Anda di halaman 1dari 5

REVIEW JURNAL PENGENDALIAN MUTU

PENGENDALIAN KUALITAS PRODUKSI KORAN


MENGGUNAKAN SEVEN TOOLS
PADA PT. AKCAYA PARIWARA KABUPATEN KUBU RAYA
Sebagai tugas mata kuliah Pengendalian Mutu Produk Agroindustri

Disusun Oleh:

Nama : Septy Tri Wahyuni

NIM : 151710301048
Kelas : TIP A

PROGRAM STUDI TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN


FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN
UNIVERSITAS JEMBER
2017
Menurut Goetsch Davis, 1994 dalam buku Manajemen Kualitas Produk
dan Jasa mengemukakan definisi kualitas yaitu: Kualitas merupakan suatu
kondisi dinamis yang berhubungan dengan produk, jasa, manusia, proses, dan
lingkungan yang memenuhi atau melebihi harapan. Pengendalian kualitas adalah
alat yang sangat berguna dalam membuat produk sesuai dengan spesifikasi sejak
dari awal proses hingga akhir proses. Setiap proses produksi akan selalu ada
gangguan yang dapat timbul secara tidak terduga. Gangguan tidak terduga dari
proses ini relatif kecil, biasanya dipandang sebagai gangguan yang masih dapat
diterima atau masih dalam batas toleransi. Gangguan proses yang relatif besar
atau secara kumulatif cukup besar dikatakan tingkat gangguan yang tidak diterima
(Yamit, Z. 2010:202).
Kecacatan pada industri manufacture terkadang disebabkan oleh 6 (enam)
kategori penyebab yaitu Machine (mesin atau teknologi), Method (metode atau
proses), Material (termasuk raw material), Man Power (tenaga kerja),
Measurement (pengukuran), Mother Nature (lingkungan). Apabila terdapat
ketidaksesuaian dari salah satu kategori di atas, maka akan mengakibatkan proses
produksi tidak dalam keadaan terkendali dan produk yang dihasilkan tidak dapat
diterima (Kusnadi, E. 2011). Permasalahan kecacatan pada produk tentunya perlu
diatasi oleh perusahaan itu sendiri agar kualitas produk yang dihasilkan dapat
ditingkatkan. Tindakan yang dapat dilakukan untuk meminimalisir kerusakan
produk adalah dengan menggunakan alat bantu statistik, salah satunya dengan
menggunakan Seven Tools.
Salah satu perusahaan yang dalam proses produksinya masih banyak
terdapat jumlah produk cacat yaitu pada PT. Akcaya Pariwara. PT. Akcaya
Pariwara dalam kegiatan produksinya menghasilkan empat jenis koran yaitu
Harian Pontianak Post (koran utama, Pro-Kalbar, Metro, Soccer), Kapuas Post,
Kun Dian Ri Bao dan Metro Pontianak. Berdasarkan survey yang telah dilakukan,
kualitas produk koran yang dihasilkan PT. Akcaya Pariwara sudah cukup baik,
akan tetapi dalam proses produksinya masih banyak terdapat jumlah produk cacat.
Hal ini dikarenakan proses pengendalian kualitas yang kurang maksimal dan
hanya dilakukan oleh operator. Jumlah sampel yang diambil oleh operator dalam
tiap koin adalah sebanyak 3 sampai dengan 5 eksemplar. Apabila sampel yang
telah diperiksa terdapat cacat, maka satu koin tersebut akan direject oleh operator.
Berdasarkan observasi yang telah dilakukan, ternyata banyak produk koran yang
direject oleh operator sehingga akan berakibat pada besarnya biaya produksi yang
harus dikeluarkan oleh perusahaan PT. Akcaya Pariwara.
Permasalahan diatas dapat diatasi dengan cara meminimalisir kerusakan
produk koran dengan menggunakan alat bantu statistik Seven Tools seperti flow
chart, check sheet, histogram, control chart, pareto diagram, cause and effect
diagram dan scatter diagram, Langkah-langkah yang dilakukan oleh PT. Akcaya
Pariwara untuk meminimalisir kerusakan produk koran dan meningkatkan kualitas
koran sebagai berikut:
1. Uji kecukupan data menggunakan tingkat kepercayaan kepada konsumen;
2. Mempersiapkan diagram alir (flow chart) proses pencetakan koran yang
digunakan untuk mendefinisikan proses pencetakan produksi koran. Selain
proses pencetakan yang dilakukan setiap hari, perusahaan tersebut juga
menetapkan jadwal untuk melakukan maintenance (perawatan);
3. Hasil pengolahan data dengan menggunakan lembar check sheet untuk
menghitung persentase cacat pada koran. Jenis kerusakan pada koran tersebut
yaitu kertas rusak, terpotong, kotor dan warna kabur. Hasil persentase terbesar
ditunjukkan pada koran yang cacat akibat warna kabur sebanyak 2.941
eksemplar. Total persentase cacat sebesar 50,85 dengan rata-rata per unit
sebesar 1,3.
4. Membuat histogram untuk membuat rangkuman tentang data sehingga data
tersebut mudah dianalisis, yang menyajikan data secara grafik tentang seberapa
sering elemen-elemen dalam proses muncul. Hasil yang ditunjukkan pada
histogram yaitu jenis kecacatan yang terjadi pada kertas rusak sebesar 1.838
eksemplar, terpotong sebesar 2.213, kotor sebanyak 2.515 dan cacat akibat
warna kabur sebanyak 2.941 eksemplar
5. Menggunakan peta kendali p dan c. Peta kendali p didapatkan dari hasil
perhitungan persentase kerusakan, UCL, LCL. Sedangkan peta kendali c
didapatkan hasil perhitungan Cental Line, UCL dan LCL. Hasil yang
didapatkan yaitu banyaknya data yang outlier pada peta kendali p dan peta
kendali c disebabkan oleh beberapa penyebab, diantaranya adalah proses
maintenance yang tidak dilaksanakan operator sesuai jadwal, kelalaian
operator dalam setting mesin sebelum proses produksi berlangsung, tidak
adanya standarisasi khusus yang ditetapkan oleh perusahaan PT. Akcaya
Pariwara mengenai spesifikasi bahan baku dan ketidaksesuaian metode atau
prosedur kerja dalam pengoperasian mesin yang tidak sesuai dengan kondisi
dilapangan/perusahaan.
6. Membuat scatter diagram. Bentuk sebaran pada diagram sebar ini memiliki
korelasi atau hubungan Positif. Pola diagram tersebut menunjukan hubungan
terhadap jumlah produksi yang semakin tinggi maka tingkat persentase cacat
produk juga meningkat;
7. Membuat diagram pareto untuk menunjukkan jumlah kecacatan dan nilai
persentase kumulatif. Hasil yang didapatkan bahwa jenis cacat produk yang
paling sering terjadi pada percetakan koran ini adalah cacat warna kabur, kotor
dan terpotong;
8. Membuat Diagram Sebab Akibat (Cause and Effect diagram). Hubungan sebab
dan akibat yang mempengaruhinya dikelompokan dalam lima faktor penyebab.
Faktor-faktor penyebab kerusakan atau cacat dalam kegiatan produksi di PT.
Akcaya Pariwara berasal dari faktor manusia/operator, mesin produksi, metode
kerja, dan material/bahan baku itu sendiri.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan pada PT. Akcaya
Pariwara, maka dapat dibuat kesimpulan sebagai berikut:
1. Usaha-usaha untuk mengatasi terjadinya cacat yang disebabkan oleh faktor-
faktor tersebut dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :
Melakukan pengawasan kepada para pekerja dengan lebih rutin dan
memberikan pelatihan kepada para pekerja secara berkala;
Melakukan pengecekan kesiapan mesin sebelum dan sesudah digunakan
agar sesuai standar operasional;
Memberikan standar yang baik untuk setiap bahan baku yang disorder dan
melakukan pengontrolan bahan baku sebelum dilakukannya proses
percetakan.