Anda di halaman 1dari 2

PROSEDUR PENGENDALIAN

SERANGGA DAN TIKUS


No. Dokumen No. Revisi Halaman
1/2
Ditetapkan oleh :
Direktur,
STANDARD OPERASIONAL Tanggal Terbit
PROCEDURE

Dr. Vebry Haryati Lubis, MARS.


Pengendalian serangga, tikus dan binatang pengganggu
adalah upaya untuk mengurangi populasi serangga, tikus
PENGERTIAN
dan binatang pengganggu lainnya sehingga keberadaannya
tidak menjadi vektor penular penyakit.
1. Kepadatan jentik Aedes sp yang diamati melalui indeks
kontainer harus 0 (nol)
2. Semua ruang di rumah sakit harus bebas dari kecoa,
terutama pada dapur, gudang makanan dan ruangan
steril
3. Tidak ditemukannya tanda-tanda keberadaan tikus
terutama pada daerah bangunan tertutup (core) rumah
TUJUAN sakit
4. Tidak ditemukan lalat di dalam bangunan tertutup
(core) di rumah sakit
5. Di lingkungan rumah sakit harus bebas kucing dan
anjing

Prosedur ini bertujuan untuk menekan kepadatan serangga


dan tikus dan pengganggu lainnya di Rumah Sakit.
Menteri Kesehatan Republik Indonesia No 1204/
KEBIJAKAN Menkes/SK/X/2004
Prosedur ini berlaku untuk seluruh area Rumah Sakit.
Bekerjasama dengan pihak ke-3 dalam pengendalian
vector penyakit
Memberitahukan kepada Kepala IPRS supaya menutup
lubang-lubang yang kemungkinan tempat masuk
keluarnya tikus dan serangga.
Melakukan pengendalian tikus dan serangga dengan
PROSEDUR
cara Pest Control.
Mengawasi petugas housekeeping dalam membersihkan
setiap bak-bak kamar mandi.
Melakukan abatasi ke dalam bak penampungan air
bersih dan penampungan air hujan apabila diketemukan
jentik-jentik nyamuk.
Melakukan pengasapan (fogging) apabila disekitar
rumah sakit terdapat jentik nyamuk yang banyak.
Membuat surat usulan kepada atasan langsung tentang
pemusnahan serangga dan tikus.
Unit Sanitasi
UNIT TERKAIT IPSRS
Pest Control (pihak ketiga)