Anda di halaman 1dari 4

LEMBAGA SERTIFIKASI ORGANIK DI INDONESIA

1. Sucofindo

SUCOFINDO adalah salah satu dari lembaga sertifikasi pertama di Indonesia,


dengan cakupan sertifikasi sistem manajemen (mutu, lingkungan, kesehatan dan
keselamatan kerja), sertifikasi produk, HACCP, sertifikasi pangan organik, serta berbagai
sertifikasi yang lain. Kami memiliki auditor yang mempunyai kualifikasi yang lengkap
untuk berbagai sektor usaha.
Pengertian pertanian organik adalah sistem manajemen produksi holistik yang
meningkatkan dan mengembangkan kesehatan agro-ekosistem, termasuk keragaman
hayati, siklus biologi, dan aktivitas biologi tanah. Pertanian organik memprioritaskan
pemanfaatan bahan-bahan yang tersedia di lokasi setempat.
SUCOFINDO melakukan audit untuk memastikan dipenuhinya persyaratan SNI
01-6729-2002 dan berdasarkan hasil audit yang memuaskan akan diterbitkan Sertifikat
Pangan Organik.
2. Mutu Agung Lestari

lembaga sertifikasi pertama di Asia Pasifik yang diakui sebagai lembaga


sertifikasi oleh Kementrian Pertanian, kehutanan, dan perikanan Jepang untuk menangani
sertifikasi JAS (Japan Agriculture System). Dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di
bidang testing, inspeksi, dan sertifikasi dengan lebih dari 1500 klien dari Indonesia dan
Bagian Asia Pasifik di sektor forestry, plantation, agrikultur, mining, marine, perikanan,
lembaga pemerintahan, dan berbagai industri lainnya. Merupakan laboratorium uji
kalibrasi pertama yang diakui oleh KAN.
3. Inofice

Inofice Adalah Lembaga Sertifikasi Organik yang telah mendapat verifikasi Otoritas Kompeten Pangan
Organik (OKPO) Kementrian Pertanian RI pada tanggal 26 Nopember 2007 dengan nomor verifikasi : OKPO-LS-003.
Pada tanggal 5 Nopember 2008 telah mendapatkan akreditasi dari Komite Akreditasi Nasional (KAN) dengan nomor :
LSPO-003-IDN.
INOFICE melayani Sertifikasi Pertanian Organik berdasarkan SNI 01-6729-2013 kepada petani, produsen, maupun
pihak lain di dalam dan luar negeri. Ruang lingkup sertifikasi 1) Tanaman dan Produk Tanaman, 2) Ternak dan
Produksi Hasil Ternak Susu, 3) Pupuk dan Pestisida Organik dan 4) jaminan Integritas Prouk Organik Impor.
4. Biocert Indonesia

BIOCert adalah lembaga inspeksi dan sertifikasi organik dan ecososial [produksi
ramah lingkungan dan bertanggungjawab secara sosial]. BIOCert merupakan anggota dari
Cert All [Certification Alliance], yaitu aliansi lembaga sertifikasi pangan organik di Asia
Pasifik untuk memberikan layanan inspeksi dan sertifikasi organik untuk pasar nasional,
ASEAN, Uni Eropa, Swiss, Amerika Serikat dan Kanada.

BIOCert telah terakreditasi ISO 17065 oleh Komite Akreditasi Nasional sebagai
lembaga sertifikasi organik nomor LSO-006-IDN sejak tahun 2006 dan oleh IOAS untuk
lingkup sertifikasi organik Uni Eropa dan Kanada [Canada Organic Regime].

5. LSO Sumatra Barat


Didirikannya LSO Sumbar oleh Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi
Sumatera Barat merupakan langkah kongkrit untuk mengembangkan pertanian organik dalam rangka
mencapai visi terwujudnya rumah tangga petani yang sejahtera

LSO Sumbar didirikan berdasarkan SK Gubernur Sumatera Barat Nomor 520-24-2007 tanggal
13 Februari 2007 dan telah diverifikasi oleh Otoritas Kompeten Pangan Organik (OKPO) Departemen
Pertanian RI pada tanggal 26 November 2007 dengan Nomor Verifikasi OKPO-LS-004. Pada tanggal
5 November 2008 telah diakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional dengan nomor sertifikat LSPO-
004-IDN yang berlaku sampai tanggal 25 November 2011. Tahun 2012 LSO Sumbar memperoleh
sertifikat re-akreditasi pertama dari Komite Akreditasi Nasional dengan nomor register yang sama
LSPO-004-IDN terhitung sejak tanggal 15 Maret 2012 s/d 14 maret 2016 dan pada tahun 2016 LSO
Sumbar kembali mendapatkan sertifikat re-akreditasi kedua dari Komite Akreditasi Nasional yang
berlaku dari tanggal 28 Juli 2016 s/d 27 Juli 2020. LSO Sumbar yang merupakan satu-satunya Lembaga
Sertifikasi Organik milik pemerintah dari 8 Lembaga Sertifikasi Organik yang ada di Indonesia.
Ruang lingkup sertifikasi LSO Sumbar meliputi Produk segar tanaman pangan, palawija,
hortikultura dan perkebunan serta pupuk organik. Sampai saat ini LSO Sumbar telah mensertifikasi
sebanyak 61 klien diantaranya 56 di Sumatera Barat dan 5 di luar Sumatera Barat yaitu 1 klien di Pagar
Alam Prov.3 (Catur)

6. LSO Seloliman

LeSOS adalah salah satu organisasi pertama di Indonesia yang khusus memberikan sertifikat
produk organic, sejak November 2007. LeSOS mendapat verifikasi dari Otoritas Kompeten Pertanian
Organik (OKPO) Departemen Pertanian dan Perkebunan di Indonesia pada tahun 2009. LeSOS juga telah
terakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN) sebagai salah satu lembaga sertifikasi pangan organik
di Indonesia. Jadi LeSOS adalah lembaga yang independen dalam memberikan sertifikat organik untuk hasil
pertanian di Indonesia yang berhasil memenuhi standard pangan organic.

Sedangkan untuk sertifikat internasional atau produk ekspor, LeSOS bekerjasama dengan lembaga
sertifikasi internasional di Switzerland (Bio-Inspecta) sebagai Partner Control Body (PCB) dengan tugas
melakukan inspeksi kepada operator Bio-Inspecta yang ada di Indonesia.

LeSOS didirikan dengan tujuan untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam
mendapatkan sertifikasi terhadap produk mereka. Sehingga qualitas organiknya tidak diragukan lagi dan
konsumen merasa aman untuk menggunakan produk organik.
7. LSO Persada
Ruang lingkup tanaman dan produk tanaman: ( Pangan, Palawija, Hortikultura, dan
Perkebunan). Produk Ternak dan hasil peternakan
Website yang berhubungan dengan isu-isu Pertanian Organik dan Fairtrade di tingkat dan
internasional

1. AOI
Keprihatinan terhadap kondisi lingkungan yang kian rusak, khususnya pertanian akibat praktik
praktik sarat kimiawi, pembangunan pertanian yang kurang mampu memerdekakan dan
mensejahterakan petani dan praktik perdagangan yang tidak adil membuat berbagai kalangan
masyarakat Indonesia tergerak untuk memperbaikinya. Dari berbagai pergumulan ide,
pengalaman lapangan dan kerja-kerja jaringan regional dan global, disepakati untuk membuat
inisiatif penguatan bagi gerakan pertanian organis dan perdagangan adil (fair trade).

Pertanian organik diyakini mampu mengatasi persoalan marjinalisasi lingkungan dan mendorong
kedaulatan petani. Sementara, praktik perdagangan yang adil diyakini mampu menjadi jembatan
bagi praktik tata niaga yang mensejahterakan petani dan pelaku lainnya. Karenanya, untuk
mewadahi upaya tersebut, didirikanlah Aliansi Organis Indonesia.

Aliansi Organis Indonesia (AOI) adalah organisasi masyarakat sipil yang berbadan hukum
perkumpulan, bersifat nir-laba dan independen. Didirikan tahun 2002, saat ini anggota AOI
berjumlah 79 ; terdiri dari 60 lembaga dan 19 individu, tersebar di 20 provinsi di Indonesia.
2. BSN Kan
Komite Akreditasi Nasional (KAN) adalah Lembaga di bawah dan bertanggung jawab kepada
Presiden Republik Indonesia dengan tugas utama memberikan akreditasi kepada Lembaga Penilai
Kesesuaian.
KAN mendapat pengakuan internasional melalui IAF / PAC Multilateral Recognition
Arrangement (MLA) untuk akreditasi Lembaga Sertifikasi Sistem Manajemen Mutu, Lembaga
Sertifikasi Sistem Manajemen Lingkungan, Lembaga Sertifikasi Produk dan Lembaga Sertifikasi
Sistem Manajemen Keamanan Pangan, serta mendapat pengakuan PAC MLA untuk Lembaga
Sertifikasi Person. KAN juga mendapat pengakuan internasional melalui ILAC / APLAC Mutual
Recognition Arrangement (MRA) untuk akreditasi Laboratorium Pengujian, Laboratorium
Kalibrasi, Laboratorium Medik dan Lembaga Inspeksi.
3. Kementan
Berdasarkan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor $% Tahun 2015 tentang Kementerian
pertanian, mempunyai tugas mnyenggarakan urusan pemerintahan di bidang pertanian untuk
membantu residen dalam menyelenggarakan pemerintahan Negara.
4. IFOAM
Federasi Internasional Gerakan Pertanian Organik (IFOAM) merupakan organisasi internasional
yang memberikan dukungan penuh terhadap sistem pertanian organik dan demokratis. Pada saat
ini IFOAM telah menyatukan lebih dari 750 organisasi yang ada di 116 negara.
5. Jaker PO
Jaker PO berfungsi sebagai system pendukung gerakan PO di Indonesia. Dalam menjalankan
fungsinya, Jaker PO melakukan advokasi kebijakan, dukungan bagi gerakan PO di tingkat basis dan
mengembangkan jaringan untuk mendukung kegiatan anggota.