Anda di halaman 1dari 18

MAKALAH

FILSAFAT TIMUR
Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah
Filsafat Umum
Dosen Pengampu : Luqman Fauzi, M.Ag.

Disusun Oleh Kelompok 3 :

1. Cahya Bekti Nugroho 12401173528


2. Muhammad Fakhrul Bachtiar 12401173539
3. Moh Ardy Ridlo Amrullah 12401173540
4. Muhammad Zanwar Rifai 12401173541

KELAS PS-1L

PROGRAM STUDI PERBANKAN SYARIAH

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI TULUNGAGUNG

2017
KATA PENGANTAR

Assalamualaikum wr.wb

Puji syukur Alhamdulillah kami panjatkan kepada Allah SWT yang


telah memberi kami kesempatan menulis makalah ini. Maka, tidak terkira
ucapan syukur kami kepada-Nya. Sholawat serta salam tetap tercurah kan
kepada Nabi junjungan kita Nabi Muhammad SAW. Semoga di yaumul
qiyamah nanti kita semua mendapatkan Syafaat-Nya. Makalah ini membahas
tentang Filsafat Timur. Dalam penyusunan makalah ini kami mencari dari
berbagai referensi. Kami mencantumkan materi insyallah sesuai dengan pokok
bahasan.

Dalam penyusunan makalah ini pastinya ada campur tangan dari berbagai
pihak, tak lupa kami menyampaikan terimakasih kepada:

1. Rektor IAIN Tulungagung Dr. Maftukhin, M. Ag


2. Bapak Luqman Fauzi, M.Ag. selaku dosen pengampu mata kuliah
Filsafat umum yang telah membimbing kami dalam menyelesaikan
tugas makalah ini.
3. Kedua orang tua kami yang senantiasa mendoakan kami.
4. Teman-teman yang memiliki semangat tinggi dalam belajar sehingga
memberi semangat kami untuk menyelesaiakan tugas ini.

Penyusun menyadari bahwa makalah ini jauh dari kata sempurna maka
dari itu kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun,
dan kami berharap semoga makalah ini dapat bermanfat bagi para pembaca.
Amin.

Wassalamualaikum wr.wb

Tulungagung, 19 September 2017

Penyusun
ii | P a g e
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .................................................................................ii


DAFTAR ISI ...............................................................................................iii

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah ................................................................... 1
B. Rumusan Masalah ............................................................................ 1
C. Tujuan Pembahasan .......................................................................... 1
BAB II PEMBAHASAN
A. Sejarah Periode Filsafat India..2
B. Sifat sifat Filsafat India.....4
C. Sejarah Periode Filsafat Cina...6
D. Sifat sifat Filsafat Cina..10
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan..................................................................................... 12
B. Saran ............................................................................................... 14

DAFTAR PUSTAKA ................................................................................ 15

iii | P a g e
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah


Banyaknya pemahaman yang kurang terhadap filsafat timur bahkan di
kesampingkan maupun dilupakan bagaimana pentingnya filsafat timur ikut
turut mengambil peran penting untuk dunia kefilsafatan di dunia ini, serta
untuk mengetahui bahwa bukan hanya bangsa Eropa saja atau bangsa barat
yang hanya membesarkan dunia filsafat, filsafat timur pun juga berperan
penting dalam perkembangan dunia filsafat
B. Rumusan Masalah
1. Apa sajakah periode periode filsafat timur (India) ?
2. Bagaimanakah sifat filsafat timur (India) ?
3. Apa sajakah periode periode filsafat timur (Cina) ?
4. Bagaimanakah sifat filsafat timur (Cina) ?
C. Tujuan Pembahasan
1. Untuk mengetahui bagaimana sejarah perkembangan filsafat timur
dengan sistem periode khususnya di India
2. Untuk mengetahui sifat dari filsafat timur (India)
3. Untuk mengetahui bagaimana sejarah perkembangan filsafat timur
dengan sistem periode khususnya di Cina
4. Untuk mengetahui sifat dari filsafat timur (Cina)

1|Page
BAB II

PEMBAHASAN

1) Periode Periode Filsafat India

India memiliki dan mewariskan peradaban yang sangat tua, bahkan


ketika Eropa masih gelap dan pengap oleh mitos-mitos yang membekap.
Historiografi filsafat India tidak bisa dipahami dan (apalagi) diapresiasi
sepotong sepotong. Hali ini karena dilokomotifi oleh corak filsafatnya
yang secara periodic turut membentuk pandangan dan life style
masyarakatnya.1 Filsafat India berkembang dan menjadi satu dengan agama
sehingga pemikiran filsafatnya bersifat religious dan tujuannya adalah
mencari keselamatan akhirat. Secara sederhana periodisasi filsafat India
dapat diurutkan sebagai berikut :

1. Periode Veda (1500 800 SM). Masa ini melahirkan


Mantra,Brahmana,Aranyaka, dan Upanishad sebagai bagian
bagian dari Veda (Rg-Veda, Yajur-Veda,Sama-Veda dan
Atharva-Veda) yang berisi benih benih pemikiran filsafat
mulai dari Mantra hingga Upanishad. Pandangan pandangan
yang ada di dalamnya berupa pandangan filsafat dalam arti
yang sebenarnya. Inilah masa lahirnya filsafat India.
2. Periode Epos (600 - 400 SM). Periode ini meluas hingga
perkembangan Upanishad awal dan Darsana. Wiracarita dan
epos yang sangat masyur, yakni Ramayana dan Mahabharata
menjadi media bagi penyampaian pesan pesan moralitas
Upanishad dalam ketuhanan dan kemanusiaan. Pesan pesan
Upanishad memengaruhi Buddhisme dan2 Bhagavadgita.
System system religious, semacam Buddhisme, Jainisme,
Sivaisme muncul pada masa ini.
3. Periode Sutra (300 SM-300 M). Periode ini filsafat mulai
ditulis dalam bentuk sutra,yakni ungkapan
pendek,sederhana,padat dan halus dalam bahasa Sansekerta.
Sistematika Darsana juga ditulis dalam bentuk
sutra,missal,kerangka filsafat Mimamsa oleh Jaimini ditulis
dalam Mimamsa sutra. Sutra sangat reflektif,bukan sekedar
imajinasi konstruktif dan kebebasan spiritual,bahkan sangat

1
Ach. Dhofir Zuhry,Filsafat Timur,(Malang: Madani,2013), hlm 14
2
Loc.cit

2|Page
kritis. Yoga menerima Sankhya, Vaisesika mengakui eksistensi
lainnya. Ini terbukti manakala mencermati tradisi sebelumnya
(Purva paksa) pada hampir seluruh system filsafat,
Sankaracharya, misalnya sebelum membangun system
monoisme (Advaita), terlebih dahulu mengevaluasi dan
mencermati sistem system yang telah ada. Kemudian dengan
kekuatan intuisi, analisis dan logika, ia mampu membawa
sistem advaita melampaui sistem sistem lainnya.
4. Periode Skolastik (300M-1500 M). periode pemberian
komentar dan eksplanasi pada sistematika sistematika falsafi
di India, khususnya terhadap Guadapada (500),Islam (612) dan
Shakara (700). Periode seperti Kumarila, Samkara, Ramanuja,
Madhava dan lain-lainnya. Masa ini diwarnai dengan perdebatan
filsafat dan ilmu logika. Periode ini disebut juga periode
skolastik karena filsafat India berada di bawah pengaruh
faylasuf Muslim,seperti : al-Kindi (8800-870),ar-Razi (8865-
925),al-Farabi (872-925),Ibnu Sina3 (980-1037),al-Ghazali
(1059-1111) dan Ibnu Arabi (1165-1240). Pada periode ini juga
mulai berkembang filsafat Theistik dari Vhaisnavisme dan
Shaivisme : Ramanuja (1100), Madva (1200),Kabir (1400-
1518).
5. Periode Kegelapan (1500M-1900M). Ini adalah periode
lahirnya agama Sikh(isme) oleh Guru Nanak (1449-1538) serta
pengaruh Akbar (1556-1605) dan Syaikh Ahmad (1564-1624).
Periode ini juga periode kolonialisasi di bawah kekuasaan Barat;
Ram Mohun Roy (1772-1833), pendiri masyarakat Brahmo;
Dayananda Saraswati (1824-1883), pendiri masyarakat Arya
dan Ramakrisna (1836-1886)
6. Periode Kontemporer (1850M-2000M). Pada periode filsafat
India mencapai puncak kematangannya. Ini ditandai dengan
lahirnya pemikir-pemikir fenomenal seperti : Rabindranath
Tagore (1861-1941), Swami Vivekananda (1863-1902),
Mahandhas Karamchand (Mahatma) Gandhi (1869-1948),
Aurobindo Ghose (1872-1950), Muhammad Iqbal (1877-1938),
Sarvepalli Radhakrisnan (1888-1975). Puncaknya India meraih
kemerdekaanya pada 1947.4
Pada masa Kontemporer terdapat seorang tokoh muslim yang ikut andil
dalam bagian filsafat India, ia adalah Muhammad Iqbal, yang juga
murapakan patriot muslim di India yang selalu menyuarakan kebebasan
sebagai protes terhadap ulama yang dituduh memenjarakan Islam dengan

3
Ibid,hlm 15
4
Ibid,hlm 16
3|Page
melalaikan karakter progresifnya,terutama ajarannya tentang takdir,dan
melawan relisitas politik di masanya. Iqbal mempunyai karya filsafatnya
yang terpenting, dimana sorotan utama dalam buku ini adalah terjadinya
stagnasi pemikiran Islam selama hampir 500 tahun yang dinilai
penyebabnya antara lain adalah filsafat Plato yang cenderung menafikan
eksistensi individu dengan konsep idealismenya dan memandang rendah
ilmu yang diperoleh melalui pancaindera serta tertutupnya ijtihad.5

2) Sifat sifat Filsafat India

Sikap orang India lebih subyektif, lebih mementingkan perasaan, penuh


dengan rasa kesatuan dengan alam dunia yang mengengelilinginya dan
dengan hati terbuka bagi Realitas Ajaib yang mengatasi segala galanya
dan yang harus dihormati dengan korban korban dan upacara upacara,
alam fikiran India bisa dikatakan magis religious dan dalam suasana ini
filsafat dapat berkembang. Sifat sifat khusus yang membedakan filsafat
India dari filsafat Yunani adalah seagai berikut :

1) Suasana dan bakat orang India yang berlainan dengan bakat


orang Yunani ( seperti misalnya ternyata dalam bahasa mereka).
2) Seluruh pengetahuan dan filsafat diabdikan kepada usaha
pembebasan atau penebusan itu.
3) Berpangkal pada buku buku kuno (Veda) yang kekuasaannya
tak dapat diganggu-gugat, hanya dapat ditafsirkan dan
diterangkan lebih lanjut.
4) Perumusan perumusan umumnya kurang tajam, tidak tegas
membeda-bedakan antara misalnya : sifat-sifat diri ;
konkrit abstrak, hidup-tak-hidup, kesatuan persamaan,sebab-
alasan. Hal ini mengakibatkan seluruh filsafat India mendapat
sifat samar yang mempersukar pemecahan besar.Karena
pengaruh maha-besar dari tulisan-tulisan kuno itu, maka sistem-
sistem filsafat sering sukar dibedakan corak-coraknya yang
khusus, sering sukar juga untuk mengikuti jalan pikiran dan
mencapai sintesis.
5) Berhubung dengan itu nampak juga kekuatan asimilasi yang
sangat besar,hingga unsur-unsur yang bertentangan satu sama
lain dimasukkan dalam satu sistem : syncretisme.
5
Rodliyyah KhuzaI,Dialog Epistomologi Mohammad Iqbal dan Charles S. Pierce(Bandung:Refika
Aditama,2007) hlm 60
4|Page
6) Dalam semua sistem ditemukan sejumlah pengertian yang tidak
timbul dari pandangan filsafat, melainkan yang merupakan
warisan dari zaman kuno dan yang memegang peranan penting
dalam semua sistem sistem itu (kecuali dalam carvaka),
misalnya : karena dengan dan kelahiran kembali,mukti,Samsara,
Atman dan Brahmana. Demikian pula prinsip prinsip etika
(menguasai diri,hormat terhadap hidup,dan sebagainya).
Ini lah yang memberikan corak kesatuan kepada semua aliran-
aliran dan sistem-sistem walaupun berbeda beda satu sama
lain.6

6
Burhanuddin Salam,Pengantar Filsafat,(Jakarta:Bumi aksara,2012) hlm 207
5|Page
3) Periode Periode Filsafat Cina

Cina memunculkan tantangan yang lebih besar kepada sejarawan ilmu


Eropa. Basis pengetahuan umumnya ialah keduniaan ini, meskipun lebih
didasarkan pada harmoni antara pribadi ketimbang keteraturan keteraturan
abstrak. Namun bahkan pada zaman kuno sudah terdapat sinkronisme dalam
gerakan-gerakan filosofis di Eropa dan Cina.
Hingga zaman Renaissans teknologi Cina lebih maju dari Eropa. Bahkan
transformasi masyarakat Eropa semuanya berasal dari Cina yang meliputi :
kompas magnetik,serbuk mesiu,dan mesin cetak.7
Negeri Cina mempunyai prinsip yaitu Substansialitas, yang bagi
kerajaan tersebut prinsip itu sekaligus sebagai yang tertua dan terbaru. Pada
mulanya kita melihat Cina maju ke kondisi sebagaimana ia dijumpai dewasa
ini;karena perbedaan antara eksistensi objektif dengan kebebasan gerakan
subjektif di dalamnya,masih diinginkan,setiap perubahan ditiadakan,dan
ketetapan waktu yang senantiasa berulang, melangsungkan apa yang akan
kita sebut sebagai sejarah sebenarnya. Cina dan India seolah olah berada
di luar sejarah dunia, sebagaimana praanggapan tentang unsur-unsur yang
kombinasinya harus ditunggu merupakan kemajuannya yang terpenting.
Kesatuan antara substansial dengan kebebasan subjektif sama sekali
meniadakan perbedaan dan kontras antara kedua unsur, yang kenyataanya
substansi tidak dapat sampai kepada refleksi atas dirinya sendiri pada
subjektivitas. Aspek moralnya bersifat Substansial (positif), dengan
demikian biasanya bukan sebagai despotism kedaulatan.8 Hanyalah bangsa
Cina yang memiliki penulisan serangkain sejarah yang berkesinambungan
yang dalam bentuk tegas dan menonjol memperlihatkan konstitusi politis.

Secara sederhana periodisasi filsafat Cina dapat diurutkan sebagai berikut :

A. Periode pengetahuan Klasik (136 SM 1932 M)

Perkembangan filsafat Tionghoa dalam periode ini terutama terdiri dari


interpretasi dan penafsiran tulisan tulisan para filsuf klasik, baik
Confucius maupun Taoisme dan Buddhisme.

1. Confucianisme
a) Berdampingan terdapat :

7
Jerome R. Ravertz,Filsafat Ilmu Sejarah & Ruang Lingkup Bahasan,(Yogyakarta:Pustaka
Pelajar,2004) hlm 23
8
G. W. F. Hegel,Filsafat Sejarah,(Yogyakarta:Pustaka Pelajar,2007) hlm 160
6|Page
Mashab baru Tung Chung-shu (179-104), Meng His
Ching Fang (37 SM).
Mashab lama yang Hsing (46 SM) Wang Chung
(27-100)
b) Mendahului Neo-Confucianisme : Wang Tung (584-
617), Han Yu (768-824), Li Ap (844).
c) Chou Tunyi (1017-1073),Shao Wung (1011-1077),
Chang Tsai (1020-1077), Rasionalistis ; Cheng Yi
(1033-1108), dan Chu His (1139-1193), Yang Ching
(1140-1226). Selama dinasti Ming ( 1368-1643)
perkembangan besar : Cheng Hsien Chang (1472-
1529), Wan Ken (1483-1540), Wang Chi (14988-1583).
Yen Chung (abad ke XVI) dan lain-lain.9
d) Mashab teks Baru : Tan Ssu-Tung (1865-1898), Kang
Yu Wei (1858-1927), Liao Ping (1852-1932)
2. Taoisme
a) Religius : Wei Po-yang (kurang lebih 142), Yu Fan
(164-233),Ko Hung (250-330).
b) Neo-Taoisme: Wong Pi (226-249), Hsiang Hsiu (221-
300), Kuo Hsiang (312). Ku haun (420-483), Tai-ahih
Shu-ming (474-546).
3. Buddhisme
Buddhisme memasuki Tiongkok pada permulaan abad ke I,
pada abad ke IV dank e V terwujudlah Ketujuh Mashab.
Pengaruhnya besar sampai pada akhir abad ke X. Beberapa
nama : Chi-Tsang (549-632), Chih-kai (538-597), Shen Hsiu
(600-700) dan lain-lain.10

B. Periode para filsuf

9
Burhanuddin Salam,Pengantar Filsafat,(Jakarta:Bumi Aksara,2012) hlm 221
10
Ibid,hlm 222
7|Page
1. Alam pikiran sebelum Confucius.
Mengakui adanya Tuhan : Surga (Tien). Allah (Ti) Shang
Ti. Tuhan Yang Maha Tinggi yang mengatasi segala11 ruh ruh
(shen). Magi (shu-shu) dan astrologi. Arwah-arwah orang mati
hidup terus asal diberikan korban-korban Pengertian-pengertian
Yang dan Yin (kedua unsur atau prinsip pertama : Surga-dunia,
pria-wanita,evolusi-regressi). Pusat tata kemasyarakatan ialah
Raja. Ritual ditentukan oleh hubungan hubungan social. Tidak
mengindahkan tata dalam alam mengakibatkan bencana
bencana.
Karena perubahan-perubahan social (jatuhnya system
seodal,munculnya perdagangan , kesukaran kesukaran di
lapangan agrarian) timbullah kebutuhan akan kupasan-kupasan
mengenai tingkah laku dan sikap reaksi ingin kembali ke masa
yang lampau, yang dipuja sebagai zaman keemasan. Dalam
suasana inilah timbul filsafat Tionghoa.
2. Confucius dan Confucianisme.
Confucius (551-479) adalah nama latin dari Kung Fu-Tzu
(Guru Kung). Menurut Kung Fu Tzu kekacauan sosial adalah
akibat ditinggalkannya adat istiadat dan tata kemasyarakatan
kuno. Satu satunya jalan untuk memperbaiki keadaan ialah :
kembali ke tata kemasyarakatan lama di mana setiap orang
mempunyai dan mengerti hak hak dan kewajiban
kewajibannya sendiri. maka diusahakannya membenarkan
nama (Chong ming) ; nama-nama harus sesuai lagi dengan
kenyataan, jadi persesuaian antara kedudukan dan sikap orang.
Dengan demikian tercapailah keseimbangan yang seharusnya
(i), yang menyatakan diri dalam cara-cara yang tepat,cara
bertindak yang baik (li).

11
Ibid, hlm 218
8|Page
Pengertian pengertian lain yang sangat penting ialah : Te
= kebajikan ; yen = sikap yang sebenarnya terhadap sesame
manusia;dan syiau = menjalankan kewajibannya sebagai anak.
Pengertian - pengertian ini sukar diterjemahkan karena isinya
dalam perjalanan sejarah bertambah dan berubah dan
dipengaruhi oleh pikiran-pikiran Buddhisme dan Taoisme. Jasa
Confucius ialah bahwa ia meneruskan pikiran-pikiran warisan
zaman dulu dengan membentuk12nya sebagai suatu keseluruhan,
suatu system, thus being a creator through being a transmitter.
Perkembangan CONFUCIANISME selanjutnya :
MECIUS (Meng Tse, kurang lebih 472-189).
Syun Tze (298-238).
Confucianisme selama dinasti dinasti Chin (225-207) dan
Han (206 sebelum masehi) dengan kemenangan Confucianisme
sebagai ajaran orthodox pada tahun 136 sebelum Masehi.
3. Mo Tze dan Mashab Mohist.
Mo Tze (kurang lebih 479 381) dan Mashabnnya
mempunyai pengaruh yang penting. Ia mengajarkan cinta
kepada sesame manusia yang universal sebagai dasar
filsafatnya (chien ai). Universal love ini tak hanya
menguntungkan bagi yang mencintai,jadi timbal-balik. Inilah
dasar daripada utilitarisme Mo Tze dan perbedaan terbesar
dengan filsafat Confucious. Dalam perkembangan selanjutnya
(300-200) dikerjakan metode dialektik.
4. Laotze dan Mashab Taoisme.
Lao Tze ( kira-kira 350 sebelum Masehi) dengan bukunya
yang terkenal : Tao Te Ching (buku tentang jalan dan kebajikan)
menitikberatkan selalu berubahnya kenyataan. Semua perbuatan
manusia harus sesuai dengan Tao itu,perkembangan selanjutnya

12
Ibid, hlm 219
9|Page
Taoisme berubah sifatnya menjadi magi belaka. Nama-nama
yang terpenting : Chuang Tze dan Lio Tze.
5. Dialektisi (kira-kira 370 ebelum masehi).
Kung-sun Lung, Hui Ship. Perhatian besar untuk teori-teori
pengetahuan,dengan kegemaran untuk membuat paradoks-
paradoks, seperti terdapat pada Zeno.13
6. Mashab Hukum.
Buku buku terkenal: Chang Tze dan Han Fei Tze (kira-
kira 359 sebelum Masehi). Hukumlah yang merupakan asas
persatuan suatu Negara seluruh kekuasaan harus dipusatkan di
tangan raja,rakyat harus tetap miskin dan lemah, ketakutan akan
membawa orang kebajikan,orang-orang jahat harus mennguasai
orang baik,diktator yang amoral.14

4) Sifat-sifat filsafat Tionghoa


Yang menjadi pusat perhatian dalam filsafat Tionghoa (Chu tzu,
atau: Hsuan-Hsueh, atau: tao-hseh) yaitu kelakuan manusia, sikapnya
terhadap dunia yang menggelilinginya dan sesama manusianya.Filsafat
barat menanyakan hubungan sebab-akibat, mencari mengapa dan
bagaimana objek yang di selidiki secara obyektif. Berlainan dengan filsafat
Tionghoa: bagi filsuf-filsuf Tionghoa manusia dan dunia merupakan satu
kesatuan, satu kosmos kesatuan mana tak boleh di ganggu oleh perbuata-
perbuatan manuia yang tidak selayaknya. Hanya kalau tata dan kesatuan
yang ada itu tetap terpelihara, semua orang akan selamat. Maka yang
ditinjau oleh filsuf-filsuf Tionghoa ialah bagaimanakah sikap orang
terhadap dunia, terhadap sesamanya manusia dan terhadap surga. Itulah
yang mereka lebih tititk beratkan what man is(=his moral qualities) dari
pada what he has (= his intellectual and material capacities). Pengetahuan
tidaklah di kejar asal mengetahui saja melainkan untuk di terapakanpada
kelakuan manusia. Cita-cita mereka tak lain menjadi the innersage

13
Ibid,22
14
Ibid, hlm 221
10 | P a g e
artinya orang yang telah membentuk kebajikan dalam dirinya sendiri yang
bijaksana betul-betul maka yang di titik beratkan ialah:
1) Etika, bukanlah logika atau metafisika.
2) Sistem-sistem filsafat dalam arti normal hampir-hampir tak ada,
akan tetapi ini tak berarti bahwa de facto tidak ada system-sistem
arti organic unity of ideas (seperti halnya pada socrate dan juga
plato).
3) Walaupun nampaknya dalam fislafat Tionghoa hampir taka da
kemajuan dan perkembangan akan tetapi para penafsir juga
mengemukakan buah-buah pikiranya sendiri, hingga apa yang dulu-
dulunya masih terkandung dalam system-sistem lama berupa
benih, lama kelamaaan menjadi namapak.15

15
Burhanuddin Salam,Pengantar Filsafat,(Jakarta:BumiAksara,2012) hlm 218
11 | P a g e
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Pada sejarah filsafat India terdapat 6 periode yaitu :
1) Zaman Veda (1500 SM-800 SM)
2) Zaman Epos (600 SM-400SM)
3) Zaman Sutra (300 SM-300M)
4) Zaman Skolastik (300M-1500 M)
5) Zaman Kegelapan (1500M-1900M)
6) Zaman Kontemporer (1850M-2000M)

Dimana setiap periode terdapat perkembangan perkembangan pola


fikir atau sistem pemikiran pemikiran filsafat di India tersebut.

Sedangkan pemikiran filsafat India itu sendiri masuk dalam sifat


sifat khusus yang ada di dalam filsafat India, antara lain sifat sifat
itu terdiri dari :

1) Suasana dan bakat orang India yang berlainan dengan bakat


orang Yunani ( seperti misalnya ternyata dalam bahasa mereka).
2) Seluruh pengetahuan dan filsafat diabdikan kepada usaha
pembebasan atau penebusan itu.
3) Berpangkal pada buku buku kuno (Veda) yang kekuasaannya
tak dapat diganggu-gugat, hanya dapat ditafsirkan dan
diterangkan lebih lanjut.
4) Perumusan perumusan umumnya kurang tajam, tidak tegas
membeda-bedakan antara misalnya : sifat-sifat diri ;
konkrit abstrak, hidup-tak-hidup, kesatuan persamaan,sebab-
alasan. Hal ini mengakibatkan seluruh filsafat India mendapat
sifat samar yang mempersukar pemecahan besar.Karena
pengaruh maha-besar dari tulisan-tulisan kuno itu, maka sistem-
sistem filsafat sering sukar dibedakan corak-coraknya yang
khusus, sering sukar juga untuk mengikuti jalan pikiran dan
mencapai sintesis.
5) Berhubung dengan itu nampak juga kekuatan asimilasi yang
sangat besar,hingga unsur-unsur yang bertentangan satu sama
lain dimasukkan dalam satu sistem : syncretisme.
12 | P a g e
6) Dalam semua sistem ditemukan sejumlah pengertian yang tidak
timbul dari pandangan filsafat, melainkan yang merupakan
warisan dari zaman kuno dan yang memegang peranan penting
dalam semua sistem sistem itu (kecuali dalam carvaka),
misalnya : karena dengan dan kelahiran kembali,mukti,Samsara,
Atman dan Brahmana. Demikian pula prinsip prinsip etika
(menguasai diri,hormat terhadap hidup,dan sebagainya).
Untuk Sejarah filsafat Cina terdapat periode pengetahuan klasik pada
tahun 136 SM 1932 M dimana terdapat interpretasi dan penafsiran tulisan
tulisan. Yaitu : Periode pengetahuan klasik pada tahun 136 SM-1932 M di
mana terdapat ada interpretasi dan penafsiran tulisan-tulisan yaitu periode
confucianisme yang terbagi menjadi 4 macam :

a. Berdampingan
b. Mendahalui Neo-Confucianime
c. Chou tunyi
d. Mashab teks baru

periode Taoisme terbagi menjadi 2 macam :

a) Religious
b) Neo-taoisme

Buddhisme

Buddhisme memasuki Tiongkok pada permulaan abad , ke 1 pada


abad ke IV dan V terwujudlah ketujuh mashab.

Sifat sifat yang dapat menjadi dasar pemikiran filsafat Cina antara lain :

bagi filsuf-filsuf Tionghoa manusia dan dunia merupakan satu kesatuan,


satu kosmos kesatuan mana tak boleh di ganggu oleh perbuata-perbuatan
manuia yang tidak selayaknya. Hanya kalau tata dan kesatuan yang ada itu
tetap terpelihara, semua orang akan selamat. Maka yang ditinjau oleh
filsuf-filsuf Tionghoa ialah bagaimanakah sikap orang terhadap dunia,
terhadap sesamanya manusia dan terhadap surga. Itulah yang mereka

13 | P a g e
lebih tititk beratkan what man is(=his moral qualities) dari pada what he
has (= his intellectual and material capacities). Pengetahuan tidaklah di
kejar asal mengetahui saja melainkan untuk di terapakanpada kelakuan
manusia. Cita-cita mereka tak lain menjadi the innersage artinya orang
yang telah membentuk kebajikan dalam dirinya sendiri yang bijaksana
betul-betul maka yang di titik beratkan ialah:
7) Etika, bukanlah logika atau metafisika.
8) Sistem-sistem filsafat dalam arti normal hampir-hampir tak ada,
akan tetapi ini tak berarti bahwa de facto tidak ada system-
sistem arti organic unity of ideas (seperti halnya pada socrate
dan juga plato).

Walaupun nampaknya dalam fislafat Tionghoa hampir taka da kemajuan dan


perkembangan akan tetapi para penafsir juga mengemukakan buah-buah
pikiranya sendiri, hingga apa yang dulu-dulunya masih terkandung dalam system-
sistem lama berupa benih, lama kelamaaan menjadi namapak.

14 | P a g e
Daftar Pustaka

Dhofir Zuhry, Ach. 2013.Filsafat Timur. Malang : Madani.

Salam, Burhanuddin.2012.Pengantar Filsafat. Jakarta : Bumi Aksara.

R. Ravertz, Jerome. 2004. Filsafat Ilmu Sejarah & Ruang Lingkup Bahasan.
Yogyakarta : Pustaka Pelajar.

KhuzaI,Rodliyah. 2007. Dialog Espitemologi Mohammad Iqbal & Charles


S.Pierce. Bandung : Refika Aditama.

Hegel, G.W.F. 2007. Filsafat Sejarah. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.

15 | P a g e