Anda di halaman 1dari 33

Dr. rer. Nat. Agustino Zulys M.Sc.

1 10/13/2016 Departemen Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia
METODE ORBITAL MOLEKUL
Teori VBT: Model lokalisasi elektron untuk ikatan mengasusikan bahwa semua
elektron dibatasi pada ikatan antar atom atau sebagai pas el bebas.

Teori Orbital Molekul: distribusi kerapatan elektron dalam molekul. Pendekatan


delokalisasi elektron dalam keseluruhan atom dan belum tentu terkait ikatan tertentu
antara dua atom.

Teori Orbital molekul menyediakan informasi yang lebih akurat dari struktur
elektronik molekul serta informasi rekatifitasnya
Ikatan
Ikatan terlokalisasi terdelokalisasi
sp 1s

2
H Be H

1
Dua ikatan (sp-1s) Be-H.

Dua ikatan MOs


MO diagram untuk BeH2 pada BeH2
METODE ORBITAL MOLEKUL
LCAO: Linear Combination Atomic Orbitals,
Kombinasi secara matematis orbital atom membentuk
orbital baru, seperti halnya hibridisasi pada VBT
Tidak seperti VBT, pada teori ini interaksi bisa terjadi
pada beberapa atom atau seluruh atom dalam molekul.
Orbital molekul merupakan diagram tingkat energi
dalam molekul dan pengisian elektronnya mengikuti
prinsip Aufbau

SALC (Symmetry Adapted Linear Combination)


Interaksi antar orbital molekul terjadi, jika beda energi
dari orbital-orbital atom yang berinteraksi adalah kecil
Memiliki Simetri yang sama
METODE ORBITAL MOLEKUL
MO yang dibentuk oleh DUA orbital 1s
Diagram untuk H2
Orbital Molekul

Ketika dua orbital atom bergabung, tiga tipe orbital molekul


terbentuk:
Orbital ikatan atau
Energi orbital ikatan lebih rendah dari orbital atom dan
kerapatan elektron overlap

Orbital anti ikatan * atau *


Energi orbital anti ikatan lebih tinggi daripada orbital atom
dan kerapatan elektron tidak overlap

Orbital non ikatan, n


Pasangan elektron tidak terlibat dalam berikatan
orbital molecular p.
Molekul diatomik homonuklir

Molekul diatomik sederhana dimana kedua


atom adalah unsur yang sama
Diagram energi untuk molekul tipe ini mirip
dengan diagram energi untuk H2
Kita dapat membuat diagram energi untuk
berbagai jenis molekul atau kemungkinan
molekul bila mereka berikatan dan
bagaimana bentuk ikatannya.
Teori Orbital Atom: Molekul Hidrogen

orbital antibonding *
E Tak terisi elektron
n orbital atom 1s
e Pada atom 2
r orbital atom 1s
orbital Ikatan
Pada atom 1
g Terisi 2 elektron
i

2-0
Order ikatan = =1
2
Teori Orbital Atom: Molekul Hidrogen

E
n
e
r
g
i
Molekul H2- Molekul He2

2-1 1 2-2
Order ikatan: = =0
2 2 2
Ikatan pada Orbital Molekular
Untuk membentuk molekul yang stabil maka
elektron di dalam orbital ikatan harus lebih
banyak dibandingkan di dalam orbital anti-ikatan
Ikatan yang terbentuk akan berada pada energi
yang lebih rendah, sehingga menjadi lebih stabil
Orbital ikatan dan anti-ikatan untuk ikatan- dan
ikatan-p harus dipertimbangkan
Perhatikan diagram MO untuk Ne2 berikut ini:
Aturan Diagram MO
Jumlah MO = Jumlah AO
AO berkombinasi dengan Simetri yang sama dan
Energi yg mirip
Setiap MO ikatan memiliki energi yg lebih rendah
dari AO asal
Setiap MO anti-ikatan memiliki energi yg lebih
tinggi dari AO asal
Maksimum 2 e untuk setiap MO
Pengisisan elektron mengikuti kaidah Hund bila
Degenerate MO
Diagram MO untuk Ne2
Setiap atom neon memiliki 8 elektron
([He]2s22p6), sehingga total elektron 16
Ke 16 elektron tersebut didistribusikan ke dalam
orbital molekul (MO)
Ingat persyaratan pengisian elektron. Elektron
berpasangan terlebih dahulu mengisi energi
orbital yang lebih rendah, sebelum mengisi orbital
yang energinya lebih tinggi
Ne2 akan terbentuk bila elektron ikatan lebih
banyak dari elektron anti-ikatan
nOrde ikatan = e ikatan - anti ikatan
2
Orbital Molekul Ne2
Ne Ne2 Ne

3*u
MO diagram untuk Ne2

1p*g

(px,py)
pz

Energy
2p 2p
1pu

Orde
8- 8 =0
ikatan =
2 3g

Tidak terjadi ikatan!!


2*u

2s 2s

2g
Orbital Molekul F2
F F2 F

LUMO 3*u
MO diagram untuk F2

HOMO 1p*g

2p (px,py)
pz
2p

Energy
1pu

Orde
8- 6 =1
ikatan =
2 3g

Ikatan tunggal
2*u

2s 2s

2g
Orbital Molekul O2
O O2 O

3*u

2 elektron tidak berpasangan


O2 paramagnetik
1p*g

2p (px,py)
pz
2p

Energy
1pu

Orde
8- 4 =2
ikatan =
2 3g

Ikatan rangkap dua


2*u

2s 2s

2g
Energi orbital terhadap muatan inti

18 10/13/2016 Departemen Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia
Energi orbital terhadap muatan inti

19 10/13/2016 Departemen Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia
Energi orbital terhadap muatan inti
Interaksi s dan p

p *

s *
Orbital Molekul N2

Orde
8-2 =3
ikatan =
2

Terjadi Ikatan
Rangkap tiga

22 10/13/2016 Departemen Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia
Bukti X-PS dari N2

23 10/13/2016 Departemen Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia
Orbital Molekul C2, C22-

Orde
6-2 =2
ikatan =
2

Terjadi Ikatan
Rangkap dua

24 10/13/2016 Departemen Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia
Orbital Molekul B2

Orde
4-2 =1
ikatan =
2

Terjadi Ikatan
Rangkap tiga

25 10/13/2016 Departemen Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia
tabel
2p*
E
p2p* 2p*
p2p*
2p
2p 2p 2p p2p
p2p 2p
2p

2s*
2s*
2s 2s 2s 2s
2s
2s
Molekul Diatomik Baris ke 2
NOTE SWITCH
OF LABELS
B2 C2 N2 O2 F2

2p*
p2p*
2p ATAU p2p
E p ATAU
2p 2p
2s*
2s

Magnetisme Para- Dia- Dia- Para- Dia-

Order Ikatan 1 2 3 2 1
Energi Ikatan. (kJ/mol) 290 620 942 495 154
Panjang Ikatan (pm)
159 131 110 121 143
Molekul 2. Kelektronegatifan
berbeda
heterodiatomik
Overlap 2 orbital dari atom
yg berbeda

1. Keelektronegatifan mirip

3. Kelektro-
negatifan jauh
berbeda : ionik
MO untuk HF
H HF F

1*u

1s

(px,py)
pz
npx npy
Energy

2p

3g

2s

2g
Orbital molekul CO
C = [He] 2s2 2p2; O = [He] 2s2 2p4
Ada 10 elektron valensi
Mengikuti pola pada N2 karena memiliki 10 e-
CO, N2, CN- isoelektronik
3 ps e- bebas dr C
2 ps e- bebas dr O
1 ikatan C-O
p* unoccupied
3 yang terisi (HOMO) dan
p* yg kosong (LUMO) adalah penting
karena terlibat dalam ikatan dengan berbagai orbital logam transisi
MO untuk CO
C CO O

3*u
LUMO
1p*g

2p (px,py)
pz
Energy

2p
3g
HOMO
1pu

2*u
2s

2s

2g HOMO = Highest Occupied Molecular Orbital


LUMO = Lowest Unoccupied Molecular Orbital
Molekul Diatomik Heteronuklir
Diagram Orbital Molekul: menjadi lebih
kompleks (rumit) bila ikatan antar 2
atom non-identik dipertimbangkan
Tingkat energi atomik tidak sama dan
terdapat perbedaan jumlah elektron

TEORI SIMETRI