Anda di halaman 1dari 7
PENGELOLAAN BARANG TAMBANG SEBELUM DI-EKSPORT AGAR MEMILIKI NILAI JUAL YANG TINGGI DAN MENGGURANGI PENGGUNAAN BARANG
PENGELOLAAN BARANG TAMBANG SEBELUM DI-EKSPORT AGAR
MEMILIKI NILAI JUAL YANG TINGGI DAN MENGGURANGI PENGGUNAAN
BARANG TAMBANG SEBAGAI SALAH SATU CONTOH PENERAPAN DARI
PENGELOLAAN SUMBER DAYA ALAM BERKELANJUTAN
Tugas Mata Kuliah
Konservasi dan Rehabilitasi Sumber Daya Alam dan Lingkungan
Dosen
Dr. Ir. JOHANNA. M. ROTINSULU. MP
Oleh :
ROMIE HENDRAWAN
CFA 216 017
Latar Belakang Kekayaan alam yang dimiliki oleh Indonesia berupa hasil tambang banyak menarik para investor
Latar Belakang
Kekayaan alam yang dimiliki oleh Indonesia
berupa hasil tambang banyak menarik para
investor asing untuk berinvestasi di Indonesia.
Sehingga pertambangan menjadi salah satu
aspek investasi yang menjanjikan keuntungan
yang sangat besar bagi para aktor yang
berkecimpung di dalamnya.
Pemerintah Indonesia mengambil langkah tegas
untuk mengatur jalannya investasi dibidang
pertambangan di Indonesia yang diharapkan
dapat menjaga kepentingan nasional dan
ketahanan energi di Indonesia.
Untuk menjaga ketahanan energi nasional,
maka pemerintah mengeluarkan kebijakan yang
mengatur investasi energi di Indonesia dalam
bentuk peraturan yang tertuang dalam Undang-
Undang No. 4 tahun 2009 mengenai Undang-
Undang Minerba atau Mineral dan Batubara.
Rumusan Masalah
Rumusan Masalah
PEMBAHASAN 1. Perjalanan Peraturan Perundangan Mengenai Pelarangan Ekspor Barang Tambang Mentah. UU No.4 Tahun 2009
PEMBAHASAN
1. Perjalanan Peraturan Perundangan Mengenai Pelarangan Ekspor Barang Tambang
Mentah.
UU No.4 Tahun 2009 tentang
Minerba
Undang-undang ini sebenarnya
telah dirumuskan sejak tahun
2009 dan baru diberlakukan
Diperkuat dengan Peraturan
Pemerintah Nomor 23 Tahun 2010
tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha
Pertambangan Mineral dan Batubara.
pemegang IUP maupun kontrak karya
dll yang sudah berproduksi dilarang
mengeskpor mineral mentah (ore).
Deadline 12 januari 2014
SUDAH SIAPKAH
PERUSAHAAN
PERTAMBANGAN
?????
sejak tanggal 12 Januari 2014
Pasal 169 dan 170
.
Pemegang Kontrak Karya (KK)
.
Pasal 102, 103 dan 104
Mengharuskan agar semua bahan
tambang mentah diolah dan
dimurnikan menjadi barang jadi
sebelum diekspor ke luar negeri
Perjanjian Karya Pengusahaan
Pertambangan Batubara (PKP2B)
.
IUP
.
IUPK
Wajib Melakukan Pengolahan dan
Pemurnian di dalam negeri sebelum
diekspor paling lambat 5 tahun sejak
UU ini diterbitkan
Perjalanan Peraturan Perundangan Mengenai Pelarangan Ekspor Barang Tambang Mentah (Lanjutan). Belum sampai batas
Perjalanan Peraturan Perundangan Mengenai Pelarangan Ekspor Barang
Tambang Mentah (Lanjutan).
Belum sampai batas deadline yang
sudah ditetapkan, Pemerintah
"berbaik hati" kepada para
perusahaan tambang.
PP No.23 Tahun 2010 yang diperbaharui dengan PP No 1
Tahun 2014
Memberikan pengecualian kepada (KK) dan (PKP2B)
untuk menjalankan kewajiban tersebut paling lambat
tahun 2014 (masih diperbolehkan ekspor barang
tambang mentah sampai akhir 2014)
Peraturan ini memicu penolakan
dari sejumlah perusahaan
tambang yang tergabung dalam
asosiasi perusahaan tambang
mineral. Pemerintah pun kembali
berbaik hati
Permen No 11 tahun 2012.
pemagang IUP operasi produksi masih boleh melakukan
ekspor mineral mentah hingga tahun 2014
Apabila semua persyaratan terpenuhi, perusahaan
tambang mineral tetap boleh melakukan ekspor hingga
tahun 2017 asal membayar bea keluar
Pemerintah akhirnya menerbitkan
PP No.1/ 2017 sebagai revisi dari
PP No.1/2014 serta Permen ESDM
No 5 dan No 6 Tahun 2017
Melalui regulasi baru ini, Pemerintah memberikan izin
ekspor mineral logam dari hasil proses pengolahan
(memenuhi batas minimum pengolahan) berarti belum
melalui proses pemurnian, hingga 5 tahun kedepan
setelah membayar bea keluar.
Sehingga bisa dipastikan sampai tahun 2022
mendatang pelaksanaan dari Undang-Undang No 4
tahun 2009 belum akan bisa terealisasi secara penuh.
2. Hubungan Kebijakan pengelolaan barang tambang sebelum di ekspor sebagai salah satu contoh penerapan penggelolaan
2. Hubungan Kebijakan pengelolaan barang tambang sebelum di ekspor sebagai salah satu
contoh penerapan penggelolaan sumberdaya alam berkelanjutan.
Mendorong pengunaan
sumber energi alternatif
seperti bioethanol pengganti
bensin, biodiesel untuk
pengganti solar, tenaga panas
bumi, mikrohidro, tenaga
surya, tenaga angin, b bahkan
sampah/limbah pun bisa
digunakan untuk
membangkitkan listrik
Pihak perusahaan lebih
selektif dalam memilih lokasi
kegiatan pertambanganya
serta memperkecil wilayah
bukaannya, sehingga
penambangan secara
sporadis dapat dihindari
hk
PENGELOLAAN
SUMBERDAYA ALAM
BERKELANJUTAN
pihak perusahaan dapat
memanfaatkan barang
sisa (tailling) yang masih
memiliki nilai ekonomis
sehingga dapat
meningkatkan nilai jual
dari barang sisa tersebut
serta akan semakin
sedikit bahan yg
terbuang.
Penghematan ini merupakan
pelaksanaan dari prinsip Ekoefisiensi
yaitu suatu usaha untuk
mengefisiensikan penggunaan
sumber daya alam agar dapat
digunakan dalam jangka panjang,
karena sumber daya alam yang
termasuk golongan tidak bisa
diperbaharui harus digunakan
sehemat mungkin.
Menjaga sumberdaya alam
tambang dari kegiatan eksploitasi
secara besar-besaran dan menjaga
cadangan sumberdaya alam
tambang kita yang masih cukup
berlimpah ini agar masih dapat
dinikmati oleh generasi sekarang
dan generasi yang akan datang
(penghematan)