Anda di halaman 1dari 9

UNIVERSITAS AIRLANGGA

DIREKTORAT PENDIDIKAN
Tim Pengembangan Jurnal Universitas Airlangga
Kampus C Mulyorejo Surabaya

page 1 / 4
UNIVERSITAS AIRLANGGA
DIREKTORAT PENDIDIKAN
Tim Pengembangan Jurnal Universitas Airlangga
Kampus C Mulyorejo Surabaya

EDITORIAL BOARD
Editorial Board of The Indonesian Journal of Health Policy and Administration (Jurnal AKK)

KETUA PENYUNTING (CHIEF EDITOR):dr .Widodo J.Pudjirahardjo MS.,MPH.,Dr.PH.WAKIL KETUA


PENYUNTING (DEPUTY CHIEF EDITOR):dr. Joeti Kartiza Suyono, MPH. PENELAAH AHLI / MITRA
BESTARI (EDITORIAL BOARDS):Prof.Dr.dr. Karjadi Wirjoatmodjo, Sp.An(K)IC . (RSUD Dr.Soetomo,
Surabaya)Prof.Dr.dr. Marsetio Donosepoetro, Sp.PK.(Universitas Airlangga, Surabaya)Prof.dr.
Hasbullah Thabrany, MPH.,Dr.PH. (Universitas Indonesia, Jakarta)Drs. Johny Setyawan, MBA.
(Universitas Gajah Mada, Yogyakarta)Kamaljeet Singh Gill (National University Hospital,
Singapore)Marcus Foo (National University Hospital, Singapore)dr. Iwan M. Muljono, MPH. (Dinkes
Propinsi Jatim)dr. Edhy Listiyo, MARS. (RS Adi Husada, Undaan)Prof. Umar Nimran,MA.,Ph.D.
(Universitas Brawijaya, Malang)dr. Purnawan Junadi,MPH.,Ph.D. (Universitas Indonesia, Jakarta)Prof.
Dr. dr. Stefanus Supriyanto, MS. (Universitas Airlangga, Surabaya)Dr.drg. Nyoman A. Damayanti, MS.
(Universitas Airlangga, Surabaya)Prof.Dr.dr. A. Razak Thaha, MSc.(Universitas Hasanuddin,
Makassar)Dr.drg. R Darmawan Setijanto, M.Kes. (Universitas Airlangga, Surabaya)PENYUNTING
PELAKSANA (MANAGING BOARDS):Dr.Dra.Ec. Thinni Nurul Rochmah, M.Kes. (Universitas Airlangga,
Surabaya)Djazuly Chalidyanto, S.KM., MARS. (Universitas Airlangga, Surabaya)dr. Siswanto, MPH
(Puslitbang Yankes)drg. Setya Haksama, M.Kes. (Universitas Airlangga, Surabaya)drg. Henny Poeri
Margastuti, MARS. (RS Adi Husada, Kapasari)Ratna Dwi Wulandari, S.KM., M.Kes. (Universitas
Airlangga, Surabaya)PELAKSANA TATA USAHA :Nur Isyana Aprilia, S.KM

page 2 / 4
UNIVERSITAS AIRLANGGA
DIREKTORAT PENDIDIKAN
Tim Pengembangan Jurnal Universitas Airlangga
Kampus C Mulyorejo Surabaya

Table of Contents
No Title Page

1 The Recomendation to Compliance Fully Immunized Infants Based on Interaction 55 - 59


Model of Client Health Behavior (IMCHB)
2 Improving Medical Record Completeness 60 - 65

3 Analysis Factors That Affect the High Claims Ratio of Work Accident Insurance 66 - 70
Program in Branch Office A and B of PT. Jamsostek
4 The Effect of Individual and Organizational Factors Towards the Improvement of 71 - 75
Work Discipline of Employees
5 Problem Solving Cycle (PSC) Intervention Program Based on 7 Principles to Hospital 76 - 79
Patient Safety
6 The Evaluation of Clinical Nursing Learnings Application about Bedside Teaching 80 - 83
and Clinical Assigment Based on CIPP Evaluation
7 Optimization Of Nursing Staff Utilization Through Job Redesign 84 - 87

8 Social for Parents of Children with Cleft Lips 88 - 92

page 3 / 4
UNIVERSITAS AIRLANGGA
DIREKTORAT PENDIDIKAN
Tim Pengembangan Jurnal Universitas Airlangga
Kampus C Mulyorejo Surabaya

Vol. 11 - No. 2 / 2013-05


TOC : 8, and page : 88 - 92

Social for Parents of Children with Cleft Lips

Social Advertising Bagi Orang Tua Anak Bibir Sumbing

Author :
TRI WIJANTISARI | anti@jssystems.com
Pasca Sarjana
STEFANUS SUPRIYANTO |
Fakultas Kesehatan Masyarakat

Abstract

The objective of this study is to arrange recommendation on social advertising for prescreening,
screening, surgery,and cleft lips post-surgery for parents of children with cleft lips in Surabaya. This
is a descriptive observational study.The sample of this study is thirty-seven parents whose children
have undergone a surgery and eleven parents whosechildren have not undergone a surgery. This
study analyzes factors of children, parents, social value, existing and expectedsocial advertising, and
the effect of advertising with the methods of Attention, Interest, Desire, Action (AIDA) model.
Theanalysis of social issues shows positive value about prescreening, screening, and surgery, and
negative value in controlphase. The analysis of advertising effect based on AIDA model reveals that
the attention has already been good, thereis no interest in the control, whereas for desire, there are
still no willingness in screening and control phases. The effectof advertising is that as many as 8.3%
parents are not interested in doing screening, 12% do not undergo or have notundergone surgery,
and as many as 59.5% do not undergo or have not undergone control after the stitching
removal.Recommendation on social advertising of cleft lips in Surabaya area is to use informational
approach strategy.

Keyword : social, advertising, cleft, lips, prescreening, screening, surgery,

Daftar Pustaka :
1. Kotler P & Keller KL., (2006). Marketing Mangement. New Jersey : Pearson Prentice Hall
2. Kotler P & Lee NR., (2009). Up and Out of Poverty, The Social Marketing Solution. New Jersey :
Wharton School Publishing
3. Klimchuck MR & Krasovec SA., (2006). Desain kemasan Perencanaan Merek Produk yang
berhasil Mulai dari Konsep sampai Penjualan. New York : Prentice Hall
4. Schiffman LG & Kanuk LL., (1997). Consumer Behavior. New York : Pearson Prentice Hall
5. Tjiptono, F, (1995). Strategi Pemasaran. Yogyakarta : Andi

Copy alamat URL di bawah ini untuk download fullpaper :

journal.unair.ac.id/filerPDF/akk0924fd40b12full.pdf

page 4 / 4

Powered by TCPDF (www.tcpdf.org)


88

Social Advertising Bagi Orang Tua Anak Bibir Sumbing

Social for Parents of Children with Cleft Lips


TRI WIJANTISARI*
STEFANUS SUPRIYANTO*
*Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Airlangga, Surabaya

ABSTRACT

The objective of this study is to arrange recommendation on social advertising for prescreening, screening, surgery,
and cleft lips post-surgery for parents of children with cleft lips in Surabaya. This is a descriptive observational study.
The sample of this study is thirty-seven parents whose children have undergone a surgery and eleven parents whose
children have not undergone a surgery. This study analyzes factors of children, parents, social value, existing and expected
social advertising, and the effect of advertising with the methods of Attention, Interest, Desire, Action (AIDA) model. The
analysis of social issues shows positive value about prescreening, screening, and surgery, and negative value in control
phase. The analysis of advertising effect based on AIDA model reveals that the attention has already been good, there
is no interest in the control, whereas for desire, there are still no willingness in screening and control phases. The effect
of advertising is that as many as 8.3% parents are not interested in doing screening, 12% do not undergo or have not
undergone surgery, and as many as 59.5% do not undergo or have not undergone control after the stitching removal.
Recommendation on social advertising of cleft lips in Surabaya area is to use informational approach strategy.

Keywords: social advertising, cleft lips, prescreening, screening, surgery, control


Correspondence: Tri Wijantisari, Jl. Tenggilis Tengah I No 48, Surabaya, Indonesia. Email: janti@jssystems.com

PENDAHULUAN operasi bibir sumbing bagi orang tua anak bibir sumbing
Social advertising adalah sebuah proses untuk di Surabaya.
mempengaruhi perilaku manusia dalam skala besar
mengunakan prinsip marketing dengan tujuan keuntungan METODE PENELITIAN
sosial dan bukan untuk mencari keuntungan secara Penelitian ini adalah penelitian deskriptif
komersial. Tujuan social advertising adalah membangun observasional. Pengambilan data dilakukan pada bulan
suatu sistem baru, menerima perilaku baru, dan sebagai Mei sampai Agustus 2011. Teknik pengumpulan data
perlindungan social. Faktor anak, orang tua, nilai sosial dengan kuesioner. Sampel penelitian ini adalah tiga puluh
dan kurang informasi dari arti celah bibir dan celah langit tujuh orang tua yang anaknya telah di operasi dan 11
merupakan penyebab utama tidak optimalnya perawatan orang tua yang anaknya belum dioperasi. Data didapat
dari anak bibir sumbing. Sasaran penelitian ini adalah dari organisasi sosial pendamping orang tua Cleft Care,
orang tua bibir sumbing dari golongan ekonomi lemah. organisasi sosial kesehatan bibir sumbing, Cleft Lip
Penelitian ini melihat bagaimana social advertising Palate Center (CLPC), dan 4 rumah sakit yaitu Premier
dapat memperbaiki ketepatan waktu pendampingan Surabaya, RS PHC Surabaya, RSUD Dr. Soetomo, Rumah
dan perawatan yang sesuai melalui informasi yang Sakit Haji.
ditujukan pada orang tua anak bibir sumbing. Cara Pada penelitian ini dianalisis faktor anak, orang
penyampaian berpedoman pada metode periklanan tua, nilai sosial, social advertising yang ada saat ini
komersial. Tujuannya adalah agar kelompok tertentu dan yang diinginkan, serta efek periklanan dengan
dalam masyarakat mau ikut berpikir dan terlibat secara akif metode Attention, Interest, Desire, Action (AIDA) model.
seperti yang dimaksud dalam pesan dari social advertising Pembuatan rekomendasi social advertising dilakukan
tersebut. Social advetising diharapkan terus ditingkatkan dengan berkomunikasi langsung pada orang tua anak
terutama untuk jenis pendampingan yang kurang jelas bibir sumbing yang berstatus ekonomi lemah dengan
atau belum ada. memperhatikan setiap status perawatan yaitu prescreening,
Masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah screening, operasi, kontrol ataupun secara umum. Dari
rendahnya kesediaan pasien bibir sumbing di Jawa Timur tiap bagian tersebut dilihat 1) tujuan social advertising,
untuk screening (25%), operasi (27%) dan kontrol pasca 2) pemberi pesan, 3) media penyampaian pesan 4) area
operasi sebesar (36%) pada tahun 2009. Tujuan penelitian tempat pesan, 5) Isi pesan, 6) format pesan 7) waktu
ini adalah menyusun rekomendasi social advertising pesan.
untuk prescreening, screening, operasi, kontrol pasca
Social Advertising Bagi Orang Tua Anak Bibir Sumbing (Tri Wijantisari) 89

HASIL DAN PEMBAHASAN responden, dapat ditentukan siapa pelanggan potensial


Temuan Masalah Pada Status Perawatan Bibir sehingga dapat sebagai dasar pembuatan rekomendasi
Sumbing social advertising yang efektif, karena dalam pemasaran
karakteristik responden akan bermanfaat terutama ketika
Pada tahap prescreening, ditemukan beberapa
akan menentukan segmen pasar sasaran. Sebagian besar
masalah yaitu ketidakjelasan kemana meminta bantuan,
responden terutama, memerlukan social advertising yang
kurang lengkapnya jenis informasi awal yang seharusnya
khusus.
diterima, kesulitan minum bagi bayi yang baru lahir,
Untuk pendapatan perlu mendapatkan perhatian
kurangnya dukungan emosional, kekurangan gizi atau
khusus, sesuai dengan teori yang ada karena pembuatan
berat badan rendah, kesulitan keuangan serta penelataran,
social advertising untuk kelas bawah, sangat perlu
dikucilkan, pembuangan dan kekerasan orang tua.
diperhatikan untuk lebih mengacu kepada bagaimana
Masalah pada tahap screening adalah kurangnya informasi
mengatasi masalah praktis dan dengan visual karakter
screening, kurangnya dukungan emosional, banyak
harus diperkuat. Dari hasil penelitian diketahui bahwa
kendala gangguan kesehatan penyakit bawaan, berbagai
rata-rata tingkat pendapatan orang tua anak bibir sumbing
variasi penyakit, tidak tahu harus kemana dan kesulitan
rendah. Tingkat pendapat kebanyakan rendah, sehingga
komunikasi dengan para dokter, masalah keuangan.
dapat berdampak pada kemampuan dan kemauan orang
Masalah pada saat operasi adalah takut menjalani operasi,
tua dalam menjangkau perawatan bibir sumbing.
banyak tawaran cuma-cuma, apakah tim terpercaya,
tidak jelas di mana dan dana dan kurangnya dukungan Why Should for We Care About the Poor?
emosional. Masalah pada tahap kontrol untuk angkat Poverty is a disgraceful and unjust condition
jahitan yaitu kurangnya informasi kontrol angkat jahitan, that has always haunted mankind. Most people
tidak datang angkat jahitan di tempat yang sama, see the problem as insoluble. They see
pemberian informasi lanjutan, teruskan dengan operasi previous solutions that have failed. Some even
langit-langit. think that previous remedies have worsened
Pada tahap kontrol, ditemukan masalah yaitu the condition of the poor. They claim that
kurangnya dukungan emosional, kurangnya informasi assisting the poor increases dependency and
kontrol atau terapi lainnya. Untuk membuat rekomendasi produces a culture of poverty that persists
social advertising bagi orang tua, maka perlu diketahui from generation to generation. Some go
apa yang diinginkan atau diharapkan orang tua dengan further and blame the poor for their problems.
cara mengidentifikasi audiens sasaran. Orang tua They think many of the poor are shiftless,
mengharapkan adanya pesan social advertising untuk lazy, unintelligent, or even parasitic. All that
disesuaikan dengan status perawatan (prescreening, said, there is widespread pessimism about
screening, operasi, kontrol), sehingga mudah dimengerti. mankinds ability to reduce the worlds level of
Menurut orang tua pemberian informasi sangat penting poverty and wasted lives. The answer is that
diikuti penerangan dan pendampingan. the nonpoor, as well as the poor, can benefit
for seven reasons: First, poverty means wasted
Pada tahap awal perlu gambaran yang jelas
lives. Second, poverty breeds desperation and
dari audiens sasaran. Dalam hal ini adalah
leads some desperate poor people into wasted
orang tua anak sumbing. Audiens sasaran
lives, in some extremes ever to crime. Third,
dapat merupakan pembeli potensial atau
the poor are more prone to illnesses and health
pengguna sekarang (current users), yang
problem. Fourth, the hopelessness felt by the
membuat keputusan pembelian ataupun yang
poor makes them apt to follow any demagogue
mempengaruhinya. Audiens sasaran akan
who promises salvation, whether it is through
mempengaruhi keputusan communicator
communism, fascism, or religious extremism.
(yang melakukan komunikasi) terhadap apa
Fifth, the poor represent far more than a
yang akan dikatakan, bagaimana mengatakan,
group that deserves our sympathy and charity.
kapan dan di mana hal tersebut dikatakan,
Helping the poor escape from poperty will also
serta siapa yang akan mengatakan (Kotler,
help raise the incomes of the rest of the world.
2010).
Business and commerce need to pay attention
Maka mengetahui karakteristik orang tua sangat to the poor if they want to know where they
penting artinya, sebagai informasi dasar dalam menetapkan will sell their products or services. Prahalad
rekomendasi social advertising. Beberapa aspek yang believes that the poor are an opportunity, not
dapat digali mengenai karakteristik responden antara a burden. Western companies can resurrect
lain aspek sosio demografi (pendidikan dan lokasi), sosio earlier and simpler models of successful
ekonomi (pekerjaan, pendapatan), dan pengetahuan products and provide them at lower costs to
dari tiap status perawatan yang bervariasi mulai dari this vast marketplace. A sixth reason that more
kurang sampai dengan cukup. Berdasarkan karakteristik advanced nations should worry about nations
90 J. Adm. Kebijak. Kesehat., Vol. 11, No. 2, MeiAgustus 2013: 8892

filled with poor people. Seventh, the poor are an: prescreening, screening, operasi dan kontrol anak bibir
desperate to leave their surroundings and enter sumbing dan nilai tentang anak bibir sumbing. Menurut
other countries legally, or more often ilegallly, to Mulayana, 2010:
better their lives (Kotler dan Lee, 2009).
IMC berusaha untuk memaksimalkan pesan
Dari teori di atas dapat disimpulkan bahwa orang positif dan meminimalkan pesan negatif dari
yang berpendapatan rendah mudah sakit dan bagaimana suatu brand, dengan sasaran menciptakan
kita bersama mencari jalan keluar dari kondisi yang dan menyokong brand relationship.
ada. Salah satu cara dengan kemitraan dan social Brand relationship yang positif juga akan
responsibility dari perusahaan baik secara langsung atau menghasilkan keuntungan dan meningkatkan
tidak langsung akan memberikan dampak yang positif nilai. IMC dapat diartikan sebagai proses
terhadap perusahaan itu sendiri. Teori yang sesuai dengan yang mempunyai fungsi bersilang dalam
pendapat dan pembuatan format pesan dapat dilihat pada menciptakan dan memelihara hubungan
teori dari Schiffman dan Kanuk, 1997: yang menguntungkan dengan customer
dan stakeholder lainnya dengan mengontrol
Untuk kelas yang kurang pendapatannya,
dan mempengaruhi secara strategis semua
pembuatan pesan perlu diperhatikan visual
pesan yang terkirim kepada kelompok ini serta
karakter harus diperkuat, menunjukkan proses
menggerakkan dia dengan maksud tertentu
kegiatan, kenyataan yang ada, impressi, solusi
kepada mereka.
dari masalah-masalah praktis yang dihadapi
sehari hari. Dari hasil penelitian 3 kelompok, yaitu: 1) Social
issues bibir sumbing yang negatif (stigma). Nilai orang tua
Di samping pendapatan, pengetahuan dari orang
bibir sumbing tentang perlakuan masyarakat terhadap anak
tua juga berperanan dalam membuat rekomendasi social
bibir sumbing didapatkan: menolak 22,9%, menghindar
advertising. Dapat diketahui tingginya pengetahuan yang
6,2%, dam tidak peduli 37,5%, dengan demikian lebih dari
masih kurang (> 80%): Bagi anak yang belum operasi:
50% mempunyai stigma negatif. Dalam penelitian ini stigma
penyebab terjadinya bibir sumbing, minimum operasi
negatif tersebut sering terkait dengan mitos, kutukan serta
langit-langit, akibat tidak melakukan prescreening, akibat
menghindar dan tidak peduli lingkungan terhadap anak
tidak melakukan screening, akibat tidak operasi. Bagi yang
bibir sumbing. Masalah masih tingginya nilai negatif sikap
telah operasi: penyebab terjadi bibir sumbing, akibat tidak
orang tua tertutup (tidak mau menunjukkan), malu atau
operasi, alasan tidak kontrol.
menghindar terutama pada orang tua yang anaknya
Latar belakang (background factors) seperti belum dioperasi (45,5%).
sosiodemografi: usia tingkat pendidikan, Orang tua sering berusaha menghindar dari
lokasi atau wilayah status sosial ekonomi, perlakukan masyarakat di sekitar dengan menyembunyikan
pengetahuan, Social Issues (nilai) atau tidak menceritakan kepada siapa pun karena malu.
mempengaruhi sikap dan perilaku individu Kecuali malu, orang tua juga merasa takut atau merasa
terhadap suatu hal. Di dalam kategori ini jijik terhadap anak bibir sumbing. Hal tersebut dapat
Ajzen memasukkan tiga faktor latar belakang mengakibatkan orang tua anak bibir sumbing dan anak
personal, sosial, dan informasi. Faktor sosial bibir sumbing akan dikucilkan dari pergaulan masyarakat
antara lain adalah usia, jenis kelamin (gender), dan semakin jauh dari jangkauan bantuan kesehatan. 2)
etnis, pendidikan, penghasilan, dan agama. Social issues bibir sumbing yang telah positif tetapi masih
Faktor informasi adalah pengalaman dan kurang optimal di masyarakat. Nilai tentang penanganan
ekspose pada media. Faktor personal adalah prescreening, screening, operasi yang telah positif
sikap umum seseorang terhadap sesuatu, tetapi masih kurang optimal. 3) Social issues perawatan
sifat kepribadian (personality trait), nilai yang positif yang sudah optimal di masyarakat. Nilai
hidup (values), emosi, dan kecerdasan yang masyarakat tentang terhadap penanganan bibir sumbing
dimilikinya (Ajzen). bisa mengenai kemampuan untuk sembuh, 81,2% yakin
bisa disembuhkan. Dan pandangan orang tua 81,3%
Maka dengan teori tersebut di atas dapat disimpulkan,
prihatin dan harus merawat sebaik-baiknya.
misalnya dengan tingkat pengetahuan orang tua kurang
Komunikator harus memahami ide atau subjek yang
mengenai bibir sumbing mengenai alasan tidak kontrol
akan menghasilkan respons yang diinginkan. Dalam hal ini
dan adanya nilai yang negatif tentang kontrol. Hasil
ada tiga jenis ide atau subjek yang dapat dikemukakan,
penelitian yang didapat telah membuktikan teori tersebut
yaitu ide rasional, ide emosional, dan ide moral. Ide
di atas: rendahnya kesediaan nilai kontrol.
rasional berhubungan dengan minat diri audiens. Mereka
Kecuali pendapatan dan pengetahuan, social issues
menunjukkan bahwa produk akan menghasilkan manfaat
anak bibir sumbing merupakan hal yang penting untuk
yang diinginkan. Misalnya pesan yang menunjukkan
pembuatan rekomendasi social advertising. Social issues
kualitas, efisiensi, nilai, atau kinerja produk.
anak bibir sumbing dilihat dari nilai tentang penanganan
Social Advertising Bagi Orang Tua Anak Bibir Sumbing (Tri Wijantisari) 91

Ide emosional berupaya memanfaatkan emosi baik pencitraan yang informatif, fungsional, atau mendidik.
positif maupun negatif yang dapat memotivasi. Ini dapat Tipe visual ini biasanya digunakan dalam desain kemasan
memberi alasan rasa takut, karena merasa bersalah untuk mencantumkan suatu proses, bagaimana cara
(menghentikan sesuatu yang seharusnya tidak mereka menggunakan atau menyiapkan produk atau jasa,
lakukan). Misalnya jika menelantarkan atau membuang peringatan hati-hati atau bahaya. 7) Waktu pemberian
anak bibir sumbing. Ketertutupan orang tua, sering pesan.
berdampak tidak terawatnya anak bibir sumbing. Ide moral Waktu penerimaan pesan perlu terkait dengan
ditujukan kepada perasaan audiens mengenai sesuatu proses status perawatan prescreening, screeening,
yang benar dan sesuai menurut lingkungan. Ide ini operasi, kontrol. Satu status perawatan ke status perawatan
seringkali digunakan untuk mendesak orang tua. Misalnya: berikutnya. Tetapi perlu dipertimbangkan kondisi di
lingkungan mau anak bibir sumbing terawat dengan baik, lapangan sering tidak memungkinkan karena berbeda
atau dengan lingkungan megetahui usia optimum untuk pemberi pesannya, dan sering orang tua tidak melewati
operasi, maka orang tua harus membawa anaknya untuk semua tahap secara keseluruhan. Beberapa isi pesan
operasi pada usia yang ditentukan. pada suatu status perawatan perlu diberikan sebelum
Dalam membuat rekomendasi social advertising status perawatan tersebut.
perlu diperhatikan beberapa faktor penting antara lain:
1) Tujuan social advertising, 2) Pemberi atau sumber Efek Periklanan pada Orang Tua Anak Bibir Sumbing
pesan. Orang tua bibir sumbing menerima pesan tentang Berdasarkan Model AIDA
bibir sumbing berturut-turut dari pekerja sosial (79,1%), Attention perhatian telah baik, Interest pada kontrol
keluarga atau teman (72,9%) dan dokter spesialis bedah tidak tertarik. Desire masih ada ketidak inginan pada
(52%). 3) Media penyampaian pesan yang diinginkan tahap screening dan kontrol. Perlu penurunan angka
adalah tanpa media. Media massa, papan reklame, radio, orang tua yang tidak melakukan kunjungan sama sekali
tabloid, poster, dan selebaran, pamflet, leafet, TV, koran baik maupun prescreening, screening dan kontrol. Anak
sebagai sumber informasi tentang bibir sumbing pada bibir sumbing telah mendapat perhatian 100% dari orang
penelitian nampaknya kurang menonjol. tua anak bibir sumbing, baik yang anaknya telah operasi
Menurut Tjiptono (1995), kriteria evaluasi untuk maupun belum operasi. Ketertarikan orang tua yang
menilai objektivitas pengambilan keputusan media dengan anaknya telah operasi sebesar 77% dan yang belum
kriteria: a) Throughness, apakah pembuat keputusan operasi sebesar 14,5% dan sebesar 8,3% dari orang tua
benar-benar mempertimbangkan segala aspek dalam anaknya yang belum operasi tidak tertarik.
proses pemilihan media; b) Progressiveness, yakni apakah Angka ketidaktertarikan ini perlu diturunkan.
media yang dipilih itu dampaknya maksimal, c) Measure Keinginan atau keyakinan sebesar 84% ada keinginan
- mindedness, yakni apakah pengambil keputusan dan keyakinan dari orang tua yang anaknya telah operasi
mempertimbangkan berbagai aspek dari eksposur, seperti dan sebesar 11,3% dari orang tua yang anaknya belum
frekuensi, kualitas khalayak, jangkauan, dan sebagainya, operasi. Adanya ketidakyakinan dari orang tua yang
d) Practicality, yakni apakah pemilihan media benar- anaknya belum operasi sebesar 4,5%. Pada tindakan
benar berdasarkan fakta, bukan atas dasar emosional. 4) operasi terdapat 88% adanya tindakan oleh orang tua
Pesan yang diterima oleh orang tua bibir sumbing yang yang anaknya telah dioperasi dan masih ada 12% yang
terbanyak di rumah sakit (87,5%) dan diikuti urutan kedua belum melakukan tindakan untuk anak yang belum
organisasi sosial kesehatan (79,1%), dan organisasi sosial operasi. Kesediaan screening dari 11 orang yang belum
pendamping orang tua (79,1%). 5) Isi pesan, menurut dioperasi adalah 7 orang atau 64% Kesediaan kontrol atau
Kottler dan Kelller (2006) yaitu terapi lainnya dari 37 orang yang telah operasi adalah 15
communication effectiveness depend on atau 41% orang yang melakukan kontrol.
how massages is being expressed as well as
the content of massage it selft. An ineffective SIMPULAN
communication may mean that the wrong Faktor social advestising yang diinginkan terdiri
messages was used or the right messages dari: 1) Sumber pesan dapat dikaitkan dengan status
was just being expressed poorly. perawatan dan jenis informasi apa yang dapat diberikan;
Berdasarkan teori tersebut, pembuatan isi pesan 2) Media penyampaian pesan kebanyakan tanpa media
suatu social advertising perlu diperhatikan pentingnya dan dengan media oleh organisasi sosial pendamping
bagaimana mengekspresikan dengan benar suatu pesan. orang tua, organisasi sosial kesehatan, dan rumah sakit;
6) Format pesan, orang tua menyukai jika ada gambar 3) Area tempat pesan dapat ditempat umum maupun
anak bibir sumbing, dan informasi yang didapatkan instansi kesehatan, tergantung dari isi pesan yang
dari testimoni orang tua, yang memberikan semangat disampaikan dan terkait dengan status perawatan; 4) Isi
dan bagaimana mengatasi masalah praktis. Menurut pesan sesuai dengan tahap status perawatan yang dilalui
Klimchuck dan Krasovec (2006), ilustrasi instruksional yaitu: prescreening, screeening, operasi, dan kontrol;
atau petunjuk penggunaan, didefinisikan sebagai 5) Format pesan terbagi dalam status perawatan, cara
92 J. Adm. Kebijak. Kesehat., Vol. 11, No. 2, MeiAgustus 2013: 8892

mengatasi masalah praktis maupun informasi kesehatan; positif baik mengenai anak bibir sumbing sendiri maupun
6) Waktu penerimaan pesan perlu terkait dengan proses penanganan anak bibir sumbing. Bagi instansi terkait,
tahap status perawatan prescreening, screening, operasi, terus mengembangkan pesan social advertising di setiap
kontrol. instansi serta ikut serta, terbuka dan bekerja sama untuk
Segmen yang dipilih untuk social advertising untuk terus mengembangkan pesan social advertising sehingga
kelas bawah. Efek periklanan pada orang tua anak bibir dapat membantu orang tua bibir sumbing maupun
sumbing berdasarkan model AIDA. Attention telah baik, anak bibir sumbing. Bagi peneliti lain, secara periodik
pada Interest masih ada ketidaktertarikan untuk melakukan melakukan penelitian lanjutan untuk mengukur dampak
screening, maka perlu ditingkatkan dalam bentuk ajakan dari social advertising sehingga pengetahuan dapat terus
yang menarik. Pada desire masih ada ketidakinginan berkembang dan ter-update.
atau keyakinan untuk melakukan screening, maka perlu
dukungan motivasi. Sedangkan untuk action dapat dikaji DAFTAR PUSTAKA
tindakan melakukan operasi dan melakukan kontrol. Kotler P & Keller KL. 2006. Marketing Mangement. New Jersey:
Angka yang tidak melakukan kontrol atau terapi lainnya Pearson Pretince Hall.
masih tinggi, hal ini harus diupayakan untuk diturunkan. Kotler P & Lee NR. 2009 Up and Out of Poverty, The Social Marketing
Kesediaan screening dari 11 orang yang belum dioperasi Solution. New Jersey: Wharton School Publishing.
adalah 7 orang atau 64% Kesediaan kontrol atau terapi Klimchuck MR & Krasovec SA. 2006. Desain kemasan Perencanaan
lainnya dari 37 orang yang telah operasi adalah 15 atau Merek Produk yang berhasil Mulai dari Konsep sampai
41% orang yang melakukan kontrol. Penjualan. New York: Penerbit Erlangga.
Schiffman LG & Kanuk LL. 1997, Consumer Behavior, New York:
SARAN Pearson Prentince Hall.
Bagi orang tua bibir sumbing, terus berpartisipasi Tjiptono, F 1995. Strategi Pemasaran. Yogyakarta: Penerbit
dalam memberikan informasi dan membawa citra yang Andi.