Anda di halaman 1dari 5

Kasus

An.R berusia 14 tahun, dengan nomor rekam medik 01022860 datang di Poliklinik
Anak Rumah Sakit Dr. Moewardi (RSDM) pada tanggal 13 Agustus 2010, merupakan
rujukan dari RSUD dengan keluhan utama late puberty. Orang tua mulai khawatir dengan
kondisi pasien payudaranya belum tumbuh,belum menstruasi dan belum tumbuh rambut
kemaluan dan ketiak, pasien cenderung suka hal-hal yang berhubungan dengan laki - laki,
dan senag bergaul dengan teman pria dari pada teman perempuan. Tidak didapatkan keluhan
gangguan indra penciuman serta tidak didapatkan riwayat trauma kepala.
Riwayat pertumbuhan dan perkembangan pasien sejak kecil sesuai dengan usia anak-
anak sebayanya, riwayat imunisasi dinyatakan lengkap sesuai jadwal di Puskesmas. Riwayat
nutrisi pasien minum ASI dan susu formula sejak kecil sampai usia 1 tahun, saat ini makan
nasi sehari 3 kali dengan sayur dan lauk pauk bervariasi, sering dengan tahu dan tempe, kesan
kualitas dan kuantitas cukup. Aktivitas sehari-hari pasien suka bermain bola berpakaian
seperti laki laki dan jarang bermain dengan tetangga atau teman perempuan sebayanya.

B. KONSEP KEPERAWATAN
I. PENGKAJIAN
1. Identitas
Nama : An. R
Umur : 14 tahun
Jenis kelamin : Perempuan
Agama : Islam
Pendidikan :
Alamat :
2. Keluhan
Keluhan utama pada : belum terjadi perubahan seks sekunder.
3. Riwayat penyakit sekarang

4. Riwayat penyakit dahulu


Tanyakan apakah px pernah menderita penyakit berat ?
5. Riwayat penyakit keluarga
Tanyakan apakah anggota keluarga ada yang menderita penyakit sama seperti px
sebelumnya ?
6. Pemeriksaan fisik
a. Tingkat kesadaran
- Keadaan umum
- Kesadaran
- Tanda-tanda vital

TD
N
S
RR
7. Psikososial spiritual
Psikososial : px merasa malu dan minder dengan keadaannya
Sosial : px menarik diri dari pergaulannya
Spiritual : tanyakan pada px kegiatan apa saja yang dilakukan di rumah yang
berhubungan dengan agamanya
8. Pemenuhan kebutuhan sehari-hari
a. Kebutuhan nutrisi
- Makan : kaji frekuensi, komposisi, jenis, biasanya nafsu makan meningkat
atau turun
- Minum : kaji frekuensi, jenis
a. Kebutuhan eliminasi
- BAB : kaji frekuensi, konsistensi, warna, bau
- BAK : kaji frekuensi, bau, warna
a. Kebutuhan istirahat tidur
Tanyakan pada px berapa jam px tidur ?
b. Aktifitas
Tanyakan pada px kegiatan apa saja yang dilakukan di rumah dan di RS ?
9. Pengkajian per sistem
a. Kepala dan leher
Biasanya suara seperti wanita / anak-anak, kehilangan pertumbuhan rambut
yang menandakan feminisasi, tidak terjadi penyebaran pertumbuhan rambut di
daerah wajah dan tempat lain, kepala membesar, konjugtiva mata anemis.
b. Sistem integumen
Kaji warna kulit, turgor, dll, biasanya pada laki-laki kulit halus, pucat dan rata,
pada wanita jarang terjadi kelainan pada sistem integumen.
c. Sistem kardiovaskuler
- Inspeksi : apakah bentuk dada simetris ?
- Auskultasi : apakah suara jantung normal, S1 dan S2 ?
a. Sistem pernapasan
- Inspeksi : kaji kualitas napas, biasanya pada wanita buah dada tidak
tumbuh
- Auskultasi : apakah terdapat suara tambahan ? kaji RR
a. Sistem pencernaan
- Inspeksi : kaji bentuk perut, nafsu makan ?
- Palpasi : apakah terdapat perbesaran pada abdomen ?
- Perkusi : apakah terdapat meteorismus ?
- Auskultasi : kaji ada tidaknya suara tympani dan bising usus ?
a. Sistem perkemihan
Kaji frekuensi, warna, bau biasanya tidak terjadi gangguan pada sistem
perkemihan.
b. Sistem muskuluskeletal
TB dewasa melebihi tinggi badan orang normal, tapi tulang-tulangnya lebih
kecil, otot-ototnya lemas, kehilangan tulang maskulit yang tebal, kehilangan
muskulatur pria sejati, pada wanita panggul tidak membesar.
c. Sistem reproduksi
Organ-organ seksual sedikit kecil ukurannya, libido , infertil, tidak bisa
melakukan hubungan seksual (impotensi), menstruasi tidak teratur dan
amehorhea
10. Pemeriksaan penunjang
a. Laboratorium : - darah
- Hb < 10 gr%
- Eritrosit < 4 juta mm3
Biokimia : - GnRH
- Tes fungsi hipofisis FSH dan LH
- Tes produksi organ target : - sperma < 70 juta/ml
- ovum < juta sel
b. Rontgen : - radiografi dan tomografi menunjukkan pembesaran saluran
tursica
- CT scan adanya peluasan sel
II. DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. Gangguan pemenuhan kebutuhan sexual berhubungan dengan disfungsi kelenjar
testis / ovarium
2. Gangguan rasa nyaman (pusing) berhubungan dengan pembentukan sel darah
merah kurang dari kebutuhan metabolisme protein lebih maximal
3. Gangguan harga diri (rendah diri) berhubungan dengan disfungsi kelenjar gonad
4. Gangguan konsep diri (ideal diri) berhubungan dengan disfungsi kelenjar gonad
INTERVENSI
1) Intervensi diagnosa I
- Kriteria hasil
1. Menyatakan pemahaman perubahan anatomi/fungsi sexual
2. Mendiskusikan masalah tentang gambaran diri, peran sexual, hasrat sexsual,
pasangan dengan orang terdekat
3. Mengidentifikasi kepuasan/praktik seksual yang diterima dan beberapa
alternatif cara mengekspresikan seksual
- Intervensi
1. Mendengarkan pernyataan pasien / orang terdekat
R/ : Masalah seksual sering tersembunyi sebagai pernyataan humor dan atau
ungkapan yang gamblang
2. Kaji informasi pasien/ orang terdekat tentang anatomi / fungsi seksual dan
pengaruh prosedur pembedahan
R/ : Menunjukkan kesalahan informasi/konsep yang mempengaruhi
pengambilan keputusan
3. Identifikasi faktor budaya / nilai dan adanya konflik
R/ : Mempengaruhi kembalinya kepuasan hubungan seksual
4. Bantu pasien untuk menyadari / menerima tahap berduka
R/ : Mengakui proses normal kehilangan secara nyata / meneria perubahan
dapat meningkatkan doping dan memudahkan resolusi
5. Dorong pasien untuk berbagi pikiran / masalah dengan teman
R/ : Komunikasi terbuka dapat mengidentifikasi area penyesuaian / masalah
dan meningkatkan diskusi dan resolusi
6. Solusi pemecahan masalah terhadap masalah potensial
R/ : Membantu pasien kembali pada hasrat / kepuaan aktivitas seksual
2) Intervensi diagnosa III
- Kriteria hasil
1. Menyatakan masalah dan menunjukkan yang sehat untuk menghadapinya
2. Menyatakan penerimaan diri pada situasi dan adaptasi terhadap perubahan
pada citra tubuh
- Intervensi
1. Berikan waktu untuk mendengar masalah dan ketakutan pasien dan orang
terdekat
R/ : Memberikan minat-minat dan perhatian
2. Kaji stres emosi pasien
R/ : Menyadari apakah arti tindakan terhadap pasien untuk menghindari
tindakan kurang hati-hati atau terlalu menyendiri
3. Berikan informasi akurat, kuatkan informasi yang diberikan sebelumnya
R/ : Memberikan kesempatan pada pasien untuk bertanya dan mengasimilasi
informasi
4. Ketahui kekuatan individu dan identifikasi perilaku koping positif
sebelumnya
R/ : Membantu dalam membuat kekuatan yang telah ada bagi pasien
digunakan dalam situasi saat ini
5. Berikan lingkungan terbuka pada pasien untuk mendiskusikan masalah
seksualitas
R/ : Meningkatkan saling berbagi keyakinan/nilai tentang subjek sensitif
6. Perhatikan perilaku menarik diri
R/ : Mengidentifikasi tahap kehilangan / kebutuhan intervensi
7. Rujuk ke konseling profesional sesuai kebutuhan
R/ : Mungkin memerlukan bantuan tambahan untuk mengatasi perasaan
kehilangan