Anda di halaman 1dari 19

REFERAT

FISIOLOGI DAN PATOFISIOLOGI HEPAR

Tania Azhari
1102011275

Pembimbing :
dr. Mira Rellytania, Sp. An

Kepaniteraan Anastesi
RSUD Soreang
Desember 2016
Anatomi Hati

Hati adalah organ terbesar di dalam tubuh, yang letaknya di rongga


perut sebelah kanan atas, di bawah sekat rongga badan atau diafragma. Hati
secara luas dilindungi iga-iga. Hati terbagi dalam dua belahan utama, kanan
dan kiri. Permukaan atas berbentuk cembung dan terletak di bawah
diafragma, permukaan bawah tidak rata dan memperlihatkan lekukan,
disebut fisura tranversus. Permukaannya dilintasi oleh berbagai pembuluh
darah yang masuk keluar hati. Fisula longitudinal memisahkan belahan
kanan dan kiri di permukaan bawah, sedangkan ligamen falsiformis
melakukan hal yang sama dari permukaan atas hati.
Selanjutnya hati dibagi lagi menjadi empat belahan, kanan kiri
kuadata dan kuadrata. Setiap belahan atau lobus terdiri atas lobobus.
Lobobus ini berbentuk polihedral (segibanyak) dan terdiri atas sel hati
berbentuk kubus dan cabang-cabang pembuluh darah diikat bersama oleh
jaringan hati.
Hati berwarna merah tua. Pada orang dewasa berat hati kira-kira
1,5 kilogram. Hati mempunyai dua jenis persediaan darah, yaitu yang datang
melalui arteri hepatika dan yang melalui vena porta. Terdapat empat
pembuluh darah utama yang menjelajahi seluruh hati, dua yang masuk,
yaitu: arteri hepatika dan vena porta, dan dua yang keluar, yaitu: vena
hepatika dan saluran empedu. Pembuluh-pembuluh darah pada hati tersebut
akan di uraikan sedikit satu persatu seperti di bawah ini.
a. Arteri hepatika. Yang keluar dari aorta dan memberikan
seperlima darahnya kepada hati. Darah ini mempunyai
kejenuhan oksigen 95-100%
b. Vena porta. Yang terbentuk dari lienalis dan vena
mesenterika superior, mengantarkan 4/5 darah ke hati.
Darah ini mempunyai kejenuhan oksigen hanya 70%, sebab
beberapa oksigen telah diambil oleh limfa dan usus. Darah
vena porta ini membawa kepada hati zat makanan yang
telah diserap oleh mukosa usus halus.
c. Vena hepatika. Mengembalikan darah dari hati ke vena cava
inferior. Di dalam vena hepatika tidak terdapat katup.
d. Saluran empedu. Terbentuk dari penyatuan kapiler-kapiler
empedu yang mengumpulkan empedu dari sel hati.

Aliran Darah Melalui Liver dari Portal Vein dan Hepatic Artery

Liver memiliki aliran darah yang tinggi dan resistensi vascular yang rendah
- liver sinusoid mendapatkan darah dari portal vein sebanyak 1050 ml/menit dan
dari hepatic artery sebanyak 300 ml/menit totalnya 1350 ml/menit 27% dari
total cardiac output.
- tekanan portal vein yang menuju ke liver : 9 mmHg, tekanan hepatic vein yang
berasal dari liver menuju ke vena cava : 0 mmHg perbedaan tekanan tersebut
menyebabkan rendahnya resistensi aliran darah pada hepatic sinusoid.

Liver cirrhosis bisa meningkatkan resistensi aliran darah

- liver cirrhosis : adanya kerusakan pada sel parenkim liver terjadi fibrosis
jaringan yang menyebabkan kontraksi pembuluh darah menurunkan aliran
darah portal ke liver.
- ketika portal system terblock aliran darah dari intestine dan spleen melalui
liver portal akan terhambat menyebabkan portal hypertension dan
meningkatkan tekanan kapiler di dinding intestine (15-20 mmHg di atas normal)
hilangnya cairan berlebih dari kapiler ke lumen dan dinding intestine dapat
menyebabkan kematian.

Fungsi Liver sebagai Reservoir Darah

- sejumlah besar darah dapat di simpan dalam pembuluh darah di liver.


- volume darah normal pada hepatic vein dan hepatic sinus = 450 ml (10% total
volume darah tubuh)
- ketika ada peningkatan tekanan atrium kanan 0,5 1 liter darah tambahan
dapat disimpan di hepatic sinus dan vein liver akan membesar dan ekspansi.
- ketika volume darah meningkat liver berperan sebagai reservoir darah
- ketika volume darah berkurang liver dapat menyuplai ekstra darah.

Regulasi Massa Liver (Regeneration)

- Liver memiliki kemampuan untuk mengembalikan dirinya setelah heatic tissue


loss, baik dari partial hepatectomy atau acute liver injury.
- pada partial hepatectomy (dimana 70% liver dibuang) lobus liver yang tersisa
akan membesar dan mengembalikan liver menjadi ke ukuran semula.
- pada tikus, regenerasinya cepat : 5-7 hari
- selama proses regenerasi : hepatosit akan bereplikasi sebanyak 1-2 kali ketika
volume liver normal sudah tercapai berhenti bereplikasi (terminasi).
- faktor yang meningkatkan regenerasi :
hepatocyte growth factor (HGF) : dihasilkan oleh sel mesenkim di liver.
menyebabkan pertumbuhan dan pembelahan sel liver.
other : epidermal growth factor, cytokine ( tumor necrosis factor dan
interleukin 6)
- faktor yang menghentikan pembelahan sel liver : transforming growth factor-.
dihasilkan oleh sel hepatic. berfungsi untuk menghambat pembelahan sel liver.

System Makrofag Hepatik berfumgsi sebagai pembersih darah

- Aliran darah menuju liver dari kapiler intestine membawa banyak bakteri dari
intestine
- pada liver terdapat kupffer cell, yaitu makrofag yang melapisi hepatic venous
sinus.
- berperan dalam membersihkan darah yang mengalir di dalam sinus.
- ketika bakteri kontak dengan kupffer cell bakteri akan masuk melewati dinding
sel kedalam kupffer cell kemudian akan dihancurkan.
- hanya 1% bakteri yang masuk ke portal blood dari instine yang berhasil melewati
liver menuju pembuluh darah sistemik.

Fisiologi Hati

A. Fungsi secara Umum


Secara umum liver memiliki fungsi sebagai berikut :
1. Penyaringan dan penyimpanan darah
Sejumlah darah dapat disimpan di dalam pembuluh darah liver. Volume darah
normal dalam liver sekitar 450 ml atau hampir 10% dari total volume darah tubuh.
Sebenarnya liver adalah organ yang besar, dapat meluas, dan merupakan venous
organ yang mampu bekerja sebagai tempat penampungan darah disaat volume
darah berlebihan dan mampu menyuplai darah extra disaat kekurangan volume
darah.
2. Metabolisme karbohidrat, protein, lemak , hormon, dan zat kimia asing
3. Pembentukan bile
4. Penyimpanan besi dan iron
5. Pembentukan faktor koagulasi
6. Melakukan regenerasi untuk mengatur liver mass
Liver memiliki kemampuan yang menakjubkan untuk mengembalikan dirinya
sendiri setelah kehilangan jaringan akibat partial hepatectomy atau acute liver
injury, selama injury itu tidak diperparah oleh infeksi virus atau inflammation.
Dimana regenerasi dapat berlangsung sangat cepat dan membutuhkan waktu hanya
5 sampai 7 hari. Selama regenerasi liver, hepatocyte diperkirakan mengalami
replikasi sebanyak 1 atau 2 kali, dan setelah tercapai ukuran dan volume liver
sebelumnya, hepatocyte akan kembali pada keadaan semula.
Pengaturan regenerasi liver yang cepat ini masih belum diketahui secara jelas,
namun salah satu faktor yang penting adalah adanya HGF ( hepatocyte growth
factor) yang dapat menyebabkan pembelahan dan pertumbuhan sel liver. HGF ini
diproduksi oleh sel mesenkimal di dalam liver dan jaringan lain. Faktor
pertumbuhan lain terutama : epidermal growth factor, dan sitokin seperti tumor
necrosis factor dan interleukin 6 dapat juga terlibat dalam merangsang regenerasi
liver. Sedangkan faktor yang dapat menghambat regenerasi liver adalah
transforming growth factor .

B. Fungsi secara metabolic

Liver merupakan suatu kumpulan besar sel reaktan kimia dengan laju
metabolisme yang tinggi, saling memberikan substrat dan energi dari satu sistem
metabolisme ke sistem yang lain, mengolah dan menyintesis berbagai zat yang diangkut
ke daerah tubuh lainnya, dan melakukan berbagai fungsi metabolisme lain.

Metabolisme Karbohidrat

Dalam metabolisme karbohidrat, hati melakukan fungsi berikut ini :

a. Menyimpan glikogen dalam jumlah besar


b. Konversi galaktosa dan fruktosa menjadi glukosa
c. Glukoneogenesis
d. Pembentukan senyawa kimia dari produk metabolisme karbohidrat.

Fungsi utama dari metabolisme karbohidrat adalah untuk mempertahankan konsentrasi


normal blood glucose. Ketika blood glucose turun, liver akan memecah glikogen menjadi
glucose dan melepasnya ke bloodstream. Proses ini disebut juga sebagai glucose buffer
function. Sedangkan ketika blood glucose naik, liver akan mengkonversi glucosa menjadi
glycogen dan triglyceride untuk disimpan. Pada orang yang memiliki fungsi liver yang
buruk, konsentrasi blood glucose setelah memakan makanan tinggi karbohidrat dapat
meningkatkan 2-3 kali lipat lebih tinggi dibandingkan pada orang dengan fungsi liver
yang normal.

Metabolisme Lemak

Beberapa fungsi spesifik liver dalam metabolisme lemak adalah sebagai berikut :

a. Oksidasi asam lemak untuk menyuplai energi bagi fungsi tubuh yang lain
Untuk memperoleh energi dari lemak netral, lemak pertama-tama dipecah
menjadi gliserol dan asam lemak; kemudian asam lemak dipecah oleh beta-oxidation
menjadi two-carbon acetyl radical membentuk acetyl coenzyme A (acetyl-coA).
Acetyl coA dapat memasuki acid cycle dan dioksidasi untuk membebaskan sejumlah
energi yang sangat besar. Beta-oxidation dapat terjadi di semua sel tubuh , namun
utamanya terjadi dengan cepat dalam sel liver. Liver sendiri tidak dapat menggunakan
semua acetyl-coA yang dibentuk; sebaliknya acetyl coA diubah melalui kondensasi 2
molekul acetyl coA menjadi acetoacetic acid, yaitu asam dengan kelarutan tinggi yang
lewat dari sel liver masuk ke cairan ekstrasel dan kemudian ditranspor ke seluruh
tubuh untuk diabsorpsi oleh jaringan lain. Jaringan ini kemudian mengubah kembali
acetoacetic acid menjadi acetyl coA dan kemudian mengoksidasinya untuk energi.

b. Sintesis kolesterol, fosfolipid, dan sebagian besar lipoprotein

Kolesterol

Sekitar 80 % kolesterol yang disintesis di dalam liver akan diubah menjadi bile
salt, yang kemudian disekresikan kembali ke dalam bile; sisanya akan diangkut dalam
lipoprotein dan dibawa oleh darah ke semua sel jaringan tubuh .

Manfaat khusus kolesterol dalam tubuh :


1. Membentuk cholic acid di dalam liver
2. Membentuk bile acid yang akan meningkatkan pencernaan dan absorpsi lemak
3. Sejumlah kecil dipakai oleh : kelenjar adrenal untuk membentuk hormon
adrenokortikal; ovarium untuk membentuk progeteron dan estrogen; testis untuk
membentuk testosteron.
4. Kolesterol bersama lipid lainnya berfungsi untuk membantu mencegah evaporasi
air dari kulit.

Fosfolipid
Fosfolipid juga disintesis di liver dan terutama ditranspor dalam lipoprotein.
Keduanya, baik fosfolipid dan kolesterol digunakan oleh sel untuk membentuk
membran, struktur intrasel, dan bermacam-macam zat kimia yang penting untuk
fungsi sel. Beberapa fungsi lainnya adalah :
1. Fosfolipid adalah unsur penting lipoprotein di dalam darah dan penting untuk
pembentukan serta fungsi sebagian besar lipoprotein; bila fosfolipid tidak ada,
dapat terjadi gangguan transpor kolesterol dan lipid lain.
2. Tromboplastin, yang diperlukan untuk memulai proses pembekuan
3. Fosfolipid merupakan donor radikal fosfat ketika radikal tersebut diperlukan
untuk berbagai reaksi kimia di jaringan.

c. Sintesis lemak dari protein dan karbohidrat


Hampir semua sintesis lemak dalam tubuh dari karbohidrat dan protein terjadi di
dalam liver. Setelah lemak disintesis di dalam hati, lemak ditranspor dalam lipoprotein ke
jaringan lemak untuk disimpan.

Metabolisme Protein

Fungsi liver yang paling penting dalam metabolisme protein adalah sebagai
berikut :

1. Deaminasi asam amino


Deaminasi asam amino dibutuhkan sebelum asam amino dapat dipergunakan
untuk energi atau diubah menjadi karbohidrat atau lemak.
2. Pembentukan ureum untuk mengeluarkan amonia dari cairan tubuh
Sejumlah besar amonia dibentuk melalui proses deaminasi, oleh karena itu jika
liver tidak membentuk ureum, konsentrasi amonia plasma akan meningkat dengan
cepat dan menimbulkan hepatic coma dan kematian.
3. Pembentukan protein plasma
Pada dasarnya semua protein plasma ( alpha globulin, beta globulin, albumin,
protombin, dan fibrinogen) kecuali gamma globulin, dibentuk oleh sel hati. Sedangkan
gamma globulin dibentuk terutama oleh sel plasma dalam jaringan limfe. Liver dapat
membentuk protein plasma pada kecepatan maksimum 15- 50 gram/hari. Oleh karena
itu jika tubuh kehilangan sebanyak separuh protein plasma, jumlah ini dapat
digantikan dalam waktu 1 atau 2 minggu.
Pada penyakit liver seperti cirrhosis, protein plasma seperti albumin dapat turun
ke nilai yang lebih rendah sehingga dapat menyebabkan edema dan ascites.

4. Interkonversi beragam asam amino dan sintesis senyawa lain dari asam amino.
Diantara fungsi liver yang paling penting adalah kemampuan liver untuk
membentuk asam amino tertentu dan untuk membentuk senyawa kimia lain yang
penting dari asam amino. misalnya asam amino nonesensial dapat disintesis semuanya
dalam liver.

Other Metabolic Function of The Liver

Liver merupakan tempat penyimpanan vitamin


Liver memiliki kecendrungan tertentu untuk menyimpan vitamin. Vitamin yang
paling banyak disimpan dalam liver adalah vitamin A, sejumlah besar vitamin D, dan
juga vitamin B12.
Jumlah vitamin A yang cukup dapat disimpan selama 10 bulan untuk mencegah
kekurangan vitamin A. vitamin D dalam jumlah yang cukup dapat disimpan untuk
mencegah defisiensi selama 3- 4 bulan, dan vitamin B12 yang cukup dapat disimpan
untuk bertahan paling sedikit 1 tahun dan mungkin beberapa tahun.

Liver merupakan tempat penyimpanan iron dalam bentuk ferritin


Sebagian besar ironi di dalam tubuh biasanya disimpan di dalam liver dalam
bentuk ferritin. Sel liver mengandung sejumlah besar protein yang disebut apoferritin.
Jika di dalam cairan tubuh mengandung banyak iron, maka iron akan berikatan dengan
apoferritin membentuk ferritin yang akan disimpan di dalam sel liver. Namun, jika
sebaliknya jumlah iron di dalam cairan tubuh menurun maka ferritin akan melepaskan
iron. Sehingga sistem apoferritin ini disebut juga sebagai blood iron buffer dan juga
sebagai media penyimpanan iron.

Liver membentuk zat-zat yang digunakan untuk koagulasi darah dalam jumlah banyak.
Zat-zat yang dibentuk di liver yang digunakan pada proses koagulasi meliputi
fibrinogen, protombin, accelerator globulin, faktor VII dan beberapa faktor koagulasi
penting lain. Vitamin K diperlukan oleh proses metabolisme liver, untuk membentuk
protombin dan faktor VII, IX dan X. bila tidak terdapat vitamin K, maka konsentrasi zat-
zat ini akan turun, dan dapat mencegah proses koagulasi darah.

Fungsi Liver dalam mengeluarkan atau mengeksresikan drugs, hormon dan zat lain

Liver memiliki fungsi sebagai detoksifikasi atau ekskresi berbagai obat-obatan,


meliputi sulfonamides, penicillin, ampicillin, and erythromycin ke dalam bile.
Dengan cara yang sama, beberapa hormon yang disekresi oleh kelenjar endokrin
diekskresi atau dihambat secara kimia oleh liver, meliputi tiroksin dan semua hormon
steroid seperti esterogen, kortisol, dan aldosteron. Kerusakan liver dapat mengakibatkan
penimbunan yang berlebihan dari satu atau lebih hormon ini di dalam cairan tubuh dan
oleh karena itu dapat menyebabkan aktivitas berlebih dari sistem hormon.

Penyebab Gangguan Pada Hati

Beberapa penyebab penyakit hati antara lain :

1. Infeksi virus hepatitis


Virus Hepatitis adalah virus yang dapat menyebabkan infeksi pada hait.
Dapat ditularkkan melalui selaput mukosa,hubungan seksual atau darah
(parenteral).
2. Alkohol
Konsumsi Alkohol yang tinggi dapat menyebabkan kerusakan hati.
Sirosis terjadi tergantung pada seberapa sering seseorang minum alkohol. Tiga
puluh persen orang yang minum 8 oz atau lebih bir atau minuman keras selama
15 tahun atau lebih akan mengembangkan sirosis.
3. Kelainan Genetik
Akumulasi zat beracun, seperti tembaga atau besi, di dalam hati akibat
kelainan genetis bisa menyebabkan sirosis.
Ketika terdapat terlalu banyak tembaga (disebut penyakit Wilson)
dalam tubuh, tembaga akhirnya akan terakumulasi di otak, mata dan hati.
Pasien dengan terlalu banyak zat besi (kondisi yang disebut
hemochromatosis) memiliki kecenderungan untuk menyerap zat besi tambahan
melalui makanan. Kelebihan zat besi tersebut lantas ditumpuk di hati dan organ
lainnya sehingga memicu kerusakan.

4. Gangguan Imunologis
Seperti hepatitis autoimun, yang ditimbulkan karena adanya perlawanan
sistem pertahanan tubuh terhadap jaringan tubuhnya sendiri. Pada hepatitis
autoimun, terjadi perlawanan terrhadap sel-sel hati yang berakibat timbulnya
peradangan kronis.
5. Kanker
Seperti Hepatocellular Carcinoma,dapat disebabkan oleh senyawa
karsinogenik antara lain aflatoksin, polivinil klorida(bahan pembuat plastik),
virus, dan lain-lain.Hepatitis B dan C maupun sirosis hati juga dapat
berkembang menjadi kanker hati.

Klasifikasi Penyakit Hati

Penyakit hati dibedakan menjadi berbagai jenis, berikut beberapa macam


penyakit hati yang sering ditemukan, yaitu :

Jaundies (Penyakit Kuning)

Gejala :

- Warna kuning pada kulit dan sklera (mata) dan membran-membran mukus

berubah kuning

Penyebabnya :
Meningkatnya kadar bilirubin dalam sistem peredaran darah, bukan berasal dari
konsumsi karoten, tetapi bilirubin terkonjugasilah penyebab penyakit jaundice. Hal ini
disebabkan karena mudah diabsorpsi ke dalam jaringan dan lebih larut dalam air.

1. Jaundies Prehepatik

Tidak terikat dengan fungsi hati. Prehepatik memiliki kadar bilirubin pada umumnya
50% lebih tinggi dari pada normal / kecepatan pecahnya sel eritrosit lebih cepat 6 kali
dari pada normal.

2. Jaundies Hepatik

Disebabkan oleh kegagalan / keabnormalan fungsi hati.

a. Retention jaundice

Disebabkan karena keabnormalan dalam proses transport bilirubin oleh sel-sel hati,
kadar bilirubin indirect lebih besar dari bilirubin direct.

b.Regurgitation jaundice

Disebabkan karena sel-sel hati mengalami kerusakan shg ekskresi bilirubin dari hati
mengalami keabnormalan, kadar bilirubin direct lebih besar dari bilirubin indirect.

3. Jaundies Post Hepatik

Tak terikat dengan fungsi hati.


Penyebab karena penghambatan aliran asam empedu dari hati. Fungsi hati normal
tetapi transport atau pelepasan asam empedu ke usus mengalami hambatan.
4. Jaundies Neonatal

Kadar bilirubin dalam serum > 15 mg/dL.


Penyebab : hemolisis eritrosit, bilirubin indirect.
Pengobatan : Fototerapi.
1. Hepatitis
Istilah hepatitis dipakai untuk semua jenis peradangan pada hati.
Penyebabnya dapat berbagai macairm,mulai dari virus sampai dengan
obat-obatan,termasuk obat tradisional.Virus hepatitis terdiri dari beberapa
jenis:hepatitis A,B,C,D.E,F,dan G. Hepatitis A,B,dan C adalah yang paling
banyak ditemukan.Manifestasi penyakit hepatitis akibat virus bisa akut
(hepatitis A), kronis(hepatitis B dan C) ataupun kemudian menjadi kanker
hati (hepatitis B dan C).
Tabel 1 memperlihatkan perbandingan virus hepatitis A,B,C,D,dan E.

Hepatitis A Hepatitis B Hepatitis C Hepatitis D Hepatitis E

1. 2 minggu 6 3 minggu 3
2-4 minggu 1-6 bulan 3-6 minggu
Inkubasi bulan bulan

Sporadik
Seksual : sering
Fekal oral Darah pada penderita Fekal oral
2. Darah
Jarang terjadi melalui Seksual yang berganti- Kontaminasi
Penularan Seksual
darah/ seks Perinatal ganti pasangan makanan
Perinatal : tak
ada laporan
Pecandu obat Pecandu obat
Pecandu obat
Kelompok Militer Homoseksual Tenaga Pelancong daerah
Penderita
beresiko Penitipan anak Tenaga kesehatan kesehatan endemik
hepatitis B
Resipien darah Resipien darah

Diagnosis IgM Anti-HBc


IgM Anti HAV Klinis IgM Anti-HDV Klinis
akut HBs Ag

Diagnosis Anti-HBc total


HCV Ab HDV Ag
kroni HBs Ag

a) Hepatitis A
Termasuk klasifikasi virus dengan transmisi secara enterik.Tidak memiliki
selubung dan tahan terhadap cairan empedu. Virus ini ditemukan didalam tinja.
Berbentuk kubus simetri dengan diameter 27-28nm,untai tunggal,molekul RNA:
termasuk picornavirus,subklasifikasi hepatovirus. Menginfeksi dan beriplikasi pada
primata non manusia dan galur sel manusia.
Seringkali infeksi hepatitis A pada anak-anak tidak menimbulkan gejala,
sedangkan pada orang dewasa, diare, mual nyeri perut, mata kuning dan hilangnya
nafsu makan. Penderita hepatitis A akan menjadi kebal terhadap penyakit tersebut.
Masa inkubasi 15-50 hari,(rata-rata 30 hari). Tersebar diseluruh dunia
dengan indemisitas yang tinggi terdapat di negara-negara berkembang. Penularan
terjadi melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi tinja penderita hepatitis
A,misalnya makan buah-buahan atau sayur yang tidak dikelola/dimasak
sempurna,makan kerang setenga matang,minum es batu yang prosesnya
terkontaminasi. Faktor risiko lain,meliputi: tempat-tempat penitipan/perawatan bayi
atau batita,institusi untuk developmentally/disadvantage, perilaku seks oral-anal,
pemakaian jarum bersama pada IDU.
Saat ini sudah ada vaksin hepatitis A yang memberikan kekebalan selama 4
minggu setelah suntikan pertama.

b) Hepatitis B
Manifestasi infeksi Hepatitis B adalah peradangan kronik pada hati.Virus
hepatitis B termasuk yang paling sering ditemui.Distribusinya terbesar diseluruh
dunia,dengan prevalensi karier di USA <1%,sedangkan di Asia 5-15%. Masa
inkubasi berkisar 15-180 hari,(rata-rata 60-90 hari). Viremia berlangsung selama
beberapa minggu sampai bulan setelah infeksi akut.
Gejala hepatitis B adalah lemah,lesu,sakit otot,mual dan muntah,kadang-
kadang timbul gejala flu, faringitis, batuk, fotobia, kurang nafsu makan,mata dan
kulit kuning yang didahului dengan urin berwarna gelap. Gatal-gatal di kulit,
biasanya ringan dan sementara. Jarang ditemukan demam.
Untuk mencegah penularan hepattis B adalah dengan imunisasi hepatitis B
terhadap bayi yang baru lahir,mengindari hubungan badan dengan orang
terinfeksi,hindari penyalahgunaan obat dan pemakaian bersama jarum suntik.
Menghindari pemakaian bersama sikat gigi atau alat cukur,dan memastikan alat cuci
hama bila ingin bertato melubangi telinga atau tusuk jarum.

c) Hepatitis C
Hepatitis C adalah penyakit infeksi yang bisa tak terdeteksi pada seseorang
selama puluhan tahun dan perlahan-lahan tapi pasti merusak organ hati. Penyakit ini
sekarang muncul sebagai salah satu masalah pemeliharaan kesehatan utama di
Amerika Serikat,baik dalam segi mortalitas,maupun segi finansial.
Biasanya orang-orang yang menderita penyakit hepatitis C tidak menyadari
bahwa dirinya mengidap penyakit ini,karena memang tidak ada gejala-gejala khusus.
Beberapa orang berpikir bahwa mereka hanya terserang flu. Gejala yang biasa
dirasakan antara lain demam, rasa lelah, muntah, sakit kepala, sakit perut atau
hilangnya selera makan.

d) Hepatitis D

Virus hepatitis D (HDV) atau virus delta adalah virus yang unik, yakni virus
RNA yang tidak lengkap, memerlukan keberadaan virus hepatitis B untuk ekspresi
dan patogenisitasnya, tetapi tidak untuk replikasinya. Penularan melalui hubungan
seksual,jarum suntik dan transfusi darah. Gejala penyakit hepatitis D bervariasi,
dapat muncul sebagai gejala yang ringan (ko-infeksi) atau sangat progresif.

e) Hepatitis E

Gejala mirip hepatiits A, demam, pegal linu, lelah, hilang nafsu makan dan
sakit perut. Penyakit ini akan sembuh sendiri (self-limited), kecuali bila terjadi pada
kehamilan, khususnya trisemester ketiga, dapat mematikan. Penularan hepatitis E
melalui air yang terkontaminasi feces.

f) Hepatitis F

Baru ada sedikit kasus yang dilaporkan. Saat ini para pakar belum sepakat
hepatitis F merupakan penyakit hepatitis yang terpisah.

g) Hepatitis G

Gejala serupa hepatitis C, seringkali infeksi bersamaan dengan hepatitis B


dan/atau C. Tidak menyebabkan hepatitis Fulminan atau hepatitis Kronik. Penularan
melalui transfusi darah dan jarum suntik.

2. Sirosis hati

Sirosis hati merupakan gangguan hati yang disebabkan oleh


banyaknya jaringan ikat pada hati. Sirosis hati ini dapat terjadi karena
virus hepatitis B dan C yang berkelanjutan. Berkembangnya virus ini dapat
dipicu oleh konsumsi alkohol yang berlebihan, salah gizi, atau penyakit
lain yang disebabkan oleh tersumbatnya saluran empedu. Penyakit ini
belum dapat disembuhkan. Sementara itu pengobatan yang dilakukan
hanya berguna mengobati komplikasi yang terjadi seperti berak darah,
perut membesar, mata kuning, serta koma hepatikum.
2. Kanker hati

Kanker hati merupakan kelainan hati yang disebabkan oleh


berkembangnya sel-sel kanker pada jaringan hati. Kanker ini sebagai
komplikasi akhir dari hepatitis kronis karena virus hepatitis B, C, dan
hemokromatis.

3. Perlemakan hati
Perlemakan hati merupakan kelainan hati akibat adanya
penimbunan lemak yang melebihi 5% dari berat hati, sehingga lemak ini
membebani lebih dari separuh jaringan hati. Perlemakan hati sering
berpotensi menjadi penyebab sirosis hati. Kelainan ini dapat dipicu oleh
konsumsi alkohol yang berlebih.

4. Kolestasis dan Jaundice


Kolestasis merupakan keadaan akibat terjadinya kegagalan hati
dalam memproduksi dan atau pengeluaran empedu. Kolestasis dapat
menyebabkan gagalnya penyerapan lemak dan vitamin A, D, E, dan K
oleh usus, juga dapat menyebabkan terjadinya penumpukan asam empedu,
bilirubin dan kolesterol di hati.

5. Hemochromatosis

Hemochrimatosis merupakan kelainan metabolisme yang ditandai


dengan adanya pengendapan besi secara berlebihan dalam jaringan.
Penyakit ini bersifat genetik atau keturunan.

6. Abses Hati
Abses hati dapat disebabkan oleh infeksi bakteri atau amuba.
Kondisi ini disebabkan karena bakteri berkembang biak dengan cepat,
menimbulkan gejala demam dan menggigil. Abses yang diakibatkan
karena amubiasis prosesnya berkembang lebih lambat. Abses hati,
khususnya yang disebabkan karena bakteri, sering kali berakibat fatal. Ada
2 bentuk abses hati, yaitu :
1. Abses hati piogenik
Abses piogenik dapat terjadi melalui infeksi yang berasal dari
vena porta yaitu infeksi pelvis atau gastrointestinal yang bisa
menyebabkan peradangan pada vena porta atau emboli septik, infeksi
pada saluran empedu yang mengalami obstruksi naik ke cabang
saluran empedu intrahepatik menyebabkan kolangitis dengan akibat
abses multiple, trauma tajam atau tumpul dapat mengakibatkan
laserasi, perdarahan dan nekrosis jaringan hati.

2. Abses hati amuba


Abses hati amuba adalah suatu penyakit yang menyerang usia
dewasa paruh baya dan predominasi pada pria dengan ratio 9 : 1, tidak
ada pengaruh ras. Infeksi amuba ini umumnya terjadi pada daerah
dengan sanitasi yang buruk yang hal ini dapat dilihat pada negara-
negara berkembang dengan suplai air yang terkontaminasi dan higieni
perorangan yang jelek.

Tanda Tanda dan Gejala Klinis

Adapun gejala yang menandai adanya penyakit hati adalah sebagai berikut :
a) Kulit atau sklera mata berwarna kuning (ikterus).
b) Badan terasa lelah atau lemah.
c) Gejala-gejala menyerupai flu, misalnya demam, rasa nyeri pada seluruh tubuh.
d) Kehilangan nafsu makan, atau tidak dapat makan atau minum.
e) Mual dan muntah.
f) Gangguan daya pengecapan dan penghiduan.
g) Nyeri abdomen, yang dapat disertai dengan perdarahan usus.
h) Tungkai dan abdomen membengkak.
i) Di bawah permukaan kulit tampak pembuluh-pembuluh darah kecil, merah dan
membentuk formasi laba-laba (spider naevy), telapak tangan memerah (palmar
erythema), terdapat flapping tremor, dan kulit mudah memar. Tanda-tanda
tersebut adalah tanda mungkin adanya sirosis hati.
j) Darah keluar melalui muntah dan rektum (hematemesis-melena).
k) Gangguan mental, biasanya pada stadium lanjut (encephalopathy hepatic).
l) Demam yang persisten, menggigil dan berat badan menurun. Ketiga gejala ini
mungkin menandakan adanya abses hati.