Anda di halaman 1dari 2

Perbedaan antara KLHS dan AMDAL

Berdasarkan UU No.32 tahun 2009, kajian lingkungan hidup strategis (KLHS) adalah
rangkaian analisis yang sistematis, menyeluruh, dan partisipatif untuk memastikan bahwa
prinsip pembangunan berkelanjutan telah menjadi dasar dan terintegrasi dalam pembangunan
suatu wilayah dan/atau kebijakan, rencana, dan/atau program.
Sedangkan, analisis mengenai dampak lingkungan hidup (AMDAL) adalah kajian mengenai
dampak penting suatu usaha dan/atau kegiatan yang direncanakan pada lingkungan hidup
yang diperlukan bagi proses pengambilan keputusan tentang penyelenggaraan usaha dan/atau
kegiatan.

Berdasarkan UNEP (United Nations Environment Programme) tahun 2002, perbedaan KLHS
dan AMDAL adalah:

Atribut KLHS AMDAL


Mempertimbangkan banyak alternatif Terbatasnya jumlah alternatif
Alternatif
pilihan kegiatan proyek yang ditelaah
Proses multi-tahap, saling tumpang-
Artikulasi
tindih komponen, alur kebijakan- Kegiatan proyek sudah terformulasi
(Deskripsi
rencana-program masih berjalan dan dengan jelas dari awal hingga akhir
Proses)
iteratif
Fokus pada agenda keberlanjutan,
Fokus pada kajian dampak negatif
Fokus bergerak pada sumber persoalan
dan pengelolaan dampak lingkungan
dampak lingkungan
Fokus Evaluasi implikasi lingkungan dan Identifikasi prakiraan, dan evaluasi
Analisis pembangunan berkelanjutan dampak lingkungan
Fokus Fokus pada agenda pembangunan
Menangani simtom kerusakan
Pengendalian berkelanjutan, terutama ditujukan
lingkungan
Dampak untuk menelaah agenda keberlanjutan
Kedalaman Lebar, tidak terlampau dalam, lebih
Sempit, dalam, dan rinci
Kajian sebagai kerangka kerja
Keputusan yang berbasis pada prinsip Kelayakan rencana kegiatan/usaha
Keputusan
pembangunan berkelanjutan dari segi lingkungan hidup
Kumulatif Peringatan dini akan fenomena
Kumulatif dampak dianalisis terbatas
Dampak kumulatif dampak
Pendekatan Cenderung pro-aktif Cenderung bersifat reaktif
Tahap kebijakan, rencana, &
Tahap Studi kelayakan dari proyek;
Posisi program; hulu siklus pengambilan
hilir siklus pengambilan keputusan
keputusan
Sifat Sukarela Wajib
Titik Berat Memelihara keseimbangan alam, Mengendalikan dan meminimumkan
Telaahan pembangunan berkelanjutan dampak negatif
Wilayah Kebijakan, regional/tata ruang,
Site based project
Garapan program, atau sektor