Anda di halaman 1dari 3

Minnesota, Mining and Manufturing Corporation (3M) didirikan pada tahun 1992.

Pendiri dan CEO nya adalah Willian L. Mc Knight , yang dikenal sebagai pendiri spiritual
perusahaan, memperkenalkan kebijkan dan filosofi yang dianggap bertanggungjawab atas
kemampuan 3M untuk melakukan inovasi secara konsisten. Manajemen saat ini terus
menerima dan memperluas kebijakan filosofi tersebut, karena percaya bahwa inovasi
merupakan tonggak kesuksesan masa depan 3M

Pada tahun 2000 3M mendapatkan pendapatan penjualan $16,7 milliar,perusahaan


tersebut memproduksi lebih dari 60.000 produk, $ 5,6 milliar dollar atau 35% nya berasal
dari penjualan produk yang diperkenalkan selama 4 tahun lalu, $1,5 milliar berasal dari
produk yang diperkenalkan selama tahun 2000. Pendapatan ini berasal dari 6 segmen bisnis
3M, yaitu: industrial (pita, amplas dan perekat);transportasi, grafis, dan keselamatan kerja;
perawatan kesehatan (termasuk perlengkapan medis dan operasi serta pembungkus popok
sekali pakai); konsumen dan perkantoran; listrik dan komunikasi; dan bahan baku khusus.
Perusahaan-perusahaan yang berbisnis di luar Amerika Serikat menghasilkan 53% daei total
penjualan bersih dan 63% dari total laba operasi perusahaan.

3M mengidentifikasi 21 merk lama dan merek baru yang strategis. Beberapa


mereknya yang terkenal antara lain pita perekat Scotch, produk pembersih Scotch-Brite, dan
kertas memo tempel Post-it. Merek-merek baru meliputi penguatan tampilan Vikuiti, solusi
jaringan serat optik Volition, bahan perekat Command, dan produk P3K Nexcare.

3M telah melembagakan budaya perusahaan yang mengembangkan kewirausahaan.


Perusahaan menerapkan struktur organisasi vertikal, dengan bisnis dibentuk berdasarkan
teknologi dan pasar. Dalam periode yang sama, tingkat pengembalian atas ekuitas (ROE)
untuk perusahaan tersebut memiliki rata-rata 22,2%.

Ini adalah berbagai kebijakan dan filosofi 3M:

1. 15 Percent Option (Opsi 15%)


Karyawan diberikan 15% dari waktu kerja mereka dalam1 minggu untuk
melaksanakan proyek individual mereka sendiri.
2. 30 Percent Rule (Peraturan 30 %)
30% dari pendapatan unit bisnis berasal dari berbagai produk yang diperkenalkan
dalma jangka waktu 4 tahun terakhir. Bonus unit bisnis didasarkan pada seberapa
sukses setiap manajer mencapai cita-cita ini.
3. Dual-Ladder Career Path (Jenjang karir 2 tangga)
Tangga jenjang karier terdiri dari 2 yaitu: tangga karier teknik dan tangga karier
manajamen. Keduanya memiliki peluang kemajuan yang sama sehingga karyawan
bisa memilih sesuia minat mereka.
4. Seed Capital (Modal awal)
Pencipta produk meminta produk dari manajer unit bisnis mereka untuk
mengembangkan produk mereka.
5. Tolerance for Failure (Toleransi terhadap kegagalan)
Jika inovasi mereka tidak berhasil maka anggota tim dijamin mendapatkan kembali
pekerjaan mereka.
6. Reward for Success (Penghargaan atas keberhasilan)
Ketika inovasi mereka mencapai target pendapatan tertentu, para anggota memperoleh
kenaikan gaji, promosi dan pengakuan.
7. R&D Spending (Pengeluaran penelitian dan pengembangan)
3M mengeluarkan 6-7% dari penjualan untuk penelitian dan pengembangan.
8. Three-Tiered Research (Penelitian tiga tingkat)
Laboratorium Unit Bisinis: produk jangka pendek
Laboratorium Sektor: 3-10tahun untuk umur hidup produk
Laboratorium Korporat: sampai dengan 20 tahun
9. Technology Forums (Forum Teknologi)
Mendukung forum formal dan informal untuk membagi pengetahuan.
10. Customer Contact (Kontak Pelanggan)
Ilmuan bertemu secara teratur untuk mempelajari bagaimana mereka menggunakan
produk 3M.
Soal: Evaluasi kebijakan dan filosofi dari perusahaan 3M dari titik pandang untuk membantu
perusahaan menerapkan strateginya dengan berakar pada inovasi!

Jawaban:

Kelebihan
Berdasarkan segmen bisnis dari 3M Corporation, yaitu transportation, graphics,
safety, healthcare, consumer and office, electro and communication, dan specialty materials,
3M mungkin memiliki strategi korporat berupa unrelated diversification. Idealnya,
perusahaan dengan strategi korporat tersebut memiliki sistem strategic planning yang bersifat
vertikal. Artinya, setiap segmen diberi kewenangan untuk menentukan rencana strategik
masing-masing untuk kemudian dievaluasi dan disetujui oleh manajemen level korporat. Dari
segi business unit level, 3M terlihat memiliki competitive advantage dengan memilih strategi
diferensiasi.
Perusahaan 3M memberikan pelatihan kewirausahaan secara langsung kepada
karyawannya. Sehingga, perusahaan 3M tidak hanya mempekerjakan pekerjanya, perusahaan
juga memberikan pekerjanya untuk berkembang. Dalam hal ini, perusahaan mendukung
karyawan untuk berinovasi dalam menciptakan produk. 3M memberikan toleransi terhadap
kegagalan produk, dan bahkan menganggap jika kegagalan dapat berubah menjadi
keberhasilan. Pelatihan pelatihan informal dan formal perusahaan melalui forum teknologi
juga dapat memberikan efek kepada para karyawannya. Pelatihan ini dapat menambah
pengetahuan karyawan untuk kemudian meningkatkan kinerja mereka sehingga juga
berdampak kepada keberhasilan perusahaan.

Kekurangan
- Manajemen pusat tidak memberikan batasan maksimal untuk kegagalan inovasi yang
dibuat oleh karyawan. Hal ini akan menyebabkan perusahaan mengalami pengeluaran
yang sia sia.
- Karyawan yang diberikan kebebasan untuk berinovasi pertanggung jawabannya
terhadap manajemen kurang jelas.
- Perusahaan terlalu mengikuti keinginan pasar. Hal ini akan membuat perusahaan 3M
terlalu banyak memiliki produk. Dan juga akan selalu menjadi follower pasar
bukannya menjadi trend bagi pasar.