Anda di halaman 1dari 19

MAKALAH TRANSISTOR SEBAGAI PENGUAT

NAMA : DANDY IRDIANZAH (061630320899)


KELAS : 2 EA
INSTRUKTUR : EVELINA, S.T., M.Kom.

LABORATORIUM TEKNIK ELEKTRO


PROGRAM STUDI TEKNIK ELEKTRONIKA
POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA
PALEMBANG
TA 2017

Page | 1
KATA PENGANTAR

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.


Alhamdulillahirabbilalamin, Segala puji hanya layak untuk Allah Tuhan
seru sekalian alam atas segala berkat, rahmat, taufik, serta hidayah-Nya yang tiada
terkira besarnya, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah dengan judul
Transistor sebagai penguat.
Dalam penyusunan makalah ini, penulis memperoleh banyak bantuan dari
berbagai pihak, karena itu penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-
besarnya kepada: kedua orang tua dan segenap keluarga besar penulis yang telah
memberikan dukungan, kasih, dan kepercayaan yang begitu besar., dan tidak pula
kepada dosen pembibing, Ibu Evelina, S.T, M.Kom yang selalu sabar dalam
membimbing kami sehingga kami mengerti. Dari sanalah semua kesuksesan ini
berawal, semoga semua ini bisa memberikan sedikit kebahagiaan dan menuntun
pada langkah yang lebih baik lagi
Meskipun penulis berharap isi dari makalah ini bebas dari kekurangan dan
kesalahan, namun selalu ada yang kurang. Oleh karena itu, penulis mengharapkan
kritik dan saran yang membangun agar makalah ini dapat lebih baik lagi. Akhir kata
penulis berharap agar makalah ini bermanfaat bagi semua pembaca.

Palembang, 1 Juli 2017

Dandy Irdianzah

Page | 2
DAFTAR ISI

COVER 1
KATA PENGANTAR 2
DAFTAR ISI 3
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang....4
1.2 Identifikasi Masalah4
1.3 Rumusan Masalah4
1.4 Tujuan Penulisan..5
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Transistor sebagai penguat6
2.2 Macam-macam penguat resistor ....7
2.2.1 Penguat kelas A..7
2.2.2 Penguat kelas B..9
2.2.3 Penguat kelas AB.10
2.2.4 Penguat Common Base (grounded-base).11
2.2.5 Penguat Common Emitor.12
2.2.6 Penguat Common Collector.13
2.3 Aplikasi penguat transistor14
2.3.1 Transistor sebagai penguat...14
2.3.2 Transistor sebagai sumber arus16
2.3.3 Transistor sebagai saklar..16
2.3.4 Transistor sebagai cermin arus.17
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan...18
3.2 Saran.18
3.3 Daftar Pustaka..19

Page | 3
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Komponen elektronika merupakan sebuah alat yang menjadi pendukung
atau bagian dari rangkaian elektronik yang bisa bekerja sesuai dengan fungsinya.
Komponen elektronika ini dapat berupa kapasitor, transistor, resistor, dioda, lampu,
PCB, CCB dan lain-lain. Semua komponen elektronika tadi di lekatkan pada sebuah
papan rangkaian elektronik dengan menggunakan soder atau mungkin tidak
melekat pada papan rangkaian namun dihubungkan dengan kabel.
Komponen elektronika terdiri dari satu atau lebih bahan elektronika yang
terdiri dari satu atau lebih bahan-bahan elektronika yang disatukan. Masing-masing
rangkaian elektronik memiliki fungsi yang berbeda-beda bergantung pada
komponen-komponen elektronika yang terpasang pada rangkaian tersebut. Masing-
masing komponen elektronika bentuk, ukuran, dan memiliki fungsi yang berbeda-
beda seperti mengatur arus dan tegangan, menyekat arus,meratakan arus,
memperkuat sinyal dan lain-lain.
Transistor merupakan salah satu komponen elektronika, dalam mempelajari
ilmu elektronika perlu sekali untuk memahami apa itu transistor. Karena sebagian
besar komponen rangkaian elektronik memiliki transistor maka dari itu seorang
yang belajar ilmu elektronika harus mempelajari terlebih dahulu komponen-
komponen elektronika salah satunya adalah transistor.

1.1 Identifikasi Masalah


Masih banyak mahasiswa yang tidak mengerti atau kurang tahu tentang
Transistor.
Masih banyak mahasiswa yang tidak mengetahui jenis-jenis Transistor
sebagai penguat
Masih banyak mahasiswa yang tidak mengetahui pengaplikasian transistor
sebagai penguat

1.2 Rumusan Masalah


1. Apa itu transistor sebagai penguat?
2. Apa saja jenis-jenis transistor sebagi penguat?
3. Bagaimana sifat dan karakteristik jenis penguat?

Page | 4
1.3 Tujuan Penulisan
Mengetahui pengertian dari Transistor.
Mengetahui jenis-jenis Transistor sebagai penguat
Mengetahui bentuk pengaplikasian transistor sebagai penguat

Page | 5
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Transistor sebagai penguat


Menurut Wikipedia Indonesia (2013) Transistor adalah alat semikonduktor
yang dipakai sebagai penguat, sebagai sirkuit pemutus dan penyambung
(switching), stabilisasi tegangan, modulasi sinyal atau sebagai fungsi lainnya.
sedangkan apabila ditinjau dari segi bahasa transistor berasal dari dua kata yang
memiliki arti berbeda yaitu transfer yang berarti penyaluran atau pemindahan dan
resistor yang berarti penghambat. Sedangkan transistor menurut
dasarelektronika.com (2013) adalah suatu pemindahan atau peralihan bahan
setengah penghantar menjadi penghantar pada suhu atau keadaan tertentu. Jadi
bisa dikatakan transistor adalah alat semi konduktor yang berguna untuk penguat,
penyambung, stabilisasi modulasi sinyal dan lain-lain pada suhu atau keadaan
tertentu.
Transistor sebagai penguat, sudah bukan barang yang tabu lagi di dunia
rangkaian elektronika bahwa transistor dapat kita gunakan untuk berbagai macam
keperluan salah satunya sebut saja salah satu fungsinya yaitu transistor yang
digunakan sebagai penguat. Nah penggunaan ini biasanya paling banyak digunakan
di rangkaian rangkaian elektronika yang sifatnya masih analog misalnya saja ketika
diggunakan sebagai penguat yaitu penguat arus,penguat tegangan, dan penguat
daya. Fungsi komponen semikonduktor ini dapat kita temui pada rangkaian Pree-
Amp Head , Pree-Amp Mic, Mixer, Echo, Tone Control, Amplifier dan lain-lain.
Pada umumnya, transistor memiliki 3 terminal. Tegangan atau arus yang
dipasang di satu terminalnya mengatur arus yang lebih besar yang melalui 2
terminal lainnya. Transistor adalah komponen yang sangat penting dalam dunia
elektronik modern. Dalam angkaian analog, transistor digunakan dalam amplifier
(penguat). Rangkaian analog melingkupi pengeras suara, sumber listrik stabil, dan
penguat sinyal radio. Dalam rangkaian-rangkaiandigital, transistor digunakan
sebagai saklar berkecepatan tinggi. Beberapa transistor juga dapat dirangkai
sedemikian rupa sehingga berfungsi sebagai logic gate, memori, dan komponen-
komponen lainnya.
Prinsip yang di pakai didalam transistor sebagai penguat yaitu arus kecil
pada basis dipakai untuk mengontrol arus yang lebih besar yang diberikan ke
kolektor melalui transistor tersebut. Dari sini bisa kita lihat bahwa fungsi dari
transistor adalah hanya sebagai penguat ketika arus basis akan berubah. Perubahan
arus kecil pada basis inilah yang dinamakan dengan perubahan besar pada arus yang
mengalir dari kolektor ke emitter.
Kelebihan dari transistor penguat bukan sekedar bisa menguatkan sinyal,
namun transistor ini juga dapat di pakai sebagai penguat arus, penguat daya dan

Page | 6
penguat tegangan. Di bawah ini gambar yang biasa di pakai dalam rangkaian
transistor khususnya sebagai penguat yang biasa di pakai dalam rangkaian amplifier
sedehana.

2.2 Macam-macam penguat transistor

Berdasarkan kelasnya transistor dibagi menjadi 3 jenis yaitu :


1. Penguat Kelas A
Penguat kelas A adalah penguat dengan titik kerja yang berada ditengah
garis beban transistor, arti berada ditengah-tengah ini adalah tegangan kerja
transistor (VB) adalah 1/2 dari tergangan VCE. Rangkaian dasar penguat transistor
kelas A dapat dilihat pada gambar berikut :

Penguat Kelas A
Rumus:


= + =

.2
VCE cutoff = VCC = 1+2

1. 2
=
1 + 2

Page | 7
Sifat-sifat penguat transistor kelas A:
a) Dirangkai secara common emiter
b) Digunakan untuk daya yang sedang <10watt
c) Input dan output berbeda 180

Grafik titik kerja penguat transistor kelas A :

Misalkan:
VCC = 15V
R1 = 33k
R2 = 33k
RC = 1k
RE = 100
Maka:
15
= = 0,013 = 13
1 + 100
15. 33
= = 7.5
33 + 33
1. 2 33. 33
= = = 16500 = 165
1 + 2 33 + 33
7.5
= = = 0.00045 = 0.45
16500

Page | 8
2. Penguat Kelas B
Penguat kelas B adalah penguat transistor yang titik kerjanya berhimpit
dengan VCE. Penguat kelas B dapat dirangkai dengan sepasang transistor NPN dan
PNP yang komplemen. Rangkaian dasar penguat kelas B sederhana dan grafik titik
kerja rangkaian penguat kelas B dapat dilihat pada gambar penguat berikut :

Penguat Kelas AB

Misalkan :
VCC = 15V
RB = 15k
= 10
Maka :
15
= = = 1
15

=

IC = .
IC = 10 . 1mA = 10Ma
1 1
VCE cutoff = Vout = = 15 = 7.5
2 2

Page | 9
3. Penguat Kelas AB
Rangkaian penguat kelas AB adalah penguat transistor yang titik kerja
terletak antara QA dan QB. Rangkaian dasar penguat kelas AB dapat dibuat sama
dengan penguat kelas B, hanya nilai RB1 dan RB2 yang berbeda. Rangkaian dasar
penguat kelas AB dan grafik titik kerja penguat kelas AB dapat dilihat pada
gambar berikut :

Penguat Kelas AB
Misalkan :
VCC = 12V
RB = 10k
= 10
Maka :
IC = .IB

IB =

12
IB = = 1.2
10
IC = 10 . 1.2 = 12
1 1
VCE = = 12 = 6
2 2

Page | 10
Berdasarkan cara pemasangan ground dan pengambilan output, transistor
yang sebagai penguat dibagi menjadi tiga bagian yaitu:
1. Penguat Common Base (grounded-base)
Penguat Common Base adalah penguat yang kaki basis transistor di groundkan,
lalu input di masukkan ke emitor dan output diambil pada kaki kolektor. Penguat
Common Base mempunyai karakter sebagai penguat tegangan.

Gambar penguat common base

Sifat atau karakter pada Penguat Common Base adalah:


Adanya isolasi input dan output tinggi sehingga Feedback lebih kecil
Cocok sebagai Pre-Amp karena mempunyai impedansi input tinggi yang dapat
menguatkan sinyal kecil
Dapat dipakai sebagai penguat frekuensi tinggi (biasanya terdapat pada jalur
UHF dan VHF)
Dapat dipakai sebagai buffer atau penyangga

Page | 11
2. Penguat Common Emitor
Penguat Common Emitor adalah penguat yang kaki emitor transistor di groundkan,
lalu input di masukkan ke basis dan output diambil pada kaki kolektor . serta
mempunyai karakter sebagai penguat tegangan. Pada rangkaian ini Emitor di-
ground-kan/ ditanahkan, Input adalah Basis, dan output adalah Collector.

Sifat atau karakter pada Transistor sebagai Penguat Common Emitor:


Signal output berbeda phasa 180 derajat atau berbalik phasa sebesar 180 derajat
terhadap sinyal input.
Sangat memungkinkan adanya osilasi akibat feedback atau umpan balik
positif,sehingga untuk mencegahnya sering dipasang feedback negatif.
Sering dipakai sebagai penguat audio (frekuensi rendah) terutama pada sinyal
audio
Mempunyai stabilitas penguatan rendah karena tergantung stabilitas suhu dan
bias transistor

Page | 12
3. Penguat Common Collector
Penguat Common Collector adalah penguat dimana kaki kolektor transistor
di groundkan / ditanahkan , lalu input di masukkan ke basis dan output diambil pada
kaki emitor dan penguat ini berkarakteristik sebagai penguat arus. Rangkaian ini
hampir sama dengan Common Emitor tetapi outputnya diambil dari Emitor. Input
dihubungkan ke Basis dan output dihubungkan ke Emitor. Rangkaian ini disebut
juga dengan Emitor Follower (Pengikut Emitor) karena tegangan output hapir sama
dengan tegangan input.

Sifat atau karakter pada Transistor sebagai Penguat Common Collector:


Signal output dan signal input satu phasa (tidak terbalik seperti Common Emitor)
Mempunyai penguatan tegangan sama dengan 1
Mempunyai penguatan arus tinggi (sama dengan HFE transistor)
Karena mempunyai Impedansi input tinggi dan impedansi output rendah
sehingga cocok digunakan sebagai buffer

Page | 13
2.3 Aplikasi penguat transistor
1. Transistor sebagai penguat
Transistor sering digunakan sebagai penguat paling dasar. R1 dan R3
digunakan untuk memberikan tegangan basis pada transistor dan menentukan titik
tengah operasi transistor. Nilai R4 digunakan untuk mengatur daerah arus bagi
transistor dan R2 berpengaruh pada penguatan transistor.

Gambar 6.1. Gambar 6.2.


Rangkaian Dasar Penguat Rangkaian Penguat Arus

Jenis penguat dibedakan berdasarkan kelas A, B dan C dan berdasarkan


perbedaan input yang digunakan penguat diferensial.
Pada kelas A, transistor bekerja pada daerah aktif setiap waktunya sehingga
arus kolektor mengalir untuk 360 dari sirkulasi AC. Dengan penguatan kelas A,
pembuat rangkaian akan mencoba untuk menempatkan Q point didekat dengan
garis beban. Dengan cara ini, sinyal dapat bergelombang secara maksimum tanpa
danya saturasi atau cut off pada transistor, yang akan mengganggu sinyal.
Pada kelas B, berbeda dengan kelas A karena arus kolektor mengalir untuk
180dari sirkulasi ac. Untuk mendapatkan operasi kelas B, pembuat rangkaian
menempatkan Q point pada posisi cut off. Kemudian, hanya pada setengah positif
dari tegangan basis ac dapat menghasilkan arus kolektor. Akibatnya mengurangi
panas yang terbuang pada tenaga transistor.
Pada kelas C, arus kolektor mengalir kurang dari 180 dari sirkulasi AC.
Dengan operasi kelas C, hanya bagian setengah positif dari tegangan basis AC dapat
menghasilkan arus kolektor.
Transistor berdasarkan tipe couplingnya dibagi berdasarkan capacitive
coupling, transformer coupling, dan direct coupling. Capacitive coupling akan
meneruskan penguatan voltase ke stage berikutnya dalam rangkaian penguat.

Page | 14
Rangkaian capacitive coupling dapat dilihat pada gambar (a). Transformer coupling
akan meneruskan penguatan voltase ke stage berikutnya namun dengan
menggunakan transformer. Rangkaian transformer coupling dapat dilihat dari
gambar (b). Sedangkan untuk direct coupling seperti yang terlihat pada gambar (c)
akan ada hubungan langsung antara collector dari transistor pertama dan base dari
transistor kedua. Direct coupling sering juga disebut sebagai DC amplifier.
Transistor berdasarkan jangkauan frequensi dapat dibagi menjadi
narrowband dan wideband. Transistor dengan narrowband hanya dapat beroperasi
pada jangkauan frekuensi yang sempit. Sedangkan transistor dengan wideband
dapat beroperasi pada jangkauan frequensi yang lebar.
Sekarang akan dijelaskan bagaimana didapatkan penguatan voltase pada
transistor. R1 dan R3 digunakan sebagai pembagi tegangan kepada base transistor.
Tegangan tersebut melewati transistor dan menyebabkan arus pada emitter. Karena
arus emitter dengan pendekatan pertama nilainya sama dengan arus collector, maka
kita akan mendapat arus collector yang sama dengan arus emitter. Setelah itu R2
digunakan sebagai penentu dalam peguatan transistor. Rangkaian transistor sebagai
penguat dapat dilihat pada gambar 6.1.

Gambar (a). Rangkaian Capacitive Coupling

Gambar (b). Rangkaian Transformer Coupling

Page | 15
Gambar (c). Rangkaian Direct Coupling

2. Transistor sebagai sumber arus


Transistor dapat digunakan sebagai sumber arus. Pada gambar 6.2 terdapat gambar
transistor sebagai sumber arus. Kita dapat mengukur arus Ic pada amperemeter
yang dipasang seri pada LED. Ic dapat dicari dengan menggunakan analisis DC.

3. Transistor sebagai saklar


Pada bagian ini transistor digunakan sebagai saklar. R3 dapat berupa LDR atau
sensor lain yang nilai hambatannya berubah sesuai dengan besaran tertentu. Jika R3
nilainya berkurang hingga menyebabkan Q1 aktif maka beban tidak mendapat
tegangan yang cukup. Jika nilai R4 bertambah sehingga basis Q1 mendapat
tegangan yang cukup untuk menyebabkan Q1 saturasi maka beban akan mendapat
arus sehingga saklar ON.

Page | 16
Cara kerja dari transistor sebagai saklar adalah jika LDR tidak dikenai
cahaya maka akan ada hambatan yang besar yang menyebabkan adanya
VBB sehingga menyebabkan adanya Ie.

Dalam hal ini IcIe sehingga jika Ic memenuhi maka LED akan menyala.

4. Transistor sebagai Cermin Arus


Aplikasi lain dari transistor sebagai cermin arus, dimana kita dapat memiliki dua
sumber arus yang sama. Arus pada R1, Q1 dan R2 dapat dapat dijadikan sebagai
arus referensi bagi beban RL dengan nilai yang sama dan tidak dipengaruhi oleh
beban. Dengan kata lain kita memiliki metode lain guna mendapatkan sumber arus
yang tidak dipengaruhi hambatan beban.

Cermin arus digunakan pada ICs karena dapat digunakan untuk menghasilkan
sumber arus dan beban aktif. Keuntungan dari penggunaan cermin arus adalah
peningkatan penguat tegangan dan CMRR.

Secara umum IC = IR.

Disebut cermin arus karena arus kolektor merupakan cerminan dari arus resistor.

Page | 17
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Transistor adalah alat semikonduktor yang dipakai sebagai penguat, sebagai
sirkuit pemutus dan penyambung (switching), stabilisasi tegangan,
modulasi sinyal atau sebagai fungsi lainnya. sedangkan apabila ditinjau
dari segi bahasa transistor berasal dari dua kata yang memiliki arti berbeda
yaitu transfer yang berarti penyaluran atau pemindahan dan resistor
yang berarti penghambat
Prinsip yang di pakai didalam transistor sebagai penguat yaitu arus kecil
pada basis dipakai untuk mengontrol arus yang lebih besar yang diberikan
ke kolektor melalui transistor tersebut.
Berdasarkan kelasnya transistor terbagi menjadi 3 jenis yaitu : penguat kelas
A, kelas B, kelas AB
Berdasarkan cara pemasangan ground dan pengambilan output, transistor
yang sebagai penguat dibagi menjadi tiga bagian yaitu: penguat common
base, penguat common emitor, dan penguat common collector
Pengaplikasian penguat transistor antara lain : transistor sebagai penguat,
transistor sebagai sumber arus, transistor sebagai saklar, transistor sebagai
cermin arus

3.2 Saran
Saran saya kepada pembaca setelah membaca makalah ini yang berjudul
Transistor sebagai penguat , pembaca dapat mempelajari dan memahaminya
dengan baik. Kemudian jika ada kesalahan dalam penulisan, saya selaku penulis
minta maaf yang sebesar besarnya.

Page | 18
3.3 Daftar Pustaka

Wikipedia Indonesia, Transistor, (Online),


(http://id.wikipedia.org/wiki/Transistor), diakses pada 30 Juni 2017

Wikipedia Indonesia, Transistor Sambungan Dwikutub, (Online),


(http://id.wikipedia.org/wiki/Transistor_sambungan_dwikutub), diakses pada 30
Juni 2017

Elektronika Dasar web.id, kelas penguat dengan transistor, (Online)


(http://elektronika-dasar.web.id/kelas-penguat-dengan-transistor/), diakses pada
30 Juni 2017
Meka-tronika.blogspot.com, Transistor sebagai penguat
(http://meka-tronika.blogspot.co.id/2013/12/transistor-sebagai-penguat.html/ ),
diakses pada 30 Juni 2017
Dasarelektronika.com, Pengertian dan Fungsi Transistor, (Online),
(http://dasarelektronika.com/pengertian-dan-fungsi-transistor/), diakses pada
30 Juni 2017

Page | 19