Anda di halaman 1dari 2

Tugas Individu

Nama : Fifi Yuliana


NIM : 155020301111003
Kelas: Akuntansi Pertanggungjawaban Sosial CC

1. Laporan Keuangan dan Pelaporan


Menurut Financial Repoting Council Australia, pelaporan keuangan dapat
dikatakan sebagai proses periodik untuk menyediakan informasi di laporan keuangan
(termasuk catatannya) tentang posisi dan kinerja keuangan dari entitas pelaporan
kepada pihak (pengguna) di luar entitas tersebut untuk membantu mereka dalam
membuat keputusan tentang alokasi sumber daya yang langka. Pelaporan keuangan
adalah laporan keuangan yang ditambah dengan informasi-informasi lain yang
berhubungan, baik langsung maupun tidak langsung dengan informasi yang
disediakan oleh sistem akuntansi keuangan, seperti informasi tentang sumber daya
perusahaan, earnings, current cost, informasi tentang prospek erusahaan yang
merupakan baian integral dengan tujuan untuk memenuhi tingkat pengungkapan
yang cukup (Yadiati, 2007).
Laporan keuangan merupakan salah satu bagian dari siklus akuntansi,
dimana pada laporan keuangan memberikan suatu informasi yang berisi tentang hasil
dari kinerja suatu perusahaan. Sedangkan menurut Pernyataan Standar Akuntansi
Keuangan (PSAK) No. 1 (2015: 1), laporan keuangan adalah penyajian terstruktur
dari posisi keuangan dan kinerja keuangan suatu entitas.
Pelaporan keuangan meliputi segala aspek yang berkaitan dengan penyediaan
dan peyampaian informasi keuangan. Aspek-aspek tersebut antara lain lembaga yang
terlibat (misalnya penyusunan standar, badan pengawas dari pemerintah atau pasar
modal, organisasi profesi, dan entitas pelapor), peraturan yang berlaku termasuk
PABU atau prinsip akuntansi berterima umum (Kadarsih, 2015). Laporan keuangan
merupakan bagian dari proses pelaporan keuangan. Menurut Kieso dkk, tujuan
laporan keuangan adalah memberikan informasi pelaporan keuangan bagi pengguna,
maka laporan keuangan adalah sarana pelaporan. Laporan keuangan biasanya terdiri
atas laporan posisi keuangan, laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain,
laporan perubahan ekuitas, laporan arus kas, catatan atas laporan keuangan, serta
informasi komparatif mengenai periode sebelumnya.

2. Informasi dan pertanggungjawaban


Menurut Davis yang dikutip oleh Abdul Kadir (2003: 28) informasi adalah
data yang telah diolah menjadi sebuah bentuk yang berarti bagi
penerimanya dan bermanfaat bagi pengambilan keputusan saat ini atau saat
mendatang. Dalam kaitannya dengan financial reporting, informasi keuangan dapat
dimaknai sebagai data keuangan yang sudah diolah sedemikian rupa untuk dapat
digunakan sebagai bahan pengambilan keputusan, baik oleh internal maupun
eksternal perusahaan.
Pertanggungjawaban berasal dari kata dasar tanggung jawab. Pengertian
tanggung jawab dalam Kamus Umum Bahasa Besar Indonesia adalah keadaan
dimana wajib menanggung segala sesuatu, sehingga berkewajiban menanggung,
memikul jawab, menanggung segala sesuatunya atau memberikan jawab dan
menanggung akibatnya (dalam Muttaqien). Adapun tanggung jawab secara definisi
merupakan kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatan baik yang disengaja
maupun yang tidak di sengaja.
Perusahaan dituntut untuk mengindahkan etika bisnis. Dalam hubungannya
dengan investor, kreditur dan stakeholder lainnya, perusahaan wajib menyampaikan
informasi-informasi baik keuangan maupun nonkeuangan sebagai bentuk
pertanggungjawaban perusahaan. Hal ini akan mempengaruhi akuntabilitas
perusahaan. Semakin baik kinerja, semakin terbuka akses terhadap informasi,
semakin baik pula reputasi perusahaan di mata para stakeholder.
3. Performa dan Kinerja
Performa kerja didefinisikan sebagai nilai total yang diharapkan organisasi
dari episode perilaku-perilaku berbeda yang dilakukan individu dalam standar
periode waktu tertentu (Borman, 2003 dalam artikel Ahmad Fuady). Sedangkan
kinerja merupakan hasil atau keluaran dari suatu proses (Nurlaila, 2010:71). Kinerja
adalah kuantitas atau kualitas sesuatu yang dihasilkan atau jasa yang diberikan oleh
seseorang yang melakukan pekerjaan (Luthans, 2005:165). Dari definisi diatas dapat
disimpulkan bahwa performa kerja merupakan standar yang diharapkan suatu entitas
sedangkan kinerja merupakan nilai seseorang yang bekerja di suatu entitas yang
dibandingkan dengan standar yang diharapkan entitasnya.

Referensi:
Australian Financial Reporting Council. 2012 (terakhir direvisi). What Do We Mean by
the Term Financial Reporting, Especially in Relation to Integrated Reporting?.
Online (www.frc.gov.au)
Dewi, Yunita Sari. 2015. Penerapan Akuntansi Pertanggungjawaban Pada Informasi
Akuntansi Sebagai Alat Penilaian Kinerja Manajer Pusat Biaya. Universitas Dian
Nuswantoro. Online (mahasiswa.dinus.ac.id)
Davis, Gordon B. 2002. Kerangka Dasar: Sistem Informasi Manajemen, Bagian I
Pengantar. Seri Manajemen No. 90-A. Cetakan Kedua Belas. Jakarta: PT.
Pustaka Binawan Pressindo
Fuady, Ahmad. 2013. Performa Kerja, Kinerja, Unjuk kerja ataukah Tampilan Kerja.
Online (http://myindoconsulting.com/?p=358)
Ikatan Akuntan Indonesia. Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK)
Kadarsih, Mareta Lailatul. 2015. Pengaruh Good Corporate Governance (GCG)
Terhadap Ketepatan Waktu Penyampaian Laporan Keuangan (Pada Perusahaan
yang Listing di BEI Periode 2011-2013). Universitas Lampung: Fakultas
Ekonomi dan Bisnis. Online (digilib.unila.ac.id)
Kieso, Donald E., Jerry J. Weygandt., & Terry D. Warfield. (2011).Intermediate
Accounting IFRS Edition. Volume Pertama. United States of America: John
Wiley & Sons
Muttaqien, Noval. 2012. Mengenal Arti Kata Tanggung Jawab. Online
(https://www.kompasiana.com/nopalmtq/mengenal-arti-kata-tanggung-
jawab_5529e68b6ea8342572552d24)
Yadiati, Winwin. 2007, Teori Akuntansi Suatu Pengantar. Jakarta: Kencana