Anda di halaman 1dari 39

LAPORAN AKHIR PRAKTIKUM

TEKNOLOGI PENGEMASAN DAN PENYIMPANAN

Dosen Pengampu : 1. Addion Nizori, S.TP., M.Sc., Ph.D

2. Ir. Indriyani, M.P

3. Ir. Emanauli, M.P

Asisten Dosen : 1. Joko Ludang (J1A114011)

2. Pandapotan Erikson Samosir (J1A114066)

Disusun Oleh Kelompok 2 Shift 1 THP R003 (VC)

AuliaSafitri (J1A115006)
Hesti Mega Wati (J1A115021)
BenySuristio (J1A115078)
GilangAshryRamadhaniSentosa (J1A115099)
AdityaEka Putra (J1A114009)
Angela Tomara (JIA114027)
Wendy Prasetya (J1A114081)

JURUSAN TEKNOLOGI HASIL PERTANIAN


FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN
UNIVERSITAS JAMBI
2017
KATA PENGANTAR

Puji syukur senantiasa penulis panjatkan kehadirat Allah SWTyang telah


memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan
Laporan Akhir Praktikum Teknologi Pengemasan Dan Penyimpanan ini.

Laporan akhir ini merupakan salah satu tugas matakuliah Teknologi


Pengemasan dan Penyimpanan pada semester lima (5) Jurusan Teknologi Hasil
Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Jambi Tahun Akademik
2017/2018.

Penyusunmenyadaridalampenyusunan laporan akhir praktikum teknologi


pengemasan dan penyimpanan ini masih terdapat berbagai kekurangan. Untuk itu
penyusun sangat mengharapkan adanya kritik dan saran yang membangun guna
penyempurnaan laporan akhir praktikum ini.

Akhir kata, semoga karya ilmiah ini dapat memberikan manfaat dan bahan
pembelajaran kepada kita semua.Amin.

Jambi, 14 November 2017

Penyusun
LAPORAN AKHIR PRAKTIKUM

TEKNOLOGI PENGEMASAN DAN PENYIMPANAN

BAHAN ANTI GETAR DAN BAHAN PENGISI

JURUSAN TEKNOLOGI HASIL PERTANIAN

FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN

UNIVERSITAS JAMBI

2017
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Pendahuluan
Pengemasan disebut juga pembungkusan, pewadahan atau pengepakan,
dan merupakan salah satu carapengaetan bahan hasil pertanian, karena
pengemesan dapat memperpanjang umur simpan bahan. Sebelum dibuat oleh
manusia, alam juga telah menyediakan kemasan bahan pangan seperti jagung
dan kelootnya dll.
Ruang lingkup bidang pengemasan saat ini uga sudah semakin luas, dari
mulai bahan yang sangat bervariasi hingga model atau bentuk dan teknologi
pengemasan yang semakin canggih hingga bahan bahan dilaminasi. Namun
demikian pemakaian bahan bahan seperti sekam gabah, dedak kayu, kertas
bekas, sebagai bahan pengisi tidak etis dan kurang higienis, sehingga saat ini
pengemasa modern lebih menguntungkan dan praktis.
Bentuk dan teknolofi kemasan juga bervariasi seperti wadah cookies
berbahan plastik, sterofom, jarinf sterofom pelindung buah sebagai bahan anti
getar, dan buble wipe, kertas tisue, potongan sterofom sebagai bahan pengisi
lebih prakti dan efisien.

1.2 Tujuan
Agar mahasiswa dapat mengetahi dan memahami fungsi dan bahan
pembentukannya dari bahan anti getar juga bahan pengisi tersebut.
BAB II

TINJAUN PUSTAKA

2.1 Kemasan
Kemasan adalah wadah atau pembungkus yang dapat membantu
mencegah atau mengurangi terjadinya kerusakan kerusakan pada bahan
yang di kemas atau dibungkusnya. Penggunaan bahan pengemesa harus
sesuai dengan sifat bahan yang dikemas. Polietilen (PE), dan polipropilen
(PP) merupakan kemasan plastik yang fleksible yang umum digunakan untuk
mengemas produk daging dan ikan. Sifat sifat polietilen mudah dibentuk
dan lemas, tahan terhadap asam, basa, alkohol, dan diterjen juga memiliki
daya rentang tinggi tanpa sobek (Syarief,R.1991)
2.2 Fungsi pengemasan secara umum
Kerusakan bahan pangan dapat disebabkan oleh 2 hal yaitu kerusakan
oleh sifat alamiah dari produuk yang berlangsung spontan dan juga karena
pengaruh lingkungan. Pencegahan untuk meminimalisir kerusakan tersebut
terutama yang disebabkan oleh pengaruh lingkungan dengan cara
pengemasan produk. Fungsi paling mendasar kemasan adalah untuk
mewadahi dan melindungi prosuk dari kerusakan kerusakan, sehingga lebih
mudah disimpan, diangkut, dan dipasarkan (Buckle,KA,dkk.1987).
2.3 Klasifikasi kemasan
Klasifikasi kemasan dibagi berdasarkan frekuensi/pemakaiannya yaitu
kemasan sekali pakai, kemasan yang dapat dipakai berulang kali, dan
kemasan yang tidak dikembalikan oleh konsumen. Berdasarkan struktur
sistem kemas dibagi menjadi kemasan primer, sekunder, dan tersier.
Berdasarkan kekauanbahan kemasan yaitu dibagi menjadi kemasan fleksible,
kemasan kaku, dan kemasan semi kaku.berdasarkan sifat perlindungan dari
lingkungan dibagi menjadi kemasan hermetis, kemasan tahan cahaya, dan
kemasan tahan suhu tinggi (Kartika,B.1988).
2.4 Bahan anti getar dan pengisi
Bahan anti getar adalah bahan yang berfungsi untuk meminimalisir atau
mencaegah kontak langsung terhadap produk yang bisa merusak. Bahan
pengisi adalah bahan yang berguna untuk mengisi bagian yang kosong pada
bahan anti getar, juga berguna untuk memininalisir kontak ataupun getaran.
Fungsi paling mendasar dari bahan bahan ini yaitu mewadahi dan
melindungi produk selam distribusi dari produsen hingga konsumen,
melindungi dan mengawetkan produ dari kontak dengan sinar matahari juga
benturan secara mekanis (Syarief,R.1991).
Macam macam bahan anti getar yaitu karet anti vibrasi, merupakan
bahan yang terbuat dari lembaran lembaran karet yang berupa blok karet
sebagai meminimalisir getaran juga kebisingan. Buble wrap merupakan bahan
plastik lentur transparan yang bisa digunakan sebagai engemas barang
barang pecah belah, berbetnuk menonjol yang berisi udara. Paper egg try
adalah bahan anti getar yang terbuat dari kertas olahan yang di daur ulang
sebagai pencegahan terjadinya telur pecah dan meminimalisi kerusakan
(Sunaryo,E,S.1989)
BAB III

METODOLOGI
3.1 Waktu dan tempat
Praktikum ini dilaksanalan pada hari Rabu 27 september 2017 pukul
09.20 hingga selesai di laboratorium teknologi pertanian universitas jambi.
3.2 Alat dan bahan
Pada praktikum ini alat yang digunakan adalah alat tulis.edangkan bahan
yang digumakan adalah bubble wipe, jaring buah, egg try, sterofom, tisue
pengisi, dan sekam.
3.3 Prosedur kerja
Disiapkan alat dan bahan yang akan digunakan, lalu dipersentasikan
masing masing bahan yang digunakan dijelaskan juga pembentuk atau
penyusunya beserta fungsinya. Hasil persentasi dibaha pada laporan praktikum.
BAB IV
PENGAMATAN
4.1 Hasil
4.1.1 TabelHasilPengamatan
Nama Gambar Jenis Kegunaan
Bahan pengemas anti
getar untuk telur,
Egg try Anti getar meminimalisir getaran
agar telur tidak pecah
Sebagai anti getar pada
buah segar berfungsi
Jaring sebagai pencegahan
buah Anti getar kerusakan selama
proses distribusi.
Bahan anti getar untuk
mencegah kerusakan
Sterofom Anti getar buah, sayur selama
proses pengiriman
Bahan pengisi untuk
meminimalisir
Bubble Bahan pengisi terjadinya tekanan pada
wrap barang elektronik
Bahan pengisi untuk
meredam getaran dan
Sekam mengisi bagian yang
Bahan pengisi kosong pada egg try
Bahan pengisi pada
buah yang digunakan
Tisue bersamaan dengan
pengisi Bahan pengisi jaring buah.
4.2 Pembahasan
Pada praktikum ini membahas tentang bahan anti getar dan bahan pengisi,
mahasiswa membawa macam macam bahan anti getar dan pengisi. Selanjutnya
mahasiswa melakukan fermentasi dengna menjelaskan bahan pembentuk bahan
tersebut dan masing masing fungsinya.
Sterofoam merupakan varian zat yang bernama polystyrene yang dalam
pencampurannya melibatkan gelembung udara sehingga dapat mengembang.
Fungsinya sebagai anti getar untuk meminimalisir getaran selama proses
distribusi yang memiliki kelebihan murah, mudah didapatkan, dan praktis.
Egg try merupakan bahan anti getar untuk telur yang berasal dari akrton
yang didaur ulang. Fungsinya sebagai tempat menyimpan telur sehingga telur
tdak mudah pecah. Kelebihannya adalah mudah membawa produk dalam
jumlah banyak namun memiliki kekurangan yaitu mudah terkontaminasi dan
tidak hygien. Bahan anti getar lainnya yaitu jaring buah merupakan bahan yang
berasal dari polyned yang berfungsi untuk meminimalisir tekanan pada buah,
dehingga buah tidak mudah rusak, busuk, dan bonyok.
Bahan pengisi seperti bubble wrap merupakan bahan plastik lentur
transparan yang biasa digunakan untuk barang pecah belah, berbentuk
menonjol berisi udara. Fungsinya adalah untuk meminimalisir tekanan yang
terjadi. Gelembung udara dapat memberikan perlindungan yang maksimal
terhadap produk, memiliki kelebihan lainnya yaitu efisisen dan mudah dipakai.
Sekam gabah dan dedak kayu memiliki prinsip yang sama sebagai bahan
pengisi, hanya saja pengaplikasiannya yang sedikit berbeda. Sekam gabah
biasanya digunakan sebagai bahan pengisi pada egg try. Sedangkan dedak kayu
biasanya digunakan untuk mengemas barang yang memiliki tekstur yang aga
keras. Kelebihannya mudah ditemukan, mudah, dan efisien. Namun memiliki
kaekurangan yaitu mudah terkontaminasi dan kotor.
BAB V

PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Dari praktikum yang telah dilaksanakn dapat disimpulkan bahwa egg try,
jaring buah, dan sterofoam berfunsi sebagai bahan anti getar yang dapat
meminimalisir atau mencegah terjadinya kerusakan selama proses distribusi.
Sedangkan bahan pengisi seperti bubble wrap, sekam gabah, dedak, dan bubble
wrap berperan untuk mendukung fungsi dari bahan anti getar.

5.2 Saran

Sebaiknya untuk penggunaan produk pangan yang siap saji tidak


diperuntukan menggunakan bahan pengisi seperti sekam gabah dan dedak karena
kurangnya higienitas.
DAFTAR PUSTAKA

Buckle,K,A,dkk.1987. Ilmu Pangan. UI Press. Jakarta

Kartika,B.1988.Teknologi Pengemasan Hasil Pertanian. Bima Aksara. Jakarta

Sunaryo,E,S.1989. Mengenal Dunia Plasstik. Media Teknologi PATPI. Indonesia\

Syarief,R.1991. Teknologi Penyimpanan Pangan. Arean. Jakarta


LAMPIRAN

Gambar 1 Gambar 2 Gambar3 .Jaring

Egg try(Bahan anti getar) Sekam(BahanPengisi) Buah(Anti Getar)

Gambar 4 Gambar 5 Gambar 6

Tissue Pengisi Buble Wrap Steroform


LAPORAN AKHIR PRAKTIKUM

TEKNOLOGI PENGEMASAN DAN PENYIMPANAN

UJI BAKAR (HOT WARE TEST) PLASTIK

JURUSAN TEKNOLOGI HASIL PERTANIAN

FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN

UNIVERSITAS JAMBI

2017
BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 latar belakang


Penegrtian umum dari kemasan adalah suatu benda yang digunakan untuk
wadah atau tempat yang dikemas dan dapat perlindungan sesuai dengan
tujuannya. Adanya kerusakan yang dapat membantu mencegah atau mengurangi
kerusakan, melindungi yang ada didalamnya dari pencemaran serta gangguan fisik
serta gesekan, benturan dan gesekan dari segi promosi kemasan yang umum untuk
mengemasan produk hasil pertanian untuk tujuan pengangkutan atau distribusi.
Kemasan plastik saat ini mendominasi industri makanan indonesia
menggeser penggunaan kemasan logam dan gelas. Hal ini disebabkan kelebihan
dari kemasan plastik yaitu ringan fleksibel, multiguna, kuat, tidak bereaksi, tidak
karatan dan bersifat termoplostes (heat seal), dapat diberi warna dan harganya
yang murah. Kelemahan dari plastik karena adanya zat yang mungkin bermigrasi
kedalam bahan pangan yang dikemas.
Plastik sering dibedakan dengan resin karena antara plastik dan resin tidak
jelas perbedaanya. Secara alami, resin dapat berasal dari tanaman seperti balsom,
damar, terpentin, oleoresin, dan lain-lain. Tetapi kini resin sintesis sudah
diproduksi misalnya selofun, abruk, selluloid, fermika, nilen fenol, famoldehida
resin dan sebagainya.

1.2 tujuan
Tujuan dari praktikum pengemasan tentang uji bakar plastik yaitu untuk
melihat adanya unsur halogen
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 pengertian plastik


Plastik adalah salah satu bahan yang dapat kita temui dihampir setiap
barang. Mulai dari botol minuman, tv, kulkas, pipa paralon, plastik laminating,
gigi palsu, compact disk (CD), dan lain-lain. Oleh karena itu kita hampir
dipastikan pernah menggunakan dan memiliki barang, barang-barang yang
mengandung bisphenol-A. Salah satu barang yang memakai plastik dan
mengandung bisphenol A adalah industri makanan dan minuman sebagai tempat
penyimpanan makanan, plastik, penutup makanan, botol air mineral, dan botol
bayi walaupun sekarang sudah ada botol bayi dan penyimpanan makanan yang
tidak mengandung bishenol A sehingga aman untuk dipakai makan. Satu tes
membuktikan 95% orang pernah memakai barang mengandung Bisphenol-
A.(rachmawan,2001)
2.2 jenis-jenis plastik
Plastik dipakai karena ringan, tidak mudah pecah, dan murah. Akan tetapi
plastik juga beresiko terhadap lingkungan dan kesehatan keluarga kita. Oleh
karena itu kita harus mengerti plastik-plastik yang aman untuk kita pakai. Jenis-
jenis plastik yaitu sebagai berikut:

2.2.1 PETE atau PET (polysthylene terephthalate)


Bisa dipakai untuk botol plastik yang jernih atau transparan atau tembus
pandang seperti botol air mineral, botol jus, dan hampir semua botol
minuman lainnya. Botol-botol dengan bahan 1 dan 2 direkomendasikan
hanya untuk sekali pakai jangan pakai untuk air hangat apalagi panas.

2.2.2 HDPE (haigh density polyethylene)


Bisa dipakai untuk Botol susu yang berwarna putih susu sama seperti 1
PET dan 2 juga direkomendasikan hanya untuk satu kali pemakaian.
2.2.3 V atau PVC (polyvinyl chloride)
V atau PVC (polyvinyl chloride) adalah plastik yang paling sulit didaur
ulang. Plastik ini juga bisa ditemukan pada plastik pembungkus (cling
wrap) Dan botol-botol. Kandungan dari PVC yaitu DEHA yang terdapat
pada plastik pembungkus dapat bocor dan masuk kemakanan berminyak
bila dipanaskan. PVC berpotensi berbahaya untuk ginjal, hati dan berat
badan.

2.2.4 LDPE (low density polyethyline)


Bisa dipakai untuk tempat makanan dan botol-botol yang lembek.
Barang-barang dengan kode 4 dapat didaur ulang dan baik untuk barang-
barang yang menntukan fleksibilitas. Tetapi kuat. Barang dengan 4 bisa
dibilang tidak dapat dihancurkan tetapi tetap baik untuk tempat makan.

2.2.5 PP (polypropylene)
PP (polypropylene) adalah pilihan terbaik untuk bahan plastik terutama
untuk berhubungan dengan makanan dan minuman seperti tempat
menyimpan makanan, botol minuman dan terpenting botol minum untuk
bayi. Karakteristik adalah biasa botol transparan yang tidak jernih atau
berawan.

2.2.6 PS (polystyrene)
Bisa dipakai sebagai bahan tempat makana styrofoam, tempat minuman
sekali pakai, dan lain-lain. Bahan polystyrene bisa membocorkan bahan
styrine kedalam makanan ketika makanan tersebut bersebtuhan. Bahan
styrene berbahaya untuk otak dan sistem syaraf. Selain tempat makanan,
styrene juga bisa didapatkan dari asap rokok, asap kendaraan dan bahan
kontruksi gedung. Bahan ini harus dihindari.

2.2.7 OTHER (biasanya polycarbonate)

bisa didapatkan ditempat makanan dan minuman olahraga. Polycarbonate bisa


mengeluarkan bahan utamanya yaitu bisphenol-A kedalam makanan dan
minuman yang berpotensi merusak sistem hormon. Hindari bahan plastik
polycarbonate. (milliati, 2010)

Dapat mengeluarkan bahan utamanya yaitu bisphenol-A kedalam makanan


dan minuman yang berpotensi merusak sistem hormon, kromosom pada ovarium,
penurunan produksi sperma dan mengubah fungsi imunitas. Dianjurkan tidak
digunakan untuk tempat makanan ataupun minuman. Irosnya botol susu sangat
mungkin mengalami proses pemanasan. Entah itu untuk tujuan sterilisasi dengan
cara merebus, dipanaskan dengan microwave, atau dituangi air mendidih atau air
panas.(Syarif,1989)

Plastik mempunyai berbagai sifat yang menguntungkan, diantaranya:


1. umunya kuat namun ringan
2. secara kimia stabil (tidak beraksi dengan udara, air, asam, alkali, dan
berbagai zat kimia lain)
3. isolator listrik yang baik
4. mudah dibentuk, khusunya dipanaskan
5. biasanya transparan dan jernih
6. dapat diwarnai
7. fleksibelatau plastis
8. harganya relatif murah. (julianti,2006)

saat ini banya sekali ditemukan kemasan dengan berbagai bahan, tetapi pada
umunya kemasan yang dilakukan untuk benih tanaman pangan khususnya kedelai
berupa plastik polyetheline dengan ketebalan bervariasi antara 0,05-0,08 mm.
Bahan ini biasanya berciri lentur (elastis), buram(tidak bening) dan tidak kaku
sehingga diharapkan tidak mudah pecah. (herni, 2006)

2.3 uji bakar plastik

Uji bakar plastik merupakan suatu bentukpengujian yang dapat digunakan


untuk mengidentifikasi jenis polimer dari sutu plastik degan pembakaran plastik
pada nyala api. Uji bakar plastik bertujuan untuk mengetahui sifat dari jenis-jenis
plastik dalam kemudahan terbakar, kecepatan merambat, warna nyala api,
pembentukan asap, warna dan bau asap (millati,2010)
BAB III

METODOLOGI

3.1 waktu dan tempat

Praktikum teknologi pengemasan mengenai uji bakar plastik ini dilakukan


pada hari rabu, 11 oktober 2017. Dan bertempat dilaboratorium pengolahan II
ruang B106 fakultas teknologi pertanian universitas jambi

3.2 alat dan bahan

Alat yang digunakan pada praktikum kali ini yaitu lilin, mancis atau korek
dan tisu. Adapun bahan yang digunakan yaitu jenis plastik nomor 1-7 (PET,
HDPE, PVC, LDPE, PP, PS, OTHER)

3.3 prosedur kerja

Pertama-tama nyalakan lilim menggunakan korek api lalu beberapa je is


plastik seperti PET HDPE, PVC, LDPE, PP, PS, OTHER dibakar satu persatu
pada salah satu ujungnya. Kemudian dilakukan terhadap kemudahan terbakar,
kecepatan rambat nyala api, warna nyala api, pembentukan asap, warna asap dan
bau yang timbul. Ditulis hasil pengamatan dalam bentuk tabel dan terakhir hasil-
hasil pengamatan dilaporkan dalam bentuk laporan.
BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 hasil dan pengamatan

Tabel 1 hasil pengamatan uji bakar plastik

Jenis
plastik Kemudahan Kecepatan Warna Pembentukan Warna
No bau
dan nama terbakar merambat nyala api asap asap
produk
PET
Putih Tidak
1 (kemasan lambat lambat orange sedikit
keabuabuan menyengat
detol)
HDPE Tidak
2 (hot in lambat lambat biru sedikit putih terlalu
cream) menyengat
PVC Hijau sedikit
3 lambat lambat banyak Abu-abu Menyengat
(paralon) orange
LDPE Tidak
Mudah Cepat Sedikit
4 (label orange sedikit terlalu
terbakar terbakar hitam
shampo) menyengat
PP
Tidak
5 (aqua mudah cepat Biru/orange sedikit putih
meyengat
gelas)
PS
6 (toples mudah cepat orange banyak hitam Menyengat
kue)
OTHER
(wadah
Hijau Tidak
7 bekas mudah cepat banyak putih
orangr/biru berbau
pasta
gigi/odol)
4.2 pembahasan

Pada praktikum kali ini melakukan uji bakar plastik. Kemudian dilakukan
pengamatan uji bakar plastik yaitu yang diamati kemudahan terbakar, kecepatan
merambat, warna nyala api, pembentukan asap, warna asap dan bau. Uji bakar
plastik merupakan suatu bentuk pengujuan yang dapat digunakan untuk
mengidentifikasi jenos polimer dari suatu plastik dengan pembakaran plasti pada
nyala api. Kemudahan terbakar deri pengemas tergantung dari ketebala bahan
yang digunakan untuk mengemas suatu bahan. Seperti kemasan detol,ht in cream
dan paralon yang merupakan plastik yang paling tebal diantara bahan yang
digunakan dalam praktikum ini.

Penggunaan bahan plastik sebagai pengemas dilakukan dengan tujuan


salah satunya, yaitu praktis dan ringan. Plastik digolongkan menjadi 7 jenis yaitu
PET, HDPE, PVC, LDPE, PP, PS, dan OTHER. Pada praktikum kali ini bahan
yang digunakan yaitu jenis plastik PET, plastik yang diuji coba yaitu pada
kemasan detol, kemasan ini kemudahan terbakar yaitu lambat dikarnakan plastik
kemasan yang tebal sehingga lambat untuk terbakar. Kemudian plastik jenis
HDPE, plastik yang diuji yaitu plastik kemasan hot in cream kemudahan terbakar
yaitu lambat, plastik jenis PVC, plastik yang digunakan atau yang diuji yaitu
paralon dimana kemudahan terbakarnya yaitu lambat, selanjutnya plastik jenis
LDPE, plastik yang digunakan yaitu plastik label shampo dimana plastik label
shampo tersebut sangat lah mudah terbakar dan cepat terbakarnya. Kemudian
plastik jenis PP, plastik yang diuji jenis PP ini yaitu pada plastik aqua gelas diman
plastik aqua gelas ini sama seperti jenis plastik label shampo yaitu sama-sama
mudah terbakar dan muadah merambatnya. Dan yang terakhir yaitu plastik jenis
OTHER, plastik jenis OTHER yang digunakan pada saat praktikum yaitu plastik
bekas wadah pasta gigi atau odol, p[lastik jenis ini mudah terbakar dan cepat
merambat. Kecepatan rambat nyala api dari bahan pengemas tergatung dari
kerapatan unsur penyusun plastik tersebut. Warna nyala api dari bahan praktikum
ini yaitu warna orange, biru, jingga dan sedikit kuning. Pembentukan asap terjadi
pada semua jenis plastik. Hal ini berpengaruh terhadap ketebalan serta jumlah
komposisi plastik itu sendiri. Hal ini juga berpengaruh terhadap warna asap dan
bau.
BAB V

PENUTUP

5.1 kesimpulan

Dari hasil praktikum yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa hasil
pengamatan uji bakar plastik yaitu terdapat perbedaan ketahanan dari setiap bahan
pembentuk plastik, tergantung dari bahan atau polimer penyusunnya dan juga
kemasan plastik dibuat berdasarkan sifat kepolaran produk yang akan dikemas.

5.2 saran

Sebaiknya dalam memilih suatu produk makanan yang ingin dikonsumsi,


harus memperhatikan kemasan dari produk tersebut. Agar kita dapat memilih
produk yang sehat dan sesuai dengan kebutuhan.
DAFTAR PUSTAKA

Herni.Susilowati,2006.Kemasan Benih Kedelai Untuk Transfortasi. Balai Besar-


Ppmbtph,Tapas Depok

Julianti, E Dan Mimi, N. 2006. Teknologi Pengemasan. Laporan Penelitian.


Fakultas Pertanian Univesitas Sumatra Utara, Medan

Millianti, Tanwiru,Dkk.2010.Penuntun Praktikum Teknologi Pengemasan Dan


Penyimpanan, Fakultas Pertanian Universitas Lambung
Mangkurat, Banjarbaru

Rachman, Obie. 2001. Modul Dasar Pengeringan.Pendinginan Dan Pengemasan


Komoditas Pertanian. Direktorat Pendidikan Menengah
Kejuruan. Jakarta

Syarief,R., Santausa,St. Ismayana B.1989. Teknologi Rekayasa Proses


Pangan,PAU Pangan Rekayasa Proses Pangan. PAU Pangan Dan
Gizi, IPB
LAMPIRAN

Gambar 1. Jenis plastik PET uji


bakar plastik pada produk kemasan
detol

Gambar 2. Jenis plastik HDPE uji


bakar pada plastik produk kemasan
hot in cream

Gambar 3. Jenis plastik PVC uji


bakar plastik pada paralon

Gambar 4. Jenis plastik LDPE uji


bakar pada plastik label shampo
Gambar 5. Jenis plastik PP uji
bakar plastik pada aqua gelas

Gambar 6. Jenis plastik PS ujibakar


plastik pada wadah toples kue

Gambar 7. Jenis plastik OTHER uji


bakar plastik wadah bekas pasta
gigi
LAPORAN PRAKTIKUM

TEKNOLOGI PENGEMASAN DAN PENYIMPANAN

UJI MUTU KERTAS

TEKNOLOGI HASIL PERTANIAN

TEKNOLOGI PERTANIAN

UNIVERSITAS JAMBI

2017
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Pengemasan merupakan suatu usaha yang bertujuan untuk melindungi
bahan pangan dari penyebab-penyebab kerusakan baik, fisik, kimia, biologi
maupun mekanis, sehingga dapat sampai ketangan kinsmen dalam keadaan
baik dan menarik. Bahan kemasan yang digunakan bervariasi dari kemasan
kertas, plastik, gelas, logam, fiber hingga bahan-bahan yang dilaminasi.
Bentuk dan teknologi pengemasan juga bervariasi dari kemasan botol, kaleng,
corrugated box, kemasan vakum, kemasan aseptik, kaleng bertekanan,
kemasan tabung hingga kemasan aktif dan pintar (active and intelligrnt
packaging) yang dapat menyesuaikan kondisi lingkungan didalam kemasan
dengan kebutuhan produk yang dikemas. Fungsi paling mendasar dari
kemasan adalah untuk mewadahi atau melindungi produk dari kerusakan-
kerusakan sehingga lebih mudah disimpan, diangkat dan dipasarkan.

Penggunaan kertas ini berkaitan dengan tingkat kemudahan mendapatkan


kertas, biaya yang lebih murah serta, kemudian dalam menggunakannya.
Berbagai kemasan produk masih banyak menggunakan kertas, antara lian
produk makanan, obat-obatan, produk ruamah tangga dan alain-lain.
Sebagainya sehingga masih memicu berkembangnya industri kertas
diindonesia. Namun kertas memiliki kelemahan diantaranya kertas sensitive
terhadap air serta mudah dipengaruhi keadaan kelembaban lingkungan sifat-
sifat kemasan kertas sangat tergantung pada proses pembuatan serta perlakuan
tambahan pada proses pembuatannya.

1.2 Tujuan

Untuk mengetahui mutu kertas dari parameter jenis kertas, ketebalan


kertas, formasi, waktu tembus air, waktu tembus minyak dan ketahanan kertas
dari lipatan.
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Kemasan

Kemasan adalah suatu benda yang digunakan untuk wadah atau tempat
yang dikemas dan tempat memberikan mencegah atau mengurangi kerusakan,
melindungi bahan yang ada didalamnya dari pencamaran serta gangguan fisik
serta gangguan fisik seperti gesekan, benturan atau getaran. Dari segi promosi
kemasan berfungsu sebagai perangsang atau daya tarik ( Nurminah, M. 2002)

Adanya pengemasan dapat membantu untuk mencegah atau mengurangi


terjadinya kerusakan-kerusakan. Kerusakan terjadi karena pengaruh
lingkungan luar dan pengaruh kemasan yang digunakan. Faktor-faktor yang
mempengaruhi kerusakan bahan pangan sehubungan dengan kemasan yang
digunakan dapat digolongkan menjadi dua golongan menjadi pertama
kerusakan ditentukan oleh sifat alamiah darai produk dan tidak dapat dicegah
dengan pengemasan, misalnya perubahan kimia, biokimia, fisik serta
mikrobiologi, sedangkan golongan kedua, kerusakan yang dilakuakan oleh
lingkungan dan hampir seluruhnya kerusakan mekanis, perubahan kadar air
bahan, absorbsi dan interaksi dengan oksigen. (Nurminah, M. 2002)

2.2. Kemasam kertas

Kemasan kertas merupakan kemasan fleksibel yang pertama sebelum


ditemukan plastic dan aluminium foil. Saat ini kemasan kertas masih banyak
digunakan dan mamou bersaing dengan kemasan lain seperti plastik dan
logam karena harganya yang murah, mudah diperoleh dan penggunaannya
yang luas. Selain sebagai kemasan, kertas juga berfungsi sebagai media
komunikator dan media cetak. (Winarno, 1983)

Kelemahan kemasan kertas untuk mengemas bahan pangan adalah sifatnya


yang sensitif terhadap air dan mudah dipengaruhi oleh kelembaban udara
lingkungan. Sifat-sifat kemasan kertas sanagt tergantung pada proses
pembuatan dan perlakuan tambahan pada proses pembuatannya. Kemasan
kertas dapat berupa kemasan fleksibel atau kemasan kaku. Beberapa jenis
kertas yang dapat digunakan sebagai kemasan feleksibel adalah kertas kraft,
kertas tahan lemak (grease proof). Glassin dan kertas lilin (waxed paper) atau
kertas yang dibuat dari paper board dan berbagai jenis board dari kertas
khusus. Wadah kertas biasanya dibungkus lagi dengan bahan-bahan kemasan
lain seperti plastic dan foil logam yang lebih bersifat protektif. (Winarno,
1983)

2.3.Jenis Jenis Kertas

Ada dua jenis kertas utama yang digunakan yaitu kertas kasar dan lunak.
Kertas yang digunakan sebagai kemasan adalah jenis kertas kasar, sedangkan
yang halus digunakan untuk kertas tulis yaitu untuk kerats buku dan kertas
sampul. Kemasan yang paling kuat adalah kertas kraft dengan warna alami,
yang dibuat dari kayu lunak dengan proses sulfat. Adapun beberapa jenis
kertas yang digunakan antara lain :

2.3.1 Kertas Karton

Kertas karton adalah kertas yang bertekstur halus, putih, mengkilap


dan tebal. Ketebalan kertas ini mulai 190 gsm, 210 gsm 230 gsm, 260
gsm, dan 310 gsm. Kertas ini biasannya digunakan untuk kartu nama,
cover buku, cover majalah, company profile, poster, sertifikat, box
produk, undangan dan masih banyak lainnya. Untuk kartu nama dan
cover buku sndiri sangat cocok ( Rimadani, 1993 ).

2.3.2 Kertas Koran

Koran atau surat kabar adalah suatu penerbitan yang ringan dan
mudah dibuang. Biasannya dicetak pada kertas berbiaya rendah yang
disebut kertas koran, yang berisi topik, berita berita terkini dalam
berbagai topic. Topiknya biasannya berupa even politik, kriminalitas,
olahraga, tajuk rencana, cuaca. Surat kabar juga biasannya berisi
karikatur yang biasannya dilakukan dijadikan bahan sindiran lewat
gambar berkenaan dengan masalah masalah tertentu, komik, tis dan
hiburan lainnya ( Ramadani, 1993 ).

2.3.3 Kertas Asturo

Kertas asturo adalah sebuah kertas tebal yang memiliki 2 sisi


warna yang berbeda. Satu sisi kemasan berwarna putih, dan sisi lainnya
bisa memiliki warna yang beragam. Kertas asturo biasannya digunakan
untuk keperluan penjilidtan ( hard cover ),keperluan metode
pembelajaran, sebagai bahan untuk membuat kerajinan tangan, dan lain
sebagainnya. Bila digunakan untuk keperluan penjilidtan, kertas asturo
biasannya dilengkapi dengan pelapis lapisan poly yang membuatnya
tidak menyerap air ( Ramadani, 1993 ).

2.3.4 Kertas HVS

Kertas HVS adalah jenis kertas yang paling terkenal dan sangat
sering digunakan. Berwarna putih dengan tekstur yang agak kasar
sehingga sangat cocok digunakan untuk menulis, cetak dokumen atau
buku, dan keperluan kantor lainnya. Ukuran kertas HVS juga bervariasi,
tersedia ukuran A4 hingga A0, ukuran F4, dan ukuran Q4, Gramasi yang
tersedia dipasaran adalah 70 gr, 80 gr, dan 100 gr ( Ramadani, 1993 )

2.3.5 Kertas Concorde

Kertas ini bertekstur kasar sedikit halus, dan memiliki permukaan


timbul seperti membentuk garis. Kertas ini biasannya digunakan untuk
sertifikat, proposal, surat penting dan lainnya. Kertas ini memiliki
banyak varian warna yang soft ( Ramadani, 1993 )

2.3.6 Kertas Minyak

Kertas minyak adalah kertas yang dapat menahan minyak atau air (
biasannya untuk membungkus kue ) ( Ramadani, 1993 )

2.3.7 Kertas Pembungkus Nasi


Kertas nasi atau biasa juga disebut dengan wrap paper adalah
kertas yang secara khusus diguanakan sebagai pembungkus nasi seperti
yang biasa diguanakn oleh para pelaku usaha dalam bidang makanan
seperti KFC, McD, CPC dan semisalnya. Namun demikian, penggunaan
wrap paper tidaklah terbatas dengan sebagai wadah nasi saja. Wrap
paper dapat pula digunakan secara meluas sebagai pembungkus
makanan gorengan seperti friend chickhen, kentang goring, kebab,
hotalog, dll ( Ramadani, 1993 )

2.3.8 Kertas Origami

Kertas origami merupakan seni lipat yang berasal dari Jepang.


Bahan yang diguankan adalah kertas atau kain yang biasannya berbentuk
persegi. Sebuah hasil origami merupakan suatu hasil kerja tangan yang
sangat teliti dan halus pada pandangan ( Ramadani, 1993 )

2.3.9 Kertas Double Folio

Kertas double folio merupakan kertas folio bergaris yang memiliki


ukuran dua kali lebih besar. Double folio yanag memiliki ukuran lebih
panjang yakni 43 X 33 cm ( Ramadani, 1993 )

2.3. 10 Kertas Roti

Kertas roti adalah kertas yang biasa digunakan untuk membuat


sketsa karena coretan yang dibuat dengan menggunakan pensil diats
kertas ini mudah dihapus tanpa meninggalkan bekas, Kertas ini semi
transparan sehingga dapat digunakan untuk menjiplak , kertas ini juga
tidak mudah robek ( Ramadani, 1993 )

2.3.11 Kertas Buffalo

Kertas ini halus, licin, dan memiliki tekstur seperti guratan kayu.
Kertas ini biasa tebal diguanakn untuk cover jilid dan beberapa untuk
map serta kertas iuran. Kertas ini juga memiliki banyak varian warna
(Rimadani, 1993 )
2.3.12 Kertas Tissue

Kertas tissue adalah sejenis kertas krep ringan yang dapat


digunakan untuk berbagai tujuan, seperti kertas tisu higienis, tisu wajah (
facial tissue ), handuk kertas, kertas pembungkus, dan lainnya. Kertas
tisu dapat dibuat dari bubur kertas asli maupun hasil daur ulang (
Ramadani, 1993 )

2.3.13 Kertas Kardus

Kertas kardus adalah kertas yang sangat dikenal dimasyarakat.


Salah satu fungsi utamannya untuk mengepak atau mengemas barang
material sebelum dikirim atau dipasarkan ( Ramadani, 1993 )

2.3.14 Kertas Manila / BW

Kertas ini lazim digunakan untuk kartu nama, booklet, dan


kalender. Kertas Bw memiliki beberapa nama seperti kertas BC atau
kertas manila. Jenis kertas ini tersedia beberapa warna denga tekstur
halus pada permukaannya ( Ramadani, 1993)

2.3.15 Kertas Art Paper

Bahan kertas untuk brosur, karena permukaannya yang licin ( art )


dan yang semi daff ( malt ). Selain karena licin, hasil yang dihasilkan
juga bagus, karena raster kertasnya halus ( Ramadani, 1993 )

2.3.Uji Mutu Kertas

2.3.1. Ketebalan kertas/karton

Keketebalan didefinisikan sebagai jarak antara dua permukaan


yang sejajar yang tegak lurus setelah dilakukan penekanan ketebalan
lembaran dipengaruhi oleh beberapa factor diantaranya jenis serat,
adanya bahan lain selalin serat, gramator, tingkat penekanan. Ketebalan
sangat penting untuk kertas dan karton terutama bagi kertas atau karton
yang digunakan untuk tujuan mekanik. (Proyekti, dkk. 2016)
2.3.2 daya serap air/ ketahan terhadap air

Daya serap air adalah jumlah gram air yang diserap oleh satu meter
persegi lembaran kertas atau karton dalam waktu 6- detik diukur pada
kondisi standard yang dinyatakan dalam gr/m2. Semakin kecil daya serap
air, maka semakin tinggi daya tahan lembaran kertas atau karton
terhadap penetrasi, cairan. Menurut casey (1981) sizer adalah bahan
penolong yang ditambahkan sebelum atau sesudah pembentukan
lembaran kertas atau karton yang ditunjukkan terutama untuk
meningkatkan ketahanan kertas atau karton terhadap cairan (Casey,
1981)

2.3.3 Ketahan koyak ( Taring resistant) / ketahan terhadap lipatan

Ketahan koyak kertas atau karto adalah rintangan suatu kertas atau
kerton yang mengalami kekoyakan. Pengujian pertahan banyak
dilakukan adalah untuk mengukur tenaga yang diperlukan untuk
mengoyakkan sehelai kertas atau karton. Ketahan koyak kertas atau
karton sangat penting karena dapar untuk melancarkan kertas diatas
mesin-mesin pencetak agar lembaran kertas tidak mudah koyak (Erliza,
1987)
BAB III

METODOLOGI

3.1. Waktu dan Tempat

Praktikum kali ini dilaksanakan pada hari, rabu, 24 oktober 2017, pukul
9.20-11.00, bertempat diruangan laboratorium pengemasan, ruangan B106,
fakultas teknologi pertanian, universitas jambi.

3.2. Alat dan Bahan

Alat yang digunakan pada praktikum kali ini adalah jangka sorong, cup
plastic, gunting, penggaris, dan bahan yang digunakan yaitu air, minyak, kertas
karton dan kertas double folio.

3.3. prosedur kerja

Pertama-tama siapkan alat dan bahan yang akan digunakan untuk


parameter ketebalan kertas diukur dengan menggunakan jangka sorong pada
semua jenis kertas, kemudian dicatat hasilnya untuk parameter formasi kertas,
dilihat kertas dengan cara menerawang kecehaya, kemudian diamati ada atau
tidaknya serat pada kertas, selanjutnya dicatat hasil untuk pengamatan ketehanan
kertas terhadap air, kemudian ketahan kertas terhadap minyak, dengan diletakkan
kertas diatas minyak dan dicatat waktu tembus minyak, lalu diamati lagi
ketahanan kertas terhadap lipatan, dilipat kertas sampai kertas tidak dapat dilipat
lagi.
BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1. Hasil pengamatan

Tabel 4.1.1 hasil pengamatan uji mutu kertas

no Jenis Ketebalan formasi Waktu Waktu Ketahanan


kertas kertas tembus tembus kertas
minyak air terhadap
lipatan

1 Karton 0,2 mm Berserat, 1,8 02:37 Tidak sobek


tidak detik detik dan tahan
beraturan, terhadap
lebih halus. lipatan.

2 Double 0,06 mm Serat halus, 1 detik 19 Tidak sobek


folio tidak detik dan tahan
beraturan terhadap
lipatan

4.2.Pembahasan

Pada praktikum kali ini, dilakukan uji mutu kertas terhadap parameter
yang diamati adalah ketebalan kertas, formasi kertas, ketahanan terhadap air,
ketahanan terhadap minyak dan ketahanan terhadap lipatan. Jenis kertas yang
digunakan pada praktiikum kali ini adalah kertas karton dan kertas double
folio.

Pengukuran ketebalan kertas dengan menggunakan jangka sorong, dimana


salah satu bagian sisi dari masing-masing kertas yang diuji dan diukur. Pada
kertas karton setelah diukur dengan menggunakan jangka sorong didapatkan
ketebalan pada kertas karton tersebut adalah 0,06 mm, dan kertas double folio
adalah 0.06 mm.
Pengamatan formasi kertas sangat dipengaruhi oleh adannya skatan antar
serat dan antar partikel kertas / pulp. Formasi kertas sangat berhubungan
dengan orientas serat kertas. Dari ketiga kertas tersebut, pengamatan formasi
kertas dilakukan dengan cara menerawangkan dari masing masing kertas
dengan memanfaatkan cahaya. Pada kertas jeruk formasi yang didapatkan
yaitu ada, jarang-jarang, pada kertas karton formasi kertas banyak, sedangkan
pada kertas double folio formasi kertas serat halus dan tidak beraturan.

Pengamatan mutu kertas pada ketahanan kertas dalam menembus minyak.


Pengujian ini untuk membedakan daya penetrasi minyak dan masing-masing
kertas yang duji dan menentukan kertas mana yang lebih tahan terhadap
minyak. Pada pengamatan ini dilakukan dengan cara mencelupkan potongan
kertas kedalam minyak yang diletakkan didalam cup dan daya tembus yang
paling cepat pada minyak adalah pada kertas karton dengan waktu yang
terpakai selama 1,8 detik. Sedangkan pada kertas double folio waktu tembus
minyak yang terpakai selama 1 detik. Kertas yang memiliki daya serap yang
rendah terhadap minyak termasuk dalam golongan kertas origami.
Pengamatan mutu kertas pada ketahanan kertas dalam meembus air.
Dengan pengujian ini maka didapatkan jenis kertas apa yang akan digunakan
untuk mengemas suatu bahan agar pada saat bahan dikemas, kertas yang
digunakan tidak mudah sobek. Pada pengamatan ini dilakukan dengan cara
mencelupkan potongan kertas kedalam air yang diletakkan didalam cup dan
daya tembus air yang paling cepat adalah pada kertas double folio dengan
waktu yang didapatkan adalah 19 detik. Sedangkan pada kertas karton daya
tembus air dengan waktu yang terpakai selama 02;37 detik. Terjadinnya
perbedaan daya serap air karena adannya perbedaan metode sizing. Sizing
merupakan pada umumnya digunakan untuk memberikan ketahanan
resisntensi air.
Pengamatan kertas terhadap ketahanan lipatan, hal ini berkaitan dengan
ketahanan koyak kertas. Pada pengujian ini masing-masing kertas ini dilipat
sampai kertas tersebut tidak dapat dilipat lagi. Pada kertas karton didapatkan
hasil yaitu tidak sobek dan tahan terhadap lipatan. Sedangkan pada kertas
double folio didapatkan hasil bahwa kertas tersebut juga tidak sobek dan tahan
terhadap lipatan.
BAB V

PENUTUP

5.1. Kesimpulan

Pada praktikum kali ini dapat disimpulkan pada parameter ketebalan


kertas karton 0,2 mm, kertas double folio 0,06 mm parameter formasi pada kertas
karton yaitu berserat, tidak beraturan dan double folio serat halus dan tidak
beraturan, pada parameter tembus miyak yang paling cepat pada kertas doube
folio. Pada parameter tembus air, yang paling cepat kertas double folio, dan
parameter ketahanan kertas terhadap lipatan dari kedua ketas terhadap lipatan dari
kedua kertas tersebut sama-sama tidak sobek dan tahan terhadap lipatan

5.2 saran

Sebaiknya pada praktikum kali ini praktikan lebih hati-hati dan teliti dalam
menghitung waktu tembus minyak dan tembus air
DAFTAR PUSTAKA

Casey. J. P. 1981. Pulp and Paper, Vol II Second Ed International Publisher Inc,
Newyork

Erliza. 1987. Pengantar Kemasan. Laboratorium Pengemasan, Jurusan TIP. IPB


Bogor

Nurminah, M. 2002. Penelitian Berbagai Bahan Kemasan Plastik dan Kertas Serta
Pengaruhnya Terhadap Bahan yang Dikemas. Fakultas Pertanian. Jurusan
Teknologi Pertanian. Universitas Sumatera Utara

Nurminah, M dan Elisa Julianti. 2006. Buku Ajar Teknologi Pengemasan.


Departemen Teknologi Pertanian Universitas Sumatera Utara

Proyekti dkk. 2016. Pengujian Tingkat Kelembapan Lembaran Kertas Serta


Melalui Tahap Pengeringan. Jurusan Fisika, fakultas Matematikan dan
Ilmu Penegtahuan Alam. Universitas Negeri Malang

Ramadani, 1993. Kemasan Kertas. Surabaya : Media Cipta

Winarno. F. G. 1983. Gizi Pangan . Teknologi dan Konsumsi Penerbit Gramedia


Jakarta
LAMPIRAN

Gambar 1: mengamati Gambar 2: Mengamati Gambar 3: mengukur

Serat kertas karton serat kertas double polio diameter double folio

Gambar 4: mengukur Gambar 5: kertas double Gambar 6: kertas

Kertas karton polio karton yang dilipat

Gambar 7: kertas double Gambar 8 : mengamati Gambar 9 :mengamati

Polio di lipat Daya serap air daya serap minyak