjadi bendungan ASI karena ibu tidak
payudara yang ideal. Setiap wanita pasti tahu /tidak mengerti tentang perawatan
menginginkan bentuk payudara yang ideal payudara dan 2 orang ibu yang melakukan
dan menarik, maka tidak jarang kita perawatan payudara masih mengalami
mendengarkan beberapa wanita memilih bendungan ASI karena ibu tidak melakukan
untuk tidak menyusui bayinya dikarenakan perawatan payudara yang benar,
khawatir payudaranya menjadi kendor. dikarenakan pengetahuan dan sikap ibu
Keinginan ibu untuk menyusui bayinya yang salah dalam proses menyusui seperti
sering kali terhambat oleh teknik pemberian yang salah sampai
ketidaknyamanan yang timbul saat proses menyebabkan ibu mengalami puting susu
menyusui, seperti bayi sulit menghisap yang lecet, bendungan ASI yang dialami
ASI, puting susu lecet dan lain-lain ibu disebabkan pengeluaran susu yang tidak
(Proverwati, 2010). lancar karena bayi tidak cukup sering
menyusu, produksi meningkat,terlambat

Kopertis Wilayah X 83
PD. Yanti Hubungan Pengetahuan, Sikap Journal Endurance 2(1) February 2017

Sumber : Data Primer, 2016


menyusukan, hubungan dengan bayi
(bonding) kurang baik dan dapat pula Berdasarkan tabel 1 dapat dilihat
karena sikap ibu dalam pembatasan waktu bahwa sebagian besar ibu menyusui berusia
menyusui yang berakhir pada terjadinya 20-35 tahun sebanyak 52 orang (77,6%),
bendungan ASI karena perawatan payudara sebagian besar responden berpendidikan
yang tidak tepat. SMA sebanyak 29 orang (43,3%) dan
Berdasarkan uraian di atas maka sebagian besar responden tidak bekerja
peneliti tertarik untuk melakukan penelitian sebanyak 58 orang (86,6%).
dengan judul Hubungan Pengetahuan dan
Sikap Ibu tentang Perawatan Payudara Analisa Univariat
dengan Kejadian Bendungan ASI di 1.1 Pengetahuan
Puskesmas Rawat Inap Sidomulyo Tahun Hasil distribusi frekuensi pengetahuan
2016 responden dapat dilihat pada tabel 2.
METODE PENELITIAN berikut ini :
Jenis penelitian yang digunakan Tabel 2. Distribusi Frekuensi
dalam penelitian ini menggunakan metode Pengetahuan Responden
analitik kuantitatif, yaitu suatu penelitian No Pengetahuan Frekuensi Persentase
yang bertujuan untuk mencari hubungan 1 Kurang 43 64,2%
antar variabel dengan menggunakan 2 Cukup 15 22,4%
3 Baik 9 13,4%
pendekatan cross sectional dimana objek Total 67 100%
penelitian dan waktu diamati pada waktu Sumber : Data Primer, 2016

yang sama (Soekidjo, 2010). Populasi pada Berdasarkan tabel 2 dapat dilihat
penelitian ini berjumlah 210 ibu menyusui sebagian besar responden memiliki
yang berkunjung di Puskesmas Rawat Inap pengetahuan kurang yaitu sebanyak 43
Sidomulyo Pekanbaru tahun 2016, teknik orang (64,2%).
pengambilan sampel dalam penelitian ini
menggunakan accidental sampling dengan 1.2 Sikap
jumlah sampel 67 orang, pengumpulan data Hasil distribusi frekuensi sikap
menggunakan data primer dengan responden dapat dilihat pada tabel 4.3
instrument penelitian adalah kuisioner. berikut ini :
Analisis data yang digunakan adalah
analisis univariat dan bivariat. Tabel 3. Distribusi Frekuensi Sikap
HASIL PENELITIAN DAN Responden
PEMBAHASAN
1. Data Umum No Sikap Frekuensi Persentase
1 Negatif 39 58,2%
Hasil distribusi frekuensi karakteristik 2 Positif 28 41,8%
responden dapat dilihat pada tabel 1. Total 67 100%
Sumber : Data Primer, 2016
berikut ini:
Tabel 1. Distribusi Frekuensi Karakteristik Berdasarkan tabel 3 dapat dilihat
Responden
Karakteristik Frekuensi Persentase
sebagian besar responden memiliki sikap
Umur negatif yaitu sebanyak 39 orang (58,2%).
< 20 tahun 0 0%
20-35 tahun 52 77,6%
>35 tahun 15 22,4%
Total 67 100%
Pendidikan
1.3 Bendungan ASI
SD 10 14,9% Hasil distribusi frekuensi bendungan
SMP 25 37,3% ASI responden dapat dilihat pada tabel 4
SMA 29 43,3%
Perguruan Tinggi 3 64,5% berikut ini :
Total 67 100%
Pekerjaan
Bekerja 9 13,4%
Tidak bekerja 58 86,6%
Total 67 100%

Kopertis Wilayah X 84
PD. Yanti Hubungan Pengetahuan, Sikap Journal Endurance 2(1) February 2017

Tabel 4. Distribusi Frekuensi kejadian bendungan ASI di Puskesmas


Bendungan ASI Rawat Inap Sidomulyo Tahun 2016.

No Kunjungan Frekuensi Persentase 1.5 Hubungan Sikap dengan


1 Bendungan ASI 47 70,1% Kejadian Bendungan ASI
2 Tidak 20 29,9%
Bendungan ASI
Hasil hubungan sikap tentang
Total 67 100% perawatan payudara dengan kejadian
Sumber : Data Primer, 2016
bendungan ASI responden dapat dilihat
Berdasarkan tabel 4 dapat dilihat pada tabel 6. berikut ini :
bahwa sebagian besar responden yang Tabel 6. Hubungan Sikap dengan
mengalami bendungan ASI sebanyak 47 Bendungan ASI
orang (70,1%).
Sikap Bendungan ASI
Tidak Bendung p
Analisis Bivariat Bendu an ASI Total value
ngan
ASI
1.4 Hubungan Pengetahuan dengan n % N % N %
Bendungan ASI Negatif 5 7,5 34 23,9 39 56,7 0,001
Positif 15 22,4 13 10,4 28 43,3
Hasil distribusi frekuensi bendungan Total 20 29,9 47 70,1 67 100
ASI responden dapat dilihat pada tabel 5. Sumber : Data Primer, 2016
berikut ini :
Berdasarkan tabel 6 menunjukkan
Tabel 5. Hubungan Pengetahuan dengan bahwa dari 67 responden terdapat 39
Bendungan ASI responden yang bersikap negatif dimana
terdapat 34 (50,7%) bendungan ASI dan 5
Benudngan ASI (7,5%) responden tidak bendungan ASI dan
Tidak Bendu Total p
terdapat 28 responden bersikap positif
Pengetah Bendun ngan
uan gan ASI
val dimana terdapat 13 (19,4%) bendungan
ue
ASI ASI dan 15 (22,4%) responden tidak
n % n % N %
Kurang 7 10,4 36 53,7 43 64,2
bendungan ASI.
Cukup 7 10,4 8 11,9 15 22,4 Berdasarkan uji statistik diperoleh
0,003
Baik
Total
6 9,0
20 29,8 47
3 4,5
70,1
9
67
13,4
100 hasil p value = 0,001 < 0,05 yang berarti
Sumber : Data Primer, 2016 ada hubungan yang bermakna antara sikap
tentang perawatan payudara dengan
Berdasarkan tabel 4.5 menunjukkan kejadian bendungan ASI.
bahwa dari 67 responden terdapat 43 yang
berpengetahuan kurang dimana terdapat 36 PEMBAHASAN
orang (53,7%) bendungan ASI dan yang Berdasarkan hasil penelitian yang
tidak bendungan ASI sebayak 7 (10,4%) dilakukan di Puskesmas Rawat Inap
responden. Responden yang Sidomulyo Pekanbaru Tahun 2016
berpengetahuan cukup berjumlah 15 orang menunjukkan bahwa dari 67 responden
dimana terdapat 8 (11,9%) bendungan ASI terdapat 43 yang berpengetahuan kurang
dan tidak bendungan ASI sebanyak 7 dimana terdapat 36 orang (53,7%)
(10,4%). Responden yang berpengetahuan bendungan ASI dan yang tidak bendungan
baik berjumlah 9 orang dimana terdapat 3 ASI sebanyak 7 (10,4%) responden.
(4,5%) bendungan ASI dan tidak Responden yang berpengetahuan cukup
bendungan ASI sebanyak 6 (9,0%). berjumlah 15 orang dimana terdapat 8
Berdasar uji statistik diperoleh hasil p (11,9%) bendungan ASI dan tidak
value = 0,003 < 0,05 yang berarti ada bendungan ASI sebanyak 7 (10,4%).
hubungan bermakna antara pengetahuan Responden yang berpengetahuan baik
tentang perawatan payudara dengan berjumlah 9 orang dimana terdapat 3

Kopertis Wilayah X 85
PD. Yanti Hubungan Pengetahuan, Sikap Journal Endurance 2(1) February 2017

(4,5%) bendungan ASI dan tidak responden dengan breast care kurang
bendungan ASI sebanyak 6 (9,0%). terdapat 6 responden (85,7%) mengalami
Berdasarkan uji statistik diperoleh bendungan ASI dan yang 1
hasil p value = 0,003 < 0,05 yang berarti responden(14,3%) tidak mengalami
ada hubungan bermakna antara bendungan ASI (Pertiwi et al., 2014).
pengetahuan tentang perawatan payudara Menurut asumsi peneliti, dari hasil
dengan kejadian bendungan ASI di penelitian yang dilakukan kepada 67 orang,
Puskesmas Rawat Inap Sidomulyo Tahun sebagian besar responden umur 20 35
2016. tahun sebanyak 52 responden (77,6%),
Pengetahuan merupakan hasil dari dengan kategori pengetahuan sebagian
tahu dan ini terjadi setelah orang besar responden kurang sebanyak 43
mengadakan penginderaan terhadap objek responden (64,2%) dan kurangnya
tertentu, penginderaan yang terjadi pengetahuan responden tentang perawatan
terhadap objek terjadi melalui panca indera payudara dikarenakan kurangnya
manusia yakni penglihatan, penciuman, keingintahuan ibu tentang perawatan
rasa dan raba dengan sendiri. Pada waktu payudara dan kurangnya informasi yang
pengindraan sampai penghasilan didapatkan dari tenaga kesehatan maupun
pengetahuan tersebut sangat dipengaruhi media masa tentang perawatan payudara
oleh intensitas perhatian persepsi, terhadap untuk persiapan menyusui.
objek. Sebagian besar pengetahuan Selain faktor keingintahuan dan
manusia diperoleh oleh mata dan kurangnya informasi dari tenaga kesehatan
telinga(Wawan, 2011). maupun media masa, status pekerjaan juga
Penelitian ini sejalan dengan mempengaruhi pengetahuan ini. Hasil
penelitian yang dilakukan oleh (Murniati, penelitian menunjukkan sebanyak 58
2010) dalam Jurnal yang berjudul responden (86,6%) tidak bekerja hal inilah
Hubungan Pengetahuan Ibu Nifas dengan yang memungkinkan ibu tidak menerima
Praktek Pencegahan Bendungan ASI uji informasi dari dunia luar terutama
statistik dengan hasil p value = 0,001 yang mengenai perawatan payudara. Seorang ibu
berarti bahwa ada hubungan yang yang bekerja bisa mengembangkan dan
signifikan antara pengetahuan ibu menerapkan pengetahuannya terhadap
menyusui dengan kejadian bendungan ASI. kehidupan keluarganya, sedangkan ibu
Hasil penelitian lain juga yang tidak bekerja dan hanya berdiam
menunjukkan bahwa ada hubungan antara dirumah tidak akan menambah
breast care dengan kejadian bendungan ASI pengetahuan dan wawasan dari luar
di Bidan Praktek Swasta (BPS) wilayah sehingga ibu kurang mendapatkan
kerja Puskesmas Wuryantoro Wonogiri, hal informasi tentang perawatan payudara
ini dibuktikan dari hasil uji statistik Chi akibatnya ibu mengalami bendungan ASI.
square untuk mengetahui hubungan antara Selain penjelasan di atas Menurut
breast care dengan kejadian bendungan ASI peneliti ibu nifas yang melakukan
diperoleh nilai X2 = 11,327 dengan p-value perawatan payudara selama menyusui
= 0,003 (p<0,05). Dari 13 responden berdampak baik selama menyusui yaitu
dengan breast care baik yang mengalami tidak terjadinya bendungan ASI. Hal ini
bendungan ASI hanya 2 responden (15,4%) dikarenakan gerakan pada perawatan
dan sebanyak 11 responden (84,6%) tidak payudara akan melancarkan reflek
mengalami bendungan ASI. Dari 10 pengeluaran ASI, serta dapat mencegah dan
responden dengan breast care cukup mendeteksi dini kemungkinan adanya
terdapat 2 responden (20%) yang bendungan ASI dapat berjalan lancar, dan
mengalami bendungan ASI dan 8 ini juga merupakan langkah awal dalam
responden (80%) tidak mengalami perawatan payudara yang didukung oleh
bendungan ASI. Sedangkan dari 7

Kopertis Wilayah X 86
PD. Yanti Hubungan Pengetahuan, Sikap Journal Endurance 2(1) February 2017

pengetahuan ibu menyusui tersebut tentang responden, sebagian besar responden


perawatan payudara. bersikap negatif sebanyak 39 responden
Berdasarkan hasil penelitian (58,2%), sikap negatif yang ditunjukkan
menunjukkan bahwa dari 67 responden responden tentang perawatan payudara
terdapat 39 responden yang bersikap seperti, cara melakukan perawatan
negatif dimana terdapat 34 (50,7%) payudara dan waktu yang digunakan dalam
bendungan ASI dan tidak bendungan ASI melakukan perawatan payudara salah.
sebanyak 5 (7,5%) responden dan terdapat Menurut (Astutik, 2015) penanganan
28 responden bersikap positif dimana bendungan ASI sebaiknya dimulai selama
terdapat 13 (19,4%) bendungan ASI dan hamil dengan perawatan payudara yaitu
tidak bendungan ASI sebanyak 15 (22,4%). membersihkan puting susu dari kerak dan
Berdasarkan uji statistik diperoleh kotoran dan tidak boleh melakukan massase
hasil p value = 0,001 < 0,05 yang berarti payudara untuk mencegah terjadinya
ada hubungan yang bermakna antara sikap kelainan sementara responden di tempat
tentang perawatan payudara dengan penelitian ini lebih banyak melakukan
kejadian bendungan ASI. perawatan payudara setelah mereka
Sikap (attitude) adalah perasaan atau memasuki masa nifas.
pandangan seseorang yang disertai Menurut Tamboyang perawatan
kecenderungan untuk bertindak terhadap payudara merupakan upaya untuk
suatu objek atau stimulasi. Sikap merangsang sekresi hormon oksitosin
merupakan konsep yang paling penting untuk menghasilkan ASI sedini mungkin
dalam psikologis sosial yang membahas dan memegang peranan penting dalam
unsur sikap baik sebagai individu maupun menghadapi masalah menyusui. Tehnik
kelompok. Banyak kajian dan penelitian pemijatan dan rangsangan pada putting
yang dilakukan mengenai sikap beserta susu yang dilakukan pada perawatan
kaitannya. Faktor- faktor yang payudara merupakan latihan semacam efek
mempengaruhi sikap yaitu dari pengalaman hisapan bayi sebagai pemicu pengeluaran
pribadi harus meningkatkan kesan kuat, ASI. Sedangkan menurut Pramitasari dan
sikap seseorang akan lebih mudah Saryono (2008) gerakan pada perawatan
terbentuk apabila pengalaman pribadi payudara bermanfaat melancarkan reflek
terjadi dalam situasi yang melibatkan faktor pengeluaran ASI. Serta tak ada salahnya
emosional. Pengaruh orang lain yang untuk membersihkan putting dengan air
dianggap penting, individu cenderung hangat setiap habis mandi untuk menjaga
untuk memiliki sikap yang konformis atau kebersihannya dan hindari penggunaan
searah dengan sikap orang dianggap sabun yang bisa membuat bagian puting
penting. Pengaruh kebudayaan telah kering, karena jika kering menyebabkan
menanamkan garis pengaruh sikap kita lapisan puting mengelupas dan muncul rasa
terhadap berbagai masalah. Media masa sakit ketika menyusui (Pertiwi et al., 2014).
yang dalam penyampaian informasi Hasil penelitian ini juga di dukung
membawa pesan sugestif yang dapat oleh penelitian yang dilakukan oleh
mempengaruhi opini individu dan lembaga Fauziah yang menunjukkan bahwa
pendidikan yang berfungsi meletakkan sebagian besar responden berdasarkan
dasar pengertian dan konsep moral dalam sikap ibu nifas tentang waktu perawatan
diri individu, pemahaman baik dan buruk, payudara adalah dalam kategori cukup. Hal
salah atau benar akan menentukan sistem ini dikarenakan responden taggap kapan
kepercayaan seseorang hingga ikut waktu yang tepat dalam melakukan
berperan dalam menentukan sikap perawatan payudara dan dapat
sesorang(Ariani, 2014). mengaplikasikanya. Dalam teori waktu
Menurut asumsi peneliti, dari hasil pelaksanaan perawatan payudara pasca
penelitian yang dilakukan kepada 67 persalinan dmulai sedini mungkin yaitu 1-2

Kopertis Wilayah X 87
PD. Yanti Hubungan Pengetahuan, Sikap Journal Endurance 2(1) February 2017

hari sesudah bayi dilahirkan dilakukan 2 untuk mencegah terjadinya masalah


kali sehari setelah mandi(Faiziah & bendungan ASI.
Masalah, 2015). Ini bisa menjadi
rekomendasi untuk perubahan sikap DAFTAR PUSTAKA
responden ke arah yang lebih positif.
Selain penjelasan di atas hasil Ariani, A. (2014). Reproduksi, Aplikasi
penelitian ini menunjukkan bahwa ada Metodologi Penelitian Kebidanan dan
hubungan yang signifikan antara sikap Kesehatan. Yogyakarta: Nuha
dengan kejadian bendungan Asi disebabkan MEdika.
karena ibu mempunyai pengetahuan kurang Astutik, reni. (2015). Asuhan Kebidanan
tentang perawatan payudara, sehingga ibu Nifas dan Menyusui. Jakarta: Tran
tidak benar dalam melakukan tindakan Info Media.
perawatan payudara dan menyebabkan ibu Atmawati, C. (2010). Hubungan Tingkat
mengalami puting susu tenggelam, bayi Pengetahuan Ibu Tentang ASI Dengan
susah menyusu, ASI tidak keluar, yang Perilaku Perawatan Payudara
berakhir pada terjadinya bendungan ASI. Postpartum Di Rumah Bersalin An
Penelitian ini juga sejalan dengan hasil nisa Surakarta. UNIVERSITAS
penelitian yang dilakukan oleh Atmawati SEBELAS MARET. Retrieved from
yang menjelaskan bahwa semakin tinggi http// opac.unisayogya.ac.id/.../ARI
tingkat pengetahuan seseorang tentang ASI NAJAKHNA_201310104295_NASK
maka akan mempengaruhi pola pikir dan AH PUBLIK.
sikap seseorang sehingga akan Dinkes. (2015). Profil Kesehatan Kota
menumbuhkan perilaku positif melakukan Pekanbaru Tahun 2015, 144.
perawatan payudara untuk melancarkan Retrieved from
keluarnya ASI, mencegah bendungan atau http://www.depkes.go.id/resources/do
pembengkakkan pada payudara dan wnload/profil/PROFIL_KAB_KOTA
memelihara kebersihan payudara _2014/1471_Riau_Kota_Pekan_Baru
(Atmawati, 2010). _2014.pdf
Faiziah, A., & Masalah, L. B. (2015).
SIMPULAN Gambaran sikap ibu nifas tentang
Berdasarkan hasil penelitian yang perawatan payudara di rb an-nissa
telah dilakukan di Puskesmas Rawat Inap surakarta tahun 2012., 4058.
Sidomulyo Kota Pekanbaru Tahun 2016 Heryani, R. (2012). Asuhan Kebidanan Ibu
dapat diambil kesimpulan untuk variabel Nifas dan Menyusui. Jakarta: Trans
dependent pengetahuan adalah Ada info media.
hubungan yang bermakna antara Juarni, Saleh, L. M. I., Negeri, M.,
pengetahuan tentang perawatan payudara Mangkurat, L., Kalimantan, P., &
dengan kejadian bendungan ASI dengan p Usman, a G. (2014). Faktor-Faktor
value 0,003 Sedangkan untuk variabel Yang Mempengaruhi Perawatan
dependent sikap terdapat hubungan yang Payudara Pada ibu Nifas Yang
bermakna antara sikap tentang perawatan Menyusui. Yayasan Pendidikan U
payudara dengan kejadian bendungan ASI Budiyah STIKes Banda Aceh.
dengan p value 0,001. Oleh karena itu Retrieved from
diharapakan kepada ibu hamil dan ibu http://simtakp.uui.ac.id/dockti/JUAR
menyusui untuk mempersiapkan diri NI-skripsi_juarni.pdf
dengan baik yaitu dengan meningkatkan Murniati, S., Asi, P., Sectional, C., & Hasil,
pengetahuanya / mencari informasi, R. S. (2010). Hubungan Pengetahuan
merubah sikap ke arah yang lebih positif Ibu Nifas Tentang Bendungan Asi
dalam hal melakukan perawatan payudara Dengan Praktik Pencegahan
Bendungan Asi (Breast Care) Di Rb

Kopertis Wilayah X 88
PD. Yanti Hubungan Pengetahuan, Sikap Journal Endurance 2(1) February 2017

Nur Hikmah Kwaron Gubug. Jurnal


Unismus, 17. Retrieved from
http://jurnal.unimus.ac.id/index.php/j
ur_bid/article/view/820
Nainggolan, M. (2009). Pengetahuan Ibu
Primigravida Mengenai Faktor-faktor
Yang mempengaruhi Kualitas dan
Kuantitas ASI di Puskesmas
Simalingkar Medan. Universitas
Sumatera Utara. Retrieved from
http://repository.usu.ac.id/bitstream/1
23456789/14371/3/09E02630.pdf.txt
Pertiwi, S. &, Praktek, B., & Bps, S. (2014).
Hubungan Antara Post Natal Breast
Care Dengan Terjadinya Bendungan
ASI Di Bidan Praktek Swasta (BPS)
Wilayah Kerja Puskesmas
Wuriyantoro Wonogiri, VI(1), 4356.
Retrieved from
http//journal.stikeseub.ac.id/index.ph
p/jkeb/article/view/130/129
Proverwati, A. (2010). Kapita Selekta ASI
& Menyusui. Yogyakarta: Nuha
medika.
Rukiyah, A. yeyeh. (2010). Asuhan
Neonatus Bayi & Anak Balita. Jakarta:
Trans Info Media.
Soekidjo, N. (2010). Metodologi Penelitian
Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
Wawan, D. (2011). Penfetahuan, Sikap,
dan perilaku Manusia. Yogyakata:
Nuha Medika.
Widiasih, H. (2008). Perawatan Masa
Nifas. Yogyakarta: Fitramaya.

Kopertis Wilayah X 89