Anda di halaman 1dari 18

ASUHAN KEPERAWATAN

PADA AN. A DENGAN DIAGNOSA MEDIS


KEJANG DEMAM SEDERHANA (KDS) DI RUANG DADAP SEREP RSUD PANDAN
ARANG BOYOLALI

Tanggal/jam MRS : 03 Desember 2017 jam 18.00 WIB

Tanggal/jam pengkajian : 04 Desember 2017 jam 09.45 WIB

Metode pengkajian : Pemeriksaan fisik, anamnesa dan rekam medis

Diagnose medis : Kejang Demam Sederhana (KDS)

No. Registrasi : 1651xxx

I. KASUS ASUHAN KEPERAWATAN


A. PENGKAJIAN
1. IDENTITAS KLIEN
a. Nama : An. A
b. Tempat/tanggal lahir : Klaten, 3 November 2015
c. Umur : 2 tahun
d. Pendidikan : Belum sekolah
e. Alamat : Mlandang RT 09/RW 05 Sudior, Tulung, Klaten

f. Agama : Kristen
g. Nama ayah/ ibu : Ny. P
h. Umur : 33 tahun
i. Pekerjaan ayah : Swasta
j. Pekerjaan ibu : Ibu rumah tangga
k. Pendidikan ayah : SMA
l. Pendidikan ibu : SD
m. Agama : Islam
n. Alamat : Mlandang RT 09/RW 05 Sudior, Tulung, Klaten

o. Suku bangsa : Jawa

2. KELUHAN UTAMA
Demam
3. RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG
Ibu klien mengatakan, mengalami demam sejak hari Sabtu pagi sekitar jam
06.00 WIB lalu oleh ibu klien dilakukan kopres hangat dan dibawa ke tempat
praktik bidan dekat rumahnya dan saat diukur suhunya 400C diberi obat
parasetamol sirup. Demam sempat turun 390C namun pada hari minggu pukul

1
16.00 klien mengalami panas lagi disertai kejang-kejang selama 15 menit. Saat
kejang ibu hanya menjaga anaknya agar tidak jatuh dari tempat tidur, kejang
berhenti sendiri lalu klien dibawa oleh keluarga ke bidan pukul 16.30 WIB, dari
bidan klien tidak diberikan terapi namun langsung dirujuk ke IGD RSUD Pandan
Arang pada pukul 18.00 dilakukan pemeriksaan fisik dengan hasil suhu 40,2 0C,
badan teraba panas, anak compomentis, mual muntah (-). Lalu klien diberikan
terapi infus Asering 10 tp, inj. IV Antrain 100g/8 jam, stesolid syrup bila kejang
dan dilakukan pemeriksaan lab rutin.
Pada saat dilakukan pengkajian pada tangggal 04 Desember 2017 jam
09.45 WIB, klien teraba panas suhu 39,50C, rewel dan batuk pilek. Di ruangan,
klien mendapatkan terapi infus Asering 10 tpm, inj.IV antrain/8 jam, dan
ambroxol.
4. RIWAYAT MASA LAMPAU
Ibu klien mengatakan memiliki 4 orang anak dan an.A merupakan anak ke 4
nya. Dulu saat menjelang persalinan klien mengalami tekanan darah tinggi yaitu
160/90mmHg dan tidak ada tanda-tanda persalinan pada usia kehamilan 41
minggu. Bayi lahir sehat dengan persaliann post date dengan berat badan lahir
2600gr. Pada umur anaknya setahun, bayi sudah mengalami kejang sebanyak 2
kali pertama di usia 9 bulan dan 10 bulan. Setiap kejang diawali panas tinggi, kaki
tangan kaku, mata melotot ke atas, dan biasanya selama 15 menit berhenti dengan
sendirinya dan dibawa ke bidan untuk mendapatkan pengobatan biasanya
diberikan obat penurun panas parasetamol saja dan langsung sembuh. Pada 5
bulan yang lalu, anak baru saja dirawat di Rumah sakit karena mengalami muntah
berak di rawat selama 3 hari.

5. RIWAYAT KELUARGA
Ibu klien mengatakan, keluarga tidak mempunyai riwayat penyakit kejang. Hanya
memiliki riwayat penyakit hipertensi yaitu ibu dan kakek klien.

Keterangan :

2
: Laki-laki : Meninggal

: Perempuan : Klien

3
: Tinggal serumah

6. RIWAYAT SOSIAL
Klien dirawat oleh orangtua dan kakak-kakaknya selama di rumah. di asuh
oleh nenek dan kekeknya, kerna ayah dan ibun klien bercerai dan ibu klien sedang
bekerja di Jakarta. Klien sering beramin di luar ruah bersama teman-teman
sebayanya yang lain. Rumah klien menggunakan lantai kramik dan selalu di
bersihkan oleh kakaknya yang paling besar.

7. KEADAAN KESEHATAN SAAT INI


a. Diagnose medis
Kejang Demam Sederhana (KDS)
b. Tindakan operasi
Tidak ada

c. Obat obatan

No Nama obat Dosis Fungsi


.
1 Infus D5 12 tpm Untuk mengatasi
dehidrasi, menambah
kalori dan
mengembalikan
keseimbangan
elektrolit.
2 Inj. IV Pamol 3x125 g Sebagai obat penurun
panas (analgesik) dan
dapat digunakan sebagi
obat penghilang rasa
sakit dari segala jenis
seperti sakit kepala,
sakit gigi, nyeri pasca
operasi, nyeri
sehubungan dengan
pilek, nyeri otot pasca-
trauma, dll.
3 Sup. Stesolid 1 vial (jika Sebagai obat dari
golongan anxiolitik /
kejang)
anti-cemas, Diazepam
memiliki efek
penghilang cemas,
sedasi, hipnosis, anti-
kejang, dan pelemas
otot. Obat ini bekerja
langsung di otak yang
selanjutnya
memberikan efek
efek yang sudah
disebutkan
sebelumnya.

d. Hasil laboratorium
Tanggal 03-12-2017 jam 22:02

Jenis Pemeriksaan Hasil Satuan Nilai Normal


HEMATOLOGI
Darah lengkap
Hemoglobin 11.8 g/dl 14-18
Leukosit 8160 /Ul 4800-10800
LED 31 /mm 0-20

Hitung jenis sel


Eosinofil% 0.1 % 1-3
Basofil% 0.3 % 0-1
Neutrofil batang% % 1-6
Neutrofil segmen% 69.7 % 50-70
Limfosit% 22.4 % 20-40
Monosit 8.4 % 2-8
Hematokrit 37.4 % 42-52
Protein plasma g/dl 6-8
Trombosit 239 10^3/Ul 150-450
Eritrosit 4.27 10^6/Ul 4.7-6.1
MCV 77.1 Fl 80-100
MCH 26.4 Pg 27-32
MCHC 33.8 g/dl 32-36
RDW 14.3 %
SGOT 51
e. Hasil rotgen
Tidak ada
f. Data tambahan
-
8. PENGKAJIAN POLA FUNGSIONAL MENURUT GORDON
a. Pola persepsi kesehatan dan manajemen kesehatan
Ibu klien mengatakan, jika klien sakit terutama demam, klien langsung
membawa ke puskesmas.
b. Pola nutrisi/metabolic
Sebelum Sakit : Ibu klien mengatakan anaknya dirumah makan baik dengan
nafsu mkan baik. Ibu klien mengatakan anaknya makan nasi, lauk pauk dan
sayur tidak ada alergi pada makanan tertentu dengan intake cairan.
Selama sakit : Ibu klien mengatakan anaknya makan bak nafus makan baik
hanya saja anakanya tidak mau makan makanan dari RS dengan intak cairan.
c. Pola eliminasi
Sebelum sakit : Ibu klien menagatakan frekeusni BAB anaknya 2x sehari
dengan konsistensi lembek dan BAK 5-7x/hari tidak ada keluhan dalam BAB
dan BAK.
Selama sakit : Ibu klien menagatakan frekeusni BAB anaknya 1x sehari
dengan konsistensi lembek dan BAK 5-7x/hari tidak ada keluhan dalam BAB
dan BAK.
d. Pola aktivitas dan latihan
Sebelum Sakit : ibu klien mengatakan sebelum sakita anaknya beraktivitas
seoertibiasa yaitu bermain bersma dengan teman-teman sebayanya.
Selama sakit : Ibu klien mengatakan anaknya selama sakit anaknya harus
digendong jika mau kemana-mana.
e. Pola istirahat-tidur
Sebelum Sakit : Ibu klien mengatakan, jumlah jam tidur klien di rumah
dalam sehari 12 jam
Selama sakit : Ibu klien mengatakan selama sakit anaknya tidur seperti biasa.
Tidak ada kelihan
f. Pola persepsi-kognitif
Ibu klien mengatakan, jika anankya sakit mana ibu klien akan memebawanya
ke puskesmas.
g. Pola peran-hubungan
Ibu klien mengatakan hubungan klien dengan kakak klien akrab dan tidak ada
masalah
h. Pola seksualitas
Tidak ada
i. Pola nilai-keyakinan
Ibu klien mengatakan selalu berdoa untuk kesembuhan anaknya

9. PEMERIKSAAN FISIK
a. Keadaan umum : Baik
b. Kesadaran : Compos Mentis
c. Tanda-tanda vital : HR 105x/menit, RR 54x/menit, T 39.7 0C
d. TB/BB : 10,4 kg/
e. Lingkar kepala : Terlihat mormal, tidak ada pembesaran pada kepala.
f. Mata : Tampak bersih dan simetris, tampak berair, tidak ada
tanda-tanda peradangan seperti mata merah dan
keluar cairan seperti nanah / darah. Konjungtiva
tidak anemis, pupil tampak mengecil saat di beri
rangsangan cahaya ( 2 mm), mata klien dapat
melihat ke semua arah, kornea tampak bening,
sclera tidak ikterik.
g. Hidung : Tampak bersih dan simetris, tidak ada terlihat polip. Klien
dapat bernafas dengan menggunakan cuping hidung.
h. Mulut : Tampak bersih, warna bibir merah muda, gigi lengkap
luar dan graham, tidak ada perdarahan pada gusi,
lidah tidak kotor dan tidak tremor, mukosa
lembab, tidak ada stomatitis.
i. Telinga : Tampak bersih, bentuk daun telinga simetris, tidak ada
cairan yang keluar pada telinga, dan tidak ada
benjolan.
j. Tengkuk/leher : Tampak bersih, tidak ada terdapat lesi dan
benjolan/pembengkakan/massa, JVP (Jugularis
Vena Pressure)/ tekanan vena jugularis dapat
teraba, tidak terdapat nyeri tekan pada leher,
tidak ada kekauan pada leher .
k. Dada dan paru-paru
Inspeksi : Tampak simetris, perkembangan dada kiri dan kanan
sama, terdapat otot bantu nafas, tidak ada lesi dan
benjolan pada dada, terdapat suara nafas
tambahan (ronchi), pernafasan dangkal,
Perkusi : Terdapat bunyi sonor
Palpasi : Pengembangan dada kiri dan kanan sama
Auskultasi : Terdengar suara ronchi pada dinding dada bagian kanan.
l. Jantung
Inspeksi : Tidak terdapat iktus kordis
Palpasi : Tidak ada pembesaran jantung
Auskultasi : Terdengar bunyi jantung S1 S2 tunggal
m. Abdomen
Inspeksi : Tampak bersih, warna kulit sawo matang, tidak terdapat
lesi atau bekas luka operasi, tidak adanya benjolan
dan asites pada abdomen.
Auskultasi : Bunyi peristaltic usus terdengar 12x/menit
Palpasi : Teraba lembek pada kandung kemih, tidak terdapat massa
pada abdomen, tidak terdapat nyeri tekan, turgor
kulit abdomen kembali <2 detik,
Perkusi : Terdengar sonor pada bagian lambung, terdengar pekak
pada bagian hepar, terdengar suara tympani pada
usus.
n. Punggung : Tampak bersih, tidak terdapat lesi pada punggung, saat di
raba di seluruh tulang belakang, tidak ada terdapat
kelainan dan klien tidak terdapat nyeri
yang ditandai klien tidak menangis .
o. Genitalia : Tampak tidak ada kelainan, klien berjenis kelamin
laki-laki, tidak menggunakan kateter.
p. Ekstermitas : Tangan dan kaki kadang-kadang klien terlihat kaku
seperti kejang tonik. Tidak ada lesi, jari-jari klien
lengkap tangan dan kaki.
q. Kulit : Tampak bersih, warna kulit sedikit kemerahan , tidak
terdapat lesi pada seluruh kulit, kulit lembut dan
lembab. Akral teraba hangat
10. PEMERIKSAAN PERKEMBANGAN
a. Kemandirian dalam bergaul
- Klien tidak dapat membantu di rumah
- Klien tidak dapat menggunakan sendok garpu
- Klien tidak dapat membuka pakaian
b. Motorik halus
- Klien tidak dapat mengambil manik-manik ditunjukkan
- Klien tidak dapat menumpuk menara dua kubus
- Klien tidak dapat menumpuk menara dari 4 kubus
c. Kognitif dan bahasa
- Klien tidak dapat mengucapkan 3 kata
- Klien tidak dapat mengucapkan 6 kata
- Klien tidak dapat menunjuk 2 gambar
d. Motorik kasar
- Klien tidak dapat lari
- Klien tidak dapat menendang bola ke depan
- Klien tidak dapat berjalan naik tangga
B. ANALISA DATA

No Hari/ Data Masalah Etiologi Diagnose


tanggal
.
1. Senin, 04 DS Hipertermi Proses Hipertermi
- Ibu klien
Desember penyakit berhubungan
mengatakan, klien
2017 dengan
mengalami demam
pukul proses
sejak 2 hari yang lalu
09.45 penyakit
- Ibu klien
WIB
mengatakan, klien
mempunyai riwayat
kejang 2 kali pada
saat umur 1 tahun.
DO
- Akral teraba hangat
- Tanda-tanda vital :
RR 55x/menit
HR 108
T 39,5 0C
Sp02 98%
- Kulit tampak
memerah
- Turgor kulit <2 detik
- Mata tampak berair

2. Senin, 4 DS : Defisit Kurang Defisit


- Keluarga mengatakan tidak
Desember pengetahuan terpapar pengetahuan
mengetahui bagaimana
2017 tentang informasi tentang
Pukul penanganan awal saat anak
kejang
kejang
09.50 WIB terkena kejang demam.
demam
DO : demam
- Keluarga bertanya
- Tampak tertarik dengan berhubungan
pengetahuan kejang demam. dengan
Kurang
terpapar
informasi
C. DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. Hipertermi berhubungan dengan proses penyakit

2. Defisit pengetahuan tentang kejang demam berhubungan dengan kurang terpapar


informasi

D. INTERVENSI KEPERAWATAN

No Hari/ DiagnosA Tujuan dan Intervensi


tanggal (NIC)
. Keperawata Kriteria hasil
n (NOC)
1. Senin, 04 Hipertermi Setelah dilakukan Perawatan demam
1. Pantau suhu dan
Desember berhubungan tindakan
tanda-tanda vital
2017 dengan proses keperawatan
2. Monitor warna kulit
pukul penyakit selama 3x24 jam
dan suhu
09.45 diharapkan 3. Berikan terapi
WIB demam turun. farmakologi
Kriteria hasil: 4. Anjurkan untuk
- Suhu tubuh
mengggunakan
dalam batas
pakaian atau selimut
normal
yang tipis
0
(35,5 C - 5. Pantau komplikasi-
37,50C) komplikasi yang
- Akral teraba
berhubungan dengan
hangat
demam serta tanda
- Tidak ada
dan gejala kondisi
tanda-tanda
penyebab demam
dehidrasi
6. Anjurkan keluarga
- Tidak ada
untuk kompres air
kejang
hangat dilipatan tubuh
pasien.
2 Senin, 4 Defisit Setelah dilakukan Pengajaran Proses Penyakit
1. Kaji tingkat pengetahuan
Desember pengetahuan tindakan
pasien terkait dengan
2017 tentang keperawatan
pukul : kejang selama 30 menit proses penyakit yang
09.55 demam diharapkan spesifik
2. Jelaskan patofisiologi
WIB berhubungan pengetahuan
kejang dan demam
dengan keluarga dan klien
3. Review pengetahuan
Kurang tentang kejang
keluarga tentang kondisi
terpapar demam bertambah,
anaknya
informasi dengan kriteria 4. Kenali kondisi pasien
hasil : mengenai pengetahuan
Peningkatan
keluarga
perilaku kesehatan 5. Identifikasi kemungkinan
penyebab sesuai
kebutuhannya
E. IMPLEMENTASI KEPERAWATAN
Nama : An. A No. CM : 16515xxx
Umur : 2 tahun Diagnosa medis : KDS

No Hari/ Dx Jam Implementasi Evaluasi Paraf


tanggal
.
1. Senin, 1 09.50 1. Memantau suhu DS
- Nenek klien
04 dan tanda-tanda
mengatakan
Desemb vital dengan
, klien
er 2017 cara mengukur
demam
dengan
DO
termometer dan
- Tanda-tanda
stetoskop
vital
Temperatur
: 38,40C
RR : 40
x/menit
HR :
108x/menit
- Akral teraba
hangat
09.52 2. Memonitor DS -
warna kulit DO
klien - Warna kulit
klien
memerah
- Akral teraba
hangat
- Tidak
terdapat lesi
09.53 3. Menganjurkan DS
- Nenek klien
keluarga untuk
mengatakan
memakaikan
akan
pakaian atau
mengganti
selimut yang
baju klien
tipis pada klien
dengna
yang tidak
tebal
DO
- Klien
menggguna
kan baju
yang tidak
tebal
09.55 4. Memantau DS
- Nenek klien
komplikasi-
mengatakan
komplikasi
, klien
yang
mempunyai
berhubungan
riwayat
dengan demam
kejang
serta tanda dan
DO
gejala kondisi
- Badan klien
penyebab
tampak
demam seperti
kaku seperti
riwayat kejang
kejang tonik
09.57 5. Menganjurkan DS
- Nenek klien
keluarga untuk
mengatakan
memberikan
akan
kompres air
mengompre
hangat dilipatan
s hangat
tubuh klien
klien
DO
- Kompres
hangat
sudah
diberikan
pada klien
10.00 6. Memberikan DS
- Nenek klien
terapi
mengatakan
farmakologi
, klien
antipretik yaitu
masih
parasetamol
demam
sirup
DO
- Akral teraba
hangat
- Temperature
39.00C
Sudah diberikan
obat
2. Senin, 2 1. Mengkaji tingkat S:
- keluarga
04 pengetahuan
mengatakan
Desemb keluarga anak AF
mulai
terkait dengan
er 2017
memahami
kejang demam
tentang
pengertian,
penyebab, dan
bagaimana
terjadinya
kejang
- keluarga
mengatakan
mengerti bahwa
demam
merupakan
salah satu
penyebab dari
kejang
O:
- keluarga
tampak sudah
mengerti
dengan apa
yang
dielaskan oleh
perawat
- keluarga
mengangguk
mengerti
2. Menjelaskan S:
- Keluarga
penyebab
mengatakan
terjadinya kejang
mengerti
penyebab
kejang dea
salah satunya
yaitu
dicetuskan
oleh demam
yang dialami
anaknya
O:
- Keluarga
tampak
mengerti
dengan
penjelasan
perawat
3. Menanyakan S:
- Ibu klien
pengetahuan
mengatakan
keluarga terkait
kondisi anaknya
kondisi anaknya
saat ini yaitu
saat ini
sedang panas
tinggi
O:
- Ibu tampak
mengompres
anaknya
4. Mengidentifikasi S:
- Ibu mengatakan
kemungkinan
anaknya suka
penyebab
makan jajanan
penyakitnya,
dipinggir jalan
salah satunya
O:
akibat memakan
- Ibu tampak
chiki-chikian.
menggali
kembali
penyebab
anaknya demam

DATA FOKUS
Tanggal 05 November 2017
Data subjektif Data objektif
- Ibu klien mengatakan, klien sejak - Klien terpasang oksigen 2 lpm
tadi malam sesak dan batuk nasal kanul
- Tanda-tanda vital
berdahak dan badan klien hangat
HR : 89x/menit
RR : 52x/menit
Temperatue : 37,80C
- Nafas dengan cuping hidung
- Terdapat otot bantu nafas
- Tampak batuk berdahak
- Suara nafas terdengar ronchi
- Akral teraba hangat

F. CATATAN PERKEMBANGAN KEPERAWATAN


Nama : An. A No. CM : 16515xxx
Umur : 2 tahun Diagnosa medis : KDS

DATA FOKUS

Tanggal 10 November 2017

Data subjektif Data objektif


- Nenek klien mengatakan, klien - Tampak tidak menggunakan oksigen
- Tanda-tanda vital
sudah tidak sesak
HR : 78x/menit
- Nenek klien mengatakan,
RR : 25x/menit
batuk berdahak klien sudah Temperature : 37,5
- Tidak ada nafas cuping hidung
berkurang
- Tidak ada otot nafas tambahan
- Demam sudah mulai
- Batuk sudah berkurang
berkurang - Tidak terdengar ronchi
- Akral teraba hangat
- Kulit berwarna putih bersih
- Kulit teraba lembab
- Turgor kulit kembali <2 detik
G. EVALUASI KEPERAWATAN
Nama : An. D No. CM : 16515461
Umur : 2 tahun Diagnosa medis : Bronkopneumonia

No Hari/ Diagnose Evaluasi Paraf


tanggal
.
1. Kamis, 10 Hipertermi S (Subjektif)
- Nenek klien mengatakan, tubuh
November berhubungan
klien sudah tidak demam
2017 dengan proses
O (Objektif)
penyakit - Akral teraba dingin
- Tanda-tanda vital
HR : 75x/menit
RR : 26x.menit
Temperature : 36, 80C
SpO2 : 99%
- Turgor kulit kembali <2 detik
A (Analisis)
- Masalah teratasi
P (Planning)
- Hentikan intervensi
- Pasien pulang
2. Kamis, 10 Bersihan jalan S (Subjektif)
- Nenek klien mengatakan, klien
November nafas tidak
sudah tidak sesak batuk
2017 efektif
berkurang
berhubungan
O (Objektif)
dengan sekresi - Tidak teraspasang oksigen
- Nafas tidak menggunakan
yang berlebih
cuping hidung
- Tidak terdapat otot bantu nafas
- Tanda-tanda vital
HR : 75x/menit
RR : 26x.menit
Temperature : 36, 80C
SpO2 : 99%
- Tidak ada batuk
- Suara nafas vesikuler
A (Analisis)
- Masalah teratasi
P (Planning)
- Hentikan intervensi
Pasien pulang

DAFTAR PUSTAKA

Tim Pokja SDKI PPNI. 2016. Standar Di agnosis Keperawatan Indonesia. Jakarta: PPNI
Johnson, Meridian Maas, & Sue Moorhead. (2000). Nursing outcome classification
(NOC). Philadelphia: Mosby.
McCloskey & Gloria M Bulechek. (1996). Nursing intervention classification (NIC).
USA:Mosby.

Anda mungkin juga menyukai