Anda di halaman 1dari 10

RENCANA ASUHAN GIZI

Penyakit Kolitis

(dalam melengkapi tugas mata kuliah Dietetika Dasar semester IV)

OLEH:

AYU DESY DWIRIANASARI


(P07131013029)

KEMENTERIAN KESEHATAN RI
POLITEKNIK KESEHATAN DENPASAR
JURUSAN GIZI
DENPASAR
2015
PAPARAN KASUS

Seorang wanita, TB = 165 cm, BB = 61 kg, umur = 24 tahun. MRS dengan


keluhan : Demam 38oC, diare berdarah, kram perut, BB turun, pucat dan lemah.
Hasil pemeriksaan histologi : ditemukan radang dan abses pada kolon, epitel rusak
dan sel goblet kolon menghilang. Pulmo : tampak fibroinfiltrate pada parahiler
kanan yang terproyeksi pada foto lateral di segmen posterior lobus medial paru
kanan. Cor : besar dan bentuk normal. Sinus pleura kanan tajam, anterior posterior
tajam, kiri terpotong. Kesan : Pneumonia

Dilakukan pemeriksaan EGD tanggal 25 Mei 2015 diperoleh hasil bahwa


pasien mengalami Colitis ulserativa. Obat yang diberikan : Antacid, Sucralfat,
Cefotaxim, Ciproloxaun dan infus NaCl 0.9% 20 tts/mnt.

Riwayat gizi : makan 2 3 x/hari, minum kopi setiap pagi, jarang konsumsi
lauk hewani, sering konsumsi buah dan sayur, konsumsi nasi piring tiap kali
makan, KH yang dikonsumsi : nasi, mie, ubi. Protein : tempe, tahu, kacang, telur,
kadang-kadang daging ayam dan ikan. Sayur : nangka muda, papaya muda,
kacang panjang, labu siam, dan bayam. Buah : pisang, papaya dan jeruk.

Intake konsumsi makan dirumah : Energi 940.5 kkal, Protein 36.97 gram,
Lemak 17.7 gram, Karbohidrat 162 gram.

Pasien terebut dirawat di kelas II, bagaimana asuhan gizi dan terapi diet yang
Saudara berikan serta susun menu dalam sehari.
1. Pengkajian Gizi
STANDAR
DATA TERKAIT GIZI PEMBANDING /NILAI MASALAH
NORMAL
Antropometri:
BB: 61 kg IMT Normal: 18,5 25 -
TB: 165 cm BBI: 58.5 kg
IMT : 22,40 (Normal)
Biokimia:
- -
-
Diet/Riwayat Gizi
(Kuantitatif) : Energi : 1814,38 kkal Asupan energi kurang :
Energi : 940,5 kkal Protein : 68,04 gr Energi : 51.83%
Protein : 36,97 gr Lemak : 40.32 gr Protein :54.34 %
Lemak : 17,7 gr Karbohidrat : 294,84 gr Lemak : 43.90 %
Karbohidrat : 162 gr. Karbohidrat : 54.95%
(Kualitatif) :
Makan 2-3 x/hari, minum
kopi setiap pagi, jarang
konsumsi lauk hewani, sering
konsumsi buah dan sayur,
konsumsi nasi
piring/makan, KH yang
dikonsumsi : nasi, mie, ubi,
Protein : tempe, tahu, kacang,
telur, kadang-kadang daging
ayam dan ikan, sayur :
nangka muda, papaya muda,
kacang panjang, labu siam,
dan bayam . Buah : Pisang,
papaya, jeruk.
Fisik/Klinis:
Suhu tubuh 380C, Diare Suhu : 36 37oC Demam
berdarah, kram perut, BB Ada gangguan fisik
turun, pucat dan lemah. Hasil dan klinis.
pemeriksaan histology :
ditemukan radang dan abses
pada kolon, epitel rusak dan
sel goblet kolon menghilang.
Pulmo : tampak, fibroinfitrate
pada parahiler kanan yang
terproyeksi pada foto lateral
di segmen posterior lobus
medial paru kanan. Cor :
besar dan bentuk normal.
Sinus pleura kanan tajam,
anterior posterior tajam, kiri
terpotong. Kesan : pneumonia
Riwayat Individu:
Mengkonsumsi obat :
Antacid
Sucrafalt
Cefotaxim
Ciproloxaun
Infuse NaCl 0,9%
20tts/mnt

2. DIAGNOSA GIZI
ETIOLOGI/AKAR
NO PROBLEM TANDA/GEJALA
MASALAH
1. Gangguan fungsi Radang dan abses pada kolon, Diare berdarah
gastrointestinal. epitel rusak, serta sel goblet Kram perut
kolon menghilang.
2. Asupan energi Konsumsi makanan kurang dari Asupan energi kurang :
tidak adekuat. kebutuhan, jarang konsumsi lauk Energi : 51.83%
hewani, dan konsumsi nasi Protein : 54.34 %
piring tiap makan. Lemak : 43.90%
KH : 54.94%

3. INTERVENSI GIZI

NO DIAGNOSA GIZI INTERVENSI


1. P (Problem) Gangguan fungsi Tujuan: Mengembalikan fungsi
gastrointestinal. gastrointestinal

E (Etiologi) Radang dan abses pada Cara: Mengatur diet (pola


kolon, epitel rusak, serta makan) pasien serta memberikan
sel goblet kolon edukasi gizi.
menghilang.
S (Sign/Simptom) Diare berdarah Target: Menghilangkan keluhan
akibat gangguan gastrointestinal
Kram perut
dalam waktu seminggu.
2. P (Problem) Asupan energi tidak Tujuan: Meningkatkan asupan
adekuat. energi dan zat gizi lainnya hingga
mencapai 100%

E (Etiologi) Konsumsi makanan Cara: Mengatur pola makan


kurang dari kebutuhan, sesuai dengan kebutuhan dan
jarang konsumsi lauk mengurangi konsumsi makanan
hewani, dan konsumsi tinggi serat
nasi piring tiap makan.
S (Sign/Simptom) Energi : 51.83% Target: Asupan energi dan zat
Protein : 54.34 % gizi mencapai 100% dalam waktu
Lemak : 43.90% seminggu.
KH : 54.94%
4. PRESKREPSI DIET:
Jenis Diet : Diet Sisa Rendah I
Tujuan Diet :
Tujuan Diet Sisa Rendah adalah untuk memberikan makanan sesuai
kebutuhan gizi yang sedikit mungkin meninggalkan sisa sehingga dapat
membatasi volumen feses, dan tidak merangsang saluran cerna.
Syarat Diet :
1. Kebutuhan energi yaitu 2051.71 kkal
2. Kebutuhan protein yaitu 76.94 gram
3. Kebutuhan lemak yaitu 45.59 gram
4. Kebutuhan karbohidrat yaitu 333.40 gram
5. Menghindari makanan berserat tinggi dan sedang sehingga asupan serat
maksimal 4 gram/hari.
6. Menghindari susu, produk susu, dan daging berserat kasar.
7. Menghindari makanan yang terlalu berlemak, terlalu manis, terlalu asam,
dan berbumbu tajam.
8. Makanan dimasak hingga lunak dan dihidangkan pada suhu tidak terlalu
panas dan dingin.
9. Makanan sering diberikan dalam porsi kecil.
Bentuk : Makanan Saring
Jalur Pemberian : Oral
Frekuensi : 3 kali makanan utama dan 3 kali makanan selingan.
Nilai Gizi :
BEE = 655 + (9.6 BB) + (1.8 TB) (4.7 U)
= 655 + (9.6 61) + (1.8 165) (4.7 24)
= 655 + 585 + 297 112.8
= 1424.8 kkal
TEE = BEE SF AF
= 1424.8 1.2 1.2
= 2051.71 kkal
5. EDUKASI GIZI:
Tujuan: Meningkatkan pemahaman tentang penyakit kolitis ulseratif dan Diet
Rendah Sisa I dan Diet TETP (tinggi energy dan tinggi protein) yang
diberikan serta agar adanya perubahan perilaku makan pada pasien.

Konten Materi: Penyakit Kolitis Ulseratif


Ulcerative colitis (Colitis ulcerosa, UC) adalah suatu bentuk penyakit
radang usus (IBD). Ulcerative colitis adalah suatu bentuk radang usus besar,
suatu penyakit dari usus, khususnya usus besar atau usus besar, yang meliputi
karakteristik bisul, atau luka terbuka, di dalam usus.
Kolitis ulseratif adalah penyakit inflamasi usus (IBD), nama umum
untuk penyakit-penyakit yang menyebabkan peradangan di usus halus dan
usus besar.
Gejala utama penyakit aktif biasanya konstan diare bercampur darah,
dari onset gradual. Kolitis ulseratif ,biasanya diyakini memiliki sistemik
etiologi yang mengarah ke banyak gejala di luar usus. Karena nama, IBD
sering bingung dengan sindrom iritasi usus besar (IBS), yang merepotkan,
tapi kurang serius, kondisi. Kolitis ulseratif adalah penyakit hilang timbul,
dengan gejala diperburuk periode, dan periode yang relatif gejala-bebas.
Selain gejala umum seperti diatas, pasien juga memiliki gejala sebagai
berikut:
1. Hilangnya nafsu makan
2. Berat badan menurun
3. Kram perut.
4. Anemia
5. Buang air besar beberapa kali dalam sehari (10-20 kali sehari)
6. Terdapat darah dan nanah dalam kotoran.
7. Perdarahan rektum (anus).
8. Hilangnya cairan tubuh dan nutrisi
9. Sendi ngilu
10. Kegagalan pertumbuhan (khususnya pada anak-anak)
11. Rasa tidak enak di bagian perut.
12. Rasa sakit yang hilang timbul pada rectum

Sekitar setengah dari orang-orang didiagnosis dengan kolitis


ulserativa memiliki gejala-gejala ringan. Lain sering menderita demam,
diare, mual, dan kram perut yang parah. Kolitis ulserativa juga dapat
menyebabkan masalah seperti radang sendi, radang mata, penyakit hati,
dan osteoporosis. Tidak diketahui mengapa masalah ini terjadi di luar usus.
Beberapa fakor yang dicurigai menjadi penyebab terjadinya colitis
ulseratif diantaranya adalah : hipersensitifitas terhadap factor lingkungan
dan makanan, interaksi imun tubuh dan bakteri yang tidak berhasil (awal
dari terbentuknya ulkus), pernah mengalami perbaikan pembuluh darah,
dan stress.
Meskipun gejala kolitis ulserativa kadang-kadang dapat berkurang
pada mereka sendiri, penyakit biasanya membutuhkan perawatan untuk
masuk ke remisi.
Pengobatannya dengan obat anti-peradangan, kekebalan, dan terapi
biologis penargetan komponen spesifik dari respon kekebalan. Colectomy
(parsial atau total pengangkatan melalui pembedahan usus besar) yang
kadang-kadang diperlukan, dan dianggap sebagai obat untuk penyakit.

6. Bahan Makanan yang Dianjurkan dan Tidak Dianjurkan


Bahan Makanan Dianjurkan Tidak Dianjurkan
Sumber Karbohidrat Bubur disaring, roti dibakar, Beras tumbuk, beras ketan, roti
kentang di pure, macaroni, gandum, jagung, ubi,
mi, bihun direbus, biscuit, singkong, talas, cake, tarcis,
krakers, tepung-tepungan dodol, tepung-tepungan yang
dipuding atau dibubur. dibuat kue manis.
Sumber Protein Daging empuk, hati, ayam, Daging berserat kasar, ayam,
Hewani ikan digiling halus, telur dan ikan yang diawet,
direbus, ditim, diceplok air digoreng kering, telur
atau sebagai campuran dalam diceplok, udang dan kerang,
makanan dan minuman. susu dan produk susu.
Sumber Protein Tahu ditim dan direbus, susu Kacang-kacangan seperti
Nabati kedelai kacang tanah, kacang merah,
kacang tolo, kacang hijau,
kacang kedelai, tempe, dan
oncom.
Sayuran Sari sayuran Sayuran dalam keadaan utuh.
Buah-buahan Sari buah Buah dalam keadaan utuh
Minuman Teh, sirup, kopi encer. Teh dan kopi kental, minuman
beralkohol, dan mengandung
soda.
Bumbu Garam, vetsin, gula. Bawang, cabe, jahe,
merica,ketumbar, cuka dan
bumbu lain yang tajam.

7. Monitoring dan Evaluasi


Parameter Target atau Capaian/Hasil Monitor Evaluasi Tindak
Tujuan tgl tgl tgl Lanjut
Gangguan Mengembalikan Diare Diare Kram Mengembalikan Lakukan
fungsi fungsi berdara Kram perut fungsi modifikasi diet
gastrointestinal gastrointestinal h perut gastrointestinal dengan
Kram yang mulai
mengurangi
perut membaik
konsumsi
makanan
tinggi serat
dan lanjutkan
konseling gizi.
Asupan energi Meningkatkan 60% 75% 85% Target belum Lakukan
tidak adekuat asupan energi mencapai 100% modifikasi diet

dan zat gizi dengan tetap


memperhatikan
lainnya hingga
kebutuhan
mencapai
pasien serta
100% dalam
tetap
waktu
memberikan
seminggu konseling gizi.