Anda di halaman 1dari 14

LAPORAN PRAKTIKUM

LABORATORIUM KOMUNIKASI RADIO


SEMESTER V TH 2017/2018

JUDUL
REJECTION BAND AMPLIFIER

GRUP
06

5D
PROGRAM STUDI TEKNIK TELEKOMUNIKASI
JURUSAN TEKNIK ELEKTRO

POLITEKNIK NEGERI JAKARTA


2017
PEMBUAT LAPORAN : Lello Nella Rosa

NAMA PRAKTIKAN : 1. Annisa Putri Jasmine

2. Aqil Ahfa

3. Kurniawan Finsa

4. Riza Fahlevi

TGL. SELESAI PRAKTIKUM : 18 September 2017

TGL. PENYERAHAN LAPORAN : 22 September 2017

N I L A I :..........

KETERANGAN : ..................................................

..................................................

..................................................
REJECTION BAND AMPLIFIER

1. TUJUAN
Membuat rejection band amplifier dan membuat rangkaian sesuai dengan
frekuensi yang diberikan.
Menerangkan fungsi dari rangkaian osilator yang dipararelkan dengan input
amplifier.
Menghitung factor penguatan dan bati dalam dB, untuk bermacam-macam
frekuensi pada band rejection amplifier.
Menggambarkan grafik untuk memperlihatkan hubungan antara bati dan frekuensi
dengan menggunakan hasil logaritmik.
Menentukan pelemahan rejection band amplifier sesuai dengan frekuensi yang
diberikan. Menghasilkan kurva band pass dari rejection band amplifier dengan
menggunakan wobble generator.
Menghasilkan kurva band pass dari rejection band amplifier dengan menggunakan
wobble generator.
Menerangkan umpan balik negative tegangan dan arus sebagai respon dari
rejection band amplifier

2. DIAGRAM RANGKAIAN

3. ALAT DAN KOMPONEN YANG DIGUNAKAN


No Alat Jumlah
1 Universal power supply 1
2 Function generator 1
3 Universal patch panels 2
4 Dual trace oscilloscope 1
5 Test probe 2
6 Frequency counter 1
7 Resistor 100 1
8 Resistor 1 K 1
9 Resistor 10 K 1
10 Resistor 47 K 1
11 Resistor 100 K 3
12 Variable capasitor 5500pF 1
13 Capacitor 100 pF 2
14 Capacitor 1 nF 1
15 Capacitor 4.7 nF 1
16 Capacitor 0.1 uF 2
17 Capacitor 10 nF 2
18 Diode AA 118 1
19 Transistor BC 107, base left 1
20 Coil 140 uH 1

4. DASAR TEORI
Pada praktek radio dan televisi, sering timbul keperluan untuk membuang atau
melemahkan suatu band frekuensi atau suatu frekuensi tertentu. Sebagai contoh,
frekuensi intermediate (IF) dari superheterodyne AM, sekitar 460 kHz. Sebuah
pemancar yang menggunakan frekuensi ini akan menembus, tanpa menghiraukan
penalaan, lalu frekuensi 460 KHz akan diperkuat oleh IF amplifier walaupun tanpa
mixing (penyampur)
Oleh karenanya, pada penerima radio, rangkaian tertentu digunakan untuk
menapis IF ini, sebelum ia mencapai mixer.Rangkaian inilah yang dipraktekkan pada
percobaan ini.
Rangkaian penyampursuperheterodyne menghasilkan komponen-komponen
sinyal pada frekuensi IF yang adalah selisih antara frekuensi osilator dan frekuensi
sinyal. Jika ujung depan (tingkat RF) penerima tidak mempunyai talaan yang bsangtat
selektif, bila ditala pada suatu frekuensi sinyal fs - IF, tingkat RF jugaakan
memberikan respons pada sinyal fo + IF. Sinyal yang lain in disebutkan sebagai
frekuensi bayangan fi, yang diberikan oleh :

Dimana tanda plus digunakan bila fo > fs dan tanda minus digunakan apabila fo < fs.
Frekuensi bayangan ini hanya dapat ditolak oleh selektivitas rangkaian-rangkaian tala
yang ditempatkan didepan penyampur. Jika frekuensi bayangan sudah terlanjur diubah
menjadi IF, maka frekuensi tersebut tidak mungkin lagi di[pisahkan dari frekuensi
yang dikehendaki.
Sebuah rangklaian osilator, dengan fo = 460 kHz, membentuk bagian dari suatu
pembagi tegangan, dan bagian lain menjadi resistansi input amplifier. Rangkaian
osilator, sebagai suatu resistansi seri efektif di pembagi, merupakan resistansi yang
besar pada saat resonansi dan melemahkan tegangan output (seperti terlihat dalam
gambar 1).

Gambar 1

Dengan demikian, suatu rangkaian osilator paralel terhubung seperti ini, dapat disebut
sebagai sebuah filter pembuang ( Rejection filter).
Pelemahan tambahan dihasilkan dengan membuat suatu lintasan umpan balik
pada rangkaian osilator (seperti rangkaian yang terlihat pada gambar 2). Pada
rangkaian tersebut, gain dengan umpan balik, yaitu Gb, akan berkurang sesuai
dengankenaikan frekuensi. Rumus untuk Gb adalah sebagai berikut :
Gambar 2

5. LANGKAH KERJA
5.1. Susun rangkaian seperti pada gambar
5.1.1 Masukkan gelombang sinus, Vipp = 800 mVolt dan atur perlahan
frekuensi dari generator ( mulai dari 350 kHz sampai dengan 550 kHz)
Jelaskan respon tegangan dari output amplifier!
5.1.2 Komponen manakah yang berpengaruh terhadap respon dari langkah
5.1.1.?
5.1.3 Untuk pengukuran yang berikutnya, ubahlah amplifier menjadi 460 kHz.
5.2. Bagaimana respon frekuensinya?
5.2.1 Dengan tegangan input konstan Vipp = 800 mVolt, ukur tegangan VoPP,
pada titik MP2 untuk frekuensi-frekensi yang diberikan, dan masukkan
hasilnya dalam tabel.
5.2.2 Hitung faktor penguatan dari ntiap-tiap nfrekuensi dan masukkan hasilnya
dalam tabel.
5.2.3 Hitunglah penguatannya dalam dB untuk tiap frekuensi. Gambar kurva
dari penguatan dengan menggunakan nilai dB yang didapatkan.
5.2.4 Dari kurva penguatan, tentukan pelemahan dari penguat pada frekuensi
350 kHz.
5.2.5 Pada frekuensi berapa penguatannya sama dengan satu?
5.3. Hubungkan osiloskop pada titik MP2.
5.3.1. Hubung singkat R6 dan gambarkan perubahan yang terjadi pada
osiloskop.
Catatan : atur tegangan output dari generator, jika mungkin sehingga
amplifier tidak over drive.
Lepaskan C5 dan hubung singkat R6.
Jelaskan perubahan yang terjadi pada osiloskop.
Jelaskan fungsi dari kombinasi R6 C6
Jelaskan fungsi dari R5 C5 dalam hubungannya dengan rangkaian
resonansi.

DATA HASIL PERCOBAAN

Untuk 5.1.1.
Respon frekuensi dari rangkaian.
Semakin tinggi frekuensi yang diberikan, maka semakin rendah amplitudo yang
dihasilkan.

Untuk 5.1.2.
Komponen-komponen yang berpengaruh
Kapasitor
Resistor
Induktor
Transistor
Fungsi
Kapasitor berfungsi untuk menyimpan muatan listrik.
Resistor berfungsi sebagai penahan arus pada rangkaian.
Induktor berfungsi untuk menahan arus bolak balik dan meloloskan DC
Induktor dan kapasitor berfungsi sebagai rangkaian resonator atau resonansi
Transistor berfungsi sebagai penguat amplifier.

Untuk 5.2.1. dan 5.2.3.


Vipp = 800 mV = Konstan

F(kHz) 350 400 420 440 460 480 500 520 570

VoPP(V) 0.72 0.7 0.68 0.6 0.56 0.34 0.4 0.56 0.62

0.9 0.87 0.85 0.75 0.7 0.42 0.5 0.7 0.77


Gain ( )

Gain (dB) -0.91 -1.2 -1.41 -2.4 -3.09 -7.5 -6.02 -3.09 -2.27

*Gain (dB) = 20 log

Kurva Gain
Untuk 5.2.4.
Gain pada 350 kHz = -0.91 dB
Gain pada 400 kHz = -1.2 dB
Redaman = -0.29 dB

Untuk 5.2.5.
G=1 pada F1 = 400 kHz
Dan F2 = 420 kHz

Untuk 5.3.1.
Hasil bila R6 di short adalah amplitudo yang dihasilkan akan semakin besar. dalam
percobaan ini dihasilkan tegangan 1.68 V pada frekuensi 570 kHz.

Untuk 5.3.2.
Apabila C5 dilepas maka amplitudo juga semakin besar. Hal ini disebabkan karena
kapasitor berfungsi untuk menyimpan muatan listrik. Sehingga ketika dilepas tidak ada
penahan yang menyebabkan tegangan semakin besar.

ANALISA DAN PEMBAHASAN

Dari hasil percobaan yang sudah kami lakukan, dapat dilihat bahwa gain
terendah teletak pada frekuensi 480 kHz. Dimana gain pada frekuensi 480 kHz ini
adalah sebesar -7.5 dB. Dan gain tertinggi terletak pada frekuensi 350 kHz. Dimana
gain pada frekuensi 350 kHz ini adalah sebesar -0.91 dB. Dari sini dapat diperoleh
redaman yaitu dengan mengurangi gain tertinggi dengan gain terendah sehingga
didapat redamannya sebesar -0.29 dB. Hal ini disebabkan karena sebuah rangkaian
osilator dengan fo = 480 kHz membentuk bagian dari suatu pembagi tegangan dan
bagian lain menjadi resistansi input amplifier. Rangkaian osilator sebagai suatu
resistansi seri efektif di pembagi merupakan resistansi yang besar pada saat resonansi
dan melemahkan tegangan ouput.
Untuk tabel 5.2.1. dan 5.2.3. Pada frekuensi 350 kHz dihasilkan gain sebesar
-0.91 dB, pada frekuensi 400 kHz dihasilkan gain sebesar -1.2 dB, pada frekuensi 420
kHz dihasilkan gain sebesar -1.41 dB, pada frekuensi 440 kHz dihasilkan gain sebesar
-2.4 dB, pada frekuensi 460 kHz dihasilkan gain sebesar -3.09 dB, pada frekuensi 480
kHz dihasilkan gain sebesar -7.5 dB, pada frekuensi 500 kHz dihasilkan gain sebesar
-6.02 dB, pada frekuensi 520 kHz dihasilkan gain sebesar -3.09 dB, dan pada frekuensi
570 kHz dihasilkan gain sebesar -2.27 dB. Maka dapat dilihat bahwa jika frekuensinya
di atas atau di bawah 480 kHz, gainnya relatif naik.
Apabila R6 dan C5 dilepas dari rangkaian maka terlihat untuk hasil 5.3.1. dan
5.3.2. bahwa tegangan yang dihasilkan pada output akan semakin besar. karena resistor
sendiri berfungsi sebagai penahan arus pada rangkaian dan kapasitor berfungsi untuk
menyimpan muatan listrik.

KESIMPULAN

Dari hasil percobaaan yang telah kami lakukan


dapat disimpulkan bahwa Rejection band amplifier berfungsi untuk melemahkan atau
mem-blok suatu band frekuensi dan menguatkan band yang lain atau suatu frekuensi
tertentu. Hal yang harus dilakukan adalah menyeimbangkan hasil output pada
osciloskop, sampai mendapatkan gain yang diinginkan. Pada percobaan ini kurva gain
mulai turun pada saat frekuensi 350 kHz kemudian lama kelamaan hingga pada
frekuensi 500 kHz kurva gain akan naik kembali.
LAMPIRAN