Anda di halaman 1dari 13

TUGAS 7

NAMA : VERA FEBRIANI


NRP : 142017004
DOSEN : RENY KARTIKA SARY, ST.,MT

PRINSIP DAN METODE MENATA

A.DEFINISI :
1. Definisi Prinsip
Dalam kamus besar Bahasa Indonesia, Prinsip berarti asas (kebenaran yang menjadi pokok
dasar berpikir, bertindak, dan sebagainya); dasar

2. Definisi Metode
Dalam kamus besar Bahasa Indonesia, metode berarti cara teratur yang digunakan untuk
melaksanakan suatu pekerjaaan agar tercapai sesuai dengan yang dikehendaki; cara kerja
yang bersistem untuk memudahkan pelaksanaan suatu kegiatan guna mencapai tujuan yang
ditentukan

3. Definisi Menata
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, menata berarti mengatur; menyusun; membenahi

4. Definisi Prinsip-prinsip penataan ruang


Prinsip-prinsip penataan ruang adalah asas-asas dan cara-cara yang harus diperhatikan dan
dilakukan dalam melakukan sebuah penyusunan ruang.

B. PELAKSANAAN PRINSIP DAN METODE MENATA


Pelaksanaan prinsip dan metode menata, terbagi atas ;
1. Unsur
2. Kualitas
3. Kriteria

1
4. Elemen-elemen dalam penataan

Azaz mengatur akan diterapkan pada azaz


Azaz merancang merupakan bagian dari
merancang arsitektur
azaz mengatur

Seorang perancang harus sadar akan azaz Keteraturan meliputi tiga pokok : Unsur,
mengatur Kwalitas dan Kriteria.

Perancang harus memahami pertalian antara


Kriteria adalah cara untuk mengubah kwalitas unsur, kwalitas dan kriteria
yang merupakan unsur dasar pengaturan

Contoh situasi merancang, mengatur buku Untuk memahami pengertian keteraturan,


pada meja kita harus menguraikan semua pembentuk
tersebut

2
1. Unsur

Unsur merupakan bagian terkecil dari suatu benda. Unsur haruslah diatur, ditata, atau di
organisasikan agar memancarkan kesan kesatupaduan, irama, dan keseimbangan

Kenali dengan seksama unsur yang


hendak diatur. Dan untuk membentuk
suatu pertalian diperlukan 2 unsur atau
lebih.
Sebuah unsur dapat berupa bagian
keseutuhan, satu keseutuhan sendiri, atau
kelompok keseutuhan.
Agar dapat digabungkan dalam suatu
susunan, semua unsur harus memiliki
kwalitas yang sama.

UNSUR KWALITAS

Untuk mencapai kesatuan dalam sebuah komposisi masing-masing unsur harus ditakar,
sehingga perbandingan masing-masing unsur itu dalam proporsi yang tepat. Dalam
mencapai komposisi yang baik kadang-kadang diperlukan sebuah penambahan agar
susunannya memiliki kekuatan tersendiri yang sering disebut dengan istilah aksen.

Kehadiran aksen akan menimbulkan daya tarik yang lebih besar ke arah bagian yang
diberi aksen itu. Apabila dalam komposisi hanya diletakkan satu saja aksen yang kuat, maka
bagian itu akan menjadi centre of interest atau pusat perhatian.

3
Contoh Unsur :
Satu keseutuhan Keseutuhan Keseutuhan kelompok

Satu keseutuhan Keseutuhan Keseutuhan kelompok

Contoh Unsur Pada Bangunan :

1. Semen

Semen adalah suatu bahan perekat


hidrolis berupa serbuk halus yang dapat
mengeras apabila tercampur dengan air.

Semen terdiri dari batu lapur / gamping


yang mengandung kalsium oksida (CaO),
tanah liat (lempung) yang mengandung
silika oksida (SiO2), aluminium oksida
(Al2O3), besi oksida(Fe2O3) dan gips yang
berfungsi untuk mengontrol pengerasan.

4
Semen memiliki 4 unsur pokok, yaitu : 3. Bila perlu ditambahkan pasir kwarsa
1. Batu kapur (Cao) sebagai sumber / batu silika, ini di tambahkan
utama, terkadang terkotori oleh apabila pada tanah liat mengandung
SiO2, Al2O3, dan Fe2O3. sedikit SiO2.
2. Tanah liat yang mengandung 4. Pasir besi / biji besi, ini ditambahkan
senyawa SiO2, Al2O3, dan Fe2O3. apabila tanah liat mengandung
sedikit Fe2O3.

2. Kualitas
Kualitas adalah dasar untuk mengatur unsur.
Kualitas harus cukup khas sehingga
perbedaanya dapat dikenali untuk dasar
pengatur.

Kualitas merupakan faktor-faktor yang


terdapat dalam suatu barang atau hasil
yang menyebabkan barang atau hasil
tersebut sesuai dengan tujuan untuk apa
barang atau hasil dimaksudkan atau
dibutuhkan

Yang dimaksud faktor-faktor disini adalah sifat-sifat yang dimiliki oleh barang tersebut.
Seperti wujudnya, komposisi, kekuatan dan sebagainya. Jadi kualitas suatu barang
tergantung pada sifat-sifat yang dimiliki oleh barang yang bersangkutan.

Contoh Kualitas pada Bangunan:


Kualitas atau mutu menurut Smith (1995) adalah kemampuan untuk mengatur proyek
dan menyediakan produk (barang atau jasa) sesuai keinginan pengguna, pada saat yang
tepat, sesuai anggaran yang tersedia, sedapat mungkin dengan keuntungan (profit) yang
tinggi.

Dan dalam bangunan ada kualitas yang paling penting untuk diperhatikan yaitu bahan dan
material yang digunakan serta bagaimana proses atau pengerjaan bangunan. Secara umum
kualitas bangunan/konstruksi dapat ditentukan berdasarkan 3 (tiga) komponen, yaitu:

1. Komponen Arsitektur, adalah komponen pembentuk ruang (space) dan elemen


estetika bangunan.
Contoh: dinding, kusen pintu & jendela, penutup lantai, dst.

2. Komponen Struktur, adalah komponen yang berfungsi menerima, memikul, dan


menyalurkan beban agar komponen arsitektur (bangunan) kuat dan stabil.
Contoh: pondasi, kolom, balok, pelat, kuda-kuda, dst.

5
3. Komponen Pelengkap, adalah komponen pelengkap komponen arsitektur dan
struktur agar bangunan lebih nyaman, aman, dst.
Contoh: Mekanikal: plumbing, sistem air bersih, sistem air kotor, dst.
Elektrikal: listrik, telepon, LAN, dst.

Komponen Arsitektur Komponen Struktur

Komponen Elektrikal dan Mekanikal

3. Kriteria
Kriteria merupakan ukuran yang menjadi suatu dasar dalam penilaian atau penetapan
sesuatu. Kriteria dapat mementukan cara pengaturan unsur. Kriteria menyatakan pertalian
antara unsur berdasarkan kedudukan unsur yang satu terhadap yang lain.

6
Kriteria berdasarkan kedudukan :

Kedudukan berdasarkan Kedudukan berdasarkan Kedudukan berdasarkan


Waktu Ruang Nilai

Ringkasan

Dalam pekerjaan merancang terdapat 3 hal penting yang harus diperhatikan seorang
perancang, yaitu :

1. Tetapkan unsur penentu yang akan diatur


2. Pilih kualitas unsur yang tepat sebagai dasar pengaturan
3. Tentukan cara untuk mengatur unsur-unsur dengan tepat.

Contoh Kriteria :

1. Kayu

Kayu adalah bagian batang atau cabang serta ranting tumbuhan yang mengeras karena
mengalami lignifikasi (pengayuan). Penyebab terbentuknya kayu adalah akibat akumulasi
selulosa dan lignin pada dinding sel berbagai jaringan di batang.

Sifat mekanis ada beberapa macam yang berhubungan dengan macam penggunaannya
antara lain sebagai bahan bangunan, misalnya untuk tiang diperlukan data keteguhan tekan
sejajar serat, untuk kuda-kuda diperlukan data keteguhan lentur static, keteguhan tekan
sejajar serat, keteguhan geser.

Kayu

7
Balai penyelidikan Kehutanan Bogor telah mengklasifikasi kayu di Indonesia dalam 5 kelas
keawetan berdasarkan kriteria :
Pengaruh kelembaban/kayu diletakkan di tempat yang lembab.
Pengaruh iklim dan panas matahari tetapi terlindung terhadap pengartuh air.
Pengaruh iklim, tetapi terlindung terhadap panas matahari.
Terlindungi dan terawat baik.
Pengaruh rayap dan serangga lainnya.

4. Elemen-elemen dalam Penataan


Unsur, kualitas dan kriteria yang sudah
ditentukan kemudian digabungkan
menjadi sebuah rancangan bangunan.

Berdasarkan masalah yang ada, perancang


harus menentukan tata atur menurut
pentingnya.

Menentapkan masalah mana yang lebih


mendesak serta memilih unsur, kualitas
dan kriteria yang pokok akan
menghasilkan pengutamaan satu (atau
lebih) tata atur. Keseluruhan proses ini
disebut mensitesis bangunan

Unsur, kualitas dan kriteria dapat dikelompokan dalam 5 elemen tata atur

Tata atur
White(1973) mengatakan bahwa dalam mendesain bangunan harus melibatkan kelima
elemen tata atur. Kelima elemen tersebut adalah:
a. Fungsi
b. Ruang
c. Geometri

8
d. Tautan
e. Pelingkup

Merancang adalah proses dari mengatur, dan membentuk tautan yang membuat pekerjaan
merancang selanjutnya menjadi berarti. Sehingga untuk menampung keragaman dalam
pengaturan, pengetahuan merancang harus disajikan sebagai informasi yang dipelajari,
masuk akal dan dapat dinalar.

Tata atur membentuk tautan sebagai tempat untuk mempelajari pembuatan alternatif
rancangan, alat merancang, dan sikap serta pola pikir yang optimal dalam merancang. Karena
pada dasarnya merancang adalah proses penyusunan unsur sehingga menjadi suatu hubungan
yang bermakna. Tata atur merupakan sarana untuk membahas apa yang harus dirakit, dan
mengapa unsur bangunan harus berhubungan menurut pola tertentu.

Tata atur sebagai konsep juga bertujuan agar konsep merancang tidak dianggap
ketat, kaku, membosankan, tak bercipta, dan seperti mesin.

9
FUNGSI

1. Unsur
Unsur dalam arsitektur terbagi menjadi :

Unsur Garis
Garis merupakan elemen penting dalam
seluruh formasi konstruksi visual. Sebuah
garis memiliki panjang dan arah, namun
tidak memiliki lebar dan kedalaman.

Unsur Bentuk
Bentuk adalah segala hal yang memiliki
diameter tinggi dan lebar.Bentuk menurut
kamus adalah lengkung , keluk , lentur ,
wujud atau rupa.
Unsur Ruang
Sebuah bidang yang diperpanjang ke arah
selain arah hakikatnya akan menjadi
sebuah ruang (volume

Unsur Bidang
Sebuah garis jika diperpanjang ke arah
selain arah hakikatnya, maka ia akan
menjadi sebuah bidang.

Unsur Tekstur
Kualitas visual dan terutama indera
sentuhan yang diberikan pada suatu
permukaan melalui ukuran, bentuk dasar,
tatanan dan proporsi bagian-bagiannya.

Unsur Warna
Warna merupakan atribut terjelas dalam
membedakan sebuah bentuk dari
lingkungannya. Ia juga merupakan beban
visual sebuah bentuk.

10
2. Kualitas
Kualitas merupakan faktor-faktor yang
terdapat dalam suatu barang atau hasil
yang menyebabkan barang atau hasil
tersebut sesuai dengan tujuan untuk apa
barang atau hasil dimaksudkan atau
dibutuhkan
Kualitas dalam arsitektur, khususnya pada sebuah bangunan dapat dilihat dengan :

1. Hal yang mempengaruhi kekuatan konstruksi suatu bangunan


Mutu bahan atau material.
Cara pelaksanaan konstruksi.
Operasional dan pemeliharaan.

2. Cara menilai suatu konstruksi bangunan dapat dikatakan baik atau buruk
Kalau desainnya sudah memenuhi ketentuan yang sudah berlaku atau peraturan-
peraturan yang berlaku, maka selanjutnya perlu dilihat mutu bahan atau materialnya.
Dan yang terpenting juga adalah bagaimana pelaksanaannya di lapangan.

3. Standar- standar yang dapat diterapkan dalam menilai kualitas konstruksi suatu
bangunan diantaranya adalah
Standar desain- dimana Lembaga berwenang telah mengeluarkan beberapa standar
desain seperti peraturan kayu, standar tata cara perhitungan struktur beton untuk
bangunan gedung, standar tata cara perencanaan struktur baja untuk bangunan gedung)

4. Mekanisme untuk uji kelayakan suatu bangunan dari segi kekuatan dan keamanan serta
kenyamanan adalah
Apabila suatu konstruksi bangunan pelaksanaan pekerjaan telah sesuai dengan yang
telah direncanakan, dimana telah memenuhi standar-standar yang telah ditetapkan,
termasuk pemilihan bahan dan metode pelaksanaannya bangunan tersebut akan kuat
dalam memikul beban rencana, dan aman serta nyaman untuk dihuni atau dipakai untuk
kegiatan lain sesuai rencana fungsi bangunan.

Material Bangunan

11
3. Kriteria
Kriteria arsitektur yang akan dijelaskan, yaitu:

1. Human Issues
Function (Fungsi) : Mewadahi Phsycological (Psikologi):Pemaha
tujuan dan kegunaan untuk man perasaan penghuni dalam
aktivitas manusia. bangunan.
Social (Sosial) : Hubungan social
untuk mencapai tujuan penghuni
secara efektif.
Physical (Fisik) : Bagaimana bentuk
bangunan yang sesuai dengan
karakteristik fisik penghuni.
Physiological (Fisiologi)
:Pemahaman karakteristik sifat
penghuni.

2. Environmental Issues
Site (Situs) : Struktur permukaan Waste (Limbah) : Tempat
bumi yang akan ditempati suatu pembuangan limbah tak berguna dari
bangunan. suatu bangunan.
Climate (Iklim) : Iklim dan cuaca
yang memengaruhi suatu bangunan.
Context (Konteks) : Situasi
lingkungan yang berhubungan
dengan situasi kejadian.
Resources (Sumber):Ketersediaan
sumber daya alam sekitar.

3. Cultural Issues Legal (Hukum) :Peraturan-


Historical (Sejarah) :Latar peraturan yang berlaku saat proses
belakang suatu daerah. pembuatan bangunan.
Institutional (Kelembagaan)
:Hubungan kegiatan klien yang
berterusan.
Political (Politik) :Pembuatan
bangunan yang harus dengan
proses politik.

12
4. Technological Issues
Material : Bahan-bahan yang akan membangun suatu konstruksi
digunakan pada konstruksi bangunan. bangunan.
Sistem : Sistem mekanik, pipa,
elektrik pada konstruksi suatu
bangunan.
Proses : Cara atau proses yang
dijalani dalam merancang atau

5. Aesthetic Issues
Form (Bentuk) :Penyesuaian
bentuk-bentuk bangunan sesuai
dengan preferensi bangunan.
Space (Ruang) :Penataan
perlengkapan dalam menciptakan
rasa ruang.
Meaning (Pemaknaan) :Preferensi
klien mengkomunikasikan bentuk
bangunan kepada orang lain.

13