Anda di halaman 1dari 5

1) Musculoskeletal Disorder (MSDs)

Penyebab MSDs :
Penggunaan sarung tangan yang terlalu ketat dan berulang kali.
Menggenggam alat dengan tenaga berlebih dan berulang. Misal saat
melakukan preparasi saluran akar konvensional dan scalling.
Posisi duduk operator yang tidak benar sehingga menyebabkan low
back pain
Cara menggenggam yang salah
Faktor predisposisi yaitu dari penyakit sistemik yang berhubungan
dengan metabolisme tubuh. Misal penyakit diabetes mellitus, arthritis,
dan hipotiroid. Karena metabolisme tubuh yang terganggu, akan
mengakibatkan kurangnya energi bagi tubuh maupun otot untuk
beraktivitas
Postur yang berisiko untuk musculoskeletal disorder:
a) Semua posisi dapat menyebabkan ketidaknyamanan dan
kelelahan apabila dilakukan terus menerus dalam waktu
yang lama. Contohnya berdiri, dapat menyebabkan sakit
pada kaki, kelelahan otot, serta low back pain. Dalam hal
ini ada dua aspek yang mempengaruhi yang pertama adalah
posisi tubuh, dimana bagian tubuh yang dekat dengan
bagian untuk bergerak, melonggarkan, dan menekan
terkena langsung pada tendon dan pembuluh darah. Kedua
menahan leher dan pundak pada posisi yang tetap dapat
menyebabkan kontraksi pada bagian pundak dan leher.
Kedua aspek ini dapat menyebabkan menurunnya aliran
darah dan rasa tidak nyaman bahkan sakit.
b) Repentitive movement, merupakan suatu gerakan yang sama
terus menerus dan menyebabkan ketidaknyamanan pada
sendi dan otot.
c) Vibrasi berefek pada tendon, otot, sendi, serta saraf.
Terdapat dua macam vibrasi, yaitu vibrasi pada seluruh
seluruh tubuh yang biasa terjadi pada sopir truk atau bus
dan vibrasi secara lokalisasi. Vibrasi secara lokalisasi ini
biasa disebabkan karena peralatan dengan gejala jari kaku,
kesemutan, sakit, posisi tubuh yang aneh karena sulitnya
mengontrol gerakan, dan kehilangan rasa pada tangan dan
telapak.
Selain itu terdapat faktor yang menyebabkan MSDs yaitu faktor
pekerjaan, faktor individu, dan faktor lingkungan.
a) Faktor pekerjaan
Faktor ini berkaitan dengan posisi, penggunaan tenaga
yang dilakukan dalam waktu lama dan berulang-ulang.
Faktor pekerjaan ini meliputi : postur janggal, postur
statis, penggunaan tenaga, dan pergerakan repetitif
b) Faktor Individu
Meliputi : usia, jenis kelamin, kekuatan fisik, masa
kerja, dan penyakit sistemik
c) Faktor lingkungan
Vibrasi
Paparan dari getaran lokal terjadi ketika bagian tubuh
tertentu kontak dengan objek yang bergetar seperti alat-alat
yang menggunakan tangan. Vibrasi dengan frekuensi tinggi
menyebabkan kontraksi otot bertambah sehingga peredaran
darah tidak lancar dan terjadi penimbunan asam laktat
sehingga muncul gejala nyeri.
Mikroklimat
Termasuk di dalamnya adalah suhu, udara, kelembaban,
panas radiasi dan kecepatan gerakan udara.Kaitannya
dengan suhu adala bahwa suhu di Indonesia dirasa nyaman
24-26 derajat celcius dengan toleransi 2-3 derajat di atas
atau di bawahnya. Paparan suhu yang terlalu dingin akan
dapat menurunkan kelincahan, kepekaan dan kekuatan
pekerja sehingga gerakan pekerja menjadi lamban, sulit
bergerak dan disertai menurunnya kekuatan otot. Begitu
pula dengan suhu yang terlalu panas. Perbedaan suhu
lingkungan dengan suhu tubuh yang terlampau besar akan
menyebabkan sebagian energi dalam tubuh termanfaatkan
oleh tubuh untuk adaptasi dengaan lingkungan tersebut.
Mikroklimat yang tidak dikendalikan dengan baik akan
berpengaruh terhadap tingkat kenyamanan pekerja dan
gangguan kepekaan, sehingga meningkatkan beban kerja
sehingga mempercepat munculnya kelelahan.

Macam MSDs :
1. Tension Neck Syndrome, adalah ketegangan pada otot leher yang
disebabkan oleh postur leher flexion ke arah belakang dalam waktu yang
lama sehingga timbul gejala kekakuan pada otot leher, kejang otot, dan
rasa sakit yang menyebar ke bagian leher.
2. Trigger finger, adalah rasa sakit dan tidak nyaman pada bagian jari-jari
akibat tekanan yang berulang pada jari-jari (pada saat menggunakan alat
kerja yang memiliki pelatuk) yang menekan tendon secara terus-menerus
hingga ke jari- jari.
3. Focal Hand Dystonia. Adalah kram tangan yang biasa dialami oleh penulis
ataupun pemusik.
4. Carpal Tunnel Syndrome (CTS), yaitu tekanan pada saraf tengah yang
terletak di pergelangan tangan yang dikelilingi jaringan dan tulang.
Penekanan tersebut disebabkan oleh pembengkakan dan iritasi dari tendon
dan penyelubung tendon. Karena aktivitas yang berulang maka
menyebabkan penekanan pada nervus medianus. Gejalanya seperti rasa
sakit pada pergelangan tangan, perasaan tidak nyaman pada jari-jari, dan
mati rasa/kebas. CTS dapat menyebabkan seseorang kesulitan
menggenggam.
5. Tendinitis, merupakan peradangan (pembengkakan) hebat atau iritasi pada
tendon, biasanya terjadi pada titik dimana otot melekat pada tulang.
Keadaan tersebut akan semakin berkembang ketika tendon terus menerus
digunakan untuk merngerjakan hal-hal yang tidak biasa (penggunaan
berlebih atau postur janggal pada tangan, pergelangan, lengan, dan bahu)
seperti tekanan yang kuat pada tangan, membengkokan pergelangan
tangan selama bekerja, atau menggerakan pergelangan tangan secara
berulang, jika ketegangan otot tangan ini terus berlangsung, akan
menyebabkan tendinitis.
6. Bursitis, adalah kondisi peradangan pada lapisan bursal atau cairan
synovial yang terbungkus dalam bursa. Peradangan dari setiap bursa dapat
membatasi aktivitas. Peradangan pada cairan synovial dapat menyebabkan
bursa membesar.
7. Intersection Syndrome, disebabkan oleh rusaknya tendon pergelangan
tangan yaitu di daerah ibu jari dan fleksi pergelangan tangan yang
mengalami fleksi dan ektensi yang berulang.
8. Thoracic Outlet Syndrome, merupakan keadaan yang mempengaruhi bahu,
lengan, dan tangan yang ditandai dengan nyeri, kelemahan, dan mati rasa
pada daerah tersebut. Terjadi jika lima saraf utama dan dua arteri yang
meninggalkan leher tertekan. Thoracic Outlet Syndrome disebabkan oleh
gerakan berulang dengan lengan diatas atau maju kedepan.
9. Tennis Elbow
Tennis elbow adalah suatu keadaan inflamasi tendon ekstensor, tendon
yang berasal dari siku lengan bawah dan berjalan keluar ke pergelangan
tangan. Tennis elbow disebabkan oleh gerakan berulang dan tekanan pada
tendon ekstensor.
10. Low Back Pain
Low back pain terjadi apabila ada penekanan pada daerah lumbal yaitu L4
dan L5. Apabila dalam pelaksanaan pekerjaan posisi tubuh membungkuk
ke depan maka akan terjadi penekanan pada discus.Hal ini berhubungan
dengan posisi duduk yang janggal, kursi yang tidak ergonomis, dan
peralatan lainnya yang tidak sesuai dengan antopometri pekerja.
11. Tenosynovitis, merupakan inflamasi pada tendon sheath sebagai akibat
luka selama pergerakan fisik yang apabila dibiarkan akan terjadi trigger
finger.
12. Sakit leher
Sakit leher merupakan gejala umum yang terjadi di daerah leher. Hal itu
terjadi karena adanya peningkatan ketegangan otot atau myalgia, leher
miring atau kaku leher. Dokter gigi bisa mengalami sakit leher jika tidak
menerapkan sistem kerja secara ergonomis yaitu saat menolehkan lehernya
terhadap rongga mulut pasien secara terus-menerus.