Anda di halaman 1dari 16

BAB I

PENDAHULUAN

A. Identitas Jurnal
1. Judul
Pelaksanaan Peran Perawat Sebagai Advokat Dalam Pemberian
Informed Concent Tindakan ECT Premedikasi Di RSJD Dr.
Amino Gondhoutomo Provinsi Jawa Tengah
2. Penulis
Kandar, Maria Suryani, Tofiah
3. Sumber dan Tahun
The 2nd University Research Coloquium 2015. ISSN 2407-9189
4. Metode Penelitian
a. Metode penelitian : Menggunakan metode kualitatif
(wawancara) dengan pendekatan fenomenologi
b. Sampel : 4 perawat informen utama dan 2 keluarga pasien
informen triangulasi
c. Tempat penelitian : RSJD Dr. Amino Gondohutomo Provinsi
Jawa Tengah
d. Waktu penelitian : Waktu penelitian pada bulan Juli 2015
e. Teknik pengambilan sampel: Menggunakan teknik Purposife
sampling dengan teknik analisa data, analisis kualitatif.
5. Hasil dan Pembahasan :
1. Tema 1 : Tindakan perawat kepala ruangan , Katim , dan
perawat pelaksana ruangan dalam pemberian informed
concent Tindakan ECT premedikasi.

Pemeriksaan fisik : pemeriksaan laboratorium , EKG ,


mengkaji penyakit fisik yang merupakan contra indikasi ECT
psikologis : menjelaskan pra intra dan post ECT , menghubungi dokter
anestesi , mempersiapkan formulir informed concent , formulir ECT ,
mendampingi dokter selama pemberian informed concent tindakan
ECT premedikasi

1
perawat memberikan informasi kepada keluarga pasien melalui
telepon untuk datang ke rumah sakit jiwa ketika ada tindakan medis
yang harus ada persetujuan keluarga pasien dan perawat mendampingi
dokter pada saat dokter menjelaskan tentang ECT premedikisi ,
perawat menjelaskan tentang persiapan ECT premedikasi yaitu harus
puasa mulai jam 00.00 WIB .

2. Tema 2 : peran perawat kepala ruangan , Katim , dan


perawat pelaksana ruangan dalam pemberian informed
concent Tindakan ECT premedikasi.
Perawat rawat inap baik kepala ruangan , Katim ,dan
perawat pelaksana mengatakan bahwa dalam pemberian informed
concent adalah sebagai saksi , berperan untuk menghadirkan keluarga ,
perantara , bicara atas nama pasien , menginggatkan dokter , dan
memberikan edukasi kepada keluarga dan pasien. Edukasi yang
diberikan berupa persiapan ECT yaitu puasa dan kemudian keluraga
pasien menyetujuinya dengan cara mengisi lembar informed concent.

3. Tema 3 : kesulitan perawat kepala ruangan , Katim , dan


perawat pelaksana ruangan dalam pemberian informed
concent Tindakan ECT premedikasi.

Kesulitan yang dialami perawat kepala ruangan, Katim


dan perawat pelaksana yaitu keluarga yang rumahnya jauh
mengalami kesulitan untuk datang ke rumah sakit, pendidikan
keluarga, bahasa yang digunakan keluarga pasien, keluarga pasien tidak
menunggui pasien di RSJ, keluarga datang ke RSJ diluar jam kerja,
kondisi pasien yang masih agresif yang tidak memungkinkan untuk
diberi edukasi, pasien tidak memiliki keluarga, ditemukannya
kontraindikasi pada pasien yang akan dilakukan ECT. Informasi
keluarga pasien ketika datang pertama sudah diminta untuk tanda
tangan persetujua tindakan medis, tidak datang ke RSJ pada saat
tindakan ECT premedikasi karena keluarga pasien merasa sudah tanda

2
tangan persetujuan pada saat datang pertama dan percaya dengan
petugas di RSJ.

4. Tema 4 : Kejadian yang Dialami Kepala Ruangan, Katim,


Pelaksana Setelah Pemberian Informed Concent Tindakan
ECT Premedikasi

Peneliti mendapati dokter yang menjelaskan informed concent


pada perangkat desa sebagai penanggung jawab pasien. Pasien yang
tidak tinggal dengan keluarga merupakan salah satu penyebab dokter
menjelaskan pada orang lain, miskomunikasi yang terjadi antara
keluarga pasien sebagai penanggung jawab dengan keluarga lain pada
saat dokter memberikan informasi tentang ECT. Premedikasi.
Informasi keluarga pasien bahwa tidak pernah datang pada saat
tindakan ECT. Premedikasi dan yang datang menjenguk tidak selalu
sama kadang suami, istri, anak atau saudara lainnya. Orang yang
berhak mendapatkan informasi pada formilir persetujuan informed
concent yaitu keluarga terdekat adalah suami atau istri atau ayah atau
ibu kandung, anak kandung, saudara kandung atau pengampunya. Jika
pasien tidak memiliki keluarga, panti social yang membawa pasien
dan dapat bertanggung jawab atas pasien.

5. Tema 5 : Pelaksanaan advokasi berdasarkan kewenangan


klinis

Perawat kepala ruangan melakukan tugasnya sebagai


perantara antara dokter dan keluarga atapun pasien, melakukan
tugas dengan menghubungi dokter ketika perawat katim atau
perawat pelaksana mengalami kesulitan dalam advokasi dalam
pemberian informed concent tindakan ECT Premedikasi. Perawat
katim melakukan tugas dengan melakukan edukasi pada pasien dan
keluarga, supervise kegiatan perawat pelaksana. Perawat pelaksana
melakukan tugas pemeriksaan fisik menyiapkan formulir untuk

3
keperluan tindakan ECT Premedikasi. Dalam menangani masalah
perawat pelaksana akan bekerja sama dengan perawat.

B. Abstrak
ECT adalah tindakan medis yang dilakukan pada pasien
dengan gangguan bipolar dan unipolar. Peran perawat disini dalam
pemberian informed consent sebagai client advocate. Penelitian ini
mendeskripsikan peran perawat sebagai advokat pada saat
pemberian informed consent tindakan ECT (Electro Convulsive
Therapy) pada keluarga. metode penelitian menggunakan metode
kualitatif (wawancara) dengan pendekatan fenomenologi. Metode
pengumpulan data menggunakan wawancara pada 6 perawat dan
trianggulasi pada 3 keluarga.
Ada empat tema yang didapatkan sebagai hasil penelitian,
Tema pertama, menggambarkan persiapan tindakan ECT
Premedikaksi. Tema kedua, menjelaskan peran perawat sebagai
advokasi dalam pemberian informed concent. Tema ketiga,
menjelaskan kesulitan yang dialami perawat dalam pemberian
informed concent. Tema keempat, menggambarkan kejadian yang
dialami perawat dalam proses pemberian informed concent
tindakan ECT Premedikasi dan tema kelima pelaksanaan advokasi
berdasarkan kewenangan klinis.
Perawat dalam melakukan peran advokasi pemberian
informed concent tindakan ECT hanya bertindak sebagai saksi,
pemberi edukasi dan perantara dokter dengan keluarga.

4
BAB II
ANALISIS JURNAL DENGAN FORMAT PICO

A. Populasi (P)
Jumlah sampel 4 perawat informen utama dan 2 keluarga
pasien informen triangulasi. Teknik pengambilan sampel purposife
sampling. Analisis data hasil penelitian menggunakan analisis
kualitatif. Teknik pengolahan data menggunakan 4 proses kognitif ,
yaitu : Comprehending, Synthesizing, Theorizing dan
Recontextualizing.
B. Intervensi (I)
1. Pada penelitian ini dilakukan pengambilan sampel secara
purposife sampling (dengan tujuan tertentu) dan dilakukan
intervensi dengan pemberian pendekatan fenomenologi
yaitu dengan melakukan wawancara dengan 4 perawat
informen utama dan 2 keluarga pasien informen triangulasi.
2. Perawat menjelaskan kepada keluarga pasien tentang
persiapan ECT Premedikasi atau memberikan edukasi
yaitu harus puasa mulai jam 00.00 WIB
C. Compare (C)

The effectiveness of electroconvulsive therapy : A literature


review
Pada jurnal dengan judul diatas menjelaskan bahwa terapi
ECT ini dapat memberikan dampak yang baik bagi pasien depresi
dan gangguan bipolar serta gangguan jiwa lainnya
D. Outcomes (O)
1. Penelitian ini dapat menunjukkan peran perawat dalam
pemberian informed concent pada tindakan ECT premedikasi
2. Perawat menjadi mitra yang baik bagi dokter dan menjadi
orang yang dipercaya keluarga untuk merawat pasien, sehingga

5
keluarga akan merasa aman dan nyaman atas bentuk advokasi
yang dilakukan perawat.
3. Dalam memberikan pelayanan kesehatan, perawat berperan
sebagai saksi untuk tanda tangan klien pada format persetujuan.
4. Dalam kewenangan klinik perawat di RSJD Dr. Amino
Gondohutomo Provinsi Jawa Tengah bahwa kegiatana tindakan
yang berkaitan ECT dilakukan oleh minimal perawat klinik II.

6
BAB III
KRITIK JURNAL

Aspek Yang Dikritisi Hasil Kritisi

1. Elemen yang Author


mempengaruhi Apakah peneliti mempunyai kualifikasi tingkat - Peneliti merupakan para medis yang profesional di
believability pengetahuan di bidang ini ? bidangnya
penelitian
Report title
Apakah judul dalam penelitian jelas, akurat dan tidak - Judul penelitian jelas karena mampu untuk menjabarkan
ambigu? seluruh isi dari penelitian.

Abstract - Abstrak cukup tergambarkan dengan jelas pada


Apakah abstrak tergambar dengan jelas, termasuk penjelasan masalah penelitian, tujuan penelitian,
masalah penelitian, sampel, metodologi, temuan dan metodologi, temuan dan rekomendasi.
rekomendasi ?

7
2. Elemen yang Statement of the phenomenon of interest
mempengaruhi a. Apakah masalah yang akan dipelajari diidentifikasi - Masalah didalam jurnal teridentifikasi dengan jelas, yaitu
kekuatan dengan jelas ? mengenai pelaksanaan peran perawat sebagai advokat
penelitian dalam pemberian informed concent tindakan ECT
premedikasi di RSJ.

b. Apakah masalah dan pertanyaan penelitian konsisten? - Masalah dan pertanyaan dalam penelitian konsisten .

c. Bagaimana kepentingan masalah penelitian ? - Masalah penelitian yang diajukan dalam jurnal penting
yaitu untuk pemberian informed concent yang diberikan
oleh perawat kepada pasien yang akan dilakukan
tindakan ECT di RSJ

Purpose/significance of the study - Tujuan penelitian disebutkan dengan jelas yaitu untuk
Apakah tujuan penelitian teridentifikasi dengan jelas ? mendiskripsikan peran perawat sebagai advokat dalam

8
pemberian informed concent tindakan ECT premedikasi
di RSJ.

.
Literature review
a. Apakah penelitian memiliki tinjauan pustaka ? - Peneliti disini menggunakan tinjauan pustaka dari
b. Apakah kajian literature memenuhi dasar-dasar beberapa jurnal-jurnal lain sebagai acuan. Didalam
filosofis penelitian? penulisan literatur menggunakan penomeran.
c. Apakah kajian literature memenuhi tujuannya?
- Kajian literature disini menampilkan metode penelitian
dengan 2 pola yaitu kualitatif dan kuantitatif.

Didalam jurnal kajian literatur cukup mampu


memperkuat hasil pembahasan dari jurnal tersebut.
Method and philosophical Underpinnings
a. Apakah metodologi penelitian telah diidentifikasikan? - Sudah teridentifikasi dengan baik, namun sedikit
panjang karena penjelasannya diambil dari
beberapa referensi

9
Proses Penelitian
Posisi Peneliti - Peran peneliti sebagai observan
a. Apa saja peran dari peneliti dan orang-orang yang
terlibat?

Sample
a. Apakah metode sampling dan ukuran sampel a. Metode sampling teridentifikasi dengan jelas, dalam
diidentifikasi dengan jelas? penelitian ini

b. Apakah metode sampling dalam penelitian sesuai ? b. Metode sampling yang digunakan disebutkan secara jelas
yaitu menggunakan pola kualitatif dengan pendekatan
fenomenologi.
Partisipan
a. Siapa yang menjadi responden? a. Dua keluarga pasien informen triangulasi

b. Ya karena sesuai karakteristik dan beberapa


b. Apakah responden tepat untuk mengikuti penelitian ? pertimbangan yang telah dilakukan

10
Data collection/ pengumpulan data - Pengumpulan data yang diambil dengan teknik purposif
a. Pengumpulan data / analisis data Apakah strategi sampling
pengumpulan data yang dijelaskan?
b. Apakah strategi yang digunakan sudah tepat? - Strategi yang digunakan sudah cukup tepat

Analisa Data
a. Apakah dijelaskan strategi yang digunakan untuk - Strategi untuk menganalisis data sudah dijelaskan
menganalisis data ? dengan jelas.
- Peneliti sudah mengikuti langkah-langkah dari
b. Apakah peneliti mengikuti langkah-langkah dari metode analisa data
metode analisis data ?
c. Apakah data saturasi tercapai? - Saturasi pencapaian disebutkan dengan jelas

Ethical considerations
a. Apakah responden diberikan informasi lengkap - Didalam jurnal tidak dijelaskan tentang surat persetujuan
tentang penelitian ini?
- Didalam jurnal ini tidak dijelaskan kerahasiaan dari

11
responden.
b. Apakah otonomi / kerahasiaan partisipan dijamin? - Didalam penelitian ini tidak dijelaskan keamanan peserta.
Pada jurnal ini tidak ada penjelasan tentang uji etik
penelitian
c. Apakah peserta dilindungi dari bahaya?

d. Apakah izin etis diberikan untuk studi?


Findings/discussion
a. Apakah temuan dipaparkan dengan jelas ? - Temuan dipaparkan dengan jelas terhadap aspek yang
b. Apakah temuan ini menggambarkan masalah tersebut? hendak diteliti
- Temuan menggambarkan masalah dalam jurnal ini
c. Apakah tujuan awal dari penelitian tercapai dari hasil - Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan
studi ? peran perawat sebagai advokat dalam pemberian
informed concent tindakan ECT premedikasi di RSJ.

Conclusions/implications and recommendations - Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa perawat


a. Apakah kesimpulan penelitian ini ? sangat berperan dalam melakukan peran advokasi
pemberian informend concent bertindak sebagai saksi,
pemberi edukasi dan perantara dokter dengan keluarga.

12
- Hasil penelitian dari jurnal tersebut cukup penting untuk
menunjang kompetensi perawat dalam memeberikan
b. Apa penting nya implikasi dan rekomendasi dari informed concent terhadap klien yan akan dilakukan
temuan ini ? tindakan ECT di RSJ

Peneliti menyebutkan informed concent yang diberikan


oleh perawat dapat mempengaruhi keputusan klien dan
c. Apakah rekomendasi dibuat untuk menunjukkan keluarga klien terhadap tindakan ECT yang akan
bagaimana temuan penelitian dapat dikembangkan? dilakukan.

References - Daftar pustaka pada penelitian ini sudah cukup jelas


Apakah semua referensi/ buku, jurnal dan media lain dan tertulis pada daftar pustaka sesuai dengan kriteria
dicantum kan dalam penelitian ini ? penulisan

13
BAB IV
PENUTUP

A. KESIMPULAN

1. Perawat kepala ruangan sebagai advokasi pasien dalam pemberian


informed concent sudah baik.
2. Perawat kepala ruangan mngerti akan pentingnya keluarga dengan
menghubungi keluarga sebelum tindakan ECT premedikasi dilakukan.
3. Perawat kepala ruangan bertindak sebagai perantara mulai dari
konsul dokter untuk, menghubungi keluarga, menyiapkan dokumen
informed concent dan melakukan edukasi pada keluarga.

B. KELEBIHAN
Kelebihan dari jurnal yang telah kami analisis yaitu:
a. Pembahasan dan isi jurnal jelas
b. Jurnal mudah untuk dipahami
c. Pada jurnal ini peran yang sangat penting perawat ada pada peran
sebagai advokat

C. KEKURANGAN
Kekurangan dari jurnal yang telah kami analisis yaitu:
a. Tindakan yang ada di jurnal tidak di jelaskan secara rinci

D. SARAN
Untuk penelitian ini di sarankan agar peneliti lebih memperhatikan
antara kesesuaian dari judul jurnal dan isi jurnal.
Sebaiknya bagi penyedia pelayanan kesehatan, terutama bagi perawat
dapat dijadikan referensi dalam memberikan informed concent bagi klien.

14
E. IMPLIKASI
Implikasi Keperawatan

1. Dapat dijadikan referensi dalam memberikan pelayan keperawatan.

2. Dapat mengetahui bagimana persiapkan tindakan ECT premedikasi

3. Dapat mengetahui peran perawat pemberian informed consent.

4. Dapat mengetahui kesulitan perawat dalam pemberian informed consent.

15
DAFTAR PUSTAKA

Kandar, Maria Suryani, Tofiah .2015. Pelaksanaan Peran Perawat


Sebagai Advokat Dalam Pemberian Informed Concent Tindakan ECT
Premedikasi Di RSJD Dr. Amino Gondhoutomo Provinsi Jawa Tengah
.The 2nd University Research Coloquium ISSN 2407-9189

16