Anda di halaman 1dari 4

SURAT PERJANJIAN PINJAMAN MODAL

No. 002/ SPK-ADH/ XI / 2017

Pada hari ini Kamis Tanggal Dua bulan November tahun dua ribu tujuh belas (2017) telah
dibuat dan disepakati perjanjian kerja antara :

I. Nama : Rulli Hidayat


Alamat : Jl. Adhyaksa No.17 Sukapura Kab Bandung
Jabatan : Direktur Utama
Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama PT.ADHYAKSA PERSADA INDONESIA yang
selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA

II. Nama :
Alamat :
Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama diri sendiri, yang selanjutnya disebut
sebagai PIHAK KEDUA.

Bahwa sebelum ditandatanganinya Surat Perjanjian ini, para pihak terlebih dahulu
menerangkan hal-hal sebagai berikut :

1. Bahwa Pihak Kedua adalah selaku pemberi pinjaman modal sebesar Rp.
..,- (Nominal) untuk selanjutnya disebut sebagai Pinjaman Modal
Sementara.
2. Bahwa pihak pertama adalah penerima dana pinjaman modal sementara dari pihak
kedua.
3. Bahwa pihak pertama dan pihak kedua setuju untuk saling mengikat diri dalam suatu
perjanjian kerjasama ini dengan akad SyarI atau Mudharabah.
4. Bahwa berdasarkan hal-hal tersebut di atas, kedua belah pihak menyatakan sepakat dan
setuju untuk mengadakan Perjanjian Kerjasama ini yang dilaksanakan dengan
ketentuan dan syarat-syarat sebagai berikut :
PASAL 1
MAKSUD DAN TUJUAN

PIHAK KEDUA dalam perjanjian ini memberi pinjaman modal sementara kepada PIHAK
PERTAMA sebesar Rp. ,- (Nominal) dan PIHAK PERTAMA dengan ini telah
menerima penyerahan pinjaman modal sementara tersebut dari PIHAK KEDUA serta
menyanggupi untuk melaksanakan pengelolaan Pinjaman Modal Sementara tersebut untuk
project Jasa TSF Tangguh Expansion Project.

PASAL 2
RUANG LINGKUP
1. Perjanjian kerjasama ini terjadi dengan dasar awal adanya kerjasama antara pihak PT.
Adhyaksa persada Indonesia dan PT. Indotech Karya Mandiri. Yang dalam kerjasama
tersebut Pihak PT. Adhyaksa Persada Indonesia memerlukan bantuan pinjaman modal kerja
untuk beberpa pekerjaan sbb :
- Persiapan Keberangkatan Pekerja.
- Gaji Staff dan pekerja maks selama 2 bulan sd masa penagihan.
- Operasional persiapan sebelum keberangkatan.
- Pembelanjaan tools dan Administrasi BPJS.

2. PIHAK PERTAMA dengan ini berjanji dan mengikatkan diri untuk memberikan
keuntungan bagi hasil sebesar 50% dari rencana Profit minimal project yaitu 25% dari nilai
kontrak. Adapun rincian besaran bagi hasil disesuaikan dengan pinjaman modal sbb :
SAMPLE
Target Profit Minimal : 25%
Pinjaman Modal : Rp. 100.000.000,-
Profit 25% : Rp.25.000.000,-
Share Profit (50%) : Rp. 12.500.000,-
PASAL 3
HAK DAN KEWAJIBAN PIHAK PERTAMA

Dalam perjanjian kerjasama ini Pihak Pertama memiliki hak dan kewajiban sebagai berikut :
1. Menerima Pinjaman Modal Sementara dari pihak pertama sebesar
Rp. ..
2. Memberikan hasil keuntungan kepada PIHAK KEDUA sesuai dengan pasal 2 ayat
2 di perjanjian ini.

PASAL 4
HAK DAN KEWAJIBAN PIHAK KEDUA

Dalam perjanjian kerjasama ini Pihak Pertama memiliki hak dan kewajiban sebagai berikut :
1. Memberikan Pinjaman Modal Sementara dan bertahap kepada PIHAK
PERTAMA sebesar Rp.
2. Menerima hasil keuntungan dari PIHAK PERTAMA sesuai dengan pasal 2
ayat 2 di perjanjian ini.

PASAL 5
PEMBAGIAN HASIL
1. Kedua belah pihak sepakat dan setuju bahwa perjanjian kerjasama ini dilakukan dengan
cara pemberian keuntungan yang diperoleh dalam keuntungan PT. Adhyaksa Persada
Indonesia sesuai dengan yang tertuang dalam perjanjian ini.
2. Pembagian hasil yang dimaksudkan dalam ayat 2 diatas, yaitu setiap pihak mendapat
bagi hasil yang sama 50 : 50 dari nominal pinjaman modal, berdasarkan asumsi rencana
Profit Minimal.

PASAL 6
PENGEMBALIAN PINJAMAN MODAL
Pengembalian Modal dan bagi hasil dilakukan oleh pihak pertama pada saat pihak pertama
telah menerima pembayaran dari project yang dimaksud. Atau maks sekitar 2.5 bulan terhitung
dari awal November.
PASAL 7
PERSELISIHAN
1. Bilamana dalam pelaksanaan perjanjian kerjasama ini terdapat perselisihan antar kedua belah
pihak baik dalam pelaksanaannya ataupun dalam penafsiran salah satu Pasal dalam perjanjian
ini, maka kedua belah pihak sepakat untuk sedapat mungkin menyelesaikan perselisihan
tersebut dengan cara musyawarah.
2. Apabila musyawarah telah dilakukan oleh kedua belah pihak, namun ternyata tidak berhasil
mencapai suatu kemufakatan maka para pihak sepakat bahwa semua sengketa yang timbul dari
perjanjian ini di selesaikan di Kantor Kepaniteraan Pengadilan Negeri setempat.

PASAL 7
ATURAN PENUTUP
Hal-hal yang belum diatur atau belum cukup diatur dalam perjanjian ini apabila kemudian hari
dibutuhkan dan dipandang perlu akan ditetapkan sendiri secara musyawarah dan selanjutnya
akan ditetapkan dalam suatu ADDENDUM yang berlaku mengikat bagi kedua belah pihak,
yang akan direkatkan dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perjanjian ini.

Demikianlah surat perjanjian kerjasama ini dibuat dalam rangkap dua ,untuk masing-masing
pihak yang ditandatangani diatas kertas bermaterai cukup, yang masing-masing mempunyai
kekuatan hokum yang sama dan berlaku sejak ditandatangani.

PIHAK PERTAMA PIHAK KEDUA

Rulli Hidayat Investor