Anda di halaman 1dari 6

TUGAS MANDIRI RISET

A. Etik Penelitian

1. Kenapa perlu dilakukan uji etik sebelum sebuah penelitian dilaksanakan di lapangan?
Jawab :

Menurut Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor


1031/Menkes/SK/VII/2005 bahwa dalam penelitian telah membawa implikasi etik,
hukum dan sosial (ethical legal and social implication, ELSI) dan menimbulkan
beraneka ragam reaksi dalam masyarakat. Menghadapi keadaan tersebut, perlu
tersedia mekanisme yang dapat menjamin bahwa penelitian khususnya kesehatan
selalu akan menghormati dan melindungi bahwa penelitian khususnya kesehatan
selalu akan menghormati dan melindungi kehidupan, kesehatan, keleluasaan pribadi
(privacy), dan martabat (dignity) relawan manusia yang bersedia ikut serta sebagai
subjek penelitian serta juga menjamin kesejahteraan dan penanganan manusiawi
(human care) dan hewan percobaan.

2. Jelaskan fungsi etthical clearance bagi peneliti dan subyek penelitian ?


Jawab :
a. Bagi subjek yaitu untuk kepastian perlindungan hak
b. Bagi peneliti yaitu Menghindari pelanggran HAM, Publikasi ilmiah di jurnal
Internasional,dan Pencairan dana penelitian.

Menurut Komisi Klirens Etik, Etthical Clearance merupakan ijin penelitian.


Etthical Clearance merupakan pernyataan, bahwa rencana kegiatan penelitian yang
tergambar dalam protocol, telah dilakukan kajian dan telah memenuhi kaidah etik
sehingga layak dilaksanakan. Seluruh penelitian/riset yang menggunakan manusia
sebagai subyek penelitian harus mendapatkan etthical clearance, baik penelitian
yang melakukan pengambilan spesimen, ataupun yang tidak melakukan
pengambilan spesimen. Hal ini bertujuan untuk melindungi subjek
penelitian/responden dari bahaya secara fisik (ancaman), psikis(tertekan,
penyesalan), sosial (stigma, diasingkan dari masyarakat) dan konsekuensi hukum
(dituntut) sebagai akibat turut berpartisipasi dalam suatu penelitian. Selain itu juga
untuk penyandangan beberapa dana dan penerbit jurnal/peneliti jika nantinya akan
di terbitkan di Internasional.
3. Prinsip etik apa yang digunakan untuk suatu penelitian ?
Jawab :

a. Menghormati harkat dan martabat manusia (respect for human dignity).


Peneliti perlu mempertimbangkan hak-hak subyek untuk mendapatkan
informasi yang terbuka berkaitan dengan jalannya penelitian serta memiliki
kebebasan menentukan pilihan dan bebas dari paksaan untuk berpartisipasi dalam
kegiatan penelitian (autonomy). Beberapa tindakan yang terkait dengan prinsip
menghormati harkat dan martabat manusia, adalah: peneliti mempersiapkan
formulir persetujuan subyek (informed consent) yang terdiri dari:
1) Penjelasan manfaat penelitian
2) Penjelasan kemungkinan risiko dan ketidaknyamanan yang dapat ditimbulkan
3) Penjelasan manfaat yang akan didapatkan
4) Persetujuan peneliti dapat menjawab setiap pertanyaan yang diajukan subyek
berkaitan dengan prosedur penelitian
5) Persetujuan subyek dapat mengundurkan diri kapan saja f. jaminan anonimitas
dan kerahasiaan. Namun kadangkala, formulir persetujuan subyek tidak cukup
memberikan proteksi bagi subyek itu sendiri terutama untuk penelitian-
penelitian klinik karena terdapat perbedaan pengetahuan dan otoritas antara
peneliti dengan subyek (Sumathipala & Siribaddana, 2004). Kelemahan
tersebut dapat diantisipasi dengan adanya prosedur penelitian (Syse, 20004).

b. Menghormati privasi dan kerahasiaan subyek penelitian (respect for privacy and
confidentiality.
Setiap manusia memiliki hak-hak dasar individu termasuk privasi dan
kebebasan individu. Pada dasarnya penelitian akan memberikan akibat terbukanya
informasi individu termasuk informasi yang bersifat pribadi. Sedangkan, tidak
semua orang menginginkan informasinya diketahui oleh orang lain, sehingga
peneliti perlu memperhatikan hak-hak dasar individu tersebut. Dalam aplikasinya,
peneliti tidak boleh menampilkan informasi mengenai identitas baik nama maupun
alamat asal subyek dalam kuesioner dan alat ukur apapun untuk menjaga
anonimitas dan kerahasiaan identitas subyek. Peneliti dapat menggunakan koding
(inisial atau identification number) sebagai pengganti identitas responden.
c. Keadilan dan inklusivitas (respect for justice and inclusiveness).
Prinsip keadilan memiliki konotasi keterbukaan dan adil. Untuk memenuhi
prinsip keterbukaan, penelitian dilakukan secara jujur, hati-hati, profesional,
berperikemanusiaan, dan memperhatikan faktor-faktor ketepatan, keseksamaan,
kecermatan, intimitas, psikologis serta perasaan religius subyek penelitian.
Lingkungan penelitian dikondisikan agar memenuhi prinsip keterbukaan yaitu
kejelasan prosedur penelitian. Keadilan memiliki bermacam-macam teori, namun
yang terpenting adalah bagaimanakah keuntungan dan beban harus didistribusikan
di antara anggota kelompok masyarakat. Prinsip keadilan menekankan sejauh mana
kebijakan penelitian membagikan keuntungan dan beban secara merata atau
menurut kebutuhan, kemampuan, kontribusi dan pilihan bebas masyarakat. Sebagai
contoh dalam prosedur penelitian, peneliti mempertimbangkan aspek keadilan
gender dan hak subyek untuk mendapatkan perlakuan yang sama baik sebelum,
selama, maupun sesudah berpartisipasi dalam penelitian.

d. Memperhitungkan manfaat dan kerugian yang ditimbulkan (balancing harms and


benefits) (Milton, 1999; Loiselle, Profetto-McGrath, Polit & Beck, 2004).
Peneliti melaksanakan penelitian sesuai dengan prosedur penelitian guna
mendapatkan hasil yang bermanfaat semaksimal mungkin bagi subyek penelitian
dan dapat digeneralisasikan di tingkat populasi (beneficence). Peneliti
meminimalisasi dampak yang merugikan bagi subyek (nonmaleficence). Apabila
intervensi penelitian berpotensi mengakibatkan cedera atau stres tambahan maka
subyek dikeluarkan dari kegiatan penelitian untuk mencegah terjadinya cedera,
kesakitan, stres, maupun kematian subyek penelitian.
4. Apa yang harus dilakukan peneliti, apabila etik penilitiannya tidak disetujui? Jelaskan.

Jawab:

Jika etik Jika etik penelitian tidak di terima maka penelitian di kembalikan lagi
kepada peneliti dan di perbaiki. Setelah itu mengajukan kembali berkas ke KEP
(Komisi Etik Penelitian), jika sudah lengkap di lakukan pemilihan reviewer lalu di
kaji etik kembali oleh reviewer. Selanjutnya dilakukan masa penilaian oleh KEP
kembali.
B. SISTEMATIKA PENULISAN PROPOSAL
Carilah satu artikel penelitian dari jurnal penelitian internasional
1. Sistematika penulisan
Dari jurnal Recent Trends In the Incidence, Treatment and Outcames of
Patients with STEMI and NSTEMI, sitematika penulisan terdiri dari
a. Abstrak
b. Pengantar
c. Metode dan Bahan penelitian
d. Hasil
e. Pembahasan
f. Simpulan
g. Daftar Pustaka

2. Apa isi substansi yang dituliskan masing- masing sub sistem


a. Abstrak terdiri dari background, metode dan bahan penelitian, hasil,
kesimpulan dan kata kunci
b. Pengantar
Menelaah kedalam bagian Pengantar, menurut analisa kami sudah cukup baik
dari segi susunan penulisan nya dgn adanya unsure latar belakang dan tujuan
yang dirangkum secara singkat, padat dan jelas oleh penulis, berisi tentang
latar belakang dan tinjauan teori yang menunjang.
c. Metode Penelitian dan Hasil
Berisi tentang rancangan penelitian,populasi, sample dan teknik pengambilan
sample. Hasil : Tingkat kejadian (per 100.000) STEMI menurun secara nyata
(121 sampai 77), sedangkan tingkat kejadian NSTEMI meningkat sedikit (126
menjadi 132) antara tahun 1997 dan 2005. Meskipun di rumah sakit dan kasus
30 hari, tingkat kematian tetap stabil pada kedua kelompok, lonjakan kematian
pasca melahirkan menurun 1997 dan 2005 dan NSTEMI.
d. Pembahasan
Berisi tentang argument dan analisis dari makna penelitian dengan pernyataan
nya dan kesimpulan
e. Simpulan
Hasil penelitian ini menunjukkan penurunan baru baru ini dalam tingkat
peningkatan STEMI pada tingkat kejadian NSTEMI temuan kami menunjukan
bahwa pencegahan infark mikoard akut dan upaya nyata telah menghasilkan
penurunan yang menguntungkan. Pada frekuensi STEMI dan tingkat kematian
dari jenis utama infark miokard akut. Demikian pula dalam kesimpulan dan
saran dalam bab ini, kami tidak menemukan kesalahan ataupun kekurangan
sebagaimana yang dianjurkan petunjukan penulisan ilmiah..
f. Daftar Pustaka
Acuan dari kepustakan dalam penulisan jurnal tersebut

3. Menurut anda apakah yang kurang dari sistematika penulisan yang ada dijurnal
anda?
Menurut saya, American Journal of Medicine (2011) jurnal infark miokard
akut, Tren kejadian dan prognosis, tersebut sudah cukup lengkap dalam penulisan
sistematikanya, dan sudah mencakup keseluruhan bagian dari penelitian.

Sumber :
Nursalam. 2014. Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan Eds 3. Jakarta: Salemba
Medika.
Komite Etik Penelitian Kesehatan. 2014.
http;//www.fk.ui.ac.id/riset-publikasi/komiteetik-penelitian-kesehatan-html