Anda di halaman 1dari 3

Apakah perbedaan antara pengendalian internal dan sistem pengendalian manajemen.

Apakah yang dimaksud dengan Penilaian Kinerja. Dan Apa pula tujuan dari Penilaian Kinerja.

Apakah manfaat dari Penilaian Kinerja.

Buatlah kerangka untuk sistem penilaian kinerja.

Setiap unit kerja harus memiliki tujuan, sebutkan 4(empat) perspektif yg diukur oleh Balance
Scorecard.

Jelaskan 4(empat) hubungan sebab-akibat antar ukuran, berupa perspektif dan ukurannya.

Sebutkan 7(tujuh) faktor keberhasilan ukuran non finasial.

Apa sajakah faktor keberhasilan pada proses internal.

Jelaskan bagaimana sistem penilaian kinerja dilaksanakan, dan jelaskan pula kesulitan yg dihadapi
dalam pelaksanaan sistem penilaian kinerja.

Sebutkan karakteristik pengendalian interaktif.

perbedaan antara pengendalian internal dan sistem pengendalian manajemen yaitu terletak pada
ruang lingkupnya. pengendalian internal hanya mengendalikan atau mengatur suatu bagian dalam
organisasi agar sesuai dengan aturan yang ada sedangkan sistem pengendalian manajemen
mengatur atau mengendalikan seluruh bagian organisasi agar sesuai dengan alur sehingga mencapai
tujuan dari organisasi atau perusahaan tersebut.

2. penilaian kinerja adalah suatu penilaian terhadap suatu perusahaan terutama pada kinerja atau
hasil kerja para karyawan perusahaan tersebut, berdasarkan standar, kriteria, dan sasaran yang
sudah diterapkan perusahaan pada suatu periode tertentu. tujuan dari penilaian kinerja yaitu untuk
memotivasi para karyawan agar meningkatkan kinerjanya lebih baik lagi sehingga tujuan perusahaan
dapat tercapai.

3. manfaat dari penilaian kinerja yaitu


kegiatan operasional perusahaan menjadi lebih efektif dan efisien karena karyawan dimotivasi
agar lebih baik dalam mencapai tujuan perusahaan.
dapat melihat kinerja karyawan sehingga meudahkan perusahaan dalam melakukan promosi dan
pemberhentian karyawan sesuai dengan kinerjanya.
dapat mengevaluasi hasil kinerja sehingga dapat dilakukan perbaikan apabila ada kekurangan.serta
mengtahui kebutuhan karyawan untuk meningkatkan kinerjanya seperti melakukan pelatihan dan
sebagainya.
sebagai dasar dalam pendistribusian penghargaan dan hukuman.

4. Kerangka untuk sistem penilaian kinera


strategi mengacu kepada apa yang diukur, diselesaikan. selanjutnya apa yang diselesaikan diberi
imbalan, kemudian apa yang diberi imbalan benar-benar penting, dan yang terakhir apa yang
penting diukur. semua itu berhubungan.

5. 4(empat) perspektif yang diukur oleh Balance Scorecard yaitu,


a. Financial (margin laba, ROA, arus kas)
b. Pelanggan (pangsa pasar, indeks kepuasan pelanggan)
c. Pihak internal (ingatan karyawan, pengurangan waktu siklus)
d. Inovasi dan pembelajaran (presentase penjualan produk baru)

6. 4(empat) hubungan sebab akibat antar ukuran, berupa perspektif dan ukurannya yaitu:
pada bagian perspekti, Perspektif inovasi dan pembelajaran ukurannya yaitu
Keterampilan manufakturing
Perspektif bisnis internal ukurannya yaitu Hasil kelas satu waktu siklus pemesanan
Perspektif konsumenukurannya yaitu Survey kepuasan konsumen
Perspektif financial ukurannya yaitu Pertumbuhan penerimaan penjualan

7. 7(tujuh) faktor keberhasilan ukuran nonfinansial


a. Pemesanan
b. Pembatalan pemesanan
c. Pangsa pasar
d. Pesanan dari pemain kunci
e. Kepuasan pelanggan
f. Ingatan pelanggan
g. Kestiaan pelanggan

8. Faktor keberhasilan pada proses internal, yaitu:


a. Pemanfaatan kapasitas
b. Pengiriman tepat waktu
c. Perputaran persediaan
d. Kualitas
e. Waktu siklus

9. Pelaksanaan sistem pengendalian kinerja, yaitu:


a. Mendefinisikan strategi, scorecard dapat digunakanuntuk menjalin hubungan antara strategi
dengan tindakan operasional
b. Mendefinisikan pengukur dari strategi, organisasi harus fokus pada sedikit ukuran kritis pada titik
ini, dan masing-masing pengukur harus dihubungkan satu sama lain.
c. Menyatukan ukuran dalam sistem manajemen, scorecard harus menyatu dengan struktur formal
maupun informal organisasi
d. Tinjauan ukuran serta hasilnya dengan sering, tinjauan harus dilakukan dengan konsisten dan
terus menerus oleh manajemen sehingga dapat mengetahui kekurangan yang ada.
Kesulitan yang dihadapi dalam pelaksanaan sistem penilaian kinerja yaitu,
a. Hubungan yang buruk antara ukuran non finansial serta hasilnya tidak ada garansi bahwa
profitabilitas masa depan akan mengikuti target pada area non finansial.
b. Penetapan hasil finansial ini sering membuat manajemen merasa tertekan karena hasilnya kadang
tidak sesuai dengan yang ditetapkan.
c. Ukuran tidak diperbaharui, perusahaan terus menggunakan ukuran berdasarkan strategi yang lalu
sehingga tidak ada perubahan yang berarti.
d. Terlalu banyak penilaian, akan membawa dampak manajer kehilangan fokus karenamencoba
banyak hal sehingga tujuan utamanya terkadang tidak tercapai.
e. Kesuluitan dalam mentyeapkan pertukaran, kombinasi ukuran finansial dan non finansial
membuat sulit untuk menetukan pertukaran antara ukuran finansial dan non finansial.

10. Karakteristik pengendalian in teraktif yaitu:


a. Seperangkat informasi pengendalian, manajemen memberikan tanda mengenai ketidakpastian
strategik.
b. Eksekutif senior menangani informasi secara serius
c. Atasan, bawahan dan rekan kerja bertemu untuk menyimpulkan dan membahas implikasi dari
informasi bagi tindakan strategikdi masa datang.
d. Rapat terbentuk debat.