Anda di halaman 1dari 16

UJIAN TENGAH SEMESTER 2014

REKAHAN DAN GEOMEKANIKA (GL-5014)

Oleh
NICODEMUS RIMBA RAYA
NIM : 22013009
(Program Studi Teknik Geologi)

SEKOLAH PASCASARJANA TEKNIK GEOLOGI

FAKULTAS ILMU DAN TEKNOLOGI KEBUMIAN

INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG

2014
1. Jelaskan pengertian istilah Reservoir Geomechanics (10)

Resevoir geomechanics adalah studi terintegrasi mengenai kedudukan (orientasi dan


besaran) stress, pore pressure dan properti fisik dari reservoir, fractures / sesar yang
terbentuk di alam, batuan penutup dan formasi pada overburden. Konsep ini merupakan
interaksi antara kondisi geologi, keteknikan (engineering) dan produksi yang
berhubungan dengan :
Kedudukan insitu stress
Kekuatan batuan
Orientasi perlapisan batuan
Tekanan pori
Distribusi rekahan dan sesar
Lintasan lubang bor
Berat lumpur pemboran
Kepentingan konsep resevoir geomechanics dalam industri perminyakan adalah :
Keteknikan pemboran untuk :
Pemboran untuk mengurangi biaya dan kerusakan formasi
Perkembangan hydrofrac
Penempatan (posis) sumur (arah dan penyimpangan (deviation), sidetracks)
Stabilitas sumur bor selama pemboran (berat lumpur dan arah pemboran)
Stabilitas reservoir jangka panjang (sand production)
Dalam bidang geologi :
Fault Seal Integrity.
Pembagian reservoir
Mengoptimalisasi pengairan dari fracture reservoir

1
Migrasi hidrokarbon

2. Gambarkan dan jelaskan hubungan antara vertical stress dan horizontal streess
untuk sistem sesar dalam konsep geomekanika (10 point).

Stress dapat dipahami sebagai yang paling besar (S1), medium (S2), dan yang paling
kecil (S3) yang diaplikasikan menjadi (Sv, SHmax, dan Shmin). Gaya yang bekerja adalah
gaya vertikal (Sv) dan dua gaya yang bekerja horizontal (SHmax, dan Shmin).
Dalam konsep geomekanika yang menitikberatkan pada studi insitu stress, stress
regime dan mekanika sesar sangat dibutuhkan karena masing-masing rezim sesar akan
memberikan arah dan besaran tegasan maksimum yang berbeda dan pola pembentukan
rekahan. Hubungan antara stress regime dan jenis sesar dapat dijelaskan pada gambar
dibawah.

Seperti penjelasan pada tabel diatas, secara umum stress regime adalah :
Relaxed atau bukan tektonik, maka vertical stress (Sv) adalah 1
Rezim sesar normal : vertical stress (Sv) adalah 1
Rezim sesar geser : vertical stress (Sv) adalah 2
Rezim sesar naik : vertical stress (Sv) adalah 3

2
3. Jelaskan dan gambarkan perbedaan tensile, hybrid and compressive fractures? (30
point).

Rekahan (fracture) adalah setiap bidang discontinous yang tidak mengalami pergeseran
yang signifikan. Rekahan secara umum terbagi 3 yaitu : rekahan terbuka (extension
fracture) dan disebut rekahan tipe 1 (opening), rekahan menggerus (shear fracture)
disebut dengan rekahan tipe 2 (sliding). Namun ada jenis rekahan lain yang terbentuk,
dimana rekahan jenis ini secara mekanik sangat spesifik karena terbentuk oleh
gabungan 2 jenis rekahan diatas, rekahan ini disebut rekahan menggerus-membuka
(hybrid joint) dan disebut rekahan tipe 3 (hybrid) (Atkinson, 1987; Engeler, 1987).
Rekahan tipe 1 terbentuk oleh tegasan tension, rekahan ini terbentuk dengan membuka
yang tegak lurus terhadap bidang bukaan, tidak ada unsur gerus (shear) didalamnya
sehingga secara konsep rekahan tipe 1 tidak disebabkan oleh proses tektonik (Gambar
1)

Gambar 1. Jenis rekahan. A) tipe 1, rekahan membuka (extension fracture); B) tipe 2,


rekahan menggerus (shear fracture), C) tipe 3, rekahan menggerus-
membuka (hybrid fracture). Gambar dimodifikasi dari modifikasi oleh
Davis dan Renolds ( 1996) dari Atkinson (1987).

3
Pada Diagram Mohr (Gambar 2 dan 3), rekahan Mode I terbentuk pada titik critical
tensile stress (T), titik ini tidak mempunyai nilai shear stress (S =0), ia hanya
mempunyai nilai normal stress (N). Rekahan Mode II terbentuk pada zona shear
fracture, yaitu digaris coloumb criterion. Sedangkan Rekahan Mode III terbentuk pada
zona hybrid fracture, yaitu titik critical compression stress (C), titik ini tidak
mempunyai nilai normal stress (N =0), ia hanya mempunyai nilai shear stress (S).

Gambar 2. Jenis rekahan yang terbentuk pada diagram Mohr (Modifikasi dari Fossen,
2010)

4
Gambar 3. Jenis rekahan yang terbentuk pada diagram Mohr dalam beberapa kondisi
(Twiss and Moores, 1992).

Mekanisme pembentukkan rekahan-rekahan tersebut dalam diagram Mohr adalah :


Tension fracture, lingkaran Mohr pada tension fracture menyinggung kurva failure
envelope di titik T0 yaitu pada sudut 2 sebesar 1800, atau = 900, sehingga yang
terjadi adalah hanya tensional stress dengan perekahan pada bidang tegak lurus 1
tanpa adanya shearing.
Shear fracture, disini lingkaran Mohr menyinggung failure envelope di titik n, s
pada daerah n positif, dengan demikian yang terjadi adalah compressional stress.
Hybride fracture, lingkaran Mohr menyinggung failure envelope di titik n, s pada
daerah n negatif. Kurva failure envelope pada n negatif merupakan daerah tension.
Stress yang terjadi pada fracture ini adalah stress tensional dan compressional.

5
4. Jelaskan pengertian istilah-istilah dibawah ini 30 point.
a. Mean stress adalah besar rata-rata dari tegasan maksimum (1) dan tegasan
minimum (3) atau jika diplot pada diagram Mohr maka besarnya adalah nilai dari
pusat lingkaran diagram Mohr (Gambar 4).

Gambar 4. Diagram Mohr sebagai penggambaran stress yang bekerja pada batuan.

b. Differential stress adalah besar nilai selisih dari tegasan maksimum (1) dan
tegasan minimum (3) atau jika diplot pada diagram Mohr maka besarnya adalah
diameter dari lingkaran diagram Mohr (Gambar 4).

c. Tensile strength adalah besaran tegangan tarikan maksimum yang dapat ditahan
sebuah benda sebelum mengalami rekahan terbuka atau tensile fracture atau jika
diplot pada diagram Mohr batuan yang mengalami tensile fracture maka To adalah
besar tensile strength (Gambar 5).

Gambar 5. Plot diagram Mohr untuk batuan yan)g telah mengalami rekahan.

6
d. Compressive strength adalah besaran tegangan kompresional maksimum yang
dapat ditahan sebuah benda sebelum mengalami compressive fracture atau jika diplot
pada diagram Mohr adalah titik lingkaran Mohr menyentuh failure envelop (Gambar
5).

e. Friction adalah besar gaya yang melawan arah shear stress akibat dari gaya hambat
suatu permukaan benda yang tidak rata secara mikroskopis.

f. Internal angle of friction adalah besar beda sudut antara 2 dan sudut 900 saat
lingkaran menyentuh failure envelope atau pada saat terjadi rekahan pada batuan
(Gambar 5).

g. Pore pressure adalah besar tekanan yang berada pada fluida di dalam rongga atau
pori batuan formasi. Secara sederhana, formulasi dari tekanan pori adalah:

Pp = f g d

dimana Pp adalah tekanan pori, g adala percepatan gravitasi, f adalah densitas


fluida, dan d adalah tinggi kolom fluida.

h. Confining pressure adalah besar tekanan yang sama dari segala arah (uniform
stress) seperti tekanan litologi yang mencegah batuan untuk merekah. Jika confining
pressure tinggi maka batuan akan sulit untuk mengalami rekahan dan sebaliknya.

i. Hydraulic fractures adalah rekahan yang terbentuk akibat penambahan besar


tekanan pori dengan cara memberikan tekanan fluida pada dinding sumur.
Penambahan tekanan pori akan memperkecil besar normal stress sehingga jika diplot
pada diagram Mohr (Gambar 6) batuan akan lebih cepat menyentuh failure envelope
sehingga terjadi rekahan.

Gambar 6. Penambahan tekanan pori menyebabkan pembentukan fracture pada


diagram Mohr.

7
j. Leak off test adalah proses menambahkan tekanan dengan memasukkan lumpur
pemboran ke dalam sumur untuk dicatat tekanan serta jumlah lumpur yang masuk
sehingga dapat dilakukan analisis untuk mengetahui Shmin yang searah dengan
terbentuknya hydraulic fracture.

k. Lithostatic stress adalah stress akibat pembebanan batuan yang berada di atasnya
(over burden). Semakin tebal dan semakin besar densitas dari batuan yang berada di
atasnya maka akan makin besar lithostatic stress. Besar dari lithostatic stress ini dapat
dihitung sebagai berikut:

=gh

dimana adalah densitas batuan (over burden rock), g adalah percepatan gravitasi,
dah h adalah tebal batuan.

l. Conductive fractures adalah jenis rekahan yang bersifat konduktif karena


mengalami infiltrasi oleh lumpur pemboran karena tidak terisi oleh mineral.

m. Resistive fracture adalah jenis rekahan yang bersifat resistif karena telah terisi oleh
mineral sehingga tidak terjadi infiltrasi oleh lumpur pemboran.

n. Borehole breakout adalah pembesaran pada lubang bor akibat stress yang bekerja
pada lubang tersebut (Gambar X3). Pada sumur yang vertikal, borehole breakout ini
terjadi pada arah stress horizontal yang minimum. Breakout pada lubang bor dipicu
oleh maksimum stress yang ada yang melebihi kekuatan tekanan (compressive
strength) dari suatu batuan. Apabila nilai Sv dan Shmin diketahui, maka dapat
menggunakan data azimuth dan lebar breakouts yang didapatkan dari hasil citra
akustik (acoustic image) untuk menghitung nilai Shmax.

o. Overpressure zone adalah zona bertekanan tinggi (anomali) yang jauh lebih besar
dari garis plot prediksi tekanan geostatik terhadap kedalaman. Kehadiran zona ini
umumnya akibat fluida bertekanan tinggi yang terperangkap dalam batuan.

5. Jelaskan secara singkat langkah-langkah untuk menentukan dan memprediksi


kondisi stress sebuah reservoir kedalaman? (10)
Pengukuran stress telah dilakukan di banyak daerah diseluruh
dunia menggunakan berbagai teknik. Stress pada kondisi di kedalaman dapat dipahami
sebagai yang paling besar (S1), medium (S2), dan yang paling kecil (S3) yang
diaplikasikan menjadi (Sv, SHmax, dan Shmin). Gaya yang bekerja adalah gaya vertikal
(Sv) dan dua gaya yang bekerja horizontal (SHmax, dan Shmin).Sebuah gambaran umum
dari strategi yang digunakan untuk karakteristik stress field adalah sebagai berikut:

8
Dengan asumsi bahwa overburden adalah tegangan utama (yang biasanya
terjadi), Sv dapat ditentukan dari integrasi kepadatan log. Integrasi antara
densitas batuan yang terekam pada log densitas dengan besarnya gaya gravitasi
menyatakan besarnya tegasan overburden yang dialami oleh suatu lapisan pada
kedalaman tertentu. Hal ini bisa dituliskan dengan persamaan :

Dimana Sv adalah tegasan vertikal, () adalah berat jenis sebagai fungsi


kedalaman yang terekan oleh log densitas, g adalah percepatan gravitasi konstan
dan adalah rata-rata berat jenis lapisan diatasnya (overburden), dan z adalah
kedalaman dari data log densitas.Pada area offshore, persamaannya diperbaiki
untuk kedalaman air, yaitu :

Dimana w adalah berat jenis air (~ 1 gm/cm3, 1.0SG) sebagai fungsi


kedalaman dan zw adalah kedalaman air.
Orientasi dari tegasan utama ditentukan dari pengamatan lubang bor, indikator
geologi sekarang dan mekanisme fokal gempabumi. Dari pengamatan rekahan
yang terbentuk akibat pemboran yang terbentuk pada batuan yang homogen dan
elastic yang disebabkan karena adanya konsentrasi tekanan di sekitar sumur
pemboran yang melebihi kekuatan batuan akibat aktivitas pemboran. Rekahan
ini terjadi jika tegasan vertikal (Sv) merupakan salah satu bagian dari tegasan
utama dan arahnya relatif sejajar dengan sumur pemboran. Kenampakan
rekahan akibat pemboran dapat berupa breakout maupun induced fracture. Arah
(orientation) tegasan utama (Shmax) dapat ditentukan dengan menggunakan log
kaliper terhadap breakout. Dan dengan perkembangan teknologi menghadirkan
pembacaan akustik atau ultrasonik dengan borehole televiewer, sedangkan yang
lainnya menggunakan alat perekam gambar secara elektrik berdasarkan
perbedaan resistivitas. Ukuran rekahan induced yang dapat dibaca oleh kedua
alat ini semakin kecil, selain itu bentuk breakout pun dapat terlihat dengan jelas.
Besaran (magnitude) tegasan utama (Shmax) dapat ditentukan berdasarkan data
breakout dan induced fracture yang juga dapat memperkirakan kekuatan
batuan. Konsentrasi elastic stress di sekitar sumur pemboran ditentukan
berdasarkan persamaan Kirsch. Terjadinya rekahan dipengaruhi oleh tiga

9
tegasan (dua berarah horisontal dan satu berarah vertikal), kekuatan batuan,
temperatur, tekanan pori, dan tekanan lumpur pemboran. Pada sumur pemboran
vertikal dimana salah satu dari tegasan berarah vertikal, hubungan dari tegasan
utama dapat dituliskan sebagai berikut:
= Shmin + SHmax 2(SHmax Shmin) cos 2 2 P0 P T
Dimana adalah sudut yang diukur dari arah tegasan horizontal maksimum
(Shmax). Sh min merupakan besar tegasan horizontal minimum, P0 adalah
tekanan pori, P merupakan selisih antara berat lumpur dengan tekanan pori,
dan T merupakan total dari tegasan akibat perubahan suhu karena pendinginan
pada lubang pemboran sebesar T. Berdasarkan persamaan diatas, harga
maksimum akan didapatkan pada saat = 900 , 2700 atau pada saat arahnya
sejajar dengan SH maks, Sehingga:
max = 3 SHmax Shmin 2 P0 P T
Konsentrasi tegasan kompresif terkecil akan muncul pada arah
tegasanhorizontal maksimum dan akan membentuk induced fracture pada
dinding sumur pengeboran. Pada saat sumbu pemboran sejajar dengan salah
satu tegasan utama, dinding rekahan tensile ini akan berada tegak lurus dengan
arah breakout. Pada sumur yang vertikal, induced fracture akan paralel dengan
sumur pemboran dan terjadi pada arah dimana konsentrasi tegasan minimum.
Gejala ini hanya terjadi pada dinding sumur pemboran dan tidak berdampak
luas pada formasi batuan, kecuali jika tekanan dari lumpur pemboran melebihi
tegasan utama minimum. Dari persamaan dimana min
akan sama dengan
tekanan lumpur pada saat pengeboran / P mud, untuk saat ini T diabaikan dan
T ~ 0 maka dapat ditulis persamaan dimana induced fracture terbentuk
sebagai berikut:
Pmud = 3 Shmin SHmax P0
Berdasarkan persamaan diatas maka apabila terjadi induced fracture dan kita
mengetahui besaran tegasan horizontal minimum, tekanan pori, dan tekanan
lumpur pemboran pada kedalaman tersebut maka tegasan horizontal maksimum
bisa didapat.
S3 (yang sesuai dengan Shmin, kecuali dalam rezim sesar naik) diperoleh dari
Mini-fracs dan leak-off test (LOT) atau extended leak-off test X-LOT
merupakan modifikasi dari LOT yang memberikan tambahan data untuk tegasan
yang terjadi.
10
Tekanan pori, Pp, adalah baik diukur secara langsung melalui DST, RFT, atau
uji alir pada sumur yang telah di produksi. Atau diperkirakan dari log geofisika
atau data seismik.
Dengan parameter ini, hanya perlu untuk membatasi SHmax karena memiliki
perkiraan yang dapat diandalkan dari tensor stres lengkap sebagai bagian dari
komprehensif geomekanika model bawah permukaan. Kendala pada kekuatan
gesek lempeng memberikan batasan umum tentang SHmax (sebagai fungsi dari
kedalaman dan tekanan pori). Setelah pengamatan kegagalan lubang sumur
(breakouts dan pengeboran induced tensile fracture) memungkinkan untuk
perkiraan yang lebih tepat SHmax.

6. Faktor-faktor apa yang mengontrol kondisi stress sebuah reservoir dikedalaman


dan jelaskan? (10)
Untuk menentukan stress pada kondisi di kedalaman dapat dipahami bahwa gaya stress
yang paling besar, medium, dan yang paling kecil (S1, S2, dan S3), diaplikasikan
menjadi (Sv, SHmax, dan Shmin). Dimana gaya yang bekerja adalah satu gaya vertikal (Sv)
dan dua gaya yang bekerja horizontal (SHmax, dan Shmin). Dari hubungan ketiga gaya
tersebut yang telah didapat nilainya, dapat ditentukan stress dan sesar yang dihasilkan,
seperti gambar dibawah ini:

Gambar 7. Hubungan antara rezim patahan dengan tegasan utama (Geomechanics


International, 2000).

11
Dalam menentukan stress pada kedalaman akan diperlukan data data tegasan vertikal
(Sv), tekanan pori (Pp), tegasan horizontal minimum (Sh min) dan tegasan horizontal
maksimum (Sh max). Untuk mendapatkan data tersebut dapat dijelaskan dibawah ini.

Tegasan Vertikal (Sv)


Besar tegasan vertikal terutama disebabkan oleh adanya gaya gravitasi. Suatu lapisan
dengan kandungan fluida di dalamnya merupakan penyebab utama dari tegasan ini, dan
dikenal juga dengan instilah tegasan overburden. Besar tegasan vertikal merupakan
penjumlahan seluruh tegasan yang bekerja pada arah vertikal terhadap batuan, tetapi
untuk kebanyakan aplikasi geomekanika, nilai ini sebanding dengan tegasan
overburden. Integrasi antara densitas batuan yang terekam pada log densitas dengan
besarnya gaya gravitasi menyatakan besarnya tegasan overburden yang dialami oleh
suatu lapisan pada kedalaman tertentu (Zoback dkk, 2003). Hal ini bisa dituliskan
dengan persamaan :
Sv =0 z g dz
Dimana Sv adalah tegasan vertikal, adalah densitas batuan yang terekam oleh log
densitas, g adalah nilai akselerasi gravitasi yang konstan, dan z adalah kedalaman dari
data log densitas.

Tekanan Pori (Pp)


Tekanan pori dapat ditentukan melalui pengukuran langsung seperti melalui DST, RFT,
atau uji alir pada sumur yang telah di produksi.

Tegasan Horizontal Minimum (Sh min)


Metode paling efektif dalam penentuan besar tegasan horizontal minimum (Sh min)
pada suatu sumur pemboran adalah dengan tes rekahan hidraulik. Sayangnya, tes ini
tidak selalu
dilakukan, atau kalaupun dilakukan pada casing seats hanya akan didapatkan beberapa
data saja. Tes leak-off konvensional tidak diciptakan untuk menentukan nilai tegasan
horizontal minimum, tetapi dengan sedikit modifikasi tes ini bisa menjadi extended
leak-off dan memberikan tambahan data menggenai kondisi tegasan yang terjadi.
Gambar 5 menunjukan bagaimana hubungan antara tes yang dilakukan dengan kondisi
lubang sumur / batuan disekitarnya

12
Gambar 5 .Berbagai macam tes yang dilakukan untuk menetukan kekuatan batuan pada
lubang sumur. (Geomechanics International, Inc., 2000)

Tegasan Horizontal Maksimum (SH maks)


a. Arah Tegasan Horizontal Maksimum
Pengamatan terhadap rekahan yang terbentuk akibat pemboran untuk mengetahui arah
tegasan horisontal maksimum telah banyak dilakukan (Barton dkk., 1998; Castillo dkk.,
2000). Rekahan yang terbentuk akibat pemboran terjadi pada batuan yang homogen dan
elastik karena adanya konsentrasi tekanan di sekitar sumur pemboran yang melebihi
kekuatan batuan akibat aktivitas pemboran. Rekahan ini terjadi jika tegasan vertikal
merupakan salah satu bagian dari tegasan utama dan arahnya relatif sejajar dengan
sumur pemboran. Kenampakan rekahan akibat pemboran dapat berupa breakout
maupun rekahan induced. Arah tegasan utama dapat diperoleh dengan menggunakan
log kaliper, namun meskipun lengan kaliper dapat menentukan arah dari breakout,
tetapi informasi yang diperoleh mengenai bentuk lubangnya sangat sedikit.
Perkembangan teknologi menghadirkan pembacaan akustik atau ultrasonik dengan
Borehole televiewer, sedangkan yang lainnya menggunakan alat perekam gambar
secara elektrik berdasarkan perbedaan resistivitas. Ukuran rekahan induced yang dapat
dibaca oleh kedua alat ini semakin kecil, selain itu bentuk breakout pun dapat terlihat
dengan jelas. Kenampakan-kenampakan akan breakout, rekahan induced, washout,
rekahan dan lapisan dapat dilihat pada gambar.

13
Arah breakout dan rekahan induced akan saling tegak lurus dimana breakout akan
terbentuk pada arah tegasan horisontal minimum sedangkan rekahan induced akan
terbentuk pada arah tegasan horisontal maksimum. (Geomechanics International, 2000)
(gambar 6).

Gambar 6. Penampakan geometri rekahan, breakout, washout, dan rekahan tensile di


lubang sumur pada log gambar. (Geomechanics International, 2000)

b. Besaran Tegasan Horizontal Maksimum


Berdasarkan data breakout dan rekahan induced dapat diperkirakan kekuatan batuan.
Konsentrasi stress elastik di sekitar sumur pemboran ditentukan berdasarkan persamaan
Kirsch. Terjadinya rekahan dipengaruhi oleh tiga tegasan (dua berarah horisontal dan
satu berarah vertikal), kekuatan batuan, temperatur, tekanan pori, dan tekanan lumpur
pemboran. Pada sumur pemboran vertikal dimana salah satu dari tegasan berarah
vertikal, hubungan dari tegasan utama dapat dituliskan sebagai berikut:
= Sh min + SH maks 2(SH maks Sh min) cos 2 2 P0 P T
Dimana adalah sudut yang diukur dari arah tegasan horizontal maksimum (SH maks).
Sh min merupakan besar tegasan horizontal minimum, P0 adalah tekanan pori, P
merupakan selisih antara berat lumpur dengan tekanan pori, dan T merupakan total
dari tegasan akibat perubahan suhu karena pendinginan pada lubang pemboran sebesar
T. Berdasarkan persamaan diatas, harga maksimum akan didapatkan pada saat = 900
, 2700 atau pada saat arahnya sejajar dengan SH maks, Sehingga:
max = 3 SH maks Sh min 2 P0 P T

14
Konsentrasi tegasan kompresif terkecil akan muncul pada arah tegasanhorizontal
maksimum dan akan membentuk rekahan induced pada dinding sumur pengeboran.
Pada saat sumbu pemboran sejajar dengan salah satu tegasan utama, dinding rekahan
tensile ini akan berada tegak lurus dengan arah breakout.

Pada sumur yang vertikal, rekahan induced akan paralel dengan sumur pemboran dan
terjadi pada arah dimana konsentrasi tegasan minimum. Gejala ini hanya terjadi pada
dinding sumur pemboran dan tidak berdampak luas pada formasi batuan, kecuali jika
tekanan dari lumpur pemboran melebihi tegasan utama minimum. Dari persamaan 3.3,
dimana min akan sama dengan tekanan lumpur pada saat pengeboran / P mud, untuk
saat ini T diabaikan dan T ~ 0 maka dapat ditulis persamaan dimana rekahan
induced terbentuk sebagai berikut:

Pmud = 3 Shmin SH max P0

Berdasarkan persamaan diatas maka apabila terjadi rekahan induced dan kita
mengetahui besaran tegasan horizontal minimum, tekana pori, dan tekanan lumpur
pemboran pada kedalaman tersebut maka tegasan horizontal maksimum bisa didapat.

15