Anda di halaman 1dari 19

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Imunisasi merupakan usaha memberikan kekebalan pada bayi dan
anakdengan memasukkan vaksin ke dalam tubuh agar tubuh membuat zat
antiuntuk mencegah terhadap penyakit tertentu. Program imunisasi ini
bertujuanuntuk menurunkan angka kematian bayi akibat Penyakit yang Dapat
DicegahDengan Imunisasi (PD3I), diantaranya tuberculosis, difteri, pertusis,
tetanus,poliomyelitis, campak, dan hepatitis B (Hidayat, 2008).
Dari data terakhir WHO, terdapat kematian balita sebesar 1,4 juta jiwaper
tahun akibat penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi, misalnya:batuk rejan
294.000 (20%); tetanus 198.000 (14%), campak 540.000 (38%).Indonesia sendiri,
UNICEF mencatat sekitar 30.000-40.000 anak di Indonesiasetiap tahun meninggal
karena serangan campak. Jumlah kasus campak diProvinsi Jawa Tengah pada
tahun 2009 terdapat sebanyak 3.614 kasus. Iniberarti setiap dua puluh menit
seorang anak Indonesia meninggal karenacampak (IDAI, 2010).
DepartemenKesehatanRItelahmencanangkanPengembanganProgram
Imunisasi (PPI) secara resmi pada tahun 1997, yang menganjurkanagar semua
anak diimunisasi enam macam penyakit yaitu difteri,
pertusis,tetanus,tuberkulosis,polio,campak.Tahun1991/1992,DepartemenKesehata
n RI telah mulai mengembangkan program imunisasi hepatitis Bdengan
mengintegrasikannya ke dalam program imunisasi rutin yang telah ada di empat
propinsi yaitu Nusa Tenggara Barat, Bali, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa
Timur, yang terus dikembangkan ke propinsi lainnya danakhirnya pada tahun
1997/1998 imunisasi hepatitis B sudah dapat menjangkauseluruh bayi di
Indonesia (Depkes RI, 2008).
Vaksin adalah suatu bahan yang berasal dari kuman atau virus yangmenjadi
penyebab penyakit yang bersangkutan, yang telah dilemahkan ataudimatikan atau
diambil sebagian atau tiruan dari kuman penyebab penyakit,yang sengaja
dimasukkan ke dalam tubuh seseorang atau kelompok orangyang bertujuan untuk
merangsang timbulnya zat anti penyakit tertentu padaorang-orang tersebut.
Melalui studi yang mendalam vaksin dianggap menjadialat yang paling efektif
(Hidayat, 2008). Jenis atau macam imunisasi vaksinyang wajib pada anak antara
lain BCG, DPT/ DT, polio, campak/ measles,hepatitis A dan B, typhoid dan
paratyphoid dan varisella atau cacar air(CPDDI, 2008).
Berdasarkan studi pendahuluan yang penulis lakukan di Desa Sri Bandung
jumlah balita yang diimunisasi pada bulan Oktober 2017bahwa keseluruhan
jumlah balita yang akan diimunisasi berjumlah 15anak, sedangkan yang sudah
diimunisasi baru 6 anak, maka dari jumlah yang diimunisasi masih tergolong
tinggi dikarenakan ibu belum mengetahui pentingnya imunisasi dan efek samping
bila tidak diimunisasi.
Berdasarkan masalah tersebut di atas, maka penulis tertarik untuk menulis
makalah dengan judulAsuhan Kebidanan Komunitas pada Balita An. Q dengan
Imunisasi di Desa Sri Bandung Banyuasin Palembang Tahun 2017.

1.2. Rumusan Masalah


Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, maka
rumusanmasalahdalam penulisan makalah ini adalahBagaimana Penatalaksanaan
Asuhan Kebidanan Komunitas pada Balita An. Q dengan Imunisasi di Desa Sri
Bandung Banyuasin Palembang Tahun 2017?

1.3. Tujuan Penulisan


1.3.1. Tujuan Umum
Untuk memperoleh gambaran nyata dalam memberikan asuhan kebidanan
komunitas pada balita An. Q dengan imunisasiDi DesaSri Bandung,
Banyuasin, Palembang.
1.3.2. Tujuan Khusus
a. Mahasiswa mampu:
1) Melakukan pengkajian pada balita An.Q dengan imunisasi.
2) Menginterpretasikan data yang meliputi diagnosa kebidanan, masalah
dan kebutuhan pada balita An. Q dengan imunisasi.
3) Menentukan diagnosa potensial pada balita An.Q dengan imunisasi.
4) Mengantisipasi penanganan atas tindakan pada balita An. Q
denganimunisasi.
5) Menyusun rencana asuhan kebidanan pada balita An. Q
denganimunisasi.
6) Melaksanakan rencana tindakan yang telah disusun pada balita An. Q
dengan imunisasi.
7) Mengevaluasi hasil asuhan kebidanan yang diberikan pada balita An.
Q dengan imunisasi.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Bayi
2.1.1. Pengertian Bayi
Bayi adalah makhluk yang hadir kedunia dengan sebuah mekanisme
bawaan untukmenyenangkan orang lain, dan hanya meminta balasan
berupa kondisi lingkungan yang tepat, yang memungkinkan bertumbuh
kembangnya "benih sifatpengasih" yang secara alami telah ada dalam
dirinya (Lama,2010).
Bayi merupakan individu dengan pola pertumbuhan dan perkembangan
yang unik. Bayi merupakan suatu tahap perkembangan manusia setelah
dilahirkan (Puspita, 2010).

2.1.2. Tahapan Perkembangan Bayi


Berikut gambaran umum tumbuh kembang bayi umur 0-6 bulan
a. Tumbuhkembangbayiusia 0-6 bulan
Mulai mampu mengontrol gerakan-gerakan otot-ototnya, menggerakkan
tangan dan kakinya, ketika dia bergerak seolah-olah kejang itu adalah cara
dia belajar mengendalikan diri.
b. Tumbuh kembang bayi usia 1,5 3 bulan
Umumnya sudah mulai mampu mengangkat kepala di posisi telungkup.
Aktif belajar mengontrol dan mengendalikan gerakan otot tangan dan kaki,
menggenggam benda-benda kecil disekitar atau yang diberikan kepadanya.
c. Tumbuh kembang bayi usia 3 6 bulan
Motorik kasar
Mampu mengangkat dan menahan kepalanya beberapa saat lamanya.
Mampu menggunakan kedua tangan untuk menahan tubuhnya sambil
bergerak maju pada posisi ditelungkupkan.
Motorik halus
Mampu menggunakan keduatangan untuk meraih dan menggenggam
sebuah benda. Mulai memasukkan semua benda yang dipegangnya ke
dalam mulut untuk mengenal benda-benda/mainannya (Rahman, 2012).

2.1.3. Pertumbuhan Fisik


Menurut Wahidayat (2003), pertumbuhan fisik pada bayi meliputi :
1) Lingkar kepala
Ukuran kepala bayi merupakan salah satu ukuran yang penting
diketahui, yaitu untuk mengetahui perubahan dalam pertumbuhan otak.
Lingkar kepala bayi normal adalah 33-35 cm, tahun pertamanaik 10 cm,
kenaikan semakin lama semakin sedikit, usia 5 tahun kenaikan hanya
0,5cm, setiap tahun sampai ukuran dewasa dicapai. Usia 2 tahun kurang
lebih 1/6panjang badan. Usia satu tahun adalah 44-47 cm
2) Panjang badan
Dalam tahun pertama, panjang badan bayi bertambah 23 cm. Balita
pada umur 1 tahun panjangnya menjadi 71 cm. Kemudian kecepatan
pertumbuhan berkurang, sehingga setelah umur 2 tahun, kecepatan
pertambahan panjang badan kira-kira 5 cm per tahun. Rumusan panjang
anak dari usia 3 tahun sampai remaja 80 + 5 cm.
3) Berat badan
Sesudah tahun pertama kenaikan 1,5-2 kg atau 2-3 kg setiap tahun.
Rumusan berat badan 7-2n kg (n = tahun) berat badan umur 1 tahun
adalah 3 kali berat badan lahir, 2,5 tahun adalah 4 kali berat badan lahir,
dan 6 tahun adalah 2 kali berat badan umur 1tahun.

2.2. Imunisasi
2.2.1. Pengertian Imunisasi secara Umum
Imunisasi merupakan usaha memberikan kekebalan pada bayidan
anak dengan memasukkan vaksin ke dalam tubuh agar tubuh membuat zat
anti untuk mencegah terhadap penyakit tertentu. Program imunisasi ini
bertujuan untuk menurunkan angka kematianbayiakibat Penyakit yang
Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I) diantaranya tuberculosis, difteri,
pertusis, tetanus, poliomyelitis, campak, dan hepatitis B (Hidayat, 2008).

2.2.2. Pengertian Imunisasi


Imunisasi adalah suatu pemindahan atau transfer antibodi
secarapasif, sedangkan istilah vaksinasi dimaksudkan sebagai pemberian
vaksin (antigen) yang dapat merangsang pembentukan imunitas (antibodi)
dari sistem imun di dalam imunitas. Imunisasi campak adalah cara untuk
meningkatkan kekebalan seorang secara aktif terhadap virus campak
sehingga bila kelak ia terpajan pada anti gen yang sesuai serupa tidak
terjadi penyakit (Achmadi, 2006).

2.2.3. Macam-macam Imunisasi


Imunisasi/vaksin merupakan bahan antigenik yang digunakanuntuk
menghasilkan kekebalan aktif terhadap suatu penyakit sehingga dapat
mencegah atau mengurangi pengaruh infeksi oleh organisme alami atau
"liar". Vaksin dapat berupa galur virus atau bakteri yang telah dilemahkan
sehingga tidak menimbulkan penyakit. Dengan kemajuan teknologi
pembuatan vaksin, maka kita juga telah mengenal banyak jenis vaksin
yang tersedia untuk berbagai macam penyakit infeksi yang bisa dicegah
dengan vaksin, saat ini telah tersedia sekitar 23 jenis vaksin, dan masih
banyak vaksin baru lain yang sedang dalam proses penelitian dan
pengembangan, berikut ini macam-macam imunisasi menurut (Achmadi
2006):
1) BCG
Perlindungan penyakit TBC (Tuberkolosis), penyebab bakteri Bacillus
Calmette Guerrin, kandungannya adalah Bacillus Calmette-Guerrin
yang telah dilemahkan.
2) DPT/ DT
Perlindungan penyakit difteri (infeksi tenggorokan), pertusis
(batukrejan) dan tetanus (kaku rahang), penyebab bakteri difteri,
pertusis dan tetanus.
3) Polio
Perlindungan penyakit poliomielitis/ polio (lumpuh layu) yang
menyebabkan nyeri otot, lumpuh dan kematian.
4) Campak/ Measles
Perlindungan penyakit campak/tampek, efek samping yang mungkin
terjadi adalah demam, ruam kulit dan diare.
5) Hepatitis
Perlindungan penyakit infeksi hati atau kanker hati yang mematikan.
1) MMR
Perlindungan penyakit campak, gondongan dan campak Jerman.
2) Typhoid & Parathypoid
Perlindungan penyakit typhoid/ tifus, penyebab penyakit adalah
bakteri Salmonella thypi.
8) Varisella (Cacar Air)
Perlindungan penyakit cacar air, penyebab penyakit adalah virus
Varicella zoster.
BAB III
TINJAUAN KASUS

ASUHAN KEBIDANAN KOMUNITAS TERHADAP BALITA An. Q


DI DESA SRI BANDUNG KECAMATAN BANYUASIN III
KABUPATEN BANYUASIN
3.1. Pengkajian Data
3.1.1. Data Umum
A. Identitas
1) Identitas anak
Nama Anak : An. Q
Umur : 15hari
Tanggal lahir : 2 November 2017
Anak ke : Pertama
Jenis Kelamin : Perempuan

2) Identitas Orang Tua


Identitas Ibu Identitas Ayah
Nama : Ny. M Nama : Tn. T
Umur : 23 tahun Umur : 25 tahun
Agama : Islam Agama : Islam
Suku Bangsa : Indonesia Suku Bangsa : Indonesia
Pendidikan : SMA Pendidikan : SMA
Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Swasta
Alamat : Desa Sri Bandung, Kec. Banyuasin III, Kab. Banyuasin

Jumlah Anggota Keluarga


No. Nama JK Umur Hub KK Pekerjaan Keadaan Ket
1. Tn. T L 25 th KK Swasta Sehat -
2. Ny. M P 23 th Istri IRT Sehat -
3. An. Q P 15 hari Anak - Sehat -
Tipe keluarga ini adalah keluarga inti, yang paling dominan dalam
pengambilan keputusan adalah ayah sebagai kepala keluarga. Hubungan
dalam keluarga cukup harmonis.

B. Genogram

Ket : : laki- laki

: perempuan

C. Situasi Lingkungan
1) Rumah
Luas : 6 x 10 Cahaya : Terang
Jenis rumah : Tersendiri Ventilasi : Cukup
Dinding : Tembok Jendela : Ada
Atap : Genteng Kebersihan : Cukup
Lantai : Ubin plester Jumlah ruangan :

2) Air Minum
Asal : Sumur
Kualitas : Cukup baik
Konsumsi air : Bersih

3) Pembuangan Sampah
Sampah : Diangkutpetugaskebersihan

4) Jamban Kamar Mandi


Jenis jamban : Kakus
Jarak dengan sumber air : 6m
Kebersihan : Cukup
Kamar mandi : Ada
5) Pekarangan dan Selokan
Pengaturan : Teratur
Kebersihan : Bersih
Air limbah : Teratur
Tanaman peneduh : Ada
Peralatan pekarangan : Ada

D. Kegiatan Sehari - hari


1. Kebiasaan tidur Ayah Ibu Anak
Lama istirahat siang 1 jam 1 jam 3 jam
Istirahat malam 7 jam 7 jam 8 jam
Gangguan Tidak ada Tidak ada Tidak ada

2. Kebiasaan makan Ayah Ibu Anak


Makan 3x/hari 3x.hari 3x/hari
Porsi 1 piring 1 piring 1 piring
Jenis Nasi, lauk, Nasi, lauk, Nasi, lauk,
sayur sayur sayur
Gangguan Tidak ada Tidak ada Tidak ada

3. Pola elimininasi Ayah Ibu Anak


BAB 1x/hari 1x/hari 1x/hari
- Warna Kuning Kuning Kuning
- Konsistensi Lembek Lembek Lembek
- Gangguan Tidak ada Tidak ada Tidak ada
BAK 3-4x/hari 3-4/hari 3-4/hari
- Warna Kuning jernih Kuning jernih Kuning jernih
- Gangguan Tidak ada Tidak ada Tidak ada

4. Personal Hygiene Ayah Ibu Anak


Mandi 2x/hari 2x/hari 2x/hari
Keramas 3x/mgg 3x/mgg 3xmgg
Gosok gigi 2x/hari 2x/hari 2x/hari
5. Pola kebiasaan kesehatan Ayah Ibu Anak
Minum alkohol Tidak Tidak Tidak
Obat-obatan terlarang Tidak Tidak Tidak
Merokok Tidak Tidak Tidak

E. Keadaan Kesehatan Keluarga


1. Imunisasi : Imunisasi belum diberikan.
2. KB : Ibu belum menggunakan KB.
3. Gizi : Pertumbuhan keluarga baik, BB sesuai umur
4. Penyakit yang diderita : Tidak ada
5. Pemanfaatan fasilitas : Bila ada anggota keluarga yang sakit dibawa
kesehatan ke puskesmas terdekat.

3.1.2. Keluhan Utama


Ibu mengatakan ingin memberikan imunisasi anaknya.

3.1.3. Riwayat Kesehatan yang Lalu


Ibu mengatakan anaknya tidak pernah menderita sakit apapun.

3.1.4. Riwayat Kesehatan Keluarga


Ibu mengatakan dalam keluarga tidak ada riwayat penyakitmenurun seperti:
hipertensi, DM dan jantung, kemudianpenyakit menular seperti: TBC, Hepatitis.

3.1.5. Riwayat Sosial


Ibu mengatakan:
1) Yang mengasuh
Ibu mengatakan anaknya diasuh sendiri oleh orangtuanya.
2) Hubungan dengan anggota keluarga
Ibu mengatakan hubungan dengan anggota keluarganyabaik/ harmonis.
3) Lingkungan rumah
Ibu mengatakan lingkungan rumah bersih dan rapi.
3.1.6. Pola Kebiasaan Sehari-hari
a) Nutrisi
Ibu mengatakan sejak lahir anaknyahanya diberi ASI eksklusif saja.
b) Istirahat/ tidur
1) Tidur siang : Ibu mengatakan anaknya tidur siang 3jam.
2) Tidur malam : Ibu mengatakan anaknya tidur malam 8jam.
c) Mandi / Personal Hygene
1) Pagi: Ibu mengatakan anaknya mandi pagijam 07.00 WIB.
2) Sore: Ibu mengatakan anaknya mandi sorejam 16.00 WIB.
d) Eliminasi
1) BAK: Ibu mengatakan 5 6 x/ hari, warna kuningjernih.
2) BAB: Ibu mengatakan 1 x/ hari pada pagi hari,konsistensi lunak.
e) Aktifitas
Ibu mengatakan anaknya sangat aktif jika diajak bermain.

3.1.7. Pemeriksaan Fisik


1) Status Generalis
Keadaan umum : Baik Tanda Vital
Kesadaran : Composmentis Nadi : 104 x/ menit
LK/ LILA : 47 cm/ 16 cm RR : 49 x/ menit
BB/ TB : 12 kg/ 89 cm T : 36,2 C

2) Pemeriksaan Sistematis
a) Kepala
(1) Rambut : Hitam, tidak rontok
(2) Muka : Wajah tampak kemerahan, tidak pucat
(3) Mata : Kanan kiri simetris, conjungtiva merah muda, sclera
berwarna putih, bersih dan air mata tidak keluar
(4) Telinga : Kanan kiri simetris, tidak ada cairan yang keluar dan
bersih
(5) Hidung : Hidung simetris, bersih dan tidak ada benjolan
(6) Mulut : Bibir berwarna merah muda, tidak ada stomatitis, mulut
tampak terbuka untuk bernafas, gusi tidak bengkak/
berdarah, mulut tidak berbau.
b) Leher : Tidak ada pembesaran kelenjar tyroid
c) Dada : Tidak ada retraksi, simetris kanan kiri
d) Kulit : Kulit bersih, tugor baik
e) Perut : Tidak ada nyeri tekan, tidak kembung
f) Ekstremitas : Dapat bergerak bebas, jari-jari tangan dankaki lengkap,
tidak ada kelainan
3) Pemeriksaan Penunjang: Tidak dilakukan

3.2. Analisis Data


Masalah kesehatan yang ada di keluarga Tn.T disebabkan karena
keterbatasan pengetahuan dari seluruh anggota keluarga untuk mengatasi
permasalahan yang muncul. Masalah-masalah yang di temukan dalam keluarga
Tn.T antara lain kurangnya pengetahuan Ny.M tentang tentang imunisasi. Dari
segi lingkungan dapat disimpulkan kurangnya pengetahuan dan perhatian
keluarga Tn.T tentang kesehatan lingkungan.Dalam pelaksanaan pembinaan
terhadap keluarga Tn.T saya sebagai bidan harus bekerja sama dengan keluarga
untuk membahas masalah yang timbul dan memikirkan alternatif pemecahan
masalahnya.Dalam hal ini intervensi yang dapat diberikan sebagai langkah awal
adalah pemberian penkes sehingga diharapkan keluarga dapat menyelesaikan
masalah yang timbul secara tepat dan mandiri

3.3. Perumusan Masalah


Berdasarkan data dan analisis yang telah dilakukan,maka didapatkan
kesimpulan bahwa permasalahan yang muncul sebagian besar disebabkan karena
kurangnya pengetahuan dan keterbatasan sarana terutama dana dalam
menjalankan tugas keluarga mengenai bidang kesehatan.Adapun permasalahan
yang ada pada Tn.T adalah sebagai berikut :
1. Kurangnya pengetahuan ibu tentang imunisasi
Data Subjektif : ibu mengatakan belum memberikan imunisasi campak
untuk anaknya
2. Kurangnya pengetahuan keluarga tentang kesehatan lingkungan.
3.4. Prioritas Masalah
Prioritas masalah merupakan langkah selanjutnya setelah masalah
ditemukan dan ditentukan keluarga bersama dengan tenaga kesehatan yaitu bidan.
Prioritas disusun karena tidak memungkinkannya menyelesaikan masalah yang
ada dalam keluarga Tn.T secara bersama-sama. Oleh karena itu prioritas disusun
untuk menentukan tingkatan permasalahan agar penyelesaian lebih terfokus dan
sesuai sasaran serta harapan.
Prioritas masalah dalam keluarga Tn.T adalah sebagai berikut :
1. Kurangnya pengetahuan Ny.M tentang imunisasi
No. Kriteria Perhitungan Nilai Pembenaran
1. Sifat masalah dan ancaman
kesehatan
2. Kemungkinan masalah untuk
di ubah
3. Potensi masalah untuk di ubah
4. Masalah yang menonjol
Jumlah Nilai

2. Kurangnya pengetahuan keluarga tentang kesehatan lingkungan


No. Kriteria Perhitungan Nilai Pembenaran
1. Sifat masalah dan ancaman
kesehatan
2. Kemungkinan masalah untuk
di ubah
3. Potensi masalah untuk di ubah
4. Masalah yang menonjol
Jumlah Nilai

Berdasarkan hasil pembobotan masalah di atas maka urutan prioritas


masalahkesehatan pada keluarga Tn. T dapat disusun sebagai berikut :
Prioritas I : Imunisasi
Prioritas II : Kesehatan lingkungan
3.5. Rencana Asuhan Kebidanan Komunitas Pada Keluarga Tn. T
Data I
Masalah : Bayi belum mendapat imunisasi.
DS : Ibu mengatakan umur bayinya 15 hari dan belum pernah di
imunisasi
DO : Tidak ada bukti fisik yang mendukung anak telah di imunisasi
Tujuan : Ibu mengerti dan mengetahui manfaat dari pemberian imunisasi
Kriteria : Diharapkan ibu dapat mengetahui manfaat imunisasi, jenis-jenis
imunisasi, efek samping/penyakit yang bisa terjadi apabila bayi
tidak di imunisasi dan dapat mengerti tentang pemberian
imunisasi
Intervensi
1. Beritahu ibu tentang manfaat imunisasi.
Rasional : Agar ibu dapat mengetahui manfaat dari pemberian imunisasi.
2. Beritahu ibu tentang jenis-jenis imunisasi pada bayi.
Rasional : Diharapkan ibu dapat mengetahui jenis-jenis imunisasi.
3. Beritahu ibu tentang dampak yang bisa terjadi jika bayi tidak di imunisasi.
Rasional : Dengan mengetahui dampak yang dapat terjadi, ibu termotivasi
untuk segera membawa bayinya untuk di imunisasi.
4. Anjurkan ibu untuk membawa anaknya ke posyandu atau puskesmas.
Rasional : Di harapkan ibu dapat membawa anaknya ke posyandu atau
puskesmas terdekat untuk mendapat imunisasi serta vitamin A.

Data II
Masalah : Kurangnya pengetahuan keluarga tentang kesehatan lingkungan
Ds : Ibu mengatakan BAB disungai
Do : Tidak terdapat WC disekitar rumah
Tujuan : Agar keluarga mengerti dampak lingkungan yang tidak bersih
terhadap kesehatan
Kriteria : Keluarga memiliki WC sendiri
Intervensi
1. Berikan penjelasan pada keluarga tentang pentingnya menjaga kesehatan
lingkungan.
Rasional : Dengan memberikan penjelasan pada keluarga, keluarga akan
menyadari untuk menjaga kesehatan lingkungan.
2. Anjurkan pada keluarga untuk mengatur pengelolaan sampah dengan
mengubur.
Rasional : Agar tidak terjadi pencemaran lingkungan yang dapat
menimbulkan berbagai penyakit.

3.6. Implementasi
Data I
1. Memberikan penjelasan tentang pentingnya imunisasi, yaitu :
Manfaat : Agar bayi dan balita tidak mudah terserang penyakit
Tujuan : Untuk mencegah penyakit TBC, hepatitis, polio, diptheri,
tetanus dan campak serta menambah kekebalan tubuh
Sasaran : Pada semua bayi dan balita yang mendapatkan imunisasi
2. menganjurkan ibu untuk membawa anaknya ke posyandu atau puskesmas
terdekat untuk mendapatkan imunisasi.
Data II
1. Memberikan penjelasan pada keluarga tentang pentingnya menjaga kesehatan
lingkungan.
2. Menganjurkan keluarga untuk mengatur kembali pengolahan sampah dengan
menguburnya.

3.7. Evaluasi
Data I
1. Ibu mengerti tentang manfaat pemberian imunisasi.
2. Ibu bersedia datang ke bidan untuk memberikan imunisasi pada anaknya.
Data II
1. Keluarga mengerti tentang pentingnya menjaga kesehatan lingkungan.
2. keluarga bersedia mengubur sampah.
BAB IV
PEMBAHASAN

Berdasarkan hasil pengkajian diketahui bahwa tingkat


pengetahuankeluargamengenaiimunisasi dan kesehatan lingkungan di
keluargaTn.Tdi desa Sri Bandung, Kecamatan Banyuasin III, Kabupaten
Banyuasin kurang. Keluarga Tn.T diberi penyuluhan tentang imunisasi dan
kesehatan lingkungan.Setelah diberi penyuluhan kesehatan lingkungan keluarga
Tn.T dapat mengerti dan memahami mengenai imunisasi dan kesehatan
lingkungan.Serta termotivasi untuk melakukan imunisasi dan perilaku hidup
bersih dan sehat.
(teori imunisasi menurut ahli)
(teori rumah sehat....)
Sehingga dalam hal ini tidak ditemukan adanya kesenjangan teori dengan
prakti di lahan. Pengetahuan pada dasarnya datang dari pengalaman dan
merupakan hasil dari tahu seseorang melakukan pengindraan terhadap suatu
obyek tertentu sehingga pengetahuan berperan penting dalam membentuk
tindakan seseorang. (Notoatmodjo, 2003).
Tindakan yang dimaksud merupakan suatu tindakan dalam memberikan
rangsangan kepada keluarga yang berupa penyuluhan, agar dapat mengerti tentang
imunisasi dan kesehatan lingkungan, sehingga dalam hal ini pengetahuan
merupakan hasil dari tahu dari pengalaman, pengetahuan, dan informasi yang
didapat seseorang untuk meningkatkan pengetahuan tentang imunisasi dan
kesehatan lingkungan.
BAB V
PENUTUP

5.1. Kesimpulan
1. Dari hasilpengkajianyang dilakukan pada keluarga Tn.T maka didapatkan data
subyektif bahwa ibu mengatakan kurang pengetahuan tentang imunisasi,
sedangakan data obyektif yaitu ibu belum menggunakan memberikan imunisasi
pada anaknya. Maka dari hasil diatas dapat disimpulkan masalah keluarga Tn.
T yakni kurangnya pengetahuan tentang imunisasi. Sedangkan dalam
lingkungan rumah data objektifnya yaitu kondisi rumah yang bersih, namun
dalam pembuangan sampah masih belum dikelola dengan baik sehingga
masalah yang ditemukan yaitu kurangnya pengetahuan tentang kesehatan
lingkungan.
2. Berdasarkandari masalah yang ditemukan tersebut, maka dilakukan kegiatan
penyuluhan tentang imunisasi, kesehatan lingkungan dan perilaku hidup bersih
dan sehat.
3. Setelah dilakukan penyuluhan keluarga Tn.T sekarang lebih mengerti tentang
imunisasi, kesehatan lingkungan, perilaku hidup bersih dan sehat. Diharapkan
keluarga Tn.T akan menerapkan perilaku hidup sehat dalam kehidupan sehari-
hari
5.2. Saran
1. Bagi keluarga
a. Sebaiknya Ny.M segera memberikan imunisasi kepada dasar anaknya.
b. Sebaiknya keluarga Tn.T lebih memperhatikan syarat rumah sehat.
c. Sebaiknya keluarga Tn.T lebih meningkatkan perilaku hidup bersih.
2. Bagi tenaga kesehatan
a. Sebaiknya tenaga kesehatan lebih meningkatkan dalam memberikan
pelayanan kesehatan yang menyeluruh sehingga dapat meningkatkan
derajat kesehatan masyarakat maupun perorangan.
b. Sebaiknya tenaga kesehatan lebih aktif dalam menggerakkan
masyarakat untuk hidup sehat.
c. Sebaiknya tenaga kesehatan mampu meningkatkanpengetahuan
tentang kesehatan imunisasi.
d. Sebaiknya tenaga kesehatan lebih memantau perilaku dan
perkembangan pengetahuan masyarakat sehingga tenaga kesehatan
tahu tentang apa yang dibutuhkan oleh masyarakat.
3. Bagi lembaga kesehatan
a. Sebaiknya lembaga kesehatan lebih meningkatkan dalam
menyediakan fasilitas yang lebih memadai sehingga dalam
memberikan pelayanan kesehatan pada masyarakat bisa lebih
maksimal.
b. Sebaiknya lembaga kesehatan lebih meningkatkan dalam
mengadakan penyuluhan setiap bulan tentang perilaku hidup sehat
karena dalam masyarakat sangat susah untuk merubah perilaku
menjadi lebih baik.