Anda di halaman 1dari 5
PEMERINTAH KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA DINAS KESEHATAN PUSKESMAS NUNPENE Jln. Pante Macasar - Desa Oesena Kec.

PEMERINTAH KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA DINAS KESEHATAN PUSKESMAS NUNPENE

Jln. Pante Macasar - Desa Oesena Kec. Miomaffo Timur. 85613 Email : puskesmasnunpene@yahoo.com

PEMERINTAH KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA DINAS KESEHATAN PUSKESMAS NUNPENE Jln. Pante Macasar - Desa Oesena Kec.

BUKTI TINDAK LANJUT DAN PERUBAHAN PROSEDUR JIKA DIPERLUKAN UNTUK PERBAIKAN LAYANAN KLINIS

1.1 BUKTI TINDAK LANJUT UNTUK PERBAIKAN LAYANAN KLINIS

  • 1. Telah diadakan sosialisai harian untuk meningkatkan pengetahuan peserta BPJS/Jamkesmas Pelaksana Harian

: Petugas loket yang dinas pagi

Hasil : dibuatnya sosialisasi dan keterangan di depan antrian berkaitan dengan persyaratan berlakunya kartu BPJS/Jamkesmas

  • 2. Mengadakan kerjasama dengan pihak BPJS untuk mempermudah pasien untuk melakukan perpindahan faskes Pelaksana Harian

: Kepala Poli Umum rawat jalan

Hasil : dibuaatnya kesepakatan dengan pihak BPJS untuk mempermudah perpindahan pasien, yaitu cukup hanya dengan menandatangai surat pernyataan pindah yang disertai lampiran foto copy KTP dan kartu BPJS/Jamkesmas

  • 3. Telah dibuat beberapa spanduk sosialisasi BPJS dan ruangan untuk tanya

jawab peserta yang masih bingung dengan persyaratan kartu tersebut Pelaksana Harian : Petugas fliker Hasil

:

  • a. Dibuatnya spanduk BPJS untuk memudahkan pasien membaca mengenai ketentuan berlakunya kartu, alur rujukan, alur pembayaran nkartu, dll.

  • b. Dibuatnya papan pengumuman mengenai update terbaru persyaratan dari pihak BPJS

  • c. Ada petugas khusus untuk mengecek kapitasi kartu BPJS pasien

Perubahan Prosedur

: Setiap peserta BPJS/Jamkesmas yang mendaftar harus

dicek dahulu status kepesertaanya oleh petugas fliker harian.

  • 1.2 BUKTI TINDAK LANJUT DAN PERUBAHAN PROSEDUR UNTUK PENINGKATAN KESELAMATAN PASIEN Sebagai langkah nyata untuk meningkatkan keselamatan pasien, Tim Keselamatan Pasien membuat sebuah prosedur sebagai berikut:

  • I. KETETAPAN IDENTIFIKASI PASIEN Petugas wajib mengingat nama dan identitas pasien. Oleh karena itu:

    • 1. Untuk mengidentifikasi nama pasien dengan tepat, telah dibuat suatu sistem dimana petugas dan perawat wajib memanggil nama pasienbeserta dengan nama kepala keluarga dalam map rekam medis

    • 2. Indentifikasi nama pasien wajib dilakukan pada saat:

      • a. Sebelum memberi obat

      • b. Sebelum memberikan darah atau produk darah

      • c. Sebelum mengambil specimen darah

      • d. Sebelum melakukan tindakan/prosedur lainnya

Pertanyaan sebagai evaluasi:

Pasien akan ditanya:

  • 1. Apakah petugas menjelaskan tentang manfaat pemasangan gelang

  • 2. Apakah petugas selalu mengidentifikasi nama pasien sebelum melakukan

II.

tindakan PENINGKATAN KOMUNIKASI EFEKTIF Komunikasi efektif, yang tepat waktu, akurat, lengkap, jelas dan yang dipahami oleh resipien/penerima akan mengurangi kesalahan, dan menghasilkan peningkatan keselamatan pasien. Komunikasi dapat secara elektronik, lisan atau tertulis. Komunikasi yang paling mudah mengalami kesalahan adalah perintah diberikan secara lisan dan yang diberikan melalui telepon. Komunikasi lain yang

mudah terjadi kesalahan adalah pelaporan kembal;i hasil pemeriksaan klinis, seperti laboratorium klinis menelepon untuk melaporkan hasil pemeriksaan

segera/cito. Kendala juga ditemui karena perbedaan budaya bahaya. Untuk itu petugas wajib:

  • 1. Lakukan komunikasi, baik lisan maupun tertulis dengan sejelas-jelasnya.

    • a. Jika pesan lisan meragukan, segera Klarifikasi dengan Phonetic alfabeth kepada pemberi pesan, sbb:

A

Alfa

N

November

B

Bravo

O

Oscar

C

Charlie

P

Papa

D

Delta

Q

Quebee

E

Echo

R

Romeo

F

Foxtrot

S

Sierra

G

Golf

T

Tango

H

Hotel

U

Uniform

I

India

V

Victor

J

Juliet

W

Whiskey

K

Kilo

X

X ray

L

Lima

Y

Yankee

M

Mike

Z

Zulu

  • b. Komunikasi tertulis wajib menggunakan tulisan yang mudah dibaca minimal oleh 3 orang

  • 2. Perintah lisan dan yang melalui telepon ataupun hasil pemeriksaan dituliskan secara lengkap oleh penerima perintah atau hasil pemeriksaan tersebut

  • 3. Perintah lisan dan melalui telepon atau hasil pemeriksaan secara lengkap dibacakan kembali oleh penerima perintah atau hasil pemeriksaan tersebut

  • 4. Perintah atau hasil pemeriksaan dikomfirmasi oleh individu yang memberi perintah atau hasil pemeriksaan tersebut

  • 5. Untuk mengatasi kendala budaya dan bahasa, harus ada penerjemah yang mendampingi dokter atu petugas medis yang bertanggung jawab terhadap pasien

III. PENINGKATAN KEAMANAN OBAT YANG PERLU DIWASPADAI Indikator Peningkatan Keselamatan Penggunaan Obat-obat yang perlu Kewaspadaan Tinggi:

  • 1. Obat-obatan daftar G

  • 2. Obat-obatan golongan opioid

  • 3. Selalu mengecek tanggal expired obat

IV. KEPASTIAN TEPAT LOKASI/SISI, TEPAT PROSEDUR DAN TEPAT PASIEN Indikator Keselamatan PASIEN:

  • 1. Menggunakan tanda yang mudah dikenali untuk identifikasi lokasi tindakan dan mengikutsertakan pasien dalam proses penandaan

  • 2. Menggunakan checklist atau proses lain untuk verifikasi lokasi yang tepat, prosedur yang tepat, dan pasien yang tepat sebelum tindakan apapun, dan seluruh dokumen serta peralatan yang dibutuhkan tersedia, benar dan berfungsi

  • 3. Seluruh tim medis membuat dan mendokumentasikan prosedur time out sesaat sebelum prosedur tindakan dimulai

  • V. PENGURANGAN RISIKO INFEKSI MELALUI 6 LANGKAH CUCI TANGAN Budayakan cuci tangan di puskesmas pada saat:

    • 1. Sebelum dan sesudah menyentuh pasien

    • 2. Sebelum dan sesudah tindakan / aseptik

    • 3. Setelah terpapar cairan tubuh pasien

    • 4. Sebelum dan setelah melakukan tindakan invasive

    • 5. Setelah menyentuh area sekitar pasien / lingkungan

Adapun 6 langkah cuci tangan standar WHO adalah:

  • - Buka kran dan basahi kedua telapak tangan

  • - Tuangkan 5 ml handscrub/sabun cair dan gosokkan pada tangan dengan urutan TEPUNG SELACI PUPUT sbb:

    • 1. Telapak tangan; gosok kedua telapak tangan

    • 2. Punggung tangan; gosok punggung dan sela-sela jari sisi luar tangan kiri dan sebaliknya

    • 3. Sela-sela jari; gosok telapk tangan dan sela-sela jari sisi dalam

    • 4. KunCi; jari-jari sisi dalam dari kedua tangan saling mengunci

    • 5. Putar; gosok ibu jari tangan kiri dan berputar dalam genggaman tangan kanan dan lakukan sebaliknya

    • 6. Putar; rapatkan ujubg jari tangan kanan dan gosokkan pada telapak tangan kiri dengan cara memutar-mutar terbalik arah jarum jam, lakukan pada ujung jari tangan sebaliknya

  • - Ambil kertas tissue atau kain lap disposable, keringkan kedua tangan

  • - Tutup kran dengan sikut atau bekas kertas tissue yang masih di tangan

  • VI. PENGURANGAN RISIKO CIDERA KARENA PASIEN JATUH

    • 1. Adanya petugas harian yang mengamati dengan teliti di lingkungan puskesmas terhadap fasilitas, alat, sarana dan prasarana yang berpotensi menyebabkan pasien cidera karena jatuh

    • 2. Laporkan pada TKP atas temuan risiko fasilitas yang dapat menyebabkan pasien cidera