Anda di halaman 1dari 11

JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT,

Volume 1, Nomor 2, Tahun 2012, Halaman 315 - 325


Online di http://ejournals1.undip.ac.id/index.php/jkm

FAKTOR-FAKTOR RISIKO HIPERTENSI PRIMER DI PUSKESMAS


TLOGOSARI KULON KOTA SEMARANG
) ) ) )
Erlyna Nur Syahrini* , Henry Setyawan Susanto** , Ari Udiyono ** * Alumnus
)
FKM UNDIP, ** Dosen Bagian Epidemiologi dan Penyakit Tropik FKM UNDIP

ABSTRAK

Di Indonesia prevalensi hipertensi berkisar antara 8,610%. Saat ini jumlah


penderita hipertensi di Indonesia diperkirakan 15 juta orang. Prevalensi pada
daerah urban dan rural berkisar antara 17-21% dan hanya 4% yang merupakan
hipertensi terkontrol. Prevalensi pada dewasa 6-15% dan 50% di antara orang
dewasa yang menderita hipertensi tidak menyadari sebagai penderita hipertensi
sehingga mereka cenderung untuk menjadi hipertensi berat karena tidak
menghindari dan tidak mengetahui faktor risikonya, dan 90% merupakan
hipertensi esensial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besar prevalensi
dan faktor-faktor risiko hipertensi primer di wilayah kerja puskesmas Tlogosari
Kulon Kota Semarang.
Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional.
Populasi penelitian ini adalah seluruh penduduk yang berusia 15-44, 45-54, 55-
64, dan 65 tahun keatas yang berada di wilayah kerja Puskesmas Tlogosari
Kulon. Sampel dari penelitian ini adalah sebagian dari populasi yang berjumlah
80 responden yang memeriksakan diri di puskesmas tlogosari kulon. Analisis
yang dilakukan adalah dengan menggunakan analisis univariat dan bivariat.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara
umur (p=0,0001), obesitas (p=0,003), kebiasaan konsumsi garam (p=0,027), dan
kebiasaan konsumsi makanan berlemak (p=0,034) dengan hipertensi; tidak ada
hubungan yang bermakna antara jenis kelamin (p=0,161), kebiasaan merokok
(p=0,655), kebiasaan konsumsi alkohol (p=0,383), kebiasaan konsumsi kafein
(p=0,950) dengan hipertensi. Bedasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa
umur, obesitas, kebiasaan konsumsi garam, dan kebiasaan konsumsi makanan
berlemak merupakan faktor risiko hipertensi primer di wilayah kerja Puskesmas
Tlogosari Kulon.

Kata Kunci : Hipertensi, Prevalensi, Faktor Risiko, Tlogosari Kulon


Kepustakaan : 57, 1991-2011

pada otak dan berdampak pada


PENDAHULUAN kematian yang tinggi), penyakit
jantung koroner (terjadi pada
Hipertensi merupakan suatu kerusakan pembuluh darah jantung)
keadaan terjadinya peningkatan serta penyempitan ventrikel kiri / bilik
tekanan darah yang memberi gejala kiri (terjadi pada otot jantung). Selain
berlanjut pada suatu target organ penyakit-penyakit tersebut, hipertensi
tubuh sehingga timbul kerusakan dapat pula menyebabkan gagal
lebih berat seperti stroke (terjadi ginjal, penyakit pembuluh lain,

Erlyna Nur Syahrini


Alumnus Fakultas Kesehatan Masyarakat UNDIP 2012
JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT,
Volume 1, Nomor 2, Tahun 2012, Halaman 315 - 325
Online di http://ejournals1.undip.ac.id/index.php/jkm

diabetes mellitus dan lain-lain.(1) tidak sehat seperti kebiasaan


Penderita hipertensi sangat merokok dan mengkonsumsi alkohol.
heterogen, hal ini membuktikan Dinas Kesehatan Kota (DKK)
bahwa hipertensi bagaikan mozaik, Semarang menyatakan bahwa grafik
diderita oleh orang banyak yang penyakit tidak menular berdasar
datang dari berbagai sub-kelompok tempat pada tahun 2010, kasus
berisiko di dalam masyarakat. hipertensi tertinggi terdapat di
Hipertensi dipengaruhi oleh faktor puskesmas Bandarharjo (7.935),
risiko ganda, baik yang bersifat Tlogosari Kulon (7.137), dan
endogen seperti neurotransmitter, Gayamsari (4.717). Hipertensi adalah
hormon, dan genetik, maupun yang penyakit yang biasa ditemukan pada
bersifat eksogen, seperti rokok, masyarakat perkotaan dan
(2, 3)
nutrisi, stresor dan lain-lain. pedesaan, hal ini dihubungkan
Hipertensi adalah penyakit yang dengan pola kehidupan masyarakat
(13)
terjadi akibat peningkatan tekanan di masing-masing daerah.
darah. Yang dapat diklasifikasikan Berdasarkan uraian diatas maka
menjadi dua jenis yaitu hipertensi penulis bermaksud untuk mengetahui
primer atau esensial yang hubungan faktor-faktor risiko dengan
penyebabnya tidak diketahui dan kejadian hipertensi yang ada di
hipertensi sekunder yang dapat Puskesmas Tlogosari Kulon Kota
disebabkan oleh penyakit ginjal, Semarang. Dengan demikian, hasil
penyakit endokrin, penyakit jantung, penelitian ini dapat dijadikan dasar
gangguan anak ginjal, dll. Hipertensi penatalaksanaan hipertensi di daerah
seringkali tidak menimbulkan gejala, ini
sementara tekanan darah yang terus-
menerus tinggi dalam jangka waktu MATERI DAN METODE
lama dapat menimbulkan komplikasi.
Oleh karena itu, hipertensi perlu Jenis penelitian yang digunakan
dideteksi dini yaitu dengan adalah studi observasional analitik,
pemeriksaan tekanan darah secara dengan pendekatan Cross sectional
(4)
berkala. . study. Populasi dalam penelitian ini
Berdasarkan beberapa adalah pasien yang memeriksakan
laporan mengenai prevalensi diri di Puskesmas Tlogosari Kulon.
hipertensi di Indonesia, terlihat bahwa Besar sampel dalam penelitian ini
prevalensi hipertensi di Jawa Tengah diambil dari populasi yang memenuhi
khususnya kota Semarang cukup kriteria.
tinggi. Banyak faktor yang Teknik pengambilan sampling
berhubungan dengan hal tersebut, kuantitatif yaitu non-random
seperti faktor usia, jenis kelamin, pola sampling. Non-random sampling
makan dan sebagainya. Tlogosari merupakan teknik penetapan
Kulon merupakan salah satu daerah sampling yang dilakukan dengan
kecil di Kota Semarang. Masyarakat pertimbangan tertentu sesuai dengan
daerah ini diduga memiliki risiko yang ciri-ciri yang dikehendaki. Dalam
tinggi akan hipertensi. Pengamatan penelitian ini peneliti menggunakan
terhadap kebiasaan masyarakat kriteria sampel yaitu pasien yang
menunjukkan bahwa tingkat memeriksakan diri di Puskesmas
konsumsi garam dan konsumsi lemak Tlogosari Kulon, memiliki identitas
seperti makanan bersantan dan yang jelas, bertempat tinggal di
jeroan di daerah ini cukup tinggi serta wilayah kerja Puskesmas Tlogosari
cenderung memiliki pola hidup yang

Erlyna Nur Syahrini


Alumnus Fakultas Kesehatan Masyarakat UNDIP 2012
JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT,
Volume 1, Nomor 2, Tahun 2012, Halaman 315 - 325
Online di http://ejournals1.undip.ac.id/index.php/jkm

Kulon, dan bersedia menjadi yang tidak menderita hipertensi


responden. sebesar 7 (8,75%), dan 29 orang
Penelitian ini menggunakan pada kelompok umur lebih dari 65
kuesioner yaitu bertujuan untuk tahun diketahui yang menderita
sebagai Tools dalam penelitian untuk hipertensi sebesar 29 (36,25%) dan
mempermudah dalam melakukan yang tidak menderita hipertensi
penelitian dan memperoleh data yang sebesar 0 (0%).
akurat dari responden sehingga bisa Berdasarkan hasil uji statistik Chi-
menggambarkan variabel-variabel Square didapatkan nilai p= 0,0001;
penelitian yang merupakan faktor OR = 7,4; CI = 95% (3,5 15,7). Nilai
risiko penyakit Hipertensi di p-value < 0,05 yaitu 0,003 yang
Puskesmas Tlogosari Kulon. berarti hipotesis diterima. Hal
tersebut menunjukkan bahwa ada
HASIL DAN PEMBAHASAN hubungan yang bermakna antara
umur dengan kejadian hipertensi
Tabel 1 Tabel Silang antara Umur
dengan Kejadian Hipertensi di Tabel 2 Tabel Silang antara Jenis
Puskesmas Tlogosari Kulon Kota Kelamin dengan Kejadian Hipertensi
Semarang di Puskesmas Tlogosari Kulon Kota
Semarang
Kateg Hipertensi Total
ori Ya Tidak Jenis Hipertensi Total
Umur f % f % f % Kelamin Ya Tidak
(tahun f % f % f %
) Laki-laki 3 48,7 8 10 4 58,75
65 2 36, 0 0 2 36, 9 5 7
9 25 9 25 Peremp 2 28,7 1 12, 3 41,25
55 3 37, 7 8,7 3 46, an 3 5 0 5 3
64 0 5 5 7 25 Jumlah 6 77,5 1 22, 8 100,0
45 3 3,7 1 12, 1 16, 2 8 5 0
54 5 0 5 3 25
15 0 0 1 1,2 1 1,2 Tabel 2 menunjukkan dari 80
44 5 5 responden diketahui 47 responden
Jumla 6 77, 1 22, 8 100 laki-laki yang terbukti menderita
h 2 5 8 5 0 ,0 hipertensi sebanyak 39 (48,75%) dan
yang tidak menderita hipertensi
Tabel 1 menunjukkan dari 80 sebanyak 8 (10%). Sedangkan 33
responden diketahui 1 orang pada responden perempuan yang terbukti
kelompok umur 15 44 tahun yang menderita hipertensi sebanyak 23
menderita hipertensi sebesar 0 (0%) (28,75%) dan yang tidak menderita
dan yang tidak menderita hipertensi hipertensi sebanyak 10 (12,5%).
sebesar 1 (1,25%), 13 orang pada Berdasarkan hasil uji statistik Chi-
kelompok umur 45 54 tahun Square didapatkan nilai p-value >
diketahui yang menderita hipertensi 0,05 yaitu 0,161; OR= 0,5; CI= 95%
sebesar 3 (3,75%) dan yang tidak (0,2 1,4). Nilai p-value
menderita hipertensi sebesar 10 menunjukkan hipotesis ditolak. Hal
(12,5%), 37 orang pada kelompok tersebut menunjukkan bahwa tidak
umur 55 64 tahun yang menderita ada hubungan yang bermakna antara
hipertensi sebesar 30 (37,5%) dan

Erlyna Nur Syahrini


Alumnus Fakultas Kesehatan Masyarakat UNDIP 2012
JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT,
Volume 1, Nomor 2, Tahun 2012, Halaman 315 - 325
Online di http://ejournals1.undip.ac.id/index.php/jkm

jenis kelamin dengan kejadian Berdasarkan hasil uji statistik


hipertensi. Chi-Square didapatkan nilai p=
0,003; OR = 3,4; CI = 95% (1,1
Tabel 3 Tabel Silang antara 10,6). Nilai p-value < 0,05 yaitu
Obesitas dengan Kejadian 0,003 yang berarti hipotesis
Hipertensi di Puskesmas Tlogosari diterima. Hal tersebut menunjukkan
Kulon Kota Semarang bahwa ada hubungan yang
bermakna antara obesitas dengan
Kateg Hipertensi Total kejadian hipertensi.
ori Ya Tidak
IMT f % f % f %
> 27 6 7,5 2 2,5 8 10
25 1 18, 1 1,2 1 20
27 5 75 5 6
18,5 2 31, 3 3,7 2 35
25 5 25 5 8 Tabel 4 Tabel Silang antara
17 1 18, 8 10 2 28, Kebiasaan Merokok dengan
18,4 5 75 4 5 3 75 Kejadian Hipertensi di Puskesmas
< 17 1 1,2 5 6,2 Tlogosari Kulon Kota Semarang
5 5
Jumla 6 77, 1 22, 8 100 Kategori Hipertensi To
h 2 5 8 5 0 ,0 Merokok Ya Tidak
f % f % f
Bukan Perokok 40 50 12 15 52
Tabel 3 menunjukkan dari 80 Perokok Ringan 12 15 2 2,5 14
responden diketahui 5 responden Perokok Berat 10 12,5 4 5 14
pada kategori IMT < 17 yang Jumlah 62 77,5 18 22,5 80
menderita hipertensi sebesar 1
(1,25%) dan yang tidak menderita
hipertensi sebesar 4 (5%), 23 Tabel 4 menunjukkan dari 80
responden pada kategori IMT 17 responden diketahui 52 responden
18,4 diketahui yang menderita pada kategori bukan perokok yang
hipertensi sebesar 15 (18,75%) dan menderita hipertensi sebesar 40
yang tidak menderita hipertensi (50%) dan yang tidak menderita
sebesar 8 (10%), 28 responden hipertensi sebesar 12 (15%), 14
pada kategori IMT 18,5 25 yang responden pada kategori perokok
menderita hipertensi sebesar 25 ringan diketahui yang menderita
(31,25%) dan yang tidak menderita hipertensi sebesar 12 (15%) dan
hipertensi sebesar 3 (3,75%), 16 yang tidak menderita hipertensi
responden pada kategori IMT 25 sebesar 2 (2,5%), dan dari 14
27 diketahui yang menderita responden pada kategori perokok
hipertensi sebesar 15 (18,75%) dan berat yang menderita hipertensi
yang tidak menderita hipertensi sebesar 10 (12,5%) dan yang tidak
sebesar 1 (1,25%), dan 8 responden menderita hipertensi sebesar 4
pada kategori IMT > 27 yang (5%).
menderita hipertensi sebesar 6 Berdasarkan hasil uji statistik Chi-
(7,5%) dan yang tidak menderita Square didapatkan nilai p= 0,655; OR
hipertensi sebesar 2 (2,5%). = 1,1; CI = 95% (0,4 3,3). Nilai p-
value > 0,05 yaitu 0,655

Erlyna Nur Syahrini


Alumnus Fakultas Kesehatan Masyarakat UNDIP 2012
JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT,
Volume 1, Nomor 2, Tahun 2012, Halaman 315 - 325
Online di http://ejournals1.undip.ac.id/index.php/jkm

yang berarti hipotesis ditolak. Hal dengan Kejadian Hipertensi di


tersebut menunjukkan bahwa tidak Puskesmas Tlogosari Kulon Kota
ada hubungan yang bermakna antara Semarang.
kebiasaan merokok dengan kejadian
hipertensi Kategori Hipertensi
Tabel 5 tabel Silang antara Konsumsi Ya Tidak
Alkohol f % f %
Kebiasaan Konsumsi Garam
Tidak suka 45 56,25 13 16,25
dengan Kejadian Hipertensi di Suka 12 15 5 6,25
Puskesmas Tlogosari Kulon Kota Sangat suka 5 6,25 0 0
Semarang
Jumlah 62 77,5 18 22,5
Tabel 6 menunjukkan dari 80
responden diketahui 58 responden
Kategori Hipertensi pada kategori tidak suka konsumsi
Konsumsi Ya Tidak alkohol yang menderita hipertensi
Garam f % F % sebesar 45 (56,25%) dan yang tidak

Sangat Suka 15 18,75 2 2,5 hipertensi sebesar 13


menderita

Suka 21 26,25 2 2,5 (16,25%),


17 responden pada
Tidak Suka 26 32,5 14 17,5 suka konsumsi
kategori
alkohol
Jumlah 62 77,5 18 diketahui22,5 yang menderita hipertensi
sebesar 12 (15%) dan yang tidak
Tabel 5 menunjukkan dari 80 menderita hipertensi sebesar 5
responden diketahui 17 responden (6,25%), dan dari 5 responden pada
pada kategori sangat suka konsumsi kategori sangat suka konsumsi
garam yang menderita hipertensi alkohol yang menderita hipertensi
sebesar 15 (18,75%) dan yang tidak sebesar 5 (6,25%) dan yang tidak
menderita hipertensi sebesar 2 menderita hipertensi sebesar 0 (0%).
(2,5%), 23 responden pada kategori Berdasarkan hasil uji statistik Chi-
suka konsumsi garam diketahui yang Square didapatkan nilai p=
menderita hipertensi sebesar 21 0,383; OR = 0,9; CI = 95% (0,3
(26,25%) dan yang tidak menderita 3,2). Nilai p-value > 0,05 yaitu 0,383
hipertensi sebesar 2 (2,5%), dan dari yang berarti hipotesis ditolak. Hal
40 responden pada kategori tidak tersebut menunjukkan bahwa tidak
suka konsumsi garam yang ada hubungan yang bermakna antara
menderita hipertensi sebesar 26 kebiasaan konsumsi alkohol dengan
(32,5%) dan yang tidak menderita kejadian hipertensi.
hipertensi sebesar 14 (17,5%).
Berdasarkan hasil uji statistik Chi- Tabel 7 Tabel Silang antara
Square didapatkan nilai p= Kebiasaan Konsumsi Kafein
0,027; OR = 4,9; CI = 95% (1,4 dengan Kejadian Hipertensi di
16,4). Nilai p-value < 0,05 yaitu 0,027 Puskesmas Tlogosari Kulon Kota
yang berarti hipotesis diterima. Hal Semarang
tersebut menunjukkan bahwa ada
hubungan yang bermakna antara Kategori Hipertensi
kebiasaan konsumsi garam dengan Konsumsi Ya Tidak
kejadian hipertensi. Alkohol f % f %
Tabel 6 Tabel Silang antara Tidak suka 43 53,75 13 16,25
Suka 16 20 4 5
Kebiasaan Konsumsi Alkohol Sangat suka 3 3,75 1 1,25

Erlyna Nur Syahrini


Alumnus Fakultas Kesehatan Masyarakat UNDIP 2012
JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT,
Volume 1, Nomor 2, Tahun 2012, Halaman 315 - 325
Online di http://ejournals1.undip.ac.id/index.php/jkm

Jumlah 62 77,518 22,5makanan berlemak yang menderita


hipertensi sebesar 13 (16,25%) dan
Tabel 7 menunjukkan dari 80 yang tidak menderita hipertensi
responden diketahui 56 responden sebesar 0 (0%), 28 responden pada
pada kategori tidak suka konsumsi kategori suka konsumsi makanan
kafein yang menderita hipertensi berlemak diketahui yang menderita
sebesar 43 (53,75%) dan yang tidak hipertensi sebesar 23 (28,75%) dan
menderita hipertensi sebesar 13 yang tidak menderita hipertensi
(16,25%), 20 responden pada sebesar 5 (6,25%), dan dari 39
kategori suka konsumsi kafein responden pada kategori tidak suka
diketahui yang menderita hipertensi konsumsi makanan berlemak yang
sebesar 16 (20%) dan yang tidak menderita hipertensi sebesar 26
menderita hipertensi sebesar 4 (5%), (32,5%) dan yang tidak menderita
dan dari 4 responden pada kategori hipertensi sebesar 13 (16,25%).
sangat suka konsumsi kafein yang Berdasarkan hasil uji statistik
menderita hipertensi sebesar 3 Chi-Square didapatkan nilai p=
(3,75%) dan yang tidak menderita 0,034; OR = 3,6; CI = 95% (1,2
hipertensi sebesar 1 (1,25%). 11,4). Nilai p-value < 0,05 yaitu 0,034
Berdasarkan hasil uji statistik Chi- yang berarti hipotesis diterima. Hal
Square didapatkan nilai p= tersebut menunjukkan bahwa ada
0,950; OR = 1,5; CI = 95% (0,4 hubungan yang bermakna antara
3,7). Nilai p-value > 0,05 yaitu 0,950 kebiasaan konsumsi makanan
yang berarti hipotesis ditolak. Hal berlemak dengan kejadian hipertensi.
tersebut menunjukkan bahwa tidak
ada hubungan yang bermakna antara KESIMPULAN
kebiasaan konsumsi kafein dengan Hasil penelitian mengenai
kejadian hipertensi.
hubungan antara faktor-faktor risiko
Tabel 8 Tabel Silang antara hipertensi di Puskesmas Tlogosari
Kebiasaan Konsumsi Makanan Kulon memberikan beberapa
Berlemak dengan Kejadian kesimpulan sebagai berikut:
Hipertensi di Puskesmas Tlogosari 1. Ada hubungan antara umur
Kulon Kota Semarang dengan kejadian hipertensi (OR=
7,4; CI= 3,5-15,7; p=0,0001).
2. Ada hubungan antara obesitas
dengan kejadian hipertensi (OR=
3,7; CI= 1,1-10,6; p=0,003).
Kategori Hipertensi 3. Ada hubungan antara kebiasaan
Konsumsi Ya Tidak konsumsi garam dengan kejadian
Makanan f % f % hipertensi (OR= 4,9; CI= 1,4-16,4;
Berlemak p=0,027).
Sangat Suka 13 16,25 0 4. Ada hubungan antara kebiasaan
0
Suka 23 28,75 5 konsumsi
6,25
makanan berlemak
Tidak Suka 26 32,5 13 dengan kejadian hipertensi (OR=
16,25

Jumlah 62 77,5 18 3,6; CI= 1,2-11,4; p=0,034).


22,5
5. Tidak ada hubungan antara jenis
Tabel 8 menunjukkan dari 80 kelamin dengan kejadian
responden diketahui 13 responden hipertensi (OR= 0,5; CI= 0,2-1,4;
pada kategori sangat suka konsumsi p=0,161).

Erlyna Nur Syahrini


Alumnus Fakultas Kesehatan Masyarakat UNDIP 2012
JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT,
Volume 1, Nomor 2, Tahun 2012, Halaman 315 - 325
Online di http://ejournals1.undip.ac.id/index.php/jkm

6. Tidak ada hubungan antara seperti daging, jeroan,


kebiasaan merokok dengan gorengan, dan juga makanan
kejadian hipertensi (OR= 1,1; CI= siap saji agar badan terhindar
0,4-3,3; p=0,655). dari penyakit hipertensi dan
7. Tidak ada hubungan antara komplikasinya.
kebiasaan konsumsi alkohol 2. Bagi Instansi Terkait
dengan kejadian hipertensi (OR= a. Memberikan pengarahan dan
0,9; CI= 0,3-3,2; p=0,383). penyuluhan kepada pasien
8. Tidak ada hubungan antara hipertensi yang
kebiasaan konsumsi kafein memeriksakan diri,
dengan kejadian hipertensi (OR= khususnya
1,5; CI= 0,4-3,7; p=0,950). pada masyarakat yang
mengikuti kegiatan Posyandu
SARAN Lansia secara rutin untuk
1. Bagi warga Masyarakat dapat menjaga pola asupan
a. Berdasarkan hasil penelitian makanan,danmemberi
yang menunjukkan bahwa arahan untuk segera
umur, obesitas, kebiasaan memeriksakan diri apabila
konsumsi garam, dan merasakan gejala-gejala sakit
kebiasaan konsumsi makanan maupun apabila merasa
berlemak merupakan faktor pusing atau tekanan darah
risiko penyakit hipertensi, meningkat.
maka masyarakat harus b. Mengingat hasil penelitian ini
memperhatikan hal-hal yang masih jauh dari sempurna
harus segera dilakukan maka diperlukan penelitian
sebagai upaya pencegahan dan kajian lebih lanjut,
terjadinya hipertensi maupun khususnya untuk variabel-
komplikasinya. variabel terkait diluar variabel
b. Bagi responden yang berusia yang telah
44 tahun hingga 54 tahun diteliti DAFTAR
diharapkan berhati-hati, dapat PUSTAKA
menjaga pola asupan
makanan, menjaga berat 1. Ross C. Brownson, Patrick L.
badan, rutin memeriksakan Remington, James R. Davis.
tekanan darah, menjaga pola 2007. High Blood Pressure in
pengkonsumsian makanan 57 Chronic Disease Epidemiology
berlemak dan makanan yang and Control. Second Edition,
banyak mengandung garam American Public Health
untuk mencegah tanda-tanda Assosiation: 262-264Sani, A.
terjadinya hipertensi, agar 2008. Hypertension, Current
badan tetap sehat dan ideal. Perspective. Medya Crea.
c. Bagi responden yang berusia Jakarta. Hal. 26-28.
55 tahun keatas diharapkan
dapat lebih berhati-hati dalam 2. Yundini, 2006. Faktor Risiko
mengatur gaya hidup, Hipertensi. Jakarta: Warta
menjaga berat badan, sering Pengendalian Penyakit Tidak
memeriksakan tekanan darah, Menular.
menghindari makanan yang
banyak mengandung garam 3. WHO dalam Soenarta Ann
danmakananberlemak Arieska, 2005. Konsensus
Pengobatan Hipertensi. Jakarta:

Erlyna Nur Syahrini


Alumnus Fakultas Kesehatan Masyarakat UNDIP 2012
JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT,
Volume 1, Nomor 2, Tahun 2012, Halaman 315 - 325
Online di http://ejournals1.undip.ac.id/index.php/jkm

Perhimpunan Hipertensi dan Siahaan, S.S. 2009. Faktor-


Indonesia (Perhi). faktor yang Berhubungan dengan
Kejadian Hipertensi pada Pasien
4. Noer MS. 2003. Buku Ajar Ilmu yang Berobat di Poliklinik Dewasa
Penyakit Dalam, Edisi Ketiga, Puskesmas Bangkinang Periode
Jilid Kedua, Balai Penerbit FKUI. Januari sampai Juni 2009.

5. Ayu, E.S. 2008. Hipertensi. 15. Kumar V, Abbas, A.K, Fausto, N.


http://egha_chan.wordpress.com/ 2005. Hypertension Vascular
hipertensi/ Disease. Dalam: Robn and
Cotran Pathologic Basis of
6. Depkes, RI. 2003. Kebijakan dan Disease, 7th edition. Elsevier
Strategi Nasional Pencegahan Saunders. Philadelpia. Hal. 528-
dan Penanggulangan Penyakit 529.
Tidak Menular. Jakarta.
16. Purwati, Salimar, dan Rahayu S.
7. Yahya, A,Z., 2005. Sebelum 2002. Perencanaan Menu untuk
Jantung anda Berhenti Berdetak. Penderita Tekanan Darah Tinggi.
Kaifa, Bandung. Jakarta: PT Panebar Swadaya.

8. WHO, 2006. Evidence and Health 17. Williams GH, 1991. Hypertensive
Information. www.who.int. Vascular Disease. Di dalam:
Wilson Jean D. Et al.,editor.
9. Armilawati, Husnul, A, dan Harrisons Principles of Internal
Ridwan, A. 2007. Hipertensi dan th
Medicine 12 ed. Spanish:
Faktor Risikonya dalam Kajian McGraw-Hill. Inc. Hal. 1001-1015.
Epidemiologi. Bagian
Epidemiologi FKM UNHAS. 18. Bakri, S., dan Lawrence, G.S.,
2008. Genetika Hipertensi.
10. Gunawan-Lany, 2005. Hipertensi. Dalam: Lubis, H.R., et al, 2008.
Yogyakarta: Penerbit Kanisius. Hipertensi dan Ginjal: Dalam
Rangka Purna Bakti Prof. Dr.
11. Rohaendi, 2008. Hipertensi. Harun Rasyid Lubis, SpPD-KGH.
http://rohaendi/2008/06/hipertensi Medan: USU Press, 19-31.
.html
19. Chobanian A et all, 2004.
12. Tjay, T.H. & Rahardja, K. 2002. Seventh Report of the Joint
Obat-obat Penting: Khasiat, National Committee on
Penggunaan, dan Efek-efek Prevention, Detection,
Sampingnya. Edisi Kelima. Evaluation, and Treatment of
Cetakan Kedua. Penerbit PT Elex High Blood
Media Komputindo. Jakarta. Hal. Pressure. American Heart
509-510. Association.

13. Dinkes Kota Semarang, Profil 20. Kapojos, E, J, S., 2001. Ilmu
Kesehatan Kota Semarang 2010, Penyakit Dalam Jilid II, FK UI,
Semarang 2011. Jakarta.

14. Anggraini, A.D., Annes Waren, A., 21. Mansjoer A, Suprohalita,


Situmorang, E., Asputra, H., Wardhani WL, Setiowulan W.:
KapitaSelektaKedokteran,

Erlyna Nur Syahrini


Alumnus Fakultas Kesehatan Masyarakat UNDIP 2012
JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT,
Volume 1, Nomor 2, Tahun 2012, Halaman 315 - 325
Online di http://ejournals1.undip.ac.id/index.php/jkm

Jakarta. Media Aesculapius FKUI, 29. Yogiantoro, M.,2006. Hipertensi


2001. Esensial. Dalam: Sudoyo, A.W.,
Setiyohadi, B., Alwi, I.,
22. Sigarlaki, H. J. O. 1995. Faktor- Simadibrata, M., dan Setiati, S.,
Faktor Resiko Penderita 2006. Buku Ajar Penyakit Ilmu
Hipertensi di RSU FK-UKI. Penyakit Dalam. Ed 4. Jakarta:
Program Studi Pascasarjana Ilmu Pusat Penerbitan Ilmu Penyakit
Kesehatan Masyarakat, Jakarta. Dalam FK UI, 599-603.
1995: 52 53.
30. Gray, H.H., Dawkins, K.D.,
23. Rigaud AS, Forette B. Morgan, J.M., dan Simpson, I.A.,
Hypertension in older adults. J 2005. Kardiologi: Lecture Notes.
Gerontol 2001;56A:M217-5. Ed 4. Jakarta: Penerbit Erlangga,
57-69.
24. Lu FH, Tang SJ, Wu JS, Yang
YC, Chang CJ. Hypertension in 31. Corwin, Elizabeth J., 2001. Buku
elderly persons: its prevalence Saku Patofisiologi. Jakarta:
and associated cardiovascular Penerbit Buku Kedokteran EGC.
risk factors in Tainan City, Hal. 356.
Southern Taiwan. J Gerontol
2000;55A:M463-8. 32. Bulpitt CJ, Rajkumar C, Beckett
N. Clinician's manual
25. Borzecki AM, Glickman ME, hypertension and the elderly.
Kader B, Bcrlowitz DR. The effect London: Science Press; 1999.
of age on hypertension control
and management. AJH 2006; 33. Bustan, M.N., Epidemiologi
19:520-527. Penyakit Tidak Menular. Jakarta:
Rineka Cipta, 1997; 29-38.
26. Aisyiyah, Farida Nur. 2009.
Faktor Risiko Hipertensi Pada 34. Hayens, B.R., 2003. Buku Pintar
Empat Kabupaten/Kota Dengan Menaklukkan Hipertensi. Ladang
Prevalensi Hipertensi Tertinggi Di Pustaka dan Intimedia, Jakarta.
Jawa Dan Sumatera.
http://repository.ipb.ac.id/handle/1 35. Kaplan M. Norman, Hypertension
23456789/12249. in The Population at large In
Clinical Hypertension: Seventh
27. Sheps, 2005. Mayo Klinik Edition. Baltimore, Maryland
Hipertensi. Mengatasi Tekanan USA: Williams & Wilkins, 1998; 1-
Darah Tinggi. Jakarta: PT Intisari 17.
Mediatama.

28. Kurnia, Rissa. 2009. Karakteristik 36. Suyono S, Waspadji S, Lesmana


Penderita Hipertensi Yang L, Alwi I, Setiati S, Sundaru H,
Dirawat Inap Di Bagian Penyakit dkk (editor). Buku Ajar Penyakit
Dalam Rumah Sakit Umum Kota Dalam Jilid II ed.3 Jakarta: Balai
Padang Panjang Sumatera Barat Penerbit FKUI; 2001. H. 453-489.
Tahun 2002-2006.
http://repository.usu.ac.id/handle/ 37. Bulpitt CJ, Fletcher AE, Thjis L,
123456789/14618. Staessen AJ, Antikainen R,
Davidson C, Fagard R, Gil-
Extremera B, Jaaskivi M, O'Brien

Erlyna Nur Syahrini


Alumnus Fakultas Kesehatan Masyarakat UNDIP 2012
JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT,
Volume 1, Nomor 2, Tahun 2012, Halaman 315 - 325
Online di http://ejournals1.undip.ac.id/index.php/jkm

E, Palatini P, Tuomilehto J. Kuantitatif dan Kualitatif di Bidang


Symptom reported by elderly Kesehatan. Yogyakarta: Gadjah
patients with isolated systolic Mada University Press:2006. P
hypertension: baseline data from 114
the SYST-EUR Trial. Age Ageing
1999;28:15-22. 46. Bulpitt, C, J,. Clinical Study to
InvestigatetheProductive
38. Anonim, 2009. How Overweight Parameter Hypertension in
and Obesity Cause Hypertension. Epidemiology of Hipertension. J
http://www.minusbloodpresure.co Hypertens. 2001;19(3 Pt 2): 523-
m/high-blood-pressure-facts/how- 528.
overweight-and-abesity-cause-
hypertension/ 47. Staessen A Jan, Jiguang Wang,
Giuseppe Bianchi, Willem H
39. Depkes, RI. 2004. Pengantar Birkenhager, Essential
Pangan dan Gizi. Jakarta. Hyppertension. The Lancet,
2003; 1629-1635.
40. Anonim, 2009. Faktor Risiko
Hipertensi yang dapat Dikontrol. 48. Gunawan, Hipertensi, Jakarta:
http://www.smallcrab.com/keseha PT Gramedia, 2001; 10.
tan/25-healthy/511-faktor-risiko-
hipertensi-yang-dapat-dikontrol/ 49. Margaret M. Harris, June
Stevens, Neal Thomas, et. al.,
41. Radecki Thomas E. J.D. 2000. Association of Fat Distribution
Hypertension: Salt is a Major Risk and Obesity with Hypertension in
Factor. USA: J Cardiovasc. a Bi-ethnic Population. 2002.

42. Karyadi, 2002. Hidup Bersama 50. Wong-Ho Chow, Gerdley Gloria,
Penyakit Hipertensi, Asam Urat, Fraumeni Joseph F. et.al.
Jantung Koroner. Intisari Medika. Obesity, Hypertension and the
Jakarta. Risk of Kidney Cancer in Men.
Massachusetss Medical Siciety:
43. The Sixth Report of the Joint nejm, 2000; 1305, 1306.
National Committee on
prevention, detection, evaluation, 51. Teodosha S. Gilliard, Lackland,
and treatment of high blood Brent Egan, Robert Woolson,
pressure. NIH publication No. 98- Effect of Total Obesity and
4080 November 1997. Abdominal Obesity on
Hipertension. Medical University
44. National Intervention Cooperative of Saouth caroline, 2000; 123.
Study in Elderly Hypertensives
StudyGroup(NICS-EH). 52. Hull-Alison, Penyakit Jantung,
Randomizeddouble-blind Hipertensi, dan Nutrisi. Jakarta:
comparison of a calcium Bumi Aksara, 1996; 18,29.
antagonist and a diuretic in
elderly hypertensives. 53. Aris Sugiharto. Faktor-Faktor
Hypertension 1999;34:1129-33. Risiko Hipertensi Grade II Pada
Masyarakat (Studi Kasus di
45. Bhisma Murti. Desain dan Ukuran Kabupaten Karanganyar). 2007.
SampelUntukPenelitian

Erlyna Nur Syahrini


Alumnus Fakultas Kesehatan Masyarakat UNDIP 2012
JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT,
Volume 1, Nomor 2, Tahun 2012, Halaman 315 - 325
Online di http://ejournals1.undip.ac.id/index.php/jkm

54. Nurkhalida, Warta Kesehatan


Masyarakat. Jakarta: Depkes RI.,
2003; 19-21.

55. Dinkes Kota semarang. Laporan


Kegiatan Subdin P2ML tahun
2010, semarang 2011.

56. Notoatmodjo,Soekidjo.
Metodologi Penelitian
Kesehatan.2005.Jakarta : Rineka
Cipta.

57. Sudigdo Sastroasmoro, Sofyan


Ismael (Ed). Dasar-Dasar
Metodologi Penelitian Klinis.
Jakarta: Binarupa Aksara: 1995.
p 42

Erlyna Nur Syahrini


Alumnus Fakultas Kesehatan Masyarakat UNDIP 2012