Anda di halaman 1dari 6

BED SIDE TEACHING

RETINOPATI HIPERTENSI

Disusun Oleh:

Ildiani Ramli 0910312123

Nurhayati 1010313096

Farisah Izzati 1110312033

Mila Permata Sari 1210313008

Preseptor :

dr. Getry Sukmawati, Sp.M (K)

dr. Havriza Vitresia, Sp.M (K)

BAGIAN ILMU KESEHATAN MATA


RSUP DR. M. DJAMIL PADANG
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ANDALAS
2017
BAB 1
ILUSTRASI KASUS

Identitas Pasien
- Nama : Ny. I
- Jenis Kelamin : Perempuan
- Usia : 68 tahun
- Pekerjaan : IRT
- Agama : Islam
- Alamat : Berok

Anamnesa
Seorang pasien perempuan berusia 68 tahun datang ke Poliklinik Mata RSUP Dr M Djamil
Padang pada tanggal 10 Februari 2017.

Keluhan Utama :
Mata kiri terasa kabur sejak 6 bulan sebelum berobat ke RS

Riwayat Penyakit Sekarang :


- Pandangan mata kabur sejak 6 bulan yang lalu
- Pandangan ganda (-)
- Mata merah (-)
- Mata nyeri (-)
- Pandangan berkabut (-)
- Terlihat gambaran halo (-)
- Penglihatan silau (-)
- Mata berair (-)
- 5 tahun yang lalu pasien didiagnosis menderita Hipertensi. Pasien kontrol ke Poli
RSUP M. Djamil.

Riwayat Penyakit Dahulu :


- Riwayat hipertensi ada. Pasien rutin meminum obat anti hipertensi. Tekanan darah
terakhir 140/90 mmHg, 2 hari yang lalu
- Riwayat diabetes mellitus tidak ada
- Riwayat trauma pada mata tidak ada

Riwayat Penyakit Keluarga :


Tidak ada anggota keluarga yang mengalami keluhan seperti pasien

Status Oftalmikus (10 Februari 2017) :


STATUS OFTALMIKUS OD OS
Visus tanpa koreksi 0 5/15
Silia / supersilia Trikiasis (-) Trikiasis (-)
Madarosis (-) Madarosis (-)
Palpebra superior Edema (-) Edema (-)

Palpebra inferior Edema (-) Edema (-)


Margo Palpebra Entropion (-) Entropion (-)
Ektropion (-) Ektropion (-)
Sikatrik (-) Sikatrik (-)
Aparat lakrimalis Dalam batas normal Dalam batas normal
Konjungtiva Tarsalis Hiperemis (-), Papil (-), folikel Hiperemis (-), Papil (-), folikel
(-), sikatrik (-) (-), sikatrik (-)
Konjungtiva Forniks Hiperemis (-) Hiperemis (-)
Konjungtiva Bulbii Injeksi konjungtiva (-) Injeksi siliar (-)
Injeksi siliar (-) Injeksi konjungtiva (-)
Sklera Putih Putih
Kornea Bening Bening

Kamera Okuli Anterior Cukup dalam Cukup dalam


Iris Coklat Coklat
Pupil Relatif bulat, RP +/+, diameter Bulat, RP +/+, diameter 2-3
2-3 mm mm
Lensa Afakia Bening
Korpus vitreum Jernih Jernih
Fundus :
- Media Bening Relatif bening
- Papil optikus Pucat, batas tegas Bulat, batas tegas, c/d = 0,3-
0,4
- Retina Tidak dapat dinilai Perdarahan (-), eksudat (-)
- aa/vv retina Tidak dapat dinilai a:v = 1:3
- Makula Refleks fovea (-) Refleks fovea (+)

Tekanan bulbus okuli 22 mmHg 14 mmHg


Posisi bulbus okuli Ortho Ortho
Gerakan bulbus okuli Bebas ke segala arah Bebas ke segala arah

Diagnosis Kerja :
Retinopati Hipertensi KW II OS
Glaukoma absolut OD

Rencana : Cendo lyteers 4x1 OS


Kontrol TD
BAB 2
DISKUSI

Telah dilaporkan seorang pasien perempuan berusia 68 tahun datang ke poliklinik


Mata RS. Dr. M. Djamil Padang tanggal 10 Februari 2017 dengan keluhan utama keluhan
mata kiri kabur sejak 6 bulan yang lalu. Keluhan mata kabur dapat disebabkan oleh adanya
kelainan refraksi dan dapat juga disebabkan oleh penyakit intraokuler atau kelainan sistemik
seperti retinopati hipertensi. Sekitar 5 tahun yang lalu pasien didiagnosis menderita
hipertensi. Pasien kontrol ke Poli RSUP M. Djamil. Adanya riwayat hipertensi yang diderita
pada pasien ini menunjukkan bahwa kemungkinan penglihatan kabur pada pasien ini
disebabkan karena penyakit sistemik yaitu retinopati hipertensi.

Retinopati hipertensi merupakan kelainan atau perubahan vaskularisasi retina pada


penderita hipertensi, dimana pada keadaan ini terjadi peningkatan tekanan darah sistolik lebih
besar dari 140 mmHg dan atau diastolik lebih besar dari 90 mmHg. Peningkatan tekanan
darah tersebut mengakibatkan pembuluh darah retina mengalami perubahan patofisiologis
sebagai respon terhadap peningkatan tekanan darah tersebut. Pada tahap awal biasanya belum
terdeteksi atau belum terjadi perubahan yang signifikan pada pembuluh darah retina. Tahap
selanjutnya sudah mulai terjadi penyempitan dan kelainan fokal pada pembuluh darah retina.
Kemudian terjadi perdarahan retina, cotton woll spot dan hard excudate. Pada tahap akhir
terjadi penyempitan disertai perdarahan pada pembuluh darah retina kemudian terbentuk
eksudat dan edema diskus optikus.

Pada pasien ditemukan riwayat hipertensi sejak 5 tahun yang lalu. Pasien rutin
meminum obat antihipertensi, dan tekanan darah terakhir didapatkan 140/90 mmHg.
Hipertensi merupakan salah satu faktor resiko terjadinya retinopati hipertensi. Pada
pemeriksaan oftalmikus ditemukan visus mata kiri 5/15. Hal ini menunjukkan bahwa adanya
penurunan ketajaman penglihatan yang diakibatkan oleh penyakit sistemik yaitu retinopati
hipertensi. Pada pemeriksaan funduskopi OS, retina tidak ditemukan perdarahan dan eksudat,
terjadi penyempitan arteri dengan aa:vv = 1:3 dan ditemukannya reflek fovea. Peningkatan
tekanan darah sistemik akan menyebabkan penyempitan/vasokonstriksi arteriol.
Vasokonstriksi terjadi karena adanya proses autoregulasi pada pembuluh darah agar tidak
terjadi overperfusi pada retina.
Penatalaksanaan retinopati hipertensi bertujuan untuk membatasi kerusakan dan
menghindari komplikasi pada retina. Penatalaksanaan yang diberikan berdasarkan tingkat
kerusakan retina, pada pasien ini medikamentosa yang diberikan adalah cendo lyteers sebagai
tetes mata artificial dan obat-obat anti hipertensi.