Anda di halaman 1dari 2

Nama: ALIFIA NISSAAYU

Nim: 1410006

Judul:

PENGARUH SENAM AEROBIC TERHADAP PENINGKATAN TEKANAN DARAH


PADA PRA LANSIA.

F-1 Peningkatan Tekanan Darah

a. Orang dikatakan menderita hipotensi, bila tekanan darahnya dibawah standar normal
(sistolik kurang dari 120 mmhg dan diastolik kurang dari 80 mmhg ) disebut juga
sebagai kategori tekanan darah optimal atau penurunan tekanan sistolik dan diastolik
sebanyak 20 mmhg atau lebih (Menurut WHO).
b. Pada usia lanjut gangguan otonom merupakan keadaan yang paling sering terjadi pada
hipotensi. Gangguan ini cukup berarti sehingga sering mengganggu kualitas hidup
penderita lansia (Brocklehurst and Allen, 1987).
c. Banyak perubahan-perubahan yang terjadi pada lansia, di antaranya perubahan
komposisi tubuh, otot, tulang dan sendi, sistem kardiovaskuler, sistem respirasi, dan
kognisi (Wojtek, 2000).
d. Tekanan darah rendah (hipotensi) merupakan suatu kondisi ketika tekanan darah
(sistolik, diastolik, ataupun keduanya) lebih rendah dari nilai normal yang umum
ditemukan pada individu normal. Untuk batasan tekanan darah rendah, tidak ada
batasan yang baku. Untuk kelompok individu yang nilai tekanan darahnya tidak
pernah tinggi atau cenderung rendah nilai tekanan darah kurang dari 90/60 mmHg.
Artinya, bila tekanan darah sistolik kurang dari 90 mmHg, atau tekanan darah
diastolik kurang dari 60 mmHg, atau kombinasi antara kedua nilai sistolik dan
diastolik tersebut (Hutabarat, 2010)
e. Ada 2 faktor penyebab yang mempengaruhi tekanan darah yaitu : Faktor fisiologis
antara lain; Kelenturan dinding arteri, Volume darah semakin besar volume darah
maka semakin tinggi tekanan darah, Kekuatan gerak jantung, Viscositas darah
semakin besar viskositas semakin besar resistensi terhadap aliran, Curah jantung
semakin tinggi curah jantung maka tekanan darah meningkat, Kapasitas pembuluh
darah makin basar kapasitas pembuluh darah maka makin tinggi tekanan darah
(Price,2005)
F-2 Senam Aerobik

a. Olahraga pada pra usia lanjut perlu di berikan dengan berbagai patokan, antara lain
beban kerja ringan atau sedang, waktu relatif lama, bersifat aerobik dan atau
kalistenik, tidak kompetitif atau bertanding (Bandiyah, 2009).
b. Senam aerobik adalah suatu program kesegaran jasmani yang lengkap dengan
meliputi latihan dan kegembiraan yang mengekspresikan segala perasaan seperti
tertawa, menendang, melompat, berlari, meregang, bergoyang, dengan
mengkombinasikan gerakan dansa atau tarian tradisional (Jackie Sorensens).
c. Senam Aerobik adalah serangkaian gerak yang dipilih secara sengaja dengan cara
mengikuti irama musik yang dipilih sehingga melahirkan ketentuan ritmis, kuntinuitas
dan durasi tertentu. Senam aerobik adalah suatu susunan gabungan antara rangkaian
gerak dan musik yang sengaja dibuat sehingga muncul keselarasan antara gerakan dan
musik tersebut untuk mencapai tujuan tertentu (Marta Dinata, 2007).
d. Senam aerobik bertujuan untuk meningkatkan kemampuan jantung dan paru-paru
serta pembentukan tubuh. Gerakan-gerakan yang dipilih tentu saja harus mengandung
nilai yang diperlukan untuk kedua tujuan tersebut. Tangkudung (2004:5)