Anda di halaman 1dari 2

PROSEDUR MONITORING OBAT-OBATAN HIGH

ALERT

RSUD BERKAH No. Dokumen : Revisi : Halaman :


Kab. Pandeglang 1/2
TANGGAL DITETAPKAN OLEH
STANDAR TERBIT DIREKTUR
PROSEDUR RSUD BERKAH KAB. PANDEGLANG
OPERASIONAL

dr. H. FIRMANSYAH, M.Kes.


Pembina/IV.a
NIP. 19690610 200212 1 007

Monitoring merupakan kegiatan pemantauan setiap respon terhadap


obat yang tidak dikehendaki, yang terjadi pada dosis lazim yang
digunakan pada manusia untuk tujuan profilaksis, diagnosa dan
terapi
Obat high alert adalah obat yang harus diwaspadai karena sering
PENGERTIAN menyebabkan terjadinya kesalahan/ kesalahan serius (sentinel
event) dan obat yang beresiko tinggi menyebabkan reaksi obat yang
tidak diinginkan (ROTD), seperti obat-obat yang terlihat mirip dan
kedengarannya mirip (Nama Obat Rupa dan Ucapan Mirip/
NORUM), atau Look Alike Sound Alike/ LASA) dan larutan
konsentrat pekat,

Untuk meningkatkan keamanan dalam pemberian obat-obatan


khususnya yang memerlukan kewaspadaan tinggi (high alert
TUJUAN medication) dan meminimalkan jumlah kesalahan pengobatan
(medication eror dan patient risk) akibat pemberian yang tidak
disengaja

1. Peratuiran Menteri Kesehatan RI No 72 Tahun 2016 Tentang


KEBIJAKAN Standar Pelayanan Kefarmasian Di Rumah Sakit
2. SK Direktur No. / / RSUD Kabupaten Pandeglang Tentang
Kebijakan Pengelolaan obat High Alert

1. Pantau tanda vital, efek terapi obat dan respon pasien sebelum
dan sesudah pemberian obat
2. Pantau dan kenali efek samping obat sterutama yang berat dan
frekuensinya jarang
3. Pantau ada tidaknya reaksi alergi obat setelah pemberian obat
high alert
PROSEDUR 4. Sediakan antidotum dan peralatan resusitasi di ruang rawat inap
5. Perbanyak kunjungan dokter dan pemeriksaan lab pasien yang
memperoleh obat terapetik sempit
6. Laporkan kejadian yang tidak diinginkan kepada dokter jaga
PROSEDUR MONITORING OBAT-OBATAN HIGH
ALERT

RSUD BERKAH No. Dokumen : Revisi : Halaman :


Kab. Pandeglang 2/2

1. Instalasi farmasi
UNIT TERKAIT 2. Satuan Medik Fungsional
3. Instalasi Rawat Inap
4. IBS
5. IGD